Feed on
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Puisi (Estetika)’ Kategori

Butuh emosi yang menggerakkan, butuh ruh yang menikmati, butuh raga yang melakukan.
Kita butuh semua.

Read Full Post »

Kisah ini renungan saja, namun demi menyembunyikan beberapa hal, telah digubah dari kejadian aslinya, harap maklum !

Tema asli :
Mengeratkan ukhuwah jauh lebih urgen ketimbang memperbesar celah di antara kita. Kita berbeda tetapi tentu ada saja titik2 samanya. Lalu kenapa yang berbeda ternyata lebih kita kentarai. Biar kujawab untuk diriku, “Karena kita sama egonya”. Tapi aku tak suka.
Ayo lomba [...]

Read Full Post »

— 
(Maksiat sederhananya adalah melakukan [dengan sengaja, sadar] apa yang dilarang-NYA dan/atau meninggalkan apa yang diperintahkan-NYA. Lalu siapa yang berani mengaku tak [pernah] bermaksiat ?  Yang ada justru manusia-manusia yang bangga ketika [telah] bermaksiat padaNYA.  Kenapa ? )
 —
(bacaan seperti prosa)

Paparan : 

Saat dirimu bermaksiat, apa yang kau derita ? Pertama dirimu merasa bersalah, Kedua kau mencari ‘celah’ bagi pembenaran salah [itu], [...]

Read Full Post »

(Kan kupilih benang terbaik itu, bagi rajutan rangkai dirimu) 

                         

Selamat datang mujahid kecilku
Perkasalah di hidup ini

tak gentar menghadapi dunia

tak lemah digoyah masalah

tak lari sejengkal ditimpa fitnah 
                   

Kutahu tangismu keras berkata,

Allahu ghoyatuna

Allahu ghoyatuna

Allahu ghoyatuna
 

Read Full Post »

“Makar” Alumni

Kritik virtual bagi yang melakukan
(“Untuk mengubahnya, kalian tak mesti berkuasa”) 
Para alumni suatu negeri, mereka berkompromi. Me ‘gunjing’ kan kesempatan, dimana jalan untuk mencapai tampuk kekuasaan. Maka jalan pun ditemukan. Yang sesungguhnya “Makar”.
Begini…

Sebar ‘sanjungan’ ke setiap kelebihan teman. Sebar ‘hasut’  kelengahan ke yang di kira-kira ‘lawan’. Beri tenaga untuk ‘pemuka-pemuka’  corong keributan. Di sudut-sudut kota. Dimana [...]

Read Full Post »

Misteri di Puisi

Anak
Tidurmu adalah nyenyakku,
Tawamu menjadi bahagiaku, 
Aku ibaratnya sepertimu
Kau tarik ulu tuju ku menujumu….
Anak…, Jangan biarkan Tuhan Murka,  Atas dekatnya detak hati kita
Dimana Cinta-NYA tak ingin di dua…                                                
                           (Jakarta, Maret- hampir akhir, 2007)
Ini adalah puisi pertamaku yang ter-publish melalui fasilitas blog ini.Terus terang, di satu liku simpang kehidupanku, aku pernah menjadi begitu peminat model abstraksinya puisi yang struktur dan sistemnya demikian ‘menantang’ [...]

Read Full Post »