24 Februari, 2009 oleh Herianto
Hampir semua kita bisa dipastikan pernah berucap bahwa : “kritik adalah sesuatu yang berguna dan dibutuhkan“. Dalam ilmu sosial termasuk bidang manajemen, kritik menjadi salah satu elemen kontrol.
Tetapi kenyataannya tidak semua berakibat kebaikan demikian.
Kesan nilai positip dari kritik kadang menjadi landasan untuk meneruskan pelampiasan. Misal : Lanjut Baca »
Ditulis dalam Etika, Kritik, Pengembangan diri | 12 Komentar »
18 Februari, 2009 oleh Herianto
‘Kita kadang begitu mudah menilai kerusak-fatalan orang lain. Lalu itu menjelma menjadi penutup, pembiar dan penerus kerusak-fatalan diri kita sendiri.”
Duhai diri,
kepadamu kata-kata ini menjadi tidak tersembunyi :
Kita gemar bersembunyi di pembicaraanan kelemahan orang lain.
—
Aku harus berani mengkuliti diri sendiri.
Harus.
Ketika kukuliti banyak orang.
Kukuliti setiap orang yang mengkuliti hal-hal yang berkaitan dengan aku
Aksi balas itu harus ada akhirnya.
—
“Untuk mengatakan dirimu benar, engkau tidak mesti berusaha membuktikan bahwa orang lain itu salah.”
Aduh… Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat, Etika, Kritik, Pengembangan diri, Puisi | 9 Komentar »
7 Februari, 2009 oleh Herianto
Busyet…
beberapa hari ini isi pikiran direbut oleh problem ini.
Problem sebuah implmentasi IT.
—
Memang tidak semua implementasi IT itu sukses ya.
Penyebabnya macam-macam, misal :
- Gagal atau katakanlah tidak lancarnya fungsi-fungsi perangkat IT yang diterapkan
- Lemotnya para SDM menyerap pemanfaatan teknologi tersebut
- Tidak sesuainya antara kebutuhan dengan teknologi yang diterapkan
- Bisness rule yang tak terencana matang.
- dsbnya aja ya, takut kebanyakan. Postingan blog kan gak boleh banyak2.
: alasan diterima
—
Begitulah yang terjadi,
dan sialnya untungnya, kali ini saya adalah lakonnya.
—
Di sebuah Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat, Jaringan Komputer, Teknologi Informasi, riset IT | 9 Komentar »
21 Januari, 2009 oleh Herianto
Satu-satunya komunitas yang masih dan terus saja bertahan mendukung penjahan di bumi Pelestina saat ini adalah pemerintah amerika dan israel itu sendiri. Kok ? Ya, karena pada dasarnya amerika dan israel itu satu. Secara negara mungkin berbeda, tetapi kekuatan lobbi yahudi terhadap pemerintahan amerika saat ini jauh lebih kuat ketimbang mengikuti arus pemikiran warganya (amerika) itu sendiri.
Itulah “hebat” nya yahudi ini. Licik aja kali. Mereka memang terus menjadi batu ujian bagi nilai-nilai kemanusiaan. Memperhatikan mereka kita bisa saja teringat dengan makhluk yang disebut syetan Lanjut Baca »
Ditulis dalam Opini, Pemikiran, Peristiwa, Politik | Bertanda hamas, israel, Opini, Politik, teroris | 15 Komentar »
14 Januari, 2009 oleh Herianto
Belajarlah dari kehilangan
duhai diri yang acap lalai
—
Wahai Zat yang Maha Pendidik
Engkau hilangkan setelah Kau beri
Tanda Kau masih bentang waktu itu,
“Berbenahlah”, kata-MU.
—
duhai,
belajarlah dari Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat, Peristiwa, Puisi | 8 Komentar »
7 Januari, 2009 oleh Herianto
Kisahnya itu kita mulai dari sini :
Sebelumnya mereka adalah bangsa yang terlunta-lunta tanpa tempat tinggal. Tak satu pun bangsa lain di dunia ini yang rela ditumpangi karena khawatir prilaku licik mereka yang selalu kelewatan. Kelicikan ini didukung pula oleh kecerdasannya yang konon memang lumayan. Akibat tersohornya kelicikan ini sampai-sampai bangsa Jerman sempat berhasrat untuk melenyapkan mereka dari muka bumi.
Yahudi. Ya merekalah si Yahudi itu.
Lalu entah darimana tiba-tiba mereka teringat dengan [konon] tanah para leluhurnya yang dulu-dulu sekali itu (yaitu daerah palestina plus sekitarnya sekarang). Opininya adalah tanah itu merupakan tanah nenek moyang yang mereka akui dari keturunan Musa as dulu. Duh, padahal kita tahu ajaran musa sendiri mereka khianati.
Lalu dirancanglah skenario itu.
Dengan dibantu oleh bangsa-bangsa lain yang ketakutan tanahnya sendiri direbut oleh si Yahudi ini maka strategi licik itu dimulai. Mulanya sempat tanah yang ditentukan itu adalah dataran brazil sekarang, argentina dan uganda dan sampai akhirnya mereka memutuskan daerah palestina saja. Apalagi mereka bisa menggunakan alasan historis dan kitab suci untuk merebut daerah palestina plus-plus tersebut.
Penguasa di palestina saat itu pada mulanya sangat kuat dan konsisten dalam mempertahankan tanahnya sendiri. Jangankan di jual sejengkal, untuk ditumpangi sekejap saja pun tidak digubris setiap si Yahudi atau calo-calonya mencoba mencari simpati di awal skenario tadi.
Tapi apa akhirnya …
Yah begitulah… mereka memang licik bersama dengan kecerdikannya.
Sebagian dari bangsa palestina dan arab lain pada waktu itu ada juga yang lengah, apalagi saat kolonial Inggris berhasil menjajah. Pada mulanya istilah numpang. “Bolehkah kami numpang di daerahmu ini sebentaa…aar aja, masalahnya kami dimana-mana diusir dan dipencilkan oleh bangsa lain, apa kalian tidak kasihan dengan kami ?” Katakanlah pada mulanya mereka diberi tumpangan atas dasar belas kasihan. Lama kelamaan mereka bisa membeli, di waktu berikutnya merebut, dan sekarang mereka merasa memiliki. “Ini tanah kami lho“, katanya. “Tuhan memang menghadiahkannya untuk kami“.
Lalu pelan-pelan mereka terus mengatur siasat untuk dapat mengusir sang tuan rumah dari tanahnya sendiri.
Sedari dahulu bangsa Yahudi ini memang begitu. Mereka seperti ditakdirkan untuk menjadi ujian bagi manusia lain di kehidupan ini. Mereka berkali-kali mencoba membunuh utusan Tuhan (seperti kasus Isa as), mengobrak-abrik ajaran para utusan-NYA itu dan selalu menindas manusia lain saat diberi kekuasaan (kekuatan) sedikit saja.
Begitulah seperti halnya yang kita saksikan akhir-akhir ini.
Tuhan seperti memberi kesempatan pada kita untuk menyaksikan dan membuktikan akan kebejatan mereka setelah ada sebagian dari saudara-saudara kita yang tertipu. Tertipu dengan alasan-alasan kemanusiaannya (humanisme), tertipu dengan alasan kesamaannya (pluralisme) dan tertipu dengan logika pemaksaan pembenaran (apologis) yang dirancangnya.
Sebagian memang ada bangsa Yahudi ini yang baik, yang tersadar dari fitrahnya, seperti halnya di zaman rasulullah terdapat sejumlah yahudi yang menjadi muslim.
Tapi Yahudi-Israel yang kita saksikan saat ini benar-benar telah membukakan mata kita sendiri bahwa mereka memang musuh kita yang sebenar nyata.
—
Kisah Lengkapnya Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel Umum, Opini, Pemikiran | 62 Komentar »
5 Januari, 2009 oleh Herianto
Selalu ada buah,
dari setiap langkah kita manusia.
Buah kebaikan adalah kebaikannya.
Buah kejahatan adalah kejahatannya.
Segalanya akan kembali ke pelakunya.
karena setiap tindakan, usaha dan kerja-kerja itu “pasti” berbuah.
—
Buah kesabaran itu.
Buah keuletan itu.
Buah kesungguhan itu. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pengembangan diri, Puisi | 2 Komentar »
2 Januari, 2009 oleh Herianto
Tuhanmu telah berpolitik untukmu
dengan
syariat-NYA, sunnah-NYA, hukum-hukum-NYA
hukum di alam-NYA
hukum di firman-NYA
hukum di setiap kejadian pada ruang dan waktu milik-NYA
Adalah keputusan-NYA, undang-undang-NYA,
sunnatuLlah – syariat-NYA
Lalu
terserah engkau memilih atau tidak
karena setiap pilihan langkah, adalah resiko.
Di atas Kekuatan Politik Tuhanmu
itu
—
Saksikan Lanjut Baca »
Ditulis dalam Politik, Puisi | 3 Komentar »
23 Desember, 2008 oleh Herianto
Proses……,
butuh waktu.
Selalu saja butuh.
Ah, seandainya …
—
Butuh waktu untuk memahami nasehat para tetua, pesan-pesan bijaknya.
Ah, seandainya …
Butuh waktu untuk Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat, Pengembangan diri, Puisi | 3 Komentar »
11 Desember, 2008 oleh Herianto
Bah,
sudah miskin, pintar pula meng-argumentasikan-nya.
Biarlah miskin asal …
Biarlah miskin asal …
katanya
Berbagai dalil pun dikumpulkan, berbagai shirah disyiarkan, demi membanggakan kemiskinan-kemiskinan itu.
La la la la…,
sudah miskin,
pintar pula meneruskan kedigjayaan kemiskinan itu.
Kok yang dipintarkan yang gituan ya ?
Kenapa gak,
Biarlah kaya asal …
Biarlah kaya asal …
“Ummatku, ummatku.“
—
Ini lagi.
Bah, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat, Pemikiran, pendidikan | 6 Komentar »
26 November, 2008 oleh Herianto
Demokrasi Penuh Fitnah
Uh…
ini harus dibahas.
Harus.
Di menjelang pemilihan “akbar” 2009 ini, fitnah bertebaran dimana-mana.
Sial.
Fitnah Politik, Fitnah Demokrasi.
ini menjadi semacam kesempatan lahan kreasi baru bagi si penyebar isu ‘bau” itu.
Ini menjadi semacam legalitas bagi si “mantan” pencaci-maki itu, kembali.
“Politik Sialan“, teriaknya.
Teriaki kita.
Legalitas berlandaskan realita. Katanya sih begitu.
—
Sumber pemilik fitnah pun beragam :
- Ada yang dengan cara mengaku sebagai orang dalam (internal). Dalam beberapa hal ini cukup efektif juga untuk menggoyah dan meragukan, lalu muncul sebutan si : Barisan Sakit Hati.
- Ada dari pihak yang Lanjut Baca »
Ditulis dalam Opini, Pemikiran, Politik | 7 Komentar »
20 November, 2008 oleh Herianto
Apa yg menggerakkan kebanyakan aktivitas kita ?
Bisa banyak hal….
Dan salah satunya adalah merasa benar
Merasa benar, … ya merasa benar.
Merasa benar itu perlu..
“Merasa benar” adalah energi ‘hebat’ tuk ber-aktivitas ..
Tapi,
merasa benar tentu berbeda dengan hakikat kebenaran itu sendiri.
Maksudnya belum tentu tatkala kita “merasa benar” maka sekaligus menjadi “benar-benar” benar. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pemikiran, Pengembangan diri, Puisi | 2 Komentar »
11 November, 2008 oleh Herianto
Pengantar
Lama gak nulis di blog, akhirnya memutuskan mempublish postingan “berat” ini..
Sok berat… 
—
Begini,
Seperti halnya beberapa dari anak bangsa ini yang tak lagi malu-malu bahkan cenderung “rakus” mencontek setiap temuan potongan2 ideologi barat akibat terkesima dengan (konon) kesejahteraan dan kemajuan peradaban di sana, maka tidak semestinya ideologi “asli” negeri ini dikritisi-ulang hanya gara-gara sekian lama tidak juga berhasil membawa ke arah kemajuan dan peradaban yang jelas.
Ideologi asli ? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Etika, Kritik, Opini, Pemikiran, Politik | 3 Komentar »
14 Oktober, 2008 oleh Herianto
—
Kita dan prinsip
(Karena kita makhluk pencontek
—
-
Prinsip kita,
cuma sejauh mata memandang.
Sejauh kepencapaian kita mendapati tauladan yang pantas dikagumi
La yukallifuLlahu nafsan illa wus’aha Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kritik, Pemikiran, Puisi | 15 Komentar »
13 Oktober, 2008 oleh Herianto
Pro Kontra, pro kontra, pro kontra.
Sebenarnya kenapa sih ?
—
Pertama dari standar moral dulu
Sebenarnya yang disebut moral itu ada standarnya gak ya ?
Kalo ada, terus yang berhak membuat standar itu siapa ?
Ayo, siapa coba … ?
—
Ada beberapa option seperti berikut : Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kritik, Opini, Pemikiran | 8 Komentar »
10 Oktober, 2008 oleh Herianto
Alhamdulillah …
Melintas suatu pencerahan …
Tentang pemikiran dan tindakan-tindakan sederhana, tetapi menaklukkan.
Seperti ini :
[1] Kyai blogger kita saat mudik lebaran kmaren sempat-sempatnya menyebar lembaran rupiah ke tetangga faqir-miskinnya, berbagi atas keterdesakan hidup. Sederhana banget. Tapi coba saja setiap kita melakukan itu…
[2] Seorang teman [senior] lama menulis di milis kami tentang ide pemrograman aplikasi database dengan mengadakann fungsi baru (user defined function) di sisi server demi performance, security dan integritas data. Sederhana tapi menohok. Beberapa permasalahan database selama ini menjadi terpecahkan dengan cost yg tentu saja lebih irit.
[3] Satu komunitas partai di musim pemilu lalu membuat beberapa teman kesem-sem gara-gara demo dan aksi mereka terlihat bersih, teratur dan tertib. Sederhana saja, mereka bawa kantong kecil dari rumah lalu memungut setiap potongan sampah di lokasi aksi masing-masing. Coba saja setiap aksi demo dapat mencontek semacam itu, pasti semua kita pada kesem-sem pada partai-partai politik yg bejibunan saat ini. Hati-hati ini ada pesan kampanye nya
[4] Seorang teman [sukses] lain mengirim melalui email ke milis tentang dialog Imam Ghazali dan muridnya seperti ini : Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat, Pemikiran, Pengembangan diri | 5 Komentar »
3 Oktober, 2008 oleh Herianto
Kebanyakan kita cuma merasa (mengaku) berperan pada keberhasilan (kemenangan) saja, tetapi justru merasa (mengakunya) sebagai pengamat (pihak luar, oposisi, pengkritik, pelengkap penderita) kalau terjadi kegagalan.
Ini maksudnya apa ?
—
Misal, bayangkan seperti ini :
Apa yang terjadi jika ummat ini (Islam) pada suatu ketika mengalami kemajuan yang cukup berarti. Berdasarkan tuturan di atas maka setiap kelompok dan termasuk pribadi sepertinya akan merasa lebih berperan. “Itu karena kami, yang itu karena saya“.
Sebaliknya, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kritik, Pemikiran | 6 Komentar »
28 September, 2008 oleh Herianto
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum… Lanjut Baca »
Ditulis dalam Etika, Santai aja | 11 Komentar »
18 September, 2008 oleh Herianto
Masih ada lho yang menganggap bahwa agama itu hanya kedok.
Kok gitu ya ?
Pemahaman ini ada yang muncul dari kesimpulannya terhadap sejumlah fakta, dan ada juga yang [mengira] dari panalaran tajam (kritis) nya.
—
Yang pertama prinsip ateis,
mereka menganggap bahwa Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kritik, Pemikiran, Pengembangan diri | 10 Komentar »
12 September, 2008 oleh Herianto
Tas…, tas… tas.
—
Seringkali… sadar atau tidak,
kita (anda, saya), menawarkan solusi yang tidak tuntas
Bahkan sesungguhnya tanpa solusi sama sekali.
Kesannya jadi cuma ngomel, ngeluh Lanjut Baca »
Ditulis dalam Etika, Kritik, Opini, Pemikiran, Pengembangan diri | 2 Komentar »
11 September, 2008 oleh Herianto
Maraknya fenomena keberadaan para ustadz-ustadz “kecil” berkadar akademik di berbagai lini kehidupan dewasa ini menimbulkan “kekhawatiran” tersendiri di sebagian kalangan masyarakat kita.
Kenapa takut ustadz ?
Bayangkan Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kritik, Opini, Pemikiran, Pengembangan diri | 2 Komentar »
9 September, 2008 oleh Herianto
Sebagian kalangan di tubuh ummat ada yang mengklaim telah menggenggam dinasti [fatwa] keummatan berkaitan dengan masalah-masalah hukum dan semacamnya. Klaim ini tentu Lanjut Baca »
Ditulis dalam Kritik, Opini, Pemikiran, Pengembangan diri | 1 Komentar »
8 September, 2008 oleh Herianto
Orang yang baik itu yang gmana ya ?
Yang low profile, rendah hati ? Yang tidak pernah marah ? Yang tidak pernah menyusahkan orang lain ? Yang selalu dan terus mengalah ? Yang ujung nya kadang menjadi membiarkan apa pun maksiat yang terjadi di sekitar, atau yg semacam itu lah, dan seterusnya dan seterusnya.
Atau, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pengembangan diri | 5 Komentar »
29 Agustus, 2008 oleh Herianto

Sarana menghimpun energi, kita.
Ayo timbun di bulan mulia-NYA.
—
Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan
Ya Allah, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Etika, Pengembangan diri | 8 Komentar »
27 Agustus, 2008 oleh Herianto
Jakarta 27 Agustus 2008 – Inilah bulan-bulan wisuda. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pengembangan diri | 3 Komentar »
15 Agustus, 2008 oleh Herianto
Kalau tidak karena mereka “mau” berperang di zaman tempo doeloe itu.
… … …
Mana ada merdekamu kini. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Opini, Pengembangan diri, Puisi, Santai aja | 5 Komentar »
10 Agustus, 2008 oleh Herianto
Pilkada Kota Bandung 2008
Sampai pukul 15.30 hari ini ( 10/08/2008 ) kalkulasi Quick Count sepertinya masih berlangsung…
… … Lanjut Baca »
Ditulis dalam Politik | 50 Komentar »
8 Agustus, 2008 oleh Herianto

Hari ini ( 08/08/2008 ) sepertinya ada yang istimewa.
Perhatikan,
Tanggal 8, bulan 8, Tahun 8,
Semua serba DELAPAN (8).
-
Itu makanya,
postingan ini pun sengaja dipublish pukul 8.
Teng.
Apa-apa an ini ?
—
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Santai aja | 12 Komentar »
5 Agustus, 2008 oleh Herianto
Dari suatu majlis ta’lim, seorang peserta bertanya ke pembicara (ustadz) nya tentang dilema antara keikhlasan dan profesionalisme.
Penjabaran masalahnya seperti ini :
ikhlas adalah berbuat tanpa mengharapkan apa pun selain ridha-NYA, sementara profesionalisme (terutama yang berkaitan dengan maisyah/mata pencaharian) [tentu saja] mengharapkan imbalan (uang, jabatan). Lalu apakah berarti orang-orang yang bekerja secara profesional itu tidak ikhlas atau setidaknya terganggu keikhlasannya ?
Berkaitan dengan ini Lanjut Baca »
Ditulis dalam Etika, Kritik, Pemikiran | 12 Komentar »
3 Agustus, 2008 oleh Herianto
Ditulis dalam Curhat, Peristiwa, Puisi | 3 Komentar »
Tulisan Sebelumnya »