Ngeles dalam postingan ini diterjemahkan sebagai : karakter yang suka mencari atau menuduhkan kesalahan pada yang bukan sesungguhnya, atau usaha membela diri secara subjektif dengan menimpakan kesalahan pada sesuatu (objek, pihak) lain di luar dirinya.
—
Jangka Pendek
Dalam jangka pendek strategi ngeles ini bisa saja berhasil mencapai tujuan si penggunanya. Bisa dibayangkan sebagian orang yg awam terhadap permasalahan yg terkait, akan terkicuh (terkecoh) terhadap sumber masalah yang sesungguhnya.
Misal terhadap teguran, “Kenapa kerjaan anda tidak beres ?”
Jawab si ngeles : Karena si ini karena si itu, karena alat ini karena alat itu, karena situasi ini situasi itu dan seterusnya.
Dalam jangka pendek strategi ini bisa saja berhasil. Berhasil menipu orang lain…, yang sesungguhnya menipu (baca:bakal mencelakakan) diri sendiri. Satu contoh akibatnya adalah bahwa orang-orang yang suka ngeles akan sukar bertambah (berbenah) ilmu dan kebijaksanaannya.
Perhatikan aja konsistensi kebodohannya… kebodohan yang konsisten.
Jangan mau bodoh … !!!
—
Jangka Panjang
Seperti yang telah dibahas sedikit di atas bahwa orang yang suka ngeles akan mengalami keterpurukan di masa depannya. Keterpurukan dalam hal ini tidak mesti dikaitkan dengan keterpurukan di harta, di popularitas, jabatan (kekuasaan) dan yang sejenis ini. Tetapi lebih-lebih pada keterpurukan mentalitas, ketenangan hati/pikiran, kenikmatan bersosial dan bentuk-bentuk kebijaksanaan hidup lainnya.
—
Mmm…
Jadi sebaiknya kita memang jangan suka ngeles ya, kecuali jika mengira bahwa hidup hanya untuk saat itu atau saat ini saja.
Sebenarnya ini pun salah …
—
Sumber :
- Terima kasih kepada sejumlah orang-orang “aneh” yang sempat saya saksikan dan amati. Ma’af nih, keanehan anda telah menyumbangkan fakta sebagai inspirasi tulisan ini.
- Diri sendiri …
- Kepemilikan karakter ini tidak ada kaitannya dengan golongan/kelompok tertentu. Baik kelompok akademisi, praktisi atau kelompok Islamis, liberal, moderat dan kolotisme sekali pun, … sama saja. Manusia-manusianya bisa ada dimana saja …
- Bagaimana sinyalir Al-Qur’an tentang fenomena ini ?
- Mmm…












@Mas Herianto
Saya malah mau ngeles komen-komenan….
Agak susah benah-benah postingan sendiri, padahal baru mencoba membenahi yang ini saja.
@haniifa

Pembenahan
dan ngelesnyaditerima.Tambah mantap tuh phi eh pi nya.
[...] Sembari… ngeles. [...]
maaf ya bapak saya terlambat kirim tugas IMK nya.. (yulnida, No BP 070087
@yulnida
Kok nulisnya di sini, emang ada kaitan dengan ngeles ya …
@Mas Her
Ada sekidit kebimbangan untuk meneruskan postingan PHI = 7 direlasikan ke matrix idenfity, matrix binary, matrix display 25×80=2000 word (4000byte), char null, hukum faraday… dsb.
Apa baiknya ngeles…, gituh ?!
[...] di kehidupannya. Sebaliknya, jika kita tidak memiliki itu (ilmu dan ketrampilan tadi) maka … Ngeles, ketidakobjektifan, sentimen, gunjing, hasut, fitnah dan bentuk2 makar jahat lain … akan [...]