Belajarlah dari kehilangan
duhai diri yang acap lalai
—
Wahai Zat yang Maha Pendidik
Engkau hilangkan setelah Kau beri
Tanda Kau masih bentang waktu itu,
“Berbenahlah”, kata-MU.
—
duhai,
belajarlah dari kehilangan
dari keteledoran
atau dari taqdir-NYA untukmu
sebab
Hak-NYA mengambil milik-NYA
dan wajibmu memetik hikmah
untuk mendekat
merapat
dan membuat-NYA “bahagia”
kembali
—
adalah ridha-NYA setiap membaiknya dirimu
—
Belajarlah dari kehilanganmu… itu,
wahai diri yang pasti mati …
pasti.
14 Januari
diri











Mas Heri sedang kehilangan apa?
@M Shodiq Mustika
) dari keteledoran sendiri.
sempat mengganggu pikiran seperti itu.

Saya kehilangan “sesuatu’ (
Nyesal, kesal, ndongkol juga…
Waktu dilarikan ke prinsip taqdir, tetap saja. Duh, tanda iman lagi lemah ya pak ?
Ya Allah,
kehilangan itu katakanlah tak seberapa dalam materinya
tapi teguran itu
mengkoreksi lalai saya.
Menegur
kelemahan diri agar diperbaiki, cukup jelas pesan itu.
Ini harus berbenah.
harus !
Terima kasih pak Shodiq atas perhatiannya.
Begitulah manusia, Mas Heri. Saya pun terkadang merasakan begitu. Untuk mengatasi ujian semacam itu, biasanya saya berzikir: “Inna lillaahi wa inna ilayhi raaji’uun.” (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya lah kita kembali.) Selamat berzikir, ya!
Iya Mas … Setuju … Kalo ikhlas, insya Allah dapat pengganti yang lebih baik .. tapi bukan berarti besok2 dihilangin lagi =)
Terimakasih puisinya, sangat inspiratif.
Selayaknya manusia belajar dari kehilangan, meskipun tidak selalu dengan cara mengalami sendiri. Setiap manusia atau bangsa dapat belajar dari tragedi kehilangan yang dialami oleh manusia lain atau bangsa lain.
Bagi Umat Islam, belajarlah dari kehilangan yang dialami oleh Bangsa Eropa. Belajarlah dari akibat buruk yang dialami oleh Bangsa Eropa, ketika mereka kehilangan cahaya Islam yang meredup di Spanyol.
Betapa berat akibat dari kehilangan cahaya Islam itu, bagi Bangsa Eropa. Lihatlah, betapa mereka saat ini, yang tersebar di Eropa, Amerika Serikat dan sekitarnya, serta Australia dan Selandia Baru, telah menjadi bangsa yang bengis dan biadab.
Lihatlah bagaimana Bangsa Eropa merampas negeri-negeri bangsa lain dengan bengis, dan tamak di masa kolonialisme, dan dipertahankan hingga kini dalam bentuk neo kolonialisme. Lihatlah fenomena Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Perhatikanlah perbuatan dan dukungan Bangsa Eropa pada Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya).
Belajarlah dari kehilangan cahaya Islam, yang dialami Bangsa Eropa. InsyaAllah Umat Islam dapat terhindar dari hal-hal yang buruk dengan berpegang pada cahaya Islam. Belajarlah dari kehilangan yang dialami Bangsa Eropa.
Untuk berbagi silahkan mampir ke “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com
@M. Shoddiq Mustika
Terimakasih kembali pak. Nasehatnya mantap.
@Cidua
Iya. Jangan mau tergelincir di lubang yg sama ya..
@Aristiono Nugroho
Kehilangan kesempatan untuk kembali pada cahaya Islam. Ampuni kami ya Allah dari kemurkaan-MU itu.
Blog sosiologi dakwah yg bagus.. Senang berkunjung ke sana.
Alhamdullilah …
Kata yang bijak dari bapak …
Mengingat kan saya. . .
Insya Allah tetap “berusaha…….”