Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2007

Benarkah Teknik Informatika merupakan jurusan terbaik saat ini untuk dipilih oleh para calon mahasiswa. Lalu darimana (atas dasar apa) pernyataan ini muncul ? Apakah ini cuma target hendak mendiskreditkan jurusan2 (bidang) lain, lalu mengeliminasinya untuk sekedar duduk di bangku cadangan.

Saya menjawab [versi emosi-subjektional],”YA dan TIDAK”.

Jangan tersinggung dulu dong, begini,

Ide postingan ini bermula dari membaca satu komentar di salah satu situs blogger yang dengan nada bertanya katanya begini,”Saya bingung nih memilih jurusan untuk kuliah nanti, bagus kedokteran atau informatika ya? Yang lebih baik yang mana seh.. tolong kasi pertimbangan dong !”

Jujur aja, saya jadi tertegun, kenapa mesti kedokteran dan informatika saja yang mesti dipertimbangkan. Dulu ketika masa saya kuliah, jurusan favorit (trend) para calon mahasiswa waktu itu adalah : Elektro dan Kedokteran. Lalu saya (S1) memilih elektro[nika]. Dan sekarang, ketika saya berbelok arah peminatan (murtad kali ūüė¶ ) ke dunia IT, jurusan ini pun menjadi trend pilihan bagi para calon mahasiswa. Kenapa arah angin selalu mengikuti saya ? Walah, walah…, ngaco aku ini. Ma’af ya, seperti ada error nih …

#Merenung sebentar, lalu minum segelas air putih#

Kayaknya sudah agak normal, diteruskan…

OK, jadi begini …

Ada apa sebenarnya dengan Informatika ?

Yang pertama saya ingin mendefinisikan dulu apa itu informatika, setidaknya ya menurut saya atau menurut apa yang saya ingat.

Informatika adalah ilmu yang mempelajari tentang (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

¬†(Teringat dari peristiwa sang “Abu dujana)

Menilai prilaku berbagai aksi para “teroris” [muslim] memang sangat menggemaskan dan sekaligus menyedihkan. Kenapa menyedihkan ? Yang pertama, karena ternyata yang paling banyak dirugikan akibat dari isu ini adalah ummat Islam sendiri, dan kedua ternyata pelaku “teroris” itu ter-identifikasi dan terbukti [berdasarkan pengakuan mereka] merupakan bagian dari ummat Islam.

Kalangan pengkaji dari non Muslim (orientalis + Missionaris) dan liberal-sekuleris secara¬†hampir bersamaan¬†menengarai bahwa fenomena “teroris” ini terjadi akibat rendahnya kadar intelektual [pelakunya].¬†Hal ini membuat¬†peran emosional¬†tak terkendali¬†lebih condong¬†menjadi pilihan¬†mereka [yang disebut teroris muslim tadi] saat menyikapi “fakta” keterbelakangan dan “kekalahan” [?] ummat [Islam] dalam berkompetisi di berbagai lini kehidupan [di era ini] atas ummat lain [non muslim, si kafir].

Ide [solusi] yang ditawarkan oleh (lebih…)

Read Full Post »

Universitas ini merupakan salah satu dari 6 (enam) Perguruan Tinggi di Jakarta yang mendapat “Jatah” Hibah untuk pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication System=ICT). Selain mendapat fasilitas koneksi Internet dan INHERENT Lease line dari DIKTI pada akhir tahun 2006 yang lalu, Universitas ini juga telah melengkapi sarana Sistem Informasi Akademis On-line dan Laboratorium Komputer yang mumpuni untuk menjalankan software-software terbaru masa kini. (lebih…)

Read Full Post »

Dibahas melalui :

Pendekatan filosofis (eksplorasi substansi ) terhadap peran L (induktansi) dan C (kapasitansi), si Sang Pembeda, Sang Kreatif-Guna

Sepintas.., lebih keren judul dari isinya. Kalau mau meneliti lebih mendalam buktikanlah bahwa sebenarnya memang iya. :mrgreen:

Yang Berbeda, Yang Berguna

(Satu lagi singgungan masalah PLURALITAS)

Bagaimana jika yang ada cuma karakter “Linier”, seperti komponen R (Resistansi) semata pada suatu sistem kelistrikan, tanpa dibantu L dan C. Apakah mungkin muncul ragam rangkaian filter, bagaimana bisa ada osilasi, bagaimana fourier- laplace berperan, adakah guna belajar bilangan imajiner, untuk apa difrensial-integral diperkenalkan, dan seterusnya dan seterusnya. Ah, ini mungkin sekedar obrolan percuma yang sia-sia. Bagi [anda] sang pemikir linier, mungkin “YA”.

Tapi cobalah simak, betapa (lebih…)

Read Full Post »

(Maksiat sederhananya adalah melakukan [dengan sengaja, sadar] apa yang dilarang-NYA dan/atau meninggalkan apa yang diperintahkan-NYA. Lalu siapa yang berani mengaku tak [pernah] bermaksiat ? Yang ada justru manusia-manusia yang bangga ketika [telah] bermaksiat padaNYA. Kenapa ? )

(bacaan seperti prosa)

Paparan :

Saat dirimu bermaksiat, apa yang kau derita ? Pertama dirimu merasa bersalah, Kedua kau mencari ‚Äėcelah’ bagi pembenaran salah [itu], Ketiga akhirnya kau mrasa biasa2 saja, Keempat dan selanjutnya kau justru [akan] merasa bangga, berkata, “Inilah maksiatku”.

Di era kebebasan yang manfaatnya luar biasa, kau jungkir ‘bersambil’ manfaatkan kemaksiatan. Lalu dimana manfaat kebebasan ?

Dan hanya polisi syariat dunia, yang [mampu] membuatmu takut [?]. [Takut mencuri, takut korupsi, , takut zina, takut tak shalat, takut tak shaum, takut tak berjilbab, …]. Lalu apakah bermakna kau takut juga pada Allah ?

Jika keberadaan polisi dunia mudah akalmu menerima, lalu mungkinkah polisi akhirat (syariah) menurutmu tak beda kebutuhannya ? (lebih…)

Read Full Post »