Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Desember, 2008

Selalu [saja] Butuh Waktu

Proses……,
butuh waktu.
Selalu saja butuh.
Ah, seandainya …

Butuh waktu untuk memahami nasehat para tetua, pesan-pesan bijaknya.
Ah, seandainya …
Butuh waktu untuk

Untuk mentranslate bahasa

Argumentasi Kemiskinan kita

Bah,
sudah miskin, pintar pula meng-argumentasikan-nya.
Biarlah miskin asal …
Biarlah miskin asal …
katanya
Berbagai dalil pun dikumpulkan, berbagai shirah disyiarkan, demi membanggakan kemiskinan-kemiskinan itu.
La la la la…,
sudah miskin,
pintar pula meneruskan kedigjayaan kemiskinan itu.
Kok yang dipintarkan yang gituan ya ?
Kenapa gak,
Biarlah kaya asal …
Biarlah kaya asal …
“Ummatku, ummatku.“

Ini lagi.
Bah,

Untuk mentranslate bahasa