Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Oleh-oleh dari lampung… lho ?

Oh bukan…

Memang baru 2 (dua) hari lalu kembali dari Lampung setelah hampir seminggu penuh pengelola blog ini berada di sana. Tentu bukan dalam rangka pilkada di jawa tengah ini (gak nyambung dong ya… 🙂 ) dan tentu juga bukan dalam rangka pilkada di sana (Lampung) yang dari sekilas kunjungan kemaren itu ternyata belum apa-apa sudah pada rame aja spanduk para calonnya dimana-mana. 😦

jadi,

postingan ini cuma ingin melanggengkan tradisi mencuplik Quick Count Pilkada di sejumkah daerah yg (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Pertama;

Pemerintah tidak bubarkan Ahmadiyah.  —> REALIS

(Menyadari keterlanjuran sebagian)

Kedua;

Pengikut Ahmadiyah harus hentikan kegiatan. —> IDEALIS

(Mengakui penyimpangan)

Ketiga; (lebih…)

Read Full Post »

Saya memang bukan pendukung ahmadiyah, tetapi …

tetapi keadilan mesti ditegakkan.

Lho.

Ketika seorang Habib Rizieq dijebloskan ke penjara (lebih…)

Read Full Post »

Ini cuma cerita saja,

Gara-garanya ada yang bertanya mendesak seperti ini,”Anda mendukung FPI atau Ahmadiyah sih?”

O… ow.

Katakanlah saya terdesak nih. 😆

Untuk menjawaban diplomatis tentu sebaiknya jawabannya semacam ini,”Saya mendukung Islam“.

Atau yang sok lebih universal lagi adalah dengan begini,”Saya mendukung kebenaran“. :mrgreen:

Boleh dong jawabannya begitu…, aman kan ?

Bukankah kalo demikian baju saya jadi kelihatan lebih lapang.

Ho ho ho, teringat waktu orang pada sibuk mendirikan partai di awal2 reformasi dulu. Apa ya ? 😆 Sok lapang.

Apa mesti tidak jelas melulu ?

Untung saja tidak

Bagi saya , pilihan untuk kasus ini adalah (lebih…)

Read Full Post »

Hebat sendiri

Sebaiknya kita memang tidak menjadi “hebat sendiri” saja di suatu komunitas.

Kenapa ya ? 🙂

Corat-coretnya mungkin begini :

1) Ini bisa menjadi indikasi bahwa si “hebat sendiri” memiliki kelemahan sosial yang tak mampu atau tak mau menularkan kehebatannya ke individu-individu lain di komunitas itu.

2) Komunitas itu akan sulit mengalami perkembangan yang optimal. Nafa ya ? Mungkin karena ide-ide dari individu lain biasanya juga sulit untuk muncul ke permukaan. Suatu organisasi dengan gagasan yang dominan (mengandalkan) satu individu saja biasanya cepat bias (layu) sebelum waktu berkembangnya.

3) Biasanya juga pada saat “waktu kompetisi” tiba, beberapa individu lain akan “emoh” berada di pihak si “hebat sendiri” ini dan membentuk grup perlawanan baru.

4) Model ini hanya cocok pada komunitas dimana kebanyakan individunya “payah” secara intelektual dan masa bodo dengan fenomena (baca: ambisi) kepemimpinan (termasuk kekuasaan).

Setelah baca-baca lagi tulisan sendiri di atas…

Kok jadi gak yakin ya ? 😆 (lebih…)

Read Full Post »