Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2008

Mendengarkan pembicaraan tentang cela orang lain memang mengasyikkan, ada selintas kenyamanan di sana. Kenapa ya ? Barangkali karena secara tak langsung menjadi ada perasaan seolah2 kita bukan bagian dari pelaku cela tersebut. Lalu, bagaimana pula jika cela-cela [keburukan] itu kita sendiri yang menemukan ? Tau’ ah … ūüėé

Tidak pernah kebijakan menghampiri diri kita jika kita baru mampu melihat keburukan orang lain. Sedangkan orang bijak memiliki kemampuan untuk melihat kebaikan dari setiap keburukan orang.

Seperti Nabi Isa a.s. yang berkata kepada murid-muridnya ketika menemukan bangkai seekor binatang.”Lihatlah betapa putih giginya.” Dalam bangkai binatang pun masih ada gigi yang bagus, dan di setiap keburukan manusia, masih menyimpan kebaikan. Demikian pandangan (lebih…)

Read Full Post »

Apa yang bisa kita pahami tatkala Tuhan melarang kita untuk melakukan sesuatu selain menta’ati Titah-NYA itu ? Mencari hikmah… ya mencari hikmah.

Karena Tuhan tidak Berkata-kata sampai di situ saja.

Kita adalah seperti apa yang sering kita duga tentang orang lain

Ini masalah prasangka, maksudnya tentu prasangka buruk. “Jauhi kebanyakan berprasangka buruk“, Kata-NYA.

Kenapa ya… kenapa ?

Karena kata-NYA kebanyakan (lebih…)

Read Full Post »

Ntah darimana asal muasalnya, tiba2 seperti ada “dengingan” yang mengantarkan pada pemahaman seperti ini. Hidup adalah masalah.

Pembenarannya sedemikian.

Kita hidup justru karena ada masalah. Begitu “denging” itu di awalnya. Ini menyiratkan maksud seolah-olah kita tidak disebut hidup jika tanpa masalah. Buktinya, kalo kita mati maka lenyaplah semua masalah, dalam hal ini tentu maksud si “denging” adalah masalah di kehidupan.

Masalah lah yang membuat kita hidup, bahkan (lebih…)

Read Full Post »

Kali ini masalah yang hendak dibahas adalah masalah yang berkaitan dengan masalah. ūüėÜ Masalahnya adalah masalah. :mrgreen: Solusi yang ditawarkan juga masalah. Penyelesaian masalah melalui masalah. ūüėČ

Kok bisa ?

Ulasannya begini

Pertama saya teringat dengan kaidah “menggaruk”. Sekali lagi : MENGGARUK. Ya… anda tidak salah baca dan saya tidak salah menulis. MENGGARUK.

Kenapa kita menggaruk ? Karena gatal.

Menggaruk dan gatal adalah dua hal yg sama2 dapat membuat kita tidak nyaman. Bayangkan kalo anda menggaruk tanpa ada rasa gatal, tentu sakit (tidak nyaman) rasanya, bayangkan pula kalo anda gatal tapi tidak sempat menggaruknya, tentu lain lagi rasa sakit (tidak nyaman) nya. Jadi menggaruk dan gatal sesungguhnya dua hal yg sama2 dapat membuat kita tidak nyaman. Coba kalo dikombinasikan, maksudnya melakukan aktivitas menggaruk saat ada rasa gatal. Nikmatkan ? ūüėÜ Bahkan semacam mendapatkan pemecahan (solusi). Ini yang dimaksud dengan : menghilangan rasa ketidak-nyamanan (gatal) melalui ketidak-nyamanan lain (menggaruk). Memecahkan masalah melalui masalah. Do u see the point ?

Spirit

Sebenarnya (lebih…)

Read Full Post »

Sejak jaman orde baru (mulai menghirup hidup memang sejak jaman itu ūüėÜ ) saya sudah anti dengan yg namanya politik, yg ada di “benak” pikiran tentu saja adalah bahwa politik adalah segala sesuatu yg muatannya “kotor”, penuh intrik dan tak patut. Konon, realitanya memang begitu.

Tetapi berkaitan dengan kejelekan2 politik ini, ada sejumlah hal aneh yg menurut saya timpang : (lebih…)

Read Full Post »