Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Artikel Umum’ Category

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

About 3 million people visit the Taj Mahal every year. This blog was viewed about 31,000 times in 2010. If it were the Taj Mahal, it would take about 4 days for that many people to see it.

 

In 2010, there were 2 new posts, growing the total archive of this blog to 138 posts. There were 2 pictures uploaded, taking up a total of 276kb.

The busiest day of the year was June 3rd with 259 views. The most popular post that day was Sejarah Yahudi – Israel.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were google.co.id, search.conduit.com, facebook.com, herianto.unsada.ac.id, and lowongankerjamu.com.

Some visitors came searching, mostly for yahudi israel, sejarah yahudi, kecelakaan, pemrograman terstruktur, and rj 45.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Sejarah Yahudi – Israel January 2009
100 comments

2

Jurusan Teknik Informatika, Terbaik, Terfavorit [?] June 2007
91 comments

3

Sistem Pakar : Evolusi Sistem Pengolahan Komputer April 2007
127 comments

4

Muhammadiyah vs NU : Siapa tradisional, siapa modern [?] July 2007
67 comments

5

Ruang Diskusi IT April 2007
261 comments

Iklan

Read Full Post »

Kisahnya itu kita mulai dari sini :

Sebelumnya mereka adalah bangsa yang terlunta-lunta tanpa tempat tinggal. Tak satu pun bangsa lain di dunia ini yang rela ditumpangi karena khawatir prilaku licik mereka yang selalu kelewatan. Kelicikan ini didukung pula oleh kecerdasannya yang konon memang lumayan. Akibat tersohornya kelicikan ini sampai-sampai bangsa Jerman sempat berhasrat untuk melenyapkan mereka dari muka bumi.

Yahudi. Ya merekalah si Yahudi itu.

Lalu entah darimana tiba-tiba mereka teringat dengan [konon] tanah para leluhurnya yang dulu-dulu sekali itu (yaitu daerah palestina plus sekitarnya sekarang). Opininya adalah tanah itu merupakan tanah nenek moyang yang mereka akui dari keturunan Musa as dulu. Duh, padahal kita tahu ajaran musa sendiri mereka khianati.

Lalu dirancanglah skenario itu.

Dengan dibantu oleh bangsa-bangsa lain yang ketakutan tanahnya sendiri direbut oleh si Yahudi ini maka strategi licik itu dimulai. Mulanya sempat tanah yang ditentukan itu adalah dataran brazil sekarang, argentina dan uganda  dan sampai akhirnya mereka memutuskan daerah palestina saja. Apalagi mereka bisa menggunakan alasan historis dan kitab suci untuk merebut daerah palestina plus-plus tersebut.

Penguasa di palestina saat itu pada mulanya sangat kuat dan konsisten dalam mempertahankan tanahnya sendiri. Jangankan di jual sejengkal, untuk ditumpangi sekejap saja pun tidak digubris setiap si Yahudi atau calo-calonya mencoba mencari simpati di awal skenario tadi.

Tapi apa akhirnya …

Yah begitulah… mereka memang licik bersama dengan kecerdikannya.

Sebagian dari bangsa palestina dan arab lain pada waktu itu ada juga yang lengah, apalagi saat kolonial Inggris berhasil menjajah. Pada mulanya istilah numpang. “Bolehkah kami numpang di daerahmu ini sebentaa…aar aja, masalahnya kami dimana-mana diusir dan dipencilkan oleh bangsa lain, apa kalian tidak kasihan dengan kami ?” Katakanlah pada mulanya mereka diberi tumpangan atas dasar belas kasihan. Lama kelamaan mereka bisa membeli, di waktu berikutnya merebut, dan sekarang mereka merasa memiliki. “Ini tanah kami lho“, katanya. “Tuhan memang menghadiahkannya untuk kami“.

Lalu pelan-pelan mereka terus mengatur siasat untuk dapat mengusir sang tuan rumah dari tanahnya sendiri.

Sedari dahulu bangsa Yahudi ini memang begitu. Mereka seperti ditakdirkan untuk menjadi ujian bagi manusia lain di kehidupan ini. Mereka berkali-kali mencoba membunuh utusan Tuhan (seperti kasus Isa as), mengobrak-abrik ajaran para utusan-NYA itu dan selalu menindas manusia lain saat diberi kekuasaan (kekuatan) sedikit saja.

Begitulah seperti halnya yang kita saksikan akhir-akhir ini.

Tuhan seperti memberi kesempatan pada kita untuk menyaksikan dan membuktikan akan kebejatan mereka setelah ada sebagian dari saudara-saudara kita yang tertipu. Tertipu dengan alasan-alasan kemanusiaannya (humanisme), tertipu dengan alasan kesamaannya (pluralisme) dan tertipu dengan logika pemaksaan pembenaran (apologis) yang dirancangnya.

Sebagian memang ada bangsa Yahudi ini yang baik, yang tersadar dari fitrahnya, seperti halnya di zaman rasulullah terdapat sejumlah yahudi yang menjadi muslim.

Tapi Yahudi-Israel yang kita saksikan saat ini benar-benar telah membukakan mata kita sendiri bahwa mereka memang musuh kita yang sebenar nyata.

Kisah Lengkapnya (lebih…)

Read Full Post »

Mendengarkan pembicaraan tentang cela orang lain memang mengasyikkan, ada selintas kenyamanan di sana. Kenapa ya ? Barangkali karena secara tak langsung menjadi ada perasaan seolah2 kita bukan bagian dari pelaku cela tersebut. Lalu, bagaimana pula jika cela-cela [keburukan] itu kita sendiri yang menemukan ? Tau’ ah … 😎

Tidak pernah kebijakan menghampiri diri kita jika kita baru mampu melihat keburukan orang lain. Sedangkan orang bijak memiliki kemampuan untuk melihat kebaikan dari setiap keburukan orang.

Seperti Nabi Isa a.s. yang berkata kepada murid-muridnya ketika menemukan bangkai seekor binatang.”Lihatlah betapa putih giginya.” Dalam bangkai binatang pun masih ada gigi yang bagus, dan di setiap keburukan manusia, masih menyimpan kebaikan. Demikian pandangan (lebih…)

Read Full Post »

Perfectionist

Postingan ini berpeluang untuk dinilai “sok tau aja” karena secara sok2 an akan membahas kajian bertema psikologis. Mungkin terpengaruh dengan aliran sesat profesor kita (amii..n) yang sudah ngobrolin fenomena psikologis nya duluan. Tapi sebagai bagian dari proses pembelajaran sendiri semoga gak ada masalah. Toh, kan ada ahlinya untuk minta izin nulis ginian (kapan ?) dan sekalian mohon koreksinya .. (kayak pembimbing skripsi aja). 😉

Tentang Perfectionist itu

Haruskah segala sesuatunya itu matang terlebih dahulu baru kita bergerak dan bertindak ? Bagi seorang perfectionist, jawabannya : ya.

Lalu, apakah ini sikap yang baik ? Jika kita berpikir moderat, maka jawaban semestinya adalah : ya dan tidak. Maksudnya, di satu sisi sikap perfectionist adalah baik (normal) tetapi (lebih…)

Read Full Post »

Universitas ini merupakan salah satu dari 6 (enam) Perguruan Tinggi di Jakarta yang mendapat “Jatah” Hibah untuk pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication System=ICT). Selain mendapat fasilitas koneksi Internet dan INHERENT Lease line dari DIKTI pada akhir tahun 2006 yang lalu, Universitas ini juga telah melengkapi sarana Sistem Informasi Akademis On-line dan Laboratorium Komputer yang mumpuni untuk menjalankan software-software terbaru masa kini. (lebih…)

Read Full Post »

Pengantar 

Bisa dipastikan saat ini semua instansi menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk memperlancar berbagai jenis pekerjaannya. Jika penggunaan komputer di instansi tersebut cukup intensif maka biasanya dibentuk unit khusus untuk mengelola sistem komputer beserta sistem lain yang mendukung kerjanya. Struktur pengelola sistem komputer di setiap instansi yang ‘berbeda’ umumnya ‘tidak sama’ (beda=tidak sama, iya juga ya 🙂 ) . Mereka menyusun struktur organisasi pengelola komputer sesuai kebutuhan dengan membentuk bagian-bagian yang diperlukan. Lalu apakah dalam konteks ini dibutuhkan standarisasi organisasi pengelola sistem komputer tersebut ?

Kronologi konseptual

(lebih…)

Read Full Post »

– Dari Pengolahan Data menuju ke Sistem Pakar –

Dahulu orang sekedar dapat mengolah datanya menggunakan komputer sudah merasa sangat terbantukan, dalam hal ini komputer sudah cukup disebut sebagai ‘Pengolah Data’ saja. Selanjutnya data tersebut dapat pula disajikan dalam bentuk informasi yang ‘relevan’ terhadap kebutuhan penggunanya, sehingga ia disebutlah sebagai perangkat (pelengkap) “Sistem Informasi’. Perkembangan berikutnya adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan para ‘top management’ atau membantu pekerjaan para ‘decision maker’ dengan Sistem yang sering disebut ‘Sistem Penunjang Keputusan’. Saat muncul sistem komputasi modern yang disebut ‘sistem cerdas’, maka muncul juga sistem baru untuk sistem pengolahan komputer ini, yaitu yang sering disebut dengan ‘Sistem Pakar’. Sistem Pakar itu apa ?

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »