Alhamdulillah …
Melintas suatu pencerahan …
Tentang pemikiran dan tindakan-tindakan sederhana, tetapi menaklukkan.
Seperti ini :
[1] Kyai blogger kita saat mudik lebaran kmaren sempat-sempatnya menyebar lembaran rupiah ke tetangga faqir-miskinnya, berbagi atas keterdesakan hidup. Sederhana banget. Tapi coba saja setiap kita melakukan itu…
[2] Seorang teman [senior] lama menulis di milis kami tentang ide pemrograman aplikasi database dengan mengadakann fungsi baru (user defined function) di sisi server demi performance, security dan integritas data. Sederhana tapi menohok. Beberapa permasalahan database selama ini menjadi terpecahkan dengan cost yg tentu saja lebih irit.
[3] Satu komunitas partai di musim pemilu lalu membuat beberapa teman kesem-sem gara-gara demo dan aksi mereka terlihat bersih, teratur dan tertib. Sederhana saja, mereka bawa kantong kecil dari rumah lalu memungut setiap potongan sampah di lokasi aksi masing-masing. Coba saja setiap aksi demo dapat mencontek semacam itu, pasti semua kita pada kesem-sem pada partai-partai politik yg bejibunan saat ini. Hati-hati ini ada pesan kampanye nya
[4] Seorang teman [sukses] lain mengirim melalui email ke milis tentang dialog Imam Ghazali dan muridnya seperti ini : bertanya Imam Ghazali: “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?” Murid 1: “Orang tua”, Murid 2: “Guru”, Murid 3: “Teman”, Murid 4: “Kaum kerabat”. Imam Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185). Imam Ghazali: “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?” Murid 1: ” Negeri Cina “, Murid 2: “Bulan”, Murid 3: “Matahari”, Murid 4: “Bintang-bintang”, Imam Ghazali: “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”. Imam Ghazali: “Apa yang paling besar didunia ini ?” Murid 1: “Gunung”, Murid 2: “Matahari”, Murid 3: “Bumi”, Imam Ghazali: “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.” Imam Ghazali: “Apa yang paling berat didunia?” Murid 1: “Baja”, Murid 2: “Besi”, Murid 3: “Gajah”, Imam Ghazali: “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.”Imam Ghazali: “Apa yang paling ringan di dunia ini ?” Murid 1: “Kapas”, Murid 2: “Angin “, Murid 3: “Debu”, Murid 4: “Daun-daun”, Imam Ghazali: “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat “,Imam Ghazali: “Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?”, Murid- Murid dengan serentak menjawab: ” Pedang “, Imam Ghazali: ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasan saudaranya sendiri.
Sederhana juga kan ? Tapi sungguh … menaklukkan.
—
Sebagian kita (maksudnya tentu termasuk saya) seringkali berpikir terlampau tinggi, rumit dan muluk-muluk sampai melampaui batas kebutuhan yang sesungguhnya terhadap problem di sekitar.
Pikirkan dan lakukan, sesederhana apa pun … tetapi benar-benar melakukannya.
Sederhana dan menaklukkan.
…
…
…
Terima kasih ya, teman.











Today is a gift, tomorrow is a mistery … [kungfu panda mode ON]
*baca komen kak ade* gubraks…, kok kungfu pandaaa???
(jd kangen si gendut poo)
masa lalu? kata sahabat saya…, itu sejarah, lembar kisah yg berharga, banyak pengetahuan & hikmah di dalamnya.
gitu katanya, bukan kata saya lho ya…
Duuh bisa aja pak dosen Insinyur kita ini. Kata orang kampung bilang, mulai saja yang kecil2. Biarlah yang besar2 itu diselesaikan oleh orang besar. saya orang kecil, maka pekerjaan kecil lah yang bisa dilakukan.
Nah contoh pekerjaan besar tapi menohok juga ada pak, baru kali ini saya terkesima, bahasa lain dari kaget. Pak SBY dkk (menteri) melakukan pekerjaan besar dan berdampak besar. Beliau menginstruksikan agar menutup BEI saat krisis global melanda kita, dimana biasanya spekulan haus duit, melakukan tarik untung besar2an dari krisis ini. Para ekonom saat ini masih memuji langkah presiden ini..
kalau ini murni bukan kampanye :mrgreenassalamualaikum….mas mau tanya dapat gambar logo PKS (suara terbersih) itu dari mana, boleh minta nggak gambarnya…biar sekalain aku pasang di FS dan link2 yg lain, terima kasih
pak kalau ngedownload artikel islam situsnya apa pak?
yang sederhana2 kayak gini aja