Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Puisi’ Category

Kuliti

‘Kita kadang begitu mudah menilai kerusak-fatalan orang lain. Lalu  itu menjelma menjadi penutup, pembiar dan penerus kerusak-fatalan diri kita sendiri.”

Duhai diri,

kepadamu kata-kata ini menjadi tidak tersembunyi :

Kita gemar bersembunyi di pembicaraanan kelemahan orang lain.

Aku harus berani mengkuliti diri sendiri.

Harus.

Ketika kukuliti banyak orang.

Kukuliti setiap orang yang mengkuliti hal-hal yang berkaitan dengan aku

Aksi balas itu harus ada akhirnya.

Untuk mengatakan dirimu benar, engkau tidak mesti berusaha membuktikan bahwa orang lain itu salah.”

Aduh… (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Belajar dari Kehilangan

Belajarlah dari kehilangan

duhai diri yang acap lalai

Wahai Zat yang Maha Pendidik

Engkau hilangkan setelah Kau beri

Tanda Kau masih bentang waktu itu,

“Berbenahlah”, kata-MU.

duhai,

belajarlah dari (lebih…)

Read Full Post »

Selalu ada buah,

dari setiap langkah kita manusia.

Buah kebaikan adalah kebaikannya.

Buah kejahatan adalah kejahatannya.

Segalanya akan kembali ke pelakunya.

karena setiap tindakan, usaha dan kerja-kerja  itu “pasti” berbuah.

Buah kesabaran itu.

Buah keuletan itu.

Buah kesungguhan itu. (lebih…)

Read Full Post »

Politik Tuhan

Tuhanmu telah berpolitik untukmu

dengan

syariat-NYA, sunnah-NYA, hukum-hukum-NYA

hukum di alam-NYA

hukum di firman-NYA

hukum di setiap kejadian pada ruang dan waktu milik-NYA

Adalah keputusan-NYA, undang-undang-NYA,

sunnatuLlah – syariat-NYA

Lalu

terserah engkau memilih atau tidak

karena setiap pilihan langkah, adalah resiko.

Di atas Kekuatan Politik Tuhanmu

itu

Saksikan (lebih…)

Read Full Post »

Proses……,

butuh waktu.

Selalu saja butuh.

Ah, seandainya …

Butuh waktu untuk memahami nasehat para tetua, pesan-pesan bijaknya.

Ah, seandainya …

Butuh waktu untuk (lebih…)

Read Full Post »

Merasa benar..

Apa yg menggerakkan kebanyakan aktivitas kita ?

Bisa banyak hal….

Dan salah satunya adalah merasa benar

Merasa benar, … ya merasa benar.

Merasa benar itu perlu..

“Merasa benar” adalah energi ‘hebat’  tuk ber-aktivitas ..

Tapi,

merasa benar tentu berbeda dengan hakikat kebenaran itu sendiri.

Maksudnya belum tentu tatkala kita “merasa benar”  maka sekaligus menjadi “benar-benar” benar. (lebih…)

Read Full Post »

Kita dan prinsip

(Karena kita makhluk pencontek

Prinsip kita,

cuma sejauh mata memandang.

Sejauh kepencapaian kita mendapati tauladan yang pantas dikagumi

La yukallifuLlahu nafsan illa wus’aha (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »