Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Santai aja’ Category

Selamat Idul Fitri 1429 H

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum… (lebih…)

Read Full Post »

Kalau tidak karena mereka “mau” berperang di zaman tempo doeloe itu.

… … …

Mana ada merdekamu kini. (lebih…)

Read Full Post »

Hari Serba 8 (Delapan)

Hari ini ( 08/08/2008 ) sepertinya ada yang istimewa.

Perhatikan,

Tanggal 8, bulan 8, Tahun 8,

Semua serba DELAPAN (8).

Itu makanya,

postingan ini pun sengaja dipublish pukul 8. 😆

Teng.

Apa-apa an ini ?

(lebih…)

Read Full Post »

Ntah darimana asal muasalnya, tiba2 seperti ada “dengingan” yang mengantarkan pada pemahaman seperti ini. Hidup adalah masalah.

Pembenarannya sedemikian.

Kita hidup justru karena ada masalah. Begitu “denging” itu di awalnya. Ini menyiratkan maksud seolah-olah kita tidak disebut hidup jika tanpa masalah. Buktinya, kalo kita mati maka lenyaplah semua masalah, dalam hal ini tentu maksud si “denging” adalah masalah di kehidupan.

Masalah lah yang membuat kita hidup, bahkan (lebih…)

Read Full Post »

Kebanyakan blogger ternyata orang-orang yang berlebihan ? Ya benar. Secara tidak sengaja hal ini ter-identifikasi dengan cukup meyakinkan. 😐

Sulit untuk membantah fakta bahwa kbanyakan para blogger itu ternyata memang benar-benar orang yang berlebihan. Pertama, berlebihan dalam hal (lebih…)

Read Full Post »

Ma Ota Lamak

Sekilas catatan dari perjalanan seminggu di ranah Minang

Seminggu full kmaren hari-hari kami sekeluarga berada di Padang “Kota Tercinta”. Ini kali pertama untuk saya, istri dan ketiga anak-anak [lucu] kami pulang kampung bersama. Sebenarnya sebelumnya kami sudah pernah pulang ke Medan (maksudnya Sumatera Utara, tepatnya Kabupaten Simalungun, persisnya Kecamatan Dolok Batu NanggarSerbalawan) juga bersama-sama (sebelum ada si terkecil sekarang). Tetapi oleh karena saya dan/atau istri bukan keturunan Medan, cuma saya aja yg numpang lahir dan menghabiskan masa remaja di sana, maka tidak kami sebut itu sebagai pulang kampung. Benar gak ya ? Trus yg namanya kampung itu, kampung kelahiran atau kampung keturunan sih … ? Ah, pertanyaan gak penting kali ya… 😆

Baik, begini…
kali ini saya cuma mau postingan tentang kesan terkuat dari pulkam kmaren itu, yaitu masalah : “ma ota lamak“ yang artinya [kira-kira] : ngobrol enak. Masalah kemampuan : ma ota lamak ini sebenarnya merupakan keahlian khusus orang minang. Bisa dikatakan salah-satu kriteria [kehebatan] seorang minang adalah : kemampuannya dalam “ma ota lamak“, atau ngobrol dengan orang lain dengan “nikmat“. Dari tradisi memang seorang minang secara sengaja atau tidak, telah diajarkan untuk mampu bercerita atau bertutur yg dapat membuat lawan bicara bisa betah (tertarik) mendengarnya. Bahkan kemampuan ngomong sedemikian (seperti dari ber-pepatah pepitih) telah mempengaruhi sistem nilai di ranah minang dalam mengukur kualitas seseorang. Tentu ini juga yang membuat [kbanyakan] orang minang tampak cakap saat berperan sebagai diplomat, negosiator, dan [termasuk] juga saat manggaleh (jualan). 😀

Yang Tidak

Sayang sekali ternyata saya tidak mencapai kualitas sedemikian. Maksudnya, saya tidak memiliki kemampuan ma ota sdemikian, … kecuali. Kecuali apa ?
Kecuali pada orang2 tertentu dan kecuali pada topik2 tertentu. Saya kan guru/dosen, jadi bagaimana pun di depan kelas harus ma ota dong. Tetapi secara umum, walaupun saya [asli] orang minang, tetapi kemampuan ma ota itu tidak saya capai sebagaimana mestinya. 🙂

 

Nah kmaren itu ada kejadiannya berkaitan dengan hal ini (lebih tepat : kata lagunya,“ Kamu ketauan…“). (lebih…)

Read Full Post »

Selamat Idul Fitri 1428 H

headline.gifcover.gif fitri.jpg

Kapan pun anda merayakannya… (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »