Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2007

Manusia-manusia ‘rigid’ (kaku, picik, jumud) adalah sekelompok manusia yang menyempitkan sendiri ruang gerak hidupnya. Pola pikirnya mirip dengan logika tradisional mesin (komputer) yang hanya berprinsip ‘ya’ dan ‘tidak’ atau secara digital disebut 1 dan 0. Manusia-manusia ‘rigid’ atau yang semacamnya ini tak mengenal tahapan (marhalah) dalam mencapai target ‘ideal’-nya sehingga seringkali mengalami benturan setiap berhadapan dengan kondisi alamiah manusiawi (bisa juga dibaca : tak mengenal konsep realita/waqi). Adalah salah kaprah ketika kalangan awam terlanjur menyebut manusia-manusia semacam ini sebagai manusia yang idealis apalagi tegas. Jangan salah ! Kenapa ?

Moral filosofis

Idealis yang benar harus muncul dari pemahaman yang komplit tentang sesuatu yang diidealiskan. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Pengantar 

Bisa dipastikan saat ini semua instansi menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk memperlancar berbagai jenis pekerjaannya. Jika penggunaan komputer di instansi tersebut cukup intensif maka biasanya dibentuk unit khusus untuk mengelola sistem komputer beserta sistem lain yang mendukung kerjanya. Struktur pengelola sistem komputer di setiap instansi yang ‘berbeda’ umumnya ‘tidak sama’ (beda=tidak sama, iya juga ya 🙂 ) . Mereka menyusun struktur organisasi pengelola komputer sesuai kebutuhan dengan membentuk bagian-bagian yang diperlukan. Lalu apakah dalam konteks ini dibutuhkan standarisasi organisasi pengelola sistem komputer tersebut ?

Kronologi konseptual

(lebih…)

Read Full Post »

Beribadah (termasuk bekerja) dengan semata-mata (tujuannya) karena Allah, adalah WAJIB.

 

Lalu,

dengan cara apa kita menjelaskan fenomena kerja yang kita lakoni sehari-hari, bukankah pada kerja-kerja tersebut kita mengharapkan suatu imbalan atau tujuan lain, misalnya jabatan, uang, promosi, popularitas, dan sebagainya,

dengan cara apa kita menjelaskan fenomena motivasi kerja, dimana, bukankah stimulus dalam bentuk apresiasi positip mampu mempengaruhi kadar motivasi kita di kerja berikutnya,

dengan cara apa kita menjelaskan target-target kerja (proyek) kita, dimana sangat jarang sekali di dokumen target kerja (proyek) kita tersebut ada tertera tujuan Allah sebagai capaiannya,

dengan cara apa kita menjelaskan visi dan misi organisasi, dimana hanya sesekali organisasi mau memilih dan/atau menulis bahwa visi dan misi nya adalah Allah azza wa jalla, 

Lalu,

haruskah kita berkata bahwa itu bukan urusan (wilayah) agama (Islam). Itu diatur oleh mekanismenya sendiri sementara agama mengatur wilayah yang lainnya (?).  Tetapi, 

(lebih…)

Read Full Post »

Ada dua hal yang [umumnya] membuat kita takut.

Yang pertama karena kelemahan kedangkalan kita dalam memahami-NYA sehingga takut itu muncul dari sikap yang selalu su’udzon (ber-prasangka buruk) terhadap segala kemungkinan kehendak-NYA di kemudian.

(lebih…)

Read Full Post »