Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2007

Apa kisi-kisinya pak ?

Waktu pertama sekali mendengar pertanyaan ini saya sempat bingung, bahkan kata “kisi-kisi“ sendiri saya baru tau kalo ternyata ada kaitannya dengan kegiatan akademik di kampus. Barangkali saya kuper, tetapi setelah saya check n recheck ternyata di masa2 kami istilah ini memang tidak pernah ada. Angkatan pemuda tahun berapa ya ? 🙂

Oh, ternyata kisi-kisi maksudnya semacam “bocoran“ soal yang akan diberikan di UTS/UAS. Membandingkan makna “kisi-kisi“ dan “bocoran“ pada kata “soal”, sepertinya kurang sopan ya ? :mrgreen: Tetapi ntah kenapa saya merasa kalo kedua isitilah ini sebenarnya maksudnya sama saja, yaitu : Apa gambaran materi yg akan diberikan pada ujian nanti. Istilah bocoran memang lebih mengarah ke soalnya langsung (cendrung negatip), sedangkan istilah kisi-kisi lebih mengarah ke celah yg sengaja diberi untuk intipan (cendrung positip). Kalo begitu, [anggap aja] kisi-kisi adalah istilah sopan dari bocoran. Boleh gak ya ? 😀

Apa kisi-kisinya pak ?

Dengan sederhana dan tanpa merasa berdosa saya menjawab,“ (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Bagimana ya ?

Setahu saya tidak ada cara2 yg disepakati, beberapa provider lebih sering memberitahu suatu cara [tentu] sesuai dengan kepentingannya. Namanya juga bisnis.. :mrgreen:

Tapi saya punya corat-coret untuk berbagi tentang ini. Yah, hanya sekedar corat-coret, 😉 dan saya [kebetulan] bukan (belum kali ya) seorang business man. Percaya sajalah… !!! :mrgreen:

1. Personal

Jika untuk pribadi (sendiri = 1 diri) maka jawaban yg paling praktis adalah tergantung isi kantong yg sudi anda sisihkan untuk kebutuhan ini. Lagi pula kalo untuk pribadi sepertinya pertimbangannya bukan berapa besar bandwidth yg dibutuhkan, tetapi lebih cendrung kepada sesering apa anda konek ke internet ?

Jika jarang2 konek (maksudnya sekali sekali), pake aja model dial up seperti telkomnet@instan. Tapi kalo tnyata mobilitas anda tinggi tentu telkomnet@instan gak cocok lagi, anda butuh HaPe ato PeDeEe ato LeptoP aja sekalian yg koneksi ke internetnya bisa menggunakan jalur gprs ato jalur 3g yg sekarang banyak ditawarkan. Terserah mau berbasis time atau space cara bayarnya. Dan kalo mobilitas anda ternyata lebih tinggi lagi, dimana HaPe, PeDeEe dan LeptoP bukan pemecahannya, maka saran saya, anda pake aja wArNEt. Kalo ini tidak juga pass untuk anda, itu artinya anda belum butuh internet. Tapi oleh karena anda sempat2nya mbaca postingan ini, saya gak percaya kalo anda gak butuh internet untuk selanjutnya. :mrgreen:

Terus berapa bandwidth yang dibutuhkan ? Yah, kalo mau bicara bandwidth juga, barangkali untuk kebutuhan pribadi sebenarnya dapet 10kbps aja [menurut saya] sudah bagus (nyaman), asalkan stabil. Perhatikan kriterianya, asalkan stabil. Sure lho… 😀

2. Corporate

Tapi kalo untuk kebutuhan corporate (akses rame2) masalahnya lain lagi. Untuk kasus ini dibutuhkan pertimbangan bahkan perhitungan yang [semestinya] matang dalam menentukan besar bandwidth yang akan disewa (leased). Jika ke-gede-an corporate (perusahaan, kampus, etc) anda akan rugi alias kedodoran, sebaliknya jika kekecilan maka sebagai admin siap2lah mendapat sumpah serapah dari pengguna (user) di corporate anda (pengalaman pribadi neh.. ) :mrgreen:

Apa parameter yg dibutuhkan dalam menentukan besar bandwidth yg akan disewa ?

Parameter tersebut [menurut saya aja ya, (lebih…)

Read Full Post »

Mahal ?

Ah, mosok.

— 

Begini,

Berapa jumlah manusia2 di lembaga tersebut ? Katakanlah : 3000 an.

Berapa total pengguna aktif per hari ? Katakanlah 10% saja : 300 an.

Berapa kemungkinan terbanyak penggunaan serempak (dalam waktu yg bersamaan) setiap hari ? Katakanlah : 100 titik.

Berapa bandwidth yang disewa tersebut ? Katakanlah dengan biaya sedemikian (20 juta-an) : 256 Kbps lease line, Clear (1:1).

Untuk apa saja koneksi internet itu digunakan ? Katakanlah untuk : komunikasi remote dan/atau on line (emailling, chatting, blogging), mengikuti berita/isu terbaru, download bahan perkuliahan, download lagu2 terbaru (mp3), download software gratisan, bahkan buat koneksi web server ke publik/internet.

Cukupkah bandwidth sedemikian untuk memenuhi kebutuhan di atas ? Tidak.

Kenapa tidak ? Katakanlah : karena rata2 kebutuhan lebih dari itu, karena pengguna tidak disiplin dalam berbagi bandwidth (rebutan download mlulu), karena fasilitas management bandwidth belum optimal.

Mungkinkah dengan menerapkan policy (user/bandwidth management) yg ketat penggunaan bandwidth 256 kbps untuk kebutuhan di atas dapat dioptimalkan ? Wah, berat.

Butuh bandwidth yang lebih. Tentu dengan biaya yg lebih pula.

Mahal amat ?

Ah, mosok.

Anda orang IT ? Atau anda orang yang mengenal IT level “nyrempet2” dikit ? Jika tidak, maka teriakan anda tentang betapa mahalnya harga koneksi internet untuk sebuah lembaga semacam perguruan tinggi dengan kemampuan anggaran pas2 an, tentu bisa jadi lebih keras. “Mahal amat ?”. Bahkan jika ada pihak2 yg mencoba mengeruk di air keruh (biasalah, adat anak bangsa), maka teriakan anda jadi lebih keras lagi, “Mahal amat !!!”.

Berbicara tentang harga kebutuhan IT khususnya koneksi (bandwidth) internet di negeri ini memang masih cukup mahal. Pemerintah melalui PT. Telkom (lebih…)

Read Full Post »

Energi Baru dan Terbarukan

Sulit untuk mengatakan YA, bahwa ritual sebulan penuh kmaren (ramadhan) telah memberikan energi baru dan terbarukan pada setiap kita. Energi baru dan terbarukan dalam mengendalikan kemauan diri, dalam mengarahkan hawa nafsu dan dalam mengontrol pikiran sendiri agar tak lagi angkuh dan sudi patuh pada petunjuk-NYA itu.

Tau kenapa ?

Karena waktu sebulan itu (lebih…)

Read Full Post »

Selamat Idul Fitri 1428 H

headline.gifcover.gif fitri.jpg

Kapan pun anda merayakannya… (lebih…)

Read Full Post »

Kapan Lebaran Pak ?

Entah kenapa sejumlah mahasiswa dan teman2 sampe beberapa kali bertanya kapan saya merayakan lebaran tahun ini. Saya kadang2 GeEr aja bahwa barangkali mereka2 akan mereferensi pilihan saya sebagai pilihan mereka juga. Ah, memang saya siapa ?  :mrgreen:

#NARSIS mode ON

Tetapi bisa jadi juga. Saya kan salah satu pengurus mesjid di kampus, [pernah] menjadi (lebih…)

Read Full Post »

Bagi saya teman2 FPI adalah saudara2 saya sendiri yg patut diperhatikan. Ada sejumlah potensi yg mampu mereka perlihatkan, walau beberapa kalangan tidak menyukainya. Beberapa yg tidak disukai kalangan tersebut pun ssungguhnya juga tidak saya sukai. Tetapi alhamdulillah, ketidak-sukaan tersebut tidak membuat saya grasa-grusu untuk menuntut pembubaran organisasi Islam yg tergolong baru ini. Ada satu potensi yg mereka miliki yg tidak dimiliki oleh organisasi Islam lain di tanah air, yaitu ghirahnya dalam memberantas kemaksiatan (Nahi Munkar). Katakanlah mereka melakukannya secara berlebihan (membabi-buta), tetapi lemahnya organisasi lain dalam memperhatikan bagian ini semestinya menjadi lecutan internal bagi kita2, atau membiarkan mereka kembali menyadari sejumlah kekeliruan yg ada.

Melakukan profesi nahi munkar memang tidak gampang. Ibrahim as berhasil melakukannya dengan membabat-habis semua patung-patung yang dijadikan simbol tuhan bagi kaum kuffar di masanya. Di masa rasulullah (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »