Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2007

Ma’afkanlah aku… hari ini

Untuk meminta ma’af kenapa mesti hari ini. Bukankah permohonan ma’af bisa dilakukan kapan saja, sejak kesalahan itu disadari bahkan pada setiap ksempatan (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Mengajar di lab (untuk selanjutnya kata “lab” dianggap sebagai laboratorium informatika) berarti mengajar mata kuliah yang “berbau” praktikum. Tapi [sebenarnya] tidak semua kuliah praktikum harus dilakukan di lab, bisa jadi dilakukan di lapangan nyata (kayak kerja praktek), atau bisa juga di kelas teori yg dilengkapi perangkat praktikum (yah …sama saja, ruang teori yang di jadikan lab). 🙂

Sejumlah Perguruan tinggi memiliki cara yang berbeda (kurikulum warna-warni) dalam mengimplementasikan kebutuhan praktikum pada perkuliahan.

  1. Ada yang sks praktikum terpisah dengan sks teorinya, misalnya : mata kuliah algoritma (2 sks) di kelas dan mata kuliah praktikum algoritma (1 sks) di lab. Untuk kuliah praktikum yg 1 sks ini juga ada 2 macam implementasinya, ada yg 1 sks praktikumnya 50 menit dan ada yg 1 sks praktikum 120 menit.
  2. Ada yang sks praktikumnya merupakan satu bagian dengan sks teorinya, misal : mata kuliah algoritma (3 sks), 10  s/d 12 pertemuan dilakukan di kelas lalu sisanya dilakukan di lab.
  3. Ada yang tidak menyediakan waktu tatap muka untuk praktikum sama sekali. Misal : mata kuliah algoritma (3), seluruh tatap mukanya terjadi di kelas, praktikumnya diserahkan ke mahasiswa sendiri2, mau mencoba atau tidak, terserah aja. Untuk yang jenis ini ada juga yang tatap muka praktikumnya dikelola oleh asisten saja (mahasiswa senior) dan sang dosen tidak mau tau gmana kejadian pembelajarannya di lab dan tinggal nunggu asisten nyetor nilai.

Yang tidak ada adalah, yang semuanya dilakukan di lab (praktikum doang) tanpa penjelasan teori (di kelas) sama sekali. Tapi [barangkali] bisa saja ada/diadakan. Yuk… mau ?!  :mrgreen:

Ada fenomena sejumlah dosen yang ogah ah (gak suka bahkan gak mau) untuk ngajar di laboratorium, mendingan mereka (lebih memilih) mengajar di kelas teori. (lebih…)

Read Full Post »

– – – 

Postingan ini saya buat gara2 di jalur darat ada sjumlah bisik2 yang mempertanyakan pemahaman saya  di postingan sebelumnya yg seakan2 menafikan kpentingan konsep (teori). Saya khawatir juga jangan2 mahasiswa yg mbaca postingan tersebut mengkaitkannya dengan model perkuliahan, dimana kalo yang namanya konsep itu kan diberi pada kuliah teori, sedangkan operasional (contoh penerapannya) diberi pada kuliah praktikum. Bukankah saya lebih lihai banyak mengajar kuliah teori ktimbang kuliah praktikum? Trus, kenapa saya seakan2 menafikan konsep ? Wadduh bisa krepotan sendiri nih… :mrgreen:

Baik, simaklah konfrensi pers-nya berikut ini :

– – –

(lebih…)

Read Full Post »

Saya termasuk yang tidak begitu antusias mengikuti perkembangan ilmu manajemen,  tapi yang akan saya ceritakan kali ini justru berkaitan dengan ilmu manajemen atau katakanlah sekedar dalam tataran praktisnya.

Saya memulainya dari pertanyaan berikut :

Mana yang lebih penting di sebuah organisasi, konsep2 selangit yang dimiliki organisasi itu atau action2 (operasional) [nyata] yang dilakukan oleh personalnya ?

Pertanyaan lebih spesifiknya begini : Mana yang akan lebih signifikan mempengaruhi kemajuan sebuah organisasi, konsep selangit tetapi (lebih…)

Read Full Post »

Kepada Para “Pekerja” Skripsi 

Curhatnya

Hampir sebulan kemaren waktu atau hari-hari kami (dosen+mahasiswa) di kampus habis “tersedot” oleh kegiatan sidang skripsi mahasiswa. Fenomenanya adalah si para mahasiswa sedemikian berebutan minta skripsinya segera saja disahkan, lalu mohon diizinkan untuk mengikuti “sesi” uji isi/materi demi mencapai  tangga final yaitu sidang akhir (kompre/pendadaran). Di kampus kami skripsi/tugas akhir memang dilakukan mlalui 3 (tiga) tahapan, yaitu : [1] Uji judul/tema penelitan, [2] Uji Isi/Pembahasan hasil sementara dan [3] Uji akhir (kompre).

Yang saya kesalkan adalah (he he sok kesal aja ah), kenapa di batas2 akhir ini (semacam injure time seperti sekarang) mereka (para mahasiswa) baru sibuk menjenguk dosen pembimbingnya, menumpuki meja kerja dengan tumpukan naskah skripsi yang (lebih…)

Read Full Post »

Kisah ini renungan saja, namun demi menyembunyikan beberapa hal, telah digubah dari kejadian aslinya, harap maklum !

Tema asli :

Mengeratkan ukhuwah jauh lebih urgen ketimbang memperbesar celah di antara kita. Kita berbeda tetapi tentu ada saja titik2 samanya. Lalu kenapa yang berbeda ternyata lebih kita kentarai. Biar kujawab untuk diriku, “Karena kita sama egonya”. Tapi aku tak suka.

Ayo lomba cepat, siapa sigap berubah. Aku dan teman2ku lebih suka berdulu2an.

Begini kisahnya : 

Seorang sahabat meng-erat-kan genggaman tangannya (lebih…)

Read Full Post »

Siapa Pemenangnya ? 

Pilkada DKI Jakarta (Pemilihan Gubernur dan Wakilnya) yg baru pertama dilakukan secara langsung di ibu kota RI pada tanggal 8 Agustus 2007 lalu telah berlangsung dengan aman. Pesta demokrasi ini hanya diikuti oleh 2 calon, calon pertama : Adang-Dani diusung oleh 1 partai saja yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedangkan calon kedua : Fauzi-Prijanto diusung oleh banyak Partai seperti : Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, dstnya. Hasil sementara membuktikan bahwa kubu PKS mampu meraih 40% suara.

Hasil perhitungan quick count oleh sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa  Adang-Dani mendapat sekitar 42% sedangkan Fauzi-Prijanto sekitar 58%. Hasil perhitungan sementara dari KPUD tampaknya persentasenya sekitar itu juga.

Apa artinya hasil ini ? (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »