Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Pengembangan diri’ Category

Gara-gara

Banyak hal yang mungkin membuat kita berubah, lalu seorang Muslim diminta penyebab perubahan itu adalah “gara-gara” Allah Subhanahu Wata’ala. Term ini sering juga disebut dengan ikhlas, atau dalam konteksnya dengan niat sering disebut dengan : lillahi ta’ala.

Baik,

hal di atas itu kan infomasi yang normatif saja, dimana setiap kita yang Muslim tentu sudah umum mengetahui keharusan ikhlas atau lillahi ta’ala semacam itu.

Lalu ada kasus-kasus begini,

Pertama : Seseorang menjadi taat atau bertobat (lebih mendekat pada-NYA) gara-gara putus dengan pacarnya misalnya (efek frustasi), atau gara-gara orang tuanya atau orang yg dikasihinya yg lain meninggal, atau gara-gara diputus kerja, atau gara-gara menderita penyakit keras, atau gara-gara musibah lalu jatuh miskin, atau gara-gara mendapat musibah lain dalam berbagai bentuknya, dstnya dstnya.

Kedua : Ada orang yang ia menjadi lebih taat gara-gara “terseret” ikut taklim, gara-gara diminta oleh pacaranya istrinya untuk taat, gara-gara malu kalau ketauan sama guru ngajinya pemalas, gara-gara ia menjadi tokoh, gara-gara … gara-gara dan gara-gara.

Terus gimana ?

Yang benar dan tentu yang diterima oleh-NYA sebagai amal baik (ganjaran ridha/pahala) tentu perbuatan yang dilakukan karena-NYA tadi, gara-gara ikhlas atau lillahi ta’ala. Lalu bagaimana dengan kasus-kasus seperti di atas itu.

Perhatikan,

niat dan (lebih…)

Read Full Post »

Hampir semua kita bisa dipastikan pernah berucap bahwa : “kritik adalah sesuatu yang berguna dan dibutuhkan“. Dalam ilmu sosial termasuk bidang manajemen, kritik menjadi salah satu elemen kontrol.

Tetapi kenyataannya tidak semua berakibat kebaikan demikian.

Kesan nilai positip dari kritik kadang menjadi landasan untuk meneruskan  pelampiasan. Misal : (lebih…)

Read Full Post »

Kuliti

‘Kita kadang begitu mudah menilai kerusak-fatalan orang lain. Lalu  itu menjelma menjadi penutup, pembiar dan penerus kerusak-fatalan diri kita sendiri.”

Duhai diri,

kepadamu kata-kata ini menjadi tidak tersembunyi :

Kita gemar bersembunyi di pembicaraanan kelemahan orang lain.

Aku harus berani mengkuliti diri sendiri.

Harus.

Ketika kukuliti banyak orang.

Kukuliti setiap orang yang mengkuliti hal-hal yang berkaitan dengan aku

Aksi balas itu harus ada akhirnya.

Untuk mengatakan dirimu benar, engkau tidak mesti berusaha membuktikan bahwa orang lain itu salah.”

Aduh… (lebih…)

Read Full Post »

Selalu ada buah,

dari setiap langkah kita manusia.

Buah kebaikan adalah kebaikannya.

Buah kejahatan adalah kejahatannya.

Segalanya akan kembali ke pelakunya.

karena setiap tindakan, usaha dan kerja-kerja  itu “pasti” berbuah.

Buah kesabaran itu.

Buah keuletan itu.

Buah kesungguhan itu. (lebih…)

Read Full Post »

Proses……,

butuh waktu.

Selalu saja butuh.

Ah, seandainya …

Butuh waktu untuk memahami nasehat para tetua, pesan-pesan bijaknya.

Ah, seandainya …

Butuh waktu untuk (lebih…)

Read Full Post »

Merasa benar..

Apa yg menggerakkan kebanyakan aktivitas kita ?

Bisa banyak hal….

Dan salah satunya adalah merasa benar

Merasa benar, … ya merasa benar.

Merasa benar itu perlu..

“Merasa benar” adalah energi ‘hebat’  tuk ber-aktivitas ..

Tapi,

merasa benar tentu berbeda dengan hakikat kebenaran itu sendiri.

Maksudnya belum tentu tatkala kita “merasa benar”  maka sekaligus menjadi “benar-benar” benar. (lebih…)

Read Full Post »

Alhamdulillah … 🙂

Melintas suatu pencerahan … 🙂

Tentang pemikiran dan tindakan-tindakan sederhana, tetapi menaklukkan.

Seperti ini :

[1] Kyai blogger kita saat mudik lebaran kmaren sempat-sempatnya menyebar lembaran rupiah ke tetangga faqir-miskinnya, berbagi atas keterdesakan hidup. Sederhana banget. Tapi coba saja setiap kita melakukan itu…

[2] Seorang teman [senior] lama menulis di milis kami tentang ide pemrograman aplikasi database dengan mengadakann fungsi baru (user defined function) di sisi server demi performance, security dan integritas data. Sederhana tapi menohok. Beberapa permasalahan database selama ini menjadi terpecahkan dengan cost yg tentu saja lebih irit.

[3] Satu komunitas partai di musim pemilu lalu membuat beberapa teman kesem-sem gara-gara demo dan aksi mereka terlihat bersih, teratur dan tertib. Sederhana saja, mereka bawa kantong kecil dari rumah lalu memungut setiap potongan sampah di lokasi aksi masing-masing. Coba saja setiap aksi demo dapat mencontek semacam itu, pasti semua kita pada kesem-sem pada partai-partai politik yg bejibunan saat ini. Hati-hati ini ada pesan kampanye nya :mrgreen:

[4] Seorang teman [sukses] lain mengirim melalui email  ke milis tentang dialog Imam Ghazali dan muridnya  seperti ini : (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »