Ini cuma cerita saja,
Gara-garanya ada yang bertanya mendesak seperti ini,”Anda mendukung FPI atau Ahmadiyah sih?”
O… ow.
Katakanlah saya terdesak nih.
Untuk menjawaban diplomatis tentu sebaiknya jawabannya semacam ini,”Saya mendukung Islam“.
Atau yang sok lebih universal lagi adalah dengan begini,”Saya mendukung kebenaran“.
Boleh dong jawabannya begitu…, aman kan ?
Bukankah kalo demikian baju saya jadi kelihatan lebih lapang.
Ho ho ho, teringat waktu orang pada sibuk mendirikan partai di awal2 reformasi dulu. Apa ya ?
Sok lapang.
Apa mesti tidak jelas melulu ?
—
Untung saja tidak
Bagi saya , pilihan untuk kasus ini adalah kemestian. Saya memilih : FPI.
Maksudnya, saya berpihak ke FPI.
Tegaskan.
—
Ahmadiyah sungguh jauh lebih berbahaya ketimbang FPI yang dipeributkan itu. Lagi pula yang meributkan orangnya yg itu-itu juga. yaitu orang-orang yang jadi seperti cacing kepanasan gara-gara metoda to the point nya mereka. Di zaman seperti sekarang ini orang semacam mereka itu dibutuhkan lho.
Apalagi di zaman perang.
Lagi pula,
bukankah merusak dari sisi mental jauh lebih buruk dibanding merusak dari sisi fisikal. Mmm, kalo boleh memilih yang ideal tentu ya jangan merusak sama sekali dong.
—
Melenyapkan keberpihakan
Saya berpihak ? Ya, jelas.
Emang kenapa ?
Sama saja dengan larangan : jangan bergolong-golongan.
Menurut saya sih ini istilah lain saja dari anjuran untuk melenyapkan keberpihakan.
Emang kalo berpihak kenapa sih, kalo bergolong2an kenapa sih ?
Bukankah ini masalah berkeputusan dan tindak nyata.
—
Apa mungkin kita selamanya tidak berpihak sama sekali ?
…
Media yang tidak berpihak.
Pemimpin yang tidak berpihak.
Opini yang tidak berpihak.
…
…
Ah, rasanya gak mungkin lah …
Hanya orang2 yang sempit isi kepala “nya” saja rasanya yg mungkin merasa tidak berpihak.
—
Jadi jangan merasa sangat mulia ya karena bersikap tidak berpihak itu.
Atau,
jangan percaya kalo ada orang apalagi media yang berslogan tidak berpihak kemana-mana. Mereka kebanyakan cuma pura-pura.
—
Maksudnya mungkin objektif
Apa yang mereka maksud “tidak berpihak” itu bersikap objektif ini ya ?
Ah, yang ini kok jadinya malah makin gak nyambung aja ya.
Bukankah objektif itu harus ada sasarannya.
Lalu sasarannya kemana ?
Ya ke pihak mana sasaran objektif itu diarahkan.
Tidak objektif justru jadinya mirip dengan tidak punya sasaran, walau maksudnya adalah tidak sesuai dengan sasaran yang sesungguhnya.
Nah… kalo tidak punya sasaran kan mirip juga tuh dengan si : tidak berpihak tadi.
Lha…, gak mungkin kan ?:lol:
Maka,
jangan salahkan keberpihakan “-nya” dan,
jangan salahkan bergolong-golongan “-nya”.
Ini bukan masalah memilih golongan tertentu, tapi mana yang lebih baik dari yang kurang baik.
—
Pasti
Ya…, pasti.
Pasti setiap kita punya sasaran.
Kalo bicara tentang kebenaran, maka sasaran yang selalu didengungkan adalah : Tuhan.
—
Apa Tuhan perlu dibela. Untuk yang ini juga jangan asal bicara.
Siapa yang tahu Tuhan kalo bukan dari Wahyu-NYA, berikut tanda-tanda-NYA yang dapat dipikirkan.
Anda justru menjadi sombong atau sekalian bego kalo berulang-ulang mengatakan :
Siapa yang tahu [maksud] Tuhan ?
Emang anda Tuhan sehingga paling tahu maksud DIA ?
Haia…
Ah, Apa Tuhan sedemikian “bodoh” ya seperti pikiran anda ?
Tidak menyediakan Petunjuk (aturan) dari akibat keberadaan-NYA.
Lihatlah ke sekitar tentang kebanyakan yang ngomong seperti ini ternyata memang lemah amalnya sehingga gak nyambung penghayatannya.
Bukankah capaian keyakinan dalam beragama (iman) tidak cukup hanya sampai di pikiran.
Lakukan sedikit, pikirkan, sedikit hayatkan, sedikit nikmatkan.
Tidak menunggu keyakinan sempurna.
—
Eh, apa saya jadi berpihak ya ?
—
NB :
Video yang luput dari pers tentang bagaimana sejumlah anggota fpi terprovokasi akibat adanya pendemo pendukung Ahmadiyah yang membawa senjata api.
Photo yang juga luput dari pers tentang bagaimana seorang pendemo dari AKK-BB mengacungkan senjata api.

kalau dalam terdesakpun, saya tetap jawab diplomatis
saya milih FPI dalam hal kebenaran
tapi anarkhis , I say NO!
saya milih..
hemmmh..
saya milih..
Saya tetep setia milih pak Her jadi presiden
(serius mode: ON)
pak tadi saya diajak diskusi ama dosen SHI, katanya:
“ada indikasi bahwa kasus ini sengaja dibikin biar rakyat mulai lupa ps persoalan utama, yakni kenaikan BBM. Sementara mhsw yg (rajin) demo di”bujuk” dg BKM.”
Ah.., komen saya cuma satu kalimat (wt tadi ituh..):
“kesimpulan yg terlalu cepat pak” lalu saya diam.
Diam karena batin saya bergolak, jika memang niat pemerintah demikian adanya, jika memang yg barusan saya dengar itu benar (walau tak sempat terlintas prasangka itu sbelumnya), aduh..alangkah tidak berpri…-nya mrk
*jadi sedih..*
@adi isa
FPI minus anarkhis,
memang ini yang banyak diharapkan.
Tetapi tidak semua kekerasan itu anarkis.
Apa mereka tega menyebut amerika itu anarkhis waktu memburu yg katanya teroris, gak juga kan, atau
ketika polisi memburu penjahat. Kebanyakan kan dengan kekerasan.
Yang sering jadi perdebatan adalah bahwa itu bukan wilayah mereka.
Katanya lagi itu wilayah Tuhan.
Lha apa Tuhan mesti turun dulu untuk mengingatkan.
—
Kalau saya yang penting tahapannya dilalui.
Lisan - tangan - hati.
Apa ini hadist ya ?
@nurma


Apa itu bukan semacam teori konspirasi juga ya.
Klarifikasi teman2 fpi juga perlu kita baca untuk keseimbangan.
—
Ah, kalau saya jadi presiden pasti gak akan pake akal2an begitu.
Janji…
Sikap Adil Kepada FPI
(Pasca Kasus Kekerasan di Monas)
Oleh Abu Muhammad Waskito *)
Ahad 1 Juni 2008, terjadi insiden kekerasan oleh sebagian aktivis Front Pembela Islam (FPI) terhadap sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). TV-TV menayangkan tindakan kekerasan para aktivis FPI terhadap massa AKKBB yang sedang menggelar aksi mendukung Ahmadiyyah. Disana ada aksi pukulan, tendangan, cacian, pengrusakan fasilitas sound system, kaca mobil, dll. Pendek kata, kita semua sangat prihatin melihatnya.
Tanpa menunggu waktu lagi, SBY langsung merespon. Melalui jubir kepresidenan, Andi Malarangeng, SBY mengecam aksi anarkhis aktifis FPI di Monas. Tanggal 2 Juni SBY berbicara langsung, disiarkan TV-TV, bahwa dia menuntut ada pengusutan tuntas, dan para pelaku kekerasan ditindak secara hukum. SBY juga menekankan, “Negara kita negara hukum.” Gayung bersambut, JK berjanji akan menindak tegas pelaku kekerasan di Monas.
MUI menyayangkan terjadinya kasus kekerasan di Monas itu (Republika, 2 Juni 2008). Sementara Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyyah, setelah pertemuan dengan SBY, dia mengecam FPI. Meskipun Din tidak menuntut FPI dibubarkan, dia mendukung langkah tersebut, jika Pemerintah ingin membubarkan FPI (www.jawapos. co.id, 2 Juni 2008). Arbi Sanit, pakar politik UI dan anggota PBHI, menuntut FPI dibubarkan karena mengancam kehidupan bersama (Republika, 3 Juni 2008). Sekjen GP Anshor, Malik Haramain, mengancam akan membubarkan FPI, kalau pemerintah tidak tegas.
Di Cirebon markas FPI didatangi sekelompok pemuda dan sempat terjadi keributan kecil, hingga plang FPI dirobohkan oleh pemuda-pemuda tersebut (berita siang GlobalTV, 2 Juni 2008).
Bukan hanya kali ini FPI diancam akan dibubarkan. Sebelumnya juga bergaung desakan agar ormas Islam yang terkenal dengan aksi-aksi nahi munkar ini dibubarkan saja. Pertanyaannya, layakkah kita menghukum FPI sedemikian keras (misalnya harus sampai dibubarkan) pasca kasus kekerasan di Monas itu? Masyarakat harus berani melihat masalahnya secara jernih, tidak ikut-ikutan emosi.
Saya melihat ada beberapa poin penting yang dilupakan dalam kasus di atas, padahal semua itu seharusnya dilihat secara cermat, sehingga kita bisa mengetahui apakah FPI telah berbuat zhalim atau tidak?
Pertama, menurut Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Heru Winarko, beliau menyesalkan massa AKKBB. Pasalnya, mereka mulanya hanya berencana berdemonstrasi di Bundaran HI, tetapi ternyata AKKBB beraksi sampai ke Monas. “Ternyata, mereka menuju Monas juga,” kata Kombes Heru Winarko (Republika, 2 Juni 2008. Artikel berjudul, “Bentrokan Akibat Pemerintah Lamban,” hal. 1).
Dari keterangan di atas, jelas AKKBB telah melanggar hukum. Mereka melampaui batas ijin aksi yang diajukan ke pihak kepolisian. Jika mereka beraksi sesuai ijin semula, bisa jadi kasus tersebut tidak perlu terjadi.
Kedua, dalam tayangan dokumentasi kasus Monas di GlobalTV siang hari, disana diperlihatkan petikan kejadian-kejadian di Monas tersebut. Pada mulanya, para pemuda FPI hanya kumpul-kumpul di salah satu lokasi Monas sambil mendengarkan orasi pimpinan aksi yang membawa TOA. Mereka kadang bertakbir dan juga membaca kalimat “Laa ilaha illa Allah”.
Artinya, mereka tidak memiliki agenda untuk menyerang siapapun. Aksi mereka pada awalnya tertib, tidak anarkhis. Mulai timbul masalah ketika AKKBB melakukan aksi dan orasi dengan sound system kuat, tidak jauh dari lokasi para aktivis FPI. Satu sisi, AKKBB mendukung Ahmadiyyah, di sisi lain mereka melakukan aksi di dekat para pemuda FPI. Anda bisa bayangkan, meneriakkan dukungan keras-keras untuk Ahmadiyyah di dekat telinga aktivis FPI. Itu bisa dianggap oleh mereka sebagai nantangin perang. Saya melihat, para pemuda FPI lebih tepat disebut terprovokasi oleh aksi massa AKKBB. Mereka tidak ada niatan sejak awal untuk berbuat kekerasan. Semula mereka beraksi dengan tertib.
Ketua MK, Jimly Asshidiqqie, berkomentar, “AKKBB harus mawas diri, menghentikan provokasi, dan kemudian jajaran NU, Muhammadiyyah, sampai ke daerah (juga harus mawas diri -pen). Begitu juga dengan FPI, tidak usah terprovokasi, ini bahaya benar.” (Republika, 3 Juni 2008).
Ketiga, kalau melihat kejadian kekerasan itu, disana terlihat dengan jelas, bahwa komando aksi FPI di Monas berusaha keras menertibkan para aktivisnya. Mereka berusaha mencegah pemukulan, tendangan, menenangkan aktivis-aktivisnya. Terlihat berkali-kali sebagian pemuda aktivis FPI mencegah tindak kekerasan itu, meskipun mereka tidak mampu mencegah secara keseluruhan.
Jika disana terjadi kasus-kasus pemukulan, tendangan, cacian, atau perusakan fasilitas, apakah lalu mata kita buta untuk melihat bahwa disana juga ada upaya-upaya mendamaikan hati para pemuda yang sudah terbakar emosinya itu? Jika tidak ada upaya mendamaikan, saya yakin akan jatuh korban sangat banyak. Minimnya korban dalam kasus tersebut, menunjukkan disana ada kontrol, meskipun tidak mampu mencegah aksi-aksi individu yang terlanjur terjadi.
Selain kita menyesalkan kasus kekerasan tersebut, kita harus jujur mengakui, bahwa para pemuda-pemuda FPI juga berusaha mencegah kekerasan itu sekuat tenaga. Semua ini harus dihargai. Pihak kepolisian sering berdalih, “Petugas polisi kan manusia juga.” Polisi bisa khilaf, melakukan kekerasan di luar kontrol komando. Begitu pula dengan kasus para pemuda FPI itu. Secara komando tidak ada instruksi kekerasan, tetapi di lapangan terjadi, karena terbakar emosi.
Keempat, jika sebagian pelaku kekerasan di Monas ditindak secara hukum, tidak berarti lembaga FPI-nya harus dibubarkan. Itu berbeda konteksnya.
Tindakan kekerasan di Monas dilakukan oleh -sebut saja- oknum aktivis FPI. Pelanggaran oleh oknum, tidak bisa di-gebyah uyah untuk menghancurkan sistem sebuah organisasi. Contoh, kasus kekerasan oleh oknum polisi di Universitas Nasional (Unas) Jakarta. Ia dianggap kasus kekerasan oleh oknum polisi, sehingga tidak perlu ada tuntutan untuk membubarkan lembaga Polri.
Begitu pula, kalau ada kasus kekerasan oleh sebagian warga Muhammadiyyah -misalnya-, hal itu tidak perlu dikembangkan menjadi “bola liar” untuk membubarkan istitusi Muhammadiyyah. Kasus kekerasan oleh oknum tetap dialamatkan kepada oknum, bukan kepada institusi.
Termasuk, ketika Munarman dijadikan salah satu dari lima tersangka kasus di atas. Dia tetap disebut sebagai oknum, bukan sebagai lembaga FPI secara umum. Kasus kekerasan di Monas adalah individual case, bukan organization case. Kalau setiap kasus individu bisa menjadi dalih untuk membubarkan sebuah organisasi, maka sikap ingkar janji SBY yang katanya tidak akan menaikkan harga BBM sampai tahun 2009, bisa dijadikan dalih untuk membubarkan kabinetnya.
Kelima, ketika SBY dengan lantang mengecam anarkhisme di Monas atas nama “negara hukum”, dia telah menggunakan dalil yang benar. Tetapi seharusnya dia bersikap adil, tidak berat sebelah. Bukankah penanganan kasus Ahmadiyyah selama ini sudah mengikuti prosedur hukum? Disana ada Fatwa MUI, Fatwa Rabithah Alam Islamy, rekomendasi Depertemen Agama RI, rekomendasi Bakorpakem, bahkan rekomendasi kepala-kepala daerah tertentu. Apa semua itu tidak memenuhi syarat “negara hukum”? Mengapa SKB soal Ahmadiyyah sedemikian lambatnya? Bukankah hukum berlaku bagi FPI, juga bagi Ahmadiyyah? Ketika seluruh rekomendasi tentang kesesatan Ahmadiyyah itu dikalahkan oleh pandangan seorang Adnan Buyung Nasution, selaku anggota Watimpres, apakah hal itu juga memenuhi keadilan hukum?
Apakah dalam fungsi hukum nasional, posisi Watimpres bisa mengintervensi kebijakan legal negara? Mengapa SBY tidak mengecam AKKBB yang melakukan aksi terbuka, padahal kelompok Ahmadiyyah sudah disepakati sesat oleh Ummat Islam Indonesia dan oleh institusi birokrasi di bawah Kabinet SBY?
Jadi kesan yang muncul, istilah “negara hukum” itu hanya dipakai untuk mendesak kelompok tertentu. Adapun untuk kelompok lain, konsep ketegasan hukum bisa ditafsirkan macam-macam. Seorang Adnan Buyung Nasution, dia bisa disebut pakar hukum ketika melecehkan ormas-ormas Islam dalam kasus Ahmadiyyah. Tetapi dia akan disebut sebagai “profesional hukum” ketika membela obligor BLBI, Syamsul Nursalim. Hukum akhirnya hanya sekedar “kuda tunggangan” belaka.
Keenam, kita merasa kecewa, kesal, marah, benci, mual, emosi, mengutuk, dst. ketika melihat aktivis-aktivis FPI memukuli peserta aksi AKKBB.
“Nurani kita tersentuh oleh duka lara bak teriris sembilu,” begitulah kata puitisnya. Pokoknya, top tenan dalam soal empati kekerasan ini.
Tetapi pernahkan kita merasa empati dengan Ummat Islam ketika Ahmadiyyah terus-menerus menodai ajaran Islam? Pernahkah kita terketuk hati ketika ada yang mengaku Nabi setelah Rasulullah Saw., dia mendakwakan diri sebagai Al Masih, sebagai Al Mahdi, dan mengajarkan kitab At Tadzkirah sebagai kitab sucinya? Pernahkah kita marah ketika ajaran-ajaran Islam dilecehkan oleh orang-orang itu?
Kalau massa AKKBB itu merasa sakit, kecewa, marah, atau sedih, apalah artinya penderitaan mereka dibandingkan penderitaan yang menimpa Rasulullah Saw. dan para Shahabat ketika mendakwahkan Islam? Dan sekarang, ajaran Nabi yang murni dan suci itu, demikian mudahnya dilecehkan oleh kaum Ahmadiy (pengikut Ahmadiyyah). Sebagai seorang Muslim, apakah kita tidak berempati kepada penderitaan Rasulullah dan Shahabat ketika mereka berjuang dan berkorban, sehingga atas hidayah Allah saat ini kita menjadi Muslim?
Kemurnian ajaran Islam itulah yang sekarang dilecehkan oleh kaum Ahmadiyyah, pengikut Mirza Ghulam Ahmad laknatullah ‘alaih. Bukan berarti sikap keras atau anarkhis kepada mereka bisa dibenarkan, sebab bagaimanapun tindakan negara lebih baik, daripada tindakan rakyatnya sendiri. Tetapi janganlah karena empati kebablasan kepada kaum Ahmadiy membuat kita lupa penderitaan Rasulullah dan Shahabat ketika mulai mendakwahkan Islam di masa lalu.
Secara umum, tindak kekerasan tetap salah, siapapun pelakunya. Tetapi dalam menyikapi tindak tersebut kita harus melihat secara jernih dan adil. Jangan karena sentimen, atau sudah “kadung kesal” dengan FPI, lalu kita berbuat zhalim. Bukankah Allah Ta’ala tetap memerintahkan agar kita selalu berbuat adil. “Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum, membuat kalian berbuat tidak adil. Bersikap adil-lah, sebab adil itu lebih dekat kepada taqwa.” (Al Maa’idah: 8).
Wallahu a’lam bisshawaab.
BANGKIT ITU MARAH!!MARAH JIKA MARTABAT BANGSA DILECEHKAN!! bagamana ya, kalo akidah dilecehkan sm AKK-BB?MARAH atau MUKUL?untung ada FPI biar kapok mrk!

Bubarkan FPI = kemenangan kaum perusak moral BANGSA
Jika melihat kemungkaran, cegahlah dengan tangan (perbuatan), jika tidak mampu, cegahlah dengan lisan, jika tidak mampu juga, maka cegahlah dalam hati dan itulah selemah-lemahnya iman
Dikutip dari sini : http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=5053
Anggota FPKS: Daripada Dibubarkan, Lebih Baik Bina FPI
“Bina ormas-ormas Islam agar lebih beradab, santun dan berpikir logis. Saya melihat Depag yang paling bertanggung jawab terutama Bimas Islam,” kata anggota komisi agama DPR asal PKS ini.
Jakarta - Desakan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dinilai makin merunyamkan suasana. Daripada membubarkan, pemerintah sebaiknya membina ormas tersebut.
“Jangan sampai kebijakan yang nanti dikeluarkan pemerintah akan memanas-manasi suasana,” kata anggota DPR DH Al Yusni dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (3/6/2008).
Yusni mengatakan, kekerasan yang dilakukan FPI di Monas, Minggu 1 Juni, adalah bukti kegagalan pemerintah membina ormas-ormas. Departemen Agama (Depag), kata Yusni, adalah pihak yang paling bertanggung jawab.
“Bina ormas-ormas Islam agar lebih beradab, santun dan berpikir logis. Saya melihat Depag yang paling bertanggung jawab terutama Bimas Islam,” kata anggota komisi agama DPR asal PKS ini.
Yusni pun lantas mempertanyakan anggaran APBN 2008 Ditjen Bimas Islam yang berjumlah lebih dari Rp 145 miliar. “Saya belum melihat peran Bimas Islam dalam memberikan bimbingan agama atas rakyat, padahal anggarannya cukup besar,” ujarnya.
( ken / asy )
@mas Her
Numpang… kesel lagih neeh !!
Pendekatan kita dia “logis” artinya pokoke dia-dia… trus logis yach logis ??
Anarkis….. pokoke jangan ngrusak aset-aset dan intimidasi-intimidasian titik.
ex Pak Ketu FPI… disatroni…. he.he.he. ini mah bukan intimidasi cuman gertak sambal
Aset FPI di injek-injek dan dibakar… he.he.he. nyang ini bukan anarki tapi ana plush aki-aki
Di Bogor markas FPI disatroni…. he.he.he. nyang ini bukan propaganda atau intimidasi… tapi propinsi kota berganda.
Ahmadiyah…. walah… piye toch… sampean-sampean opo nggak ngerti… gambar mas Ahmad Gulam dimasjid khan nggak haram.
Ahmadiyah…. walah… piye toch… yang ditusuk kan akiqidah dan moral, duit, bla…bla… apa nggak takut mas bule kebo embargo
Ahmadiyah… he.he.he. … lihat-lihat kebunku… yang dihujani oleh anarki vs anarki, …
Ongkang-ongkang sambil cengengesan.
Para. Ketu. Permen… he.ha.ho…. wahai rakyatku…. butakan matamu, supaya dampak negatif BBM lupa semua… busung lapar bukan “HeadLine”, PHK dimana-mana bukan “HeadLine”, Antrian panjang Minyak tanah dan Gas bukan “HeadLine” … (kalau pejabat nyang antri mungkin headline
)
Ups… supaya lupa juga Anak-anak teka nyang doyan Daun muda
*Hidup Capres mas Herianto *
Saya pilih jadi mentri “kebandjiran”….
@ALL
Kok sepertinya antar kita jadi pada berantem ya ?
Ada apa sih ini sebenarnya.
—
Ayo lupakan BBM !
Ini seperti,
antara kebenaran (fakta) dan teori konspirasi itu.
—
Ternyata benar, kita butuh MUSUH BERSAMA.
Butuh musuh,
Musuh bersama untuk bersatu, atau justru untuk mengalihkan perhatian.
Isu apalagi untuk besok hari.
AYO CARI LAGI.
Wahh…. kepres muncul neeh
pilihannya itu adalah pilih FPI atau pilih kebebasan beragama?
saya pilih yang terakhir….
fpi itu kan cuma preman yang dipakaiin jubah ama jenggot..kagak ga tau aja
Maju terus FPI, Amar Makruf Nahi munkar….katakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil..
@haniifa
Kepres isu atau isu kepres.
Penyelesaian masalah berbasis isu.
Keren juga.
@heru
Kebebasan beragama ?
Gmana kalo “kebebasan bertindak” jadi pilihan juga.
Menang fpi dong.
Makanya jangan asal bebas dong om.
@irvan
Amar Makruf Nahi munkar. Ini wajib.
Kenapa ya rasulullah melakukannya secara bertahap ?
Kalau saya pasti pilih FPI, Soal saya dah bosan sama oknum2 yang melakuakan penyelewengan Agama Islam kaya JIL atau sejenisnya.
@mas Her
Kepres isu atau isu kepres.
Apapun pilihannya… tapi tidak terlalu “bleeding” khan
@haniifa
Saya mencium bau disintegrasi nih …
Kalo ada perang saya mendukung fpi aja ah walau si amerika melalui yahudi dan antek2 nya itu di Indonesia mendukung ahmadiyah.
Katanya untuk menegakkan kebenaran jangan pake kekuatan dan kekuasaan, eh gak taunya itu cuma udang di balik batu aja. Ketika mereka memiliki kekuatan/kekuasaan itu sedikit aja ternyata jauh lebih anarkhis dari fpi.
Lha…, aku emosi ya ?
Presiden kok emosian.
#7:14 wib pagi :: Kata anak ku abi ini belum mandi dah internetan, mandi dulu ah.:mrgreen:Asep (30) seorang pemuda Matraman, Jakarta mendatangi Habib Rizieq di kantornya, Jalan Petamburan, Jakarta Barat. Pria yang mengaku anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Asep mendatangi markas FPI untuk menyampaikan penyesalanya ikut aksi di Monas.
“Saya menyesal dan insyaf dan tidak mau demo lagi. Saya juga tidak mau dendam terhadap laskar Islam,” ujar Asep kepada wartawan di Markas FPI Petamburan, Jakarta Selasa siang (3/6).
Mengenakan kaos biru dan kedua tanganya masih diperban, Asep menjelaskan, perihal keikutsertaan dalam aksi di Monas, Ahad (1/6) lalu. Menurut Asep, dirinya hanyalah pemuda kampung yang tidak mengetahui tentang AKK-BB. Sebab, dirinya saat melakukan demo hanya dibayar.
“Saya dibayar 25 ribu untuk aksi ini dan ditambah 15 ribu karena luka-luka,” ungkapnya.
Pria lugu ini tak tahu-menahu jika AKK-BB merupakan pihak yang mendukung Ahmadiyah. Saat dirinya di taman air mancur Monas, dirinya dan temannya, Junaidi untuk ikut aksi AKK-BB. Akhirnya, dirinya dan temannya pun langsung mengiyakan ajakan anggota AKK-BB.
Kedatangan Asep ke kantor FPI setelah bertemu temannya. “Saya ke sini setelah bertemu Nouval. Saya insyaf, ” ujar Asep.
“Kami bersama dari rerekan -rekan laskar lain telah meminta maaf kepada Asep dan telah menyiapkan dokter ortopedi. Sebenarnya masih ada sembilan orang lagi, yang siap mengaku karena dibayar oleh AKK-BB,” ujar Habib Rizieq. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
Sumber: Hidayatullah Online
AHMADIYAH dan FPI harus dibubarkan…..ahmadiyah bukan Islam,
FPI kelakuannya tidak mencerminkan ajaran Islam,
Duh… wahh… rasanya tadi subuh…
Siwak…eh… gasak… eh… gosok gigi
Walah jadi “nervous” nehh…
Tadi suruh lapor buru-buru, udah lapor… dikritisi belon mandi
Sialan presiden atu ini… tunggu lho… ntar pengsiun
@Rommy
Ahmadiyah kesesatan-nya atau bentuk pengrusakannya thdp Islam bersifat permanen,
tetapi…
fpi kekeliruannya itu kan bersifat insidential…
Ketika mereka meng-grebek lokasi2 maksiat, siapa yang lain yg berani ???
Ayo…
@haniifa
belum jadi kok dah dipensiunkan.

sama dengan…
gak berbadan hukum kok mau dibubarin…
@mas Her
Ha.ha.ha.
Makanya saya katakan pendekatan kita dia “logis” artinya pokoke dia-dia… trus logis yach logis ??
Pembubaran karena berbadan hukum ??
)
1. hukum islam….. bekelit ke hukum ketatanegaraan.
2. hukum pidana… berkelit ke hukum perdata.
3. hukum rimba… berkelit ke hukum kebebasan.
..
..
..
Ujung-ujungnya yang dihukum yang menggugat
(
kayak sayah….@haniifa
Ini namanya senjata makan tuan.
Pokoke… yang dulu jadi senjata mereka untuk merendahkan logika orang lain, eh sekarang kualat merendahkan diri sendiri.
Pokoke… Pokoke… Pokoke… fpi bubar.
Emang ente Tuhan apa sok tau mana yg benar.
Lihat ke belakang, mana yg lebih banyak amal nyatanya, alien kebebasan itu atau justru grup yg katanya preman berjubah tsb..
Dibubarkan ?! biar para liberalisme, sekularisme, pluralisme dan para demokrat yang sok modern dan bisa hidup, tumbuh dan berkembang ?
Ricuh saat demo mah biasa atuh…., ya sebagai konsekuensi demokrasi, tapi kayaknya pemberitaan mengenai ricuhnya FPI kok nge-Bum banget ya…, kayak berita tsunami…., kemarin dari pagi sampe malem beritanya FPI…mulu, mulai dari detikcom sampe berita tv…
kasus kekerasan Golkar, PDI , PKB kalo dibanding FPI jauh lebih banyak, bukan hanya saat kalah Pilkada bahkan para petinggi di dewan juga kadang rusuh dan berantem, di pemerintahan banyak yang korupsi…., ngga pernah tuh ada yang nuntut dibubarin baik media maupun…
Yang ana tau, akhir2 ini sebelum kejadian “Tragedi Monas”(syet dah istilahnya dramatis banget…) aksi razia FPI biasanya didukung dan dikawal polisi….
Meskipun ana tidak setuju dengan kekerasan FPI kemarin…, kalo dipolitisir kaya gini mah serem juga jadinya…
coba kalo ngga ada FPI…, bendera playboy pasti berkibar di Jakarta….
Lha dibanding Anshor dan Banser yang menjaga gereja, mending FPI. Memberantas maksiat. Kenapa cuma lihat kekurangan FPI???????
Memang pernah lihat Banser dan Anshor memberantas maksiat, minuman keras dan sebagainya?
Lucunya mereka katanya marah karena gus dur dihina Habib, tapi mereka enggak pernah marah saat gus dur menghina Al Qur’an. Lagian asal tau aja bulan mei 08 lalu si gusdur baru pulang dari Israel dan menerima penghargaan dari Israel.
Hidup FPI……
Soal salah dan benar, silahkan hukum yang menilai bukan orang per orang
Percuma bubarin FPI, Mujahidin mati satu tumbuh seribu.
HIDUP FPI!!! HIDUP FPI!!!
@mas Her
Setuju 100%
Liberalisme := Lintah Darat
salam hangat mas her
semoga umat Islam menyadari dan bersatu..
Tujuan FPI ke Monas adalah untuk demo anti kenaikan BBM, tetapi kemudian ada provokasi dari AKKBB, shg terjadi keributan. Saya yakin yang bawa Senjata Api itu anggota intelijen yg memang sengaja memprovokasi. Dan kalau sdh ramai kayak gini, yg diuntungkan Pemerintah, karena berhasil mengalihkan perhatian rakyat dari isu kenaikan BBM menjadi isu FPI. Ini konspirasi dari pemerintah bekerjasama dengan kelompok islam liberal…..
Saya cuma ingin mengingatkan yang menjadi buronan utama negeri ini malah belum ada yang tertangkap. Beritanya pun nyaris tak terdengar. Yaitu: para koruptor. Lihat:
http://www.kejaksaan.go.id/main/koruptor.php
Semoga kita tidak terkelabui mana yang menjadi buronan abadi negeri ini.
Kok dimata saya saat ini jadi semakin jelas ya kalo sebenarnya kejadian di monas itu penuh rekayasa.
Di awalnya saya menangkap isu ini cuma semacam teori konspirasi saja… tetapi semakin lama fakta yang muncul kemudian memperlihatkan semakin : ya, memang rekayasa dari mereka.
Pertama,
Bukankah selama ini ide2 baik di iklim kebebasan justru telah dimanfaatkan sebagian untuk melenggengkan ke-anehan-sesat-nya. Pelakunya kali ini tentu ya mereka2 itu.
Kedua,
Kronologis kejadian itu lho,
Luar biasa jelas unsur rekayasanya.
Sudah jelas ada orang fpi dan sudah dilarang berdemo apalagi sambil jual2 kebebasan sesatnya… eh dilakukan juga. Kok berani membandel ya …
Bawa2 pistol lagi. Beberapa orang dibayar lagi
sengaja untuk dipukuli.Kenapa pula nampang nama amien rais, adnan buyung, dll di kelompok itu.
Ah, ada apa ini ya ?
Sekedar isu BBM ?
Semoga makar mereka terbongkar.
#
Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008
Minggu, I Juni 2008 massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Diantaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.
Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat ayng bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.
Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat ijin untuk melakukan kegiatan diwilayah Monas.
Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yg dilakukan oleh AKK-BB ini diwilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yg menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan ” Laskar Setan” dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tsb.
Beberapa laskar FPI segera meminta klasrifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yg arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tsb tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.
Melihat aksi yg arogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB
Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjata yg sengaja disusupkan didalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.
KOndisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen2 nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orang yg mengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A’lam Bisshowab.
Hasbiallahu wa ni’mal wakil, Ni’malmaula wa ni’mannashiir.
Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid DAkwah (eramuslim).
@mas Fauzan
Maaf… anda salah singkatan
AKK-BB bukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan
Tapi….
AKK-BB := Angkatan Kebo-Kebo Bule Bau
Lah, kalo emang nggak sreg ama keduanya, mosok dipaksa buat milih sih pak?
Herianto :
Kalo memang kamu gak ada yang sreg yah mo gmana lagi dan ?
fpi itu menolak keragaman. akk bb itu mendukung keragaman. kita hidup di negeri plural, tempat hidup berdampingan.
mas jeriyanto, yang namaya kebebasan bertindak itu yang ndak ada. ndak bisa dong kita bertindak bebas semau gue. kalo berkaykinan dan beragama ya bebas aja, mau nyembah tuhan monggo mau nyembah pohon monggo. masing-masing hak pribadi yang dipertanggungjawabkan secara pribadi. bukan begitu ajaran islam itu?
pikirkan dengan jernih…kebenaran apa yang ada di fpi? saya tak bisa melihatnya, setetespun…afwan….
justru fpi lebih bayhaya dibanding ahmadiyah.ahmadiyah tak mengganggu orang lain. fpi? liat aja track recordnya..penuh kekerasan. menggerenbek maksiat? menyerbui yang sesat? maksiat kata siapa? sesat kata siapa?
emang fpi udah dapat SK dari tuhan???
nabi saja tidak pernah lho menyerbu orang lainj karena keyakinan berbeda….
mohon belajar islam lebih banyak ya…
salam
saya kira justru fpi yang menodai agama islam….
seagai orang islam saya malu melihat aksi fpi
sebagai pengikut nabi, saya malu melihat keturunannya (atau orang yang ngaku keturunannya–para habib brengsek itu) beraksi seperti orang-orang kalap…
sungguh benar kata nabi, di akhir jaman, agamanya akan dirusakl oleh umatnya sendiri…
sudah baca ini mas: http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/720/54/
ck..ck…masak belum terbuka mata hati anda mas…
coba deh cek berikut ini. inikah islam itu?:http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4
Herianto :
Terima kasih.
Komentar dan infonya dah saya koleksi.
Kalo ada yang kurang sreg juga bisa saya edit lagi.
Ass.Wr.Wb,
sayang mas Herianto merasa diharuskan memilih,
sudahlah kita jangan mau dibodohi oleh ormas2 yg mengaku militan tetapi hanya tong kosong !!!
bagi saya tdk ada pilihan antara munafik dan sesat mas!!
FPI memang mebrangus PlayBoy tetapi pernahkah memberangus
ME? padahal isinya jauh lebih…, apa karena punya keluarga Sutowo? FPI memberangus tempat2 maksiat, apakah pernah FPI menyerbu jaringan hotel2 milik salah satu ormas kepemudaan yg kemaren2 siaga menjaga markas FPI juga? padahal isi hotelnya komplit WTS mulai dari lokal , cungkuo dll
kenapa kita harus memilih hanya karena musuhnya sama dengan musuh kita? yg kita pilih adalah yg benar benar Islami dalam segala aspek. TIDAK MENDUKUNG AHMADIYAH tidak harus MENDUKUNG FPI !!! apa hebatnya main keroyok, main gebuk thd massa yg sebagian anak2 dan Ibu2, tapi KETIKA didatangi Banser, POLISI, manggut manggut
Tanpa mereka Insya Alloh kita umat Islam mampu menggusur Ahmadiyah !!!
Wass.Wr.WB
Hamba Alloh
Herianto :
Saya kurang tau info tentang ini.
Pernah juga saya dengar kalo fpi mendapat sogokan agar tidak memberangus tempat2 maksiat tertentu. Isu begini kemana mengklarifikasinya ? Terlampau banyak isu, pasti ada yg palsu ada yang fakta, seperti ada hadist palsu (dhaif) dan ada hadist yang shahih.
Untuk memfilter isu2 yang saya tidak mampu menjangkaunya sendiri, maka saya memilih keterpercayaannya.
Dalam hal ini, ma’af, saya tidak mempercayai ulasan anda.
FPI ITU KERAS, KARENA SUBTANSI UTAMANYA sebenarnya BUKAN SOAL AHMADIAH TETAPI CUMA MASALAH KESEMPATAN KERJA YG TERBATAS, shg anggauta FPI sebagian BESAR adalah kelompok pengangguran, serta mereka yg mengalami masalah kemiskinan . Akibatnya kecemburuan sosial yg diaduk dg aqidah Islam secara salah , anti sosial dan anti masyarakat mapan. Mereka dimanfaatkan oleh orang2 tertentu dg kepentingan tertentu. COBA MEREKA DAPAT KESEMPATAN KERJA TETAP, pasti tidak sempat melakukan hal2 radikal spt itu. Dari mana dana mereka. Tau sendiri deh
Kalau FPI lemah pakailah strategi Allah swt, tapi jangan pakai kekerasan jika ingin dpt simpati ini bukan zaman jahiliyah lagi. Kekerasan pada dasarnya kelemahan karena pasti ada kekuatan lain yg terlalu kuat dan hebat ,jangan sampai kalah, karena akan dinistakan mereka sekalipun anda tidak takut mati sahid, kalau mati musuh tambah senang. Kasihan wanita dan anak2 akan dijadikan budak kafir. Lawanlah dengan kesantunan, ketegasan yg lembut, Allah Maha Pengasih. Gunakan sifat kasih Allah. Mereka akan segan!
Dunia ini diciptakan Allah swt berbangsa bangsa, ber-suku2, ber-puak2 dan berbagai keyakinan agama dan kepercayaan. Kenapa demikian? Itu adalah ujian Allah thd kita, apakah kita bijak menghadapi perbedaan tsb ? Bagaimana kalau kita terlahir dari keluarga bukan muslim apakah kita ikut muslim ? PASTI SULIT SEKALI mengubah keyakina orang lain yg diyakini sejak lahir atau kanak2. Akan sia2. Bagaimana kalau lahir dlm keluarga muslim apakah kita ikut agama lain? Pasti umumnya tidak!! Hendaknya kita sebagai muslim tau hal itu. Islam tidak mengajarkan kekerasan secara tidak bermartabat dalam kondisi yg bukan perang. HIDUP ISLAM yg damai, agama damai.Wass
Herianto :

Itukan versi anda aja.
Ada versi lain yang lebih meyakinkan.
Sejumlah kelompok yang merasa terusik oleh action FPI, atau kelompok yang merasakan dirinya sendiri aneh (merasa menyimpang atau sesat sendiri), atau kelompok2 gerombolan maksiat, atau yg merasa jagoan tersaingi oleh fpi, inilah yang gerah dan berkomplot lalu mendesak agar fpi dibubarkan.
Demi kemaksiatannya yg lega.
Ini sekilas kisah nabi ahmadiyah itu :
Hartono Ahmad jaiz pernah bertanya kepada Dr. Hasan bin Mahmud Audah, mantan orang kepercayaan Khalifah Ahmadiyah ke-4 Thahir Ahmad, yang sudah kembali ke Islam. “Apakah benar, nabinya orang Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India 15 Februari 1835 dan mati pada 26 Mei 1906, itu matinya di kakus (WC)?”
Kemudian Dr. Hasan bin Mahmud Audah pun menjawab,“Ha…, ha…, haa… itu tidak benar. Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa ke WC. Dia meninggal di tempat tidur. Tetapi berminggu-minggu sebelum matinya dia berak dan kencing di situ. Jadi tempat tidurnya sangat kotor seperti WC. Karena sakitnya itu, sampai-sampai dalam sehari dia kencing seratus kali. Makanya, tanyakanlah kepada orang Ahmadiyah, maukah kamu mati seperti nabimu?”
lanjut baca di sini :
http://masbadar.wordpress.com/2008/06/07/mirza-ghulam-ahmad-kematian-yang-menjijikkan/
bukankah justru fpi itu yang maksiat?
apa memukuli orang itu bukan maksiat?
apa memukuli temopat kerja orang itu bukan maksiat?
apa menghancurkan anak-anak miskin itu bukan maksiat?
bagi saya, fpi justru yang melakukan maksiat. mereka menodai islam yang damai…
ada data kekerasan fpi: tak semuanya menyangkut maksiat. pernah fpi menyerbu kaum miskin kota. apa miskin kota itu maksiat?
sungguh, saya sedih jika ternyata di lubuk hati terdalam umat islam ada benih kekerasan. meski menolak kekerasan, tapi bersuka melihat kelakuan kayak orang fpi ini.
barangkali anda akan senang jika ada orang memukuli, membunuh, membakar orang ahmadiyah?
barangkali kanjeng nabi akan sedih jika melihat ini semua….
@mas Heru
Kalau…..
AKK-BB := Angkatan Kebo-Kebo Bule Bau
Maka…
FPI := Front Pembela Islam-islaman
Heiran yach…
Yaitu… kalau menghacurkan dagangan orang saat puasa (ramadhan)… yach… FPI := Islam-islaman
Artinya sama bau masakan bakso dan ikan asin… kok air liurnya melelet seolah-olah…. tak tahan puasa
Padahal disaat bulan Ramadhan… seperti apa kata mas Heru, ada yang batal karena kesehatan, tua , anak-anak… serta kaum musafir dan yang berjualan ada juga demi menghidupi keluarganya yang miskin dan ditinggal mati oleh kepala keluarganya (baca: anak yatim dan janda tua)…. nah kalau tidak berjualan gimana tuhh nasib nyah ??
Yaitu… kalau suatu ketika membawa-bawa parang dan memaksa orang bershalat Jum’at…
Artinya… mereka lupa bahwa yang lalu-lalang ada yang beragama diluar islam, dan mereka lupa kalau dipanggil Shalat Jum’at harus bersegera memenuhi panggilan setelah itu baru mencari karunia Allah, dan selalu mengingat Allah agar mereka beruntung.
Namun untuk perihal Ahmadiyah…
Saya dukung… wong mereka dijalur yang betul-betul benar … dan eh… benar-benar betul.
@mas Her
, jadi beritanya ngaco…
Nambah nasi lagi yach….
Mas Her khan president, mestinya infonya banyak….
Saya takut “TV” saya rusak
Apa benar setiap ada gerakan FPI trus ada yang “terbunuh” , misalnya seperti nyang maling motor…. dibakar hidup-hidup kayak lalat ??
Apa benar penganut “Lia Edan” ada yang dipancung ??
Apa benar penganut faham “Ahmad Musadeq” dan “Ahmad Sayuti” di Gantung ??
(awas lho… saya tinggal Bandung )
———————————————————–
Soalnya…. kata mas heru
barangkali anda akan senang jika ada orang memukuli, membunuh, membakar orang ahmadiyah?
barangkali kanjeng nabi akan sedih jika melihat ini semua….
———————————————————–
@mas Heru
Iseng neeh….
Nyang dimaksud “kanjeng nabi“, Siapa ??
Yah, sebagai muslim yang waras tentunya saya Membela Islam…
daripada bela AKK-BB alias
ANTEK KAFIR KUFAR -BUTA DAN BATIL
Kalo saja Ahmadiyah tidak Membawa Bawa Qu’ran Untuk Menyebar kesesatanya, Silahkan Hidup di Indonesia
Sebagai Agama Baru ato Aliran Kepercayaan
Tapi Karna Mereka Mengatasnamakan Qur’an dan rosul
Demi Allah Saya tidak Ridho mereka menodai Islam dan menipu kaum Muslimin dibumi nusantara.
SKB 3 menteri sudah keluar.
Inti SKB 3 Menteri, katanya :
Ahmadiyah Harus Hentikan Aktivitas.
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/09/time/170751/idnews/953075/idkanal/10
FPI dibubarkan?
Yang BEBAS, Yang HARAM, Yang SESAT Yang dimurkai Allah akan tumbuh subur di indonesia yang padahal katanya mayoritas Muslim tapi seperti buih dilautan.
Kalau sudah Allah yang ikut campur secara langsung karena semua manusianya sudah tidak ada yang peduli thd kemaksiatan. Jangan-jangan bukan cuma Aceh, Jakarta dan seluruh nusantara disiram tsunami. Naudhubillah mudah-mudahan ini tidak akan terjadi.
Tsunami ACEH
BANJIR NUH as
ADZAB THD KAUM LUTH as
dsb, dsb, dsb
Semua adalah pelajaran dan peringatan….. buat kita semua.
@mas Anon
COBA MEREKA DAPAT KESEMPATAN KERJA TETAP, pasti tidak sempat melakukan hal2 radikal spt itu. Dari mana dana mereka. Tau sendiri deh
Wahh… mas ini heibat yach…
Kok tahu bahwa FPI pengangguran…
Ngomong-ngomong mas Anon dapet berapa % dari total kucuran dananya ??
Awas lho mas, menyangka tampa bukti adalah “fitnah”… Apa mas Anon tahu definisi “fitnah” dalam Al Qur’an ??
FPI ITU BANGSAT……BAU TAI….PUKI ANJING,PEMIMPINNYA SI HABIB RIZIEQ ITU SUKA NGENTOTIN EMAKNYA SENDIRI,DASAR KELUARGA PUKI…………MATI AJA LOE……SEENAKNYA BAWA-BAWA NAMA ISLAM,EMANG ISLAM ADA MENGAJARKAN KEKERASAN,UDAH BUBARIN AJA CEPET-CEPET, KALO GA, TEMBAK MATI AJA SEMUA ANGGOTA FPI, SAMA KAYA MEMBERANTAS PKI DULU….FPI PUKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII……………..ANJIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
PELER BOKAP LOE KUDISAN
ha.ha.ha.
Ada nyang ngaku-ngaku sakinah… tapi bahasanya tidak sakinah
mPnya mas “topi bajanya” kudisan yach.. ha.ha.ha 7x
“sakinah” itu mungkin Germo yang lokalisasinya habis diancurin FPI kali…trs dia terpaksa ngangur, sampai “topi bajanya” kudisan… wuakakak… Mas haniifa, yang suka ngancurin warung orang itu kayaknya Polisi Pamong Praja, gimana kalau kita bubarin mereka?:))
Polusi Pamong Praja-singa…
Waahhh… ini lebih menggelikan
Masak ngejar-ngejar kaum hawa… sampai masuk kedalam “Got” trus cengengesan disorot TV…. huuh.
Apa mereka nggak mikir… saat dilahirkan oleh kaum yang sama ??
Atau…
Mereka pikir datang kedunia ini, ujug-ujug bleg …. wushh jadi pendekar got
Wahhh.. mas Iwan idenya bisa buat SKR nehhh… (baca: Surat Keputusan Rakyat)
ALLAHU AKBAR…….BUU….G !
ALLAHU AKBAR…….PLA…AK !
ALLAHU AKBAR…….KROMPYAA,,,,NG !
ALLAHU AKBAR…….ADUUU…..H !
ALLAHU AKBAR…….AMPUUUUU…….N !
ALLAHU AKBAR…….(APALAGI YA ?)
Itulah FPI penuh dengan sadisme kenapa dibiarin oleh lembaga sensor TV ?
Hi.hi.hi.
Kebetulan saya nonton berita di TV lho…
Sewaktu masyarakat rame-rame meng-esekusi nyang maling motor…. kemudian dibakar hidup-hidup kayak lalat !!
(tambahan berkali-kali saat itu)
Ahhh.. mas Juladi ini, aneh….
Berita orang dibakar hidup-hidup mata mas Juladi me-sensor automatis…
Berita FPI…. mata mas Juladi “melotot”
Ya, ALLAH…..
Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu benar dan berikanlah kekuatan bagi kami untuk melaksanakannya dan tunjukkanlah kepada kami bahwa yang salah itu salah dan berikanlah kekuatan bagi kami untuk meninggalkannya.
Amiiin…. Ya Rabbal’alamiin…
Ass.Wr.Wb,
Tidak ada maksud anda harus percaya kok mas Herianto, cuma khan sampai hari ini majalah kaya ME masih eksis dan gak pernah diusik oleh FPI , betul gak? dan gak pernah tuh Hotel Classic di grebek FPI, saya cuma memaparkan fakta seperti itu,
Alhamdullilah saya cuma gak mau dibodohi oleh “kulit kulit mengaku ISLAMIS” mas, sudah capek
Monggo saja kalau mas Herianto masih berharap sama yang kaya begituan
Wass.Wr.Wb
Hamba Alloh
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Terhadap tragedi MONAS pastinya saya sedih melihat FPI terjebak provokasi dan kasihan terhadap warga ahmadiyah karena tidak sadar telah diperalat, Alih-alih membela ahmadiyah sesungguhnya mereka memanfaatkan ahmadiyah, karena kalau seandainya ahmadiyah dibebaskan untuk berkembang dinegeri ini dengan alasan kebebasan beragama dan berkeyakinan, maka gelombang pemikiran yang jauh lebih berbahaya bagi umat islam dan kemanusiaan yaitu JIL ( Jaringan Islam Liberal ) dan variannya dalam berbagai bentuk dan nama organisasi, akan leluasa memutar balikkan fakta kebenaran Islam dan menebar benih perpecahan dalam tubuh Bangsa Indonesia khususnya Umat Islam.
JIL kerap memprovokasi Umat Islam dengan menebar faham yang menghina ajaran Islam ( Mengatakan alquran kitab suci yang porno dsb ), dan ketika umat Islam marah dia bersembunyi dibalik golongan Non Muslim contohnya ahmadiyah. Pada akhirnya ketika terjadi kekerasan terhadap ahmadiyah , JIL dan variannya tampil membela seolah dia adalah pihak yang baik dan benar.
Menuntut pembubaran FPI adalah langkah awal yang sangat penting untuk memuluskan jalan menyebarluaskan JIL dan variannya, karena FPI menjadi kerikil yang sangat tajam bagi JIL dan variannya.
Semoga FPI diberikan ketabahan dalam menghadapi hujatan kaum liberal yang tak liberal, karena kalau mereka itu memang liberal pastinya sudah pindah agama dan keluar dari Islam sebab menurut mereka semua agama kan sama, makanya sama aja kan kalau mereka keluar dari Islam atau memeluk Islam sama-sama menimbulkan perpecahan.
Ya kalau ada oknum FPI yang dianggap melanggar hukum, silahkan diluruskan . Kita semua sudah menyaksikan bahwa FPI berani berbuat berani bertanggung jawab, dan berani menanggung resiko di fitnah .
Alla…..hu Akbar…..Hidup Islam…… selamatkan FPI…..
Wassalam
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmadiyah dianggap sesat bukan hanya oleh MUI saja, tapi oleh semua negeri Islam. Bahkan sebenarnyasudah dianggap bukan bagian dari agama Islam oleh 1, 5 milyar umat Islam sedunia. Sebab umat Islam sedunia tidak mau agamanya dirusak oleh kelompok sesat buatan oleh agen Inggris itu. Tidak ada satu pun mufti atau ulama di dunia kecuali jelas dan tegas menyebutkan bahwa Ahmadiyah bukan agama Islam.
Dalam agama Islam, bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir adalah harga mati. Keluar dari keyakinan itu berarti bukan ISlam.
Sebaliknyabagi agama Ahmadiyah, bahwa Mirza adalah nabi juga harga mati. Bukan Ahmadiyah kalau tidak mengakui Mirza sebagai nabi.
Maka Islam dan Ahmadiyah memang dua buah agama yang sejak dari dasarnya sudah berlainan. Karena secara aqidah dasar, doktrin keduanya memang tidak bisa bertemu selamanya.
Tidak ada ceritanya agama Kristen mengakuiMuhammad SAW sebagai nabi. Kalau sampai mengakui kenabian Muhammad SAW, tentu sudah bukan Kristen lagi, bukan? Nah demikian juga dengan agama Islam, tidak ada ceritanya mengakui Mirza sebagai nabi. Kalau sampai ada orang Islam mengakui Mirza sebagai nabi, jelas dan pasti dia telah keluar dari agama Islam. Sederhana saja masalahnya.
Sumber Masalah = Mengaku-ngaku sebagai Agama Islam
Yang jadi penyakit adalah agama Ahmadiyah ini tidak percaya diri untuk hidup mandiri. Dengan aqidah yang berbeda itu, masih saja mengaku-ngaku sebagai agama Islam.
Padahal seandainya agama Ahmadiyah secara gentle mengakui bahwa mereka memang terpisahdari agama Islam, tidak mengaku-ngaku sebagai bagian dari agama Islam, masalahnya sudah selesai. Yang membuat masalahnya tidak selesai-selesai sampai sekarang adalah para pemuka kelompok itu masih saja beranggapan ajaran mereka sebagai bagian dari agama Islam.
Ini lucu sekaligus aneh. Islam adalah agama yang tidak mengakui kenabian setelah Muhammad. Kalau mengakui ada nabi setelah Muhammad, maka bukan termasuk agama Islam. Tiba-tiba ada orang yang tidak mau mengakui prinsip dasar itu tetapi tetap memaksakan diri untuk dianggap sebagai muslim.
Dalil Muhammad SAW Nabi Terakhir
Dalam agama Islam, ada dua sumber hukum utama yang diakui, yaitu Al-Quran dan Hadits Nabawi. Sedangkan di dalam agama Ahmadiyah, sumber kedua bukan hadits nabi melainkan menggunakan logika, atau lebih tepatnya akal-akalan semata. Mereka tidak mau percayakepada hadits nabi yang kita kenal itu.
Tidak dipakainya hadits nabi Muhammad SAWoleh Ahmadiyah sudah cukup menjelaskan perbedaan kedua agama ini. Jadi agama Ahmadiyah memang 100% bukan agama Islam.
Hadits-hadits Tentang Muhammad SAW Sebagai Nabi Akhir Zaman
Dalil-dalil ini harus kita akui sebelumnya, bahwa tidak akan ada gunanya untuk disodorkan kepada para pemeluk agamaAhmadiyah, karena agama Ahmadiyah memang bukan agama Islam, jadi mereka tidak akan percaya hadits nabi, seberapa pun shahih dan banyaknya.
Bahkan sebenarnya mereka juga tidak percaya kepada Al-Quran sebagaimana kita mempercayainya, karena Al-Quran yang mereka yakini bukanlah sebagaimana yang kita yakini. Mereka hanya meyakini bunyi dan teks ayatnya saja, tapi makna dan pengertiannya pun mereka ingkari. Dan mereka bikin sendiri makna ayat itu seenak perutnya, meski tidak ada seorang ahli tafsir pun yang membenarkannya.
Jadi tidak ada gunanya kita jadikan hujjah di depan mereka. Sama saja percuma berdebatdengan orang Atheis menggunakan ayat Al-Quran, sebab sejak awal mereka memangtidak percaya kepada Al-Quran.
Tapi hadits-hadits berikut ini akan berguna buat kita umat Islam, yang masih percaya kepada Al-Quran dan hadits shahih.
Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu dengankuseperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku.” (Bukhari dan Muslim).
Nabi SAW bersabda, “Kaum Israel dipimpim oleh beberapa nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku, melainkan hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “”Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan merekaheran lalu berkata: ‘Kenapa kamu tidak letakkan satu batu ini.?’ Nabi menjawab: Aku adalahbatu itu dan Aku penutup Nabi-nabi” (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Silsilah kerasulan dan kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku.” (Hr. At-Tirmizy, Ahmad)
Dari Jubair bin Mut’im radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Aku punya beberapanama, Aku adalah Muhammad, AKu adalah Ahmad, Aku adalah Al-Mahi di mana Allah menghapuskan kekafiran karena Aku, Aku adalahAl-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kakiku. Aku adalahAl-’Aqib yang tidak ada Nabi setelahku” (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah memberiku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: [1] Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. [2] Aku diberi kemenangan kare musuh gentar menghadapiku[3] Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. [4] Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. -[5] Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia.[6] Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (HR.Muslim, At-Tirmizy, Ibnu Majah)
Rasulullah SAW berkata, “Seandainya benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab.” (HR At-Tirmizy)
Masih ada banyak lagi hadits yang secara tegas menyebutkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir. Tetapi cukup sampai di sini saja, karena memang tidak akan ada gunanya kalau disodorkan kepada pemeluk Agama Ahmadiyah, karena mereka memang tidak percaya hadits. Dan mereka juga termasuk penyeleweng dari ajaran Al-Quran yang paling sesat karena menggunakan tafsir ‘dengkul’.)*
*) Tafsir Dengkul = tafsir yang dibuat seenak dengkul sendiri
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
“Kiamat tidak akan tiba sebelum dibangkikannyat para Dajjal pendusta yang jumlahnya hampir
tiga puluh orang. Setiap mereka mendakwakan bahwa dirinya adalah Rasul Allah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah
orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” [Al Maa-idah:82]
Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) yang berpusat di Makkah tahun 1394 H menghukumi aliran Ahmadiyah itu
kafir, bukan Islam, dan tak boleh berhaji ke Makkah. Karena memang syarat-syarat sebagai dajjal pendusta
dalam diri Mirza pendiri Ahmadiyah ini telah nyata.
Tinggal penguasa di negeri-negeri Islam menghadapinya,
dengan mencontoh Abu Bakar ra yang telah mengerahkan 10.000 tentara untuk memerangi nabi palsu, Musailamah
Al-Kadzdzab, hingga tewas.
@mas Iwan
Bravo… dan setuju !!
Kalau saja dijaman Rasulullah atau setidaknya sejaman dengan para Khulafaur Rasyidin… sepertinya sudah habis tuuh… sampi kepusatnya nagari “Bule Kebo” dan antek-antek nyahhh…
islam itu damai sama seperti agama yang laen yang mengajarkan kedamaian dan kasih, kenapa musti berantem. mbok dirembug dengan bahasa yang santun, pasti hasilnya akan lebih baek. Kanjeng Nabi aja mengajarkan untuk selalu mengampuni meskipun itu musuh perang kita
Wong dirembuk sama SKB ajah, nggak mudeng-mudeng…
Apa nyang satun udah ngajari satun gituh…
Kalau pipi yang di tampar barangkali masih wajar bila tamparan itu dibalas dengan senyuman, tapi bila belati sedang dihujamkan orang mengoyak jantung apakah dalam waktu yang tepat jika kita memberinya nasehat, sangat bodoh bila ada yang beranggapan demikian.
Jantung Islam adalah “Ketuhanan dan Kerasulan” bila itu sedang dikoyak orang adalah tepat jika kita membela diri “sekalipun dengan kekerasan” untuk menyelamatkannya.
Apalagi nyata-nyata dengan dialog dan nasehat “sang pengoyak jantung ” itu berkelit tak mau mengaku keliru telah mengoyak jantung ajaran Islam.
teman-teman… masalahnya bukan soal Ahmadiyah, Kasus Ahmadiyah hanya starter setelah itu Agama2 Kepercayaan Asli Indonesia yang sudah ada sebelum datangnya agama Import (malah hidup rukun2 n harmonis aja tuh), lalu Syiah, lalu Sunni, Lalu Budha, lalu Hindu, Lalu Kristen waht’s next ? karena Paham Wahabi (Gerakan yang didirikan Oleh Abdul Wahab, yang membunuh anak&Cucu nabi Muhammad SAW, paham yang penuh dengan kekerasan) memang mau mendirikan negara Islam dan Syariat Islam di Indonesia, agar gampang menjarah Ibu Pertiwi kita, kalo mau bukti cari documentary Film “Zetgeist” disitu diperlihatkan bukti2 bahwa Arab dan US bersekongkol, secara di dunia ini penghasil senjata cuma US, Rusia and soon, lalu dari mana Arab dapat senjata, lalu dari mana US dapat Minyak, nah lhooooo….
Kita di buat perang atas nama agama, agama yang maha besar mau di bela sama mahluk yang lemah dan bodoh?
“Ketika Tangan dan Kaki Menangis Penyesalan”
Ketika Tangan dan Kakimu di tanyakan satu persatu, anggota tubuhmu Syahdan menangis tersedu-sedu.
“Apa yang telah kau perbuat di dunia ini? kenapa kau menyakiti sesama Saudaramu,
tidakkah kau lihat AKU telah menciptakan Ciptaan yang Indah dan berwarna – warni.
Tidak kah kau lupa ayat-ayat KU yang bertebaran di mana-mana, tidakkah kau lihat rupa KU, wajahKU yang berada dimana-mana, melampaui Masa dan waktu. lihatlah dengan Nuranimu.
Lupakah kau….. KUciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, berlainan jenis, cara menyembahKU yang memang berbeda, supaya kalian saling mengenal, perubahan itu sendiri adalah kepastian.
Kalian saling menyakiti, bunuh membunuh. Lupakah kau… bahwa AKU tak pernah meninggalkanmu, AKU mengalir dalam dirimu AKUlah Ayah, Ibu Mu, Cinta itu sendiri adalah AKU, Apa yang kau ketahui tentang Kebenaran!
AKUlah yang membelamu, bukan AKU yang kau bela tapi nafs mu..
Dengan Bersuara lantang menyebutKU, tapi tanganmu berlumuran darah dan tangisan orang – orang yang kalian sakiti.
Adakah pembelaan untukmu, Naar “Api” itu aku ciptakan tidak jauh “Api” “Amarah, Dendam, Kebencian dan Rasa Penyesalan” didalam dirimu akibat ulahmu terhadap Saudaramu, Mahluk CiptaanKU, kau mengira lebih dekat denganKU, Doa orang yang tersakiti dan teraniaya yang selalu berada disini disisiKU
Ampunan, Pemaafaan, Cinta dan Kasih itulah Sorga Untukmu
Yang selalu ada di dalam dirimu
ARAB YANG MANA ?!
1. United Arab Emirates
2. The Kingdom of Saudi Arabia or KSA
Di KSA tidak ada rumah ibadah selain Masjid dan itupun harus yang benar-benar betul sesuai dengan Al Qur’an dan Sunah Rasul.
——————————–
@Farah
Itu mah, sama dengan orang jawa ditanya sayur sama orang betawi .
1. Yang itu (sambil nunjuk sayur asem) ?! jangan
2. Yang ini (sambil nunjuk sayur lodeh) ?! jangan
Pusing juga…
Kalau ini (sambil nunjuk “sambel pedas”) ?! Sambel.
Akhirnya orang betawi cuma makan NASI dan SAMBAL saja.
@muslihah
Nama Allah subhanahu wa ta’ala… jangan diganti pakai
“Aku” dunk !!
memangnya situ tuhan ?!
Wassalam, Haniifa.
saya mau tanya….sama yang muslimin
1. enakan mana yaa hidup pada jaman nabi apa sesudahnya,
atau g pernah ngerasain liat nabi sekalipun?
2. katanya tanda2 kiamat matahari terbit dari barat! keren juga lai yee…:) tuh bumi muternya kebalik. bener apa tidak yaa?
3. kalo nabi isa turun lagi entar umurnya berapa yaa…. pasti tua banget kali, gimana dia mau bunuh dajal yaa bisa nga tuh
kalo gw c pengen banget liat tuh dajal soalnya gw nga pernah liat raksasa.. seru kali yeee g cuma denger di dongen doang.
hehee.
trus ciri2 nabi isa kalo turun gimana…? apa sama ama yang disalip apa lebih keren lagi. kalo gambaran gw c rambutnya pajang amat soalnya di surga kan g ada tukang cukur:))
tapi kalo menurut panelis hebatan mana nabi isa apa nabi muhhamad? kenapa g nabi muhamat aja yaa yang masih hidup di langit..asik kali bisa ngeliat rosul kita
trus bagai mana dengan imam mahdi apa sama dia dengan isa….? trus kalo dia turun allah ngomong nga yaa ama imam mahdi?
saya pernah baca di hadis bukhari muslim, tentang imam mahdi.
muhhamad berkata apa bila imam mahdi turun bailah kamu di tangan nya walaupun harus merangkak di atas gunung es.
gw rasa orang muslim di indonesia sih emang g butuh orang yang pintar(orang yang dapat berbicara dengan allah) karena udah banyak ulama yang pintar.
lagian nanti kalo ada orang yang dapat menerima wahyu,entar banyak aturan2 baru, yang lama aja udah berat amat, bagi gue si….:P
semoga yang baca ngerti…………….
@Saudara Purnomo
Saya nickname := Haniifa, Insya Allah “Muslim”
Diseluruh dunia tidak ada yang bisa berkomunikasi langsung dengan Allah subhanahu wa ta’ala, kecuali Nabi Musa a.s.
(saya tidak ingin berdebat dengan saudara mengenai rasulullah yang lain, karena saya meragukan sisi keyakinan saudara)
Untuk jawaban-jawaban yang lain, silahkan saudara baca-baca, syukur jika mau berkomentar.
Klik := http://haniifa.wordpress.com
Wassalam, Haniifa.
@Saudara Purnomo
Kalau merasa “pintar”, sebagaimana komentar saudara yang konyol ini:
gwPurnomo rasa orang muslim di indonesia sih emang g butuh orang yang pintar(orang yang dapat berbicara dengan allah)Link dibawah ini, banyak mendiskusikan berbagai disiplin ilmu, nah.. silahkan saudara turut andil ?! kalau berani
Klik := http://agorsiloku.wordpress.com
Wassalam, Haniifa.
Biasanya katak itu tak pernah tinggal dipinggir laut, paling hebat dia bercokol ditepi telaga tapi kadang - kadang ada katak yang bermukim di kubangan kerbau berselimutkan tempurung lagi….
Bila kepada katak yang dalam tempurung itu dikabarkan bahwa : “nanti sore akan ada air melimpah dari langit yang jumlahnya jauh lebih banyak dari air dalam kubangan kerbau tempatnya tinggal…….” si katak akan tertawa lebar sambil menjawab : “itu adalah hal yang mustahil karena air banyak itu di laut bukan dilangit, mustahil …..sama mustahilnya dengan matahari yang bisa terbit dari barat ” celoteh sang katak .
Lalu bila dikatakan pada katak itu bahwa “Bunda Titik Puspa masih terlihat muda dan mungkin lebih muda dari wajah sang katak padahal umurnya jauh lebih tua dari sang katak ” maka sang katak akan menjawab : “itu mustahil sama mustahilnya dengan keadaan nabi Isa A.S masih muda belia, bila Allah turunkan kembali ke dunia sekarang ini.”
Dan bila ditanyakan kepada katak : “Lebih segar mana ketika mandi atau sesudah mandi ” pasti sang katak bingung untuk menjawab sama bingungnya membedakan nikmatnya hidup pada zaman Rasulullah S.A.W atau sesudah Beliau wafat.
Ah…. Dasar katak …
Bisanya cuman bersuara lantang…..tanpa pikir panjang
Masih mending Katak hijau … dagingnya masih bisa di panggang
ha.ha.ha

Kalau nggak salah katak hijau khan… si “Kermit” gituh ?!
Ahh… Dasar Kermit
Masih mending noton TV… sambil guyon.
makasih atas komentar saudara2 walaupun saya merasa kurang puas. seandainya saudara2 menjawab mungkin kita bisa saling tukar pikiran
baiklah saya aka menjawab pertanyaan saya sendiri menurut hati saha… (tolong di koreksi)
1. saya akan lebih memilih enaknya hidup di jaman nabi. karena disana kita bisa,mendapay akidah dan manfaat, di pimpim oleh sorang yang dapat berbicara atau mendapat wahyu dari allah pemimpin alam raya serta seisinya.
mari kita liat balik sejarah bagai mana pada jaman rasulluah , islam menguasai 2/3 dunia, artinya begitu banyak muslimin dan muslimah yang ada pada saat itu,mukin sapin ke eropa. mereka pada saat itu dipimpin hanya dengan satu orang yaitu: muhammad saw dan trus samapi kalifah2nya. dan setelah rasulluah wafat…bagi mana nasip umat islam?. apakah umat isalam masih menguasiai 2/3 dunia? saya rasa tidak.
rasullah bersabda : umat ku akan terpecah belah menjadi golongan2.
dari golongan2 tersebut pasti mempunyai pemimpin dalam hal ini adalah pemimpin yang masih hidup bukan yang sudah wafat.
sekarang kita liat masa sekarang, apa kah anda mau di pimpin oleh gus dur padahal anda orang muhamadiyah? atau sebaliknya.
apakah anda mau dipimpin oleh pemimpin syiah padahal anda orang suni? atau sebaliknya
dan yang lain……..
saya rasa jawapan kita sama yaitu TIDAK!
sekarang mari kita bandingkan, banyak mana orang islam dengan orang keristen di dunia ini? menurut hitungan statistik banyak orang islamnya..!
tau kah anda tanda2 kiamat? apa bila di dunia ini telah banyak yang memeluk islam. mengapa kiamat belom terjadi?..(hanya allah yang tau)
tapi jika ada pertanyaan yang lebih ditail lagi seperti….
banyak mana anggota kristen katolik dengan anggota nahdatul ulam di seluruh dunia?
banyak mana anggota kristen katolik dengan anggota syiah di seluruh dunia? anggota suni? anggota muhamadiyah?
anggota FPI? tentu orang akan menjawab keristen katolik
karena mereka di pimpin oleh satu orang yaitu paus paulus
maka dari itu jika kita bilang umat islam banyak di dunia ini islam yang mana….?
sedangkan kita tau pemimpin2 umat islam saling beratem.
seperti hala nya suni dan syiah. atau gus dur dan habib rizik
apa kah kita sebagai umat islam tidak sedih… melihat atau mendengar hal ini. coba saudara renungkan
2.jawapan dari pertanya ke dua menurut jawab saya itu tidak mungkin. karena matahari akan selalu terbit dari TIMUR.karena saya belum mendengar berita para ilmuawan menyebutkan matahari akan terbit dari BARAT.
maka dari itu, apa arti sebenarnya kalimat tersebut.
kalo menurut saya matahari terbit dari barat artinya:
akan banyak orang barat yang memeluk agama islam, seperti halnya kita liat di eropa telah banyak mesjid2 orang islam berdiri, dan kalo saudara tau orang barat yang memeluk agama islam meraka lebih taat dari kita yang udah orang islam sejati, mengapa…?
karena mereka membaca alquran dengan membaca artinya.
lebih baik membaca arti alquran dari pada membaca alquran tanpa mengetahui artinya.
tapi saudara musti ingat allah swt berfirman: lebih baik membaca alquran dengan bahasa arabnya, karena bahasa
arab bahasa yang baik, dan ibu bahasa. satu kata arap mempunya arti yang berbeda
tolong di koreksi apa bila saya salah mentafsirkanya.
3. jawappan saya simpel. TIDAK TAU
karena saya tidak yakin bahwa ada manusia yang hidup di surga dengan jasad kasarnya….kayanya terdengar mustahil. (itu bagi saya…entah bagi yang lain)
seadainya semua ciri2 tersebut benar apa adanya sepeti yang di tuliskan itu terdengar janggal… karena kiamat itu hanya allah yang tau kita hanya tau terjadi pada hari jumat,
isa akan turun berbarengan dengan dajjal dan isa akan hidup di dunia kurang lebih 40 tahun..kalo kita liat ber arti apa biila dajjal dan isa turun tentunya kita akan tau dong, karena dajjal yang di gambarkan raksasa dengan tubuh besar yang di tangn kananya memegang api dan tangan kirinya memegang air yang mana air itu api,dan api itu air.
dan kita masih punya kesempatan untuk bertobat kepada allah……..
tentang imam mahdi…..ini yang saya tunggu2, karena sesuai pernyataan saya diatas bahwa saya ingin hidup di jaman nabi. say akan lebih senang bila umat islam mempunya pemimpin yang di akui oleh umat islam di dunia seperti halnya puas.
tapi IMAM MAHDI yang bagai mana…?
kalo saya yang jelas mengikuti syariat nabi besar muhammad saw……
saya kagum dengan orang2 yang berani mendakwah kan diri sebagai IMAM MAHDI karena saya melihat mereka mempunya keberanian besar…mereka siap untuk di hujat dan di cemoohkan oleh umat islam di seluruh dunia.
karena itulah ciri2 utusan allah.
nga percaya liat sejarah NABI-NABI allah terdahulu!
Muhammad sawbersabda: apa bila telah turun IMAM MAHDI maka baiatlah kamu padanya meski harus merangka di atas gunung es..(hadis bukhari)
Muhammad saw bersabda: ciri2 turunya IMAM MAHDI adalah sejak pertama allah menciptakan bumi belum pernah pertanda ini terjadi yaitu terjadinya gerhana MATAHARI & BULAN pada satu bulan ramadan (hadis bukhari)
gerhan yang bagai mana..? yang jelas gerhana yang dapat kita liat dengan mata telanjang, bukan dengan alat atau teropong bintang
saya juga pernah membaca hadis.
ketika anak rosullah yang lelaki wafat..Muhammad saw basabda: seandainya dia hidub tentu dia akan menjadi NABI yang baik.
denagn begitu NABI Muhammad pun tidak menutup kemungkinan akan adanya NABI yang turun setelah beliau
yang pasti sih tanpa membawa ajaran baru dan syariat baru……
sekian dulu penjelasan saya………MOHON DI KOREKSI.
oaya apa bila ada yang tahu tentang gerhana matahari &bulan itu tolong kasi tau sayaa yaaaa
karena kemarin waktu bulan puasa tahun lalu hanya gerhana bulan saja. jadi kasi tau yaaaa
sikian wassalam
OK, terima kasih.
Seperti apa yang saya utarakan sebelumnya, bahwa saya tidak akan memberikan tanggapan mengenai keyakinan saudara. itu hak pribadi saudara.
Saya hanya menjawab tantangan saudara mengenai pemahaman ulama yang bisa berbicara langsung kepada Allah.
Sekali lagi saya tegaskan agar kita tidak saling merubah keyakinan masing-masing:
Insya Allah, saya ingin tetap dalam keadaan “muslim” dan menurut Al Qur’an yang saya fahami adalah:
Diseluruh dunia tidak ada yang bisa berkomunikasi langsung dengan Allah subhanahu wa ta’ala, kecuali Nabi Musa a.s.
Insya Allah, saya sangat-sangat bersyukur diberi kehidupan jaman saat ini… dan mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan jalan yang terbaik untuk anak keturuanan saya, dimanapun mereka kelak mencari nafkah titik.
Adapun mengenai Nabiulah dan Rasulullah mereka adalah contoh suri tauladan terbaik dalam menghadapi pola kehidupan saya dan keturunan saya, saat ini dan masa depan. Oleh karena itu saya tidak perlu lagi contoh-contoh yang lain selain kedua orang tua saya pribadi dan mertua saya seperti yang Nabi Muhammad s.a.w ajarkan titik.
Secara implisit dan explisit saya tidak mengakui Rasul dan Nabi lagi setelah Rasulallah Nabi Muhammad s.a.w,… dan yang namanya orang suci adalah ketika umat “Muslim” akan menjalankan ibadah “SHALAT” titik.
Saya tidak memerlukan “Wali” manakala saya akan menikah kan anak perempuan saya, kecuali jika saya menikah lagi (baca: wali-mah adalah orang tua calon pengatin perempuan) titik.
Saya tidak memerlukan “Imam” manakala saya memimpin shalat berjamaah bersama keluarga sendiri, kecuali biasanya jika saya sedang melaksanakan shalat Jum’at.
Insya Allah, baik membaca secara langsung Al Qur’an atau mendengar bacaan Al Qur’an berikut tafsirannya, saya akan berusaha semaksimal mungkin memahaminya.
Yaa…. Allah
Terimalah kedua orang tuaku dan mertuaku disisiMu pada tempat yang baik, sebagai mana mereka medidik saya dan istri saya dari kecil hingga sekarang,
Yaa.. Allah, tetapkankan keyakinan saya ini dan jika ada kesalah fahaman berilah petunjukMu. Amin.
SEKIAN …
Wassalam, Haniifa.
[...] 1. Penyelewengan QS 61:6 := “ahmad” 2. Dajal bermata satu tea !! 3. Cerita “2 boneka kodok KERMIT” saat bercengkrama [...]
Terima kasih untuk saudara Purnomo yang saya hormati, atas klarifikasinya. Pemaparan anda tentang hidup di zaman Nabi dst diatas adalah lebih nyaman untuk dinikmati dalam forum ini.
Saya mohon maaf bila komentar saya dengan “bahasa guyon” dalam menanggapi “bahasa guyon” anda sebelumnya , belum memuaskan atau kurang berkenan.
Sepengetahuan saya Rasulullah S.A.W adalah satu2 nya manusia yang bisa berdialog langsung dengan Allah S.W.T dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Addien ( Agama ) Adalah soal keyakinan sedangkan Ilmu pengetahuan bersandar pada kenyataan dan sesuatu yang masuk perhitungan akal.
Disiplin Keilmuan tidak mempercayai sesuatu yang tanpa bukti ( kenyataan) .
Sedangkan dalam Islam kita justru mempercayai semua hal yang bersumber dari kitab suci ( Al-Quran) dan Sunnah Rasul S.A.W termasuk soal Isra’ Mi’raj Nabi S.A.W yang pada masa Rasulullah tidak bisa dibuktikan secara ilmu pengetahuan.
Tetapi saat ini, pergi keluar angkasa bahkan ke planet lain sudah merupakan bagian dari wilayah jelajah ilmu pengetahuan dan terbukti kemungkinannya.
Ilmu Pengetahuan berdasarkan pada keraguan atau keyakinan yang keduanya memerlukan pembuktian dengan jalan penelitian atau percobaan percobaan.
Sedangkan dalam beragama ( Islam ) justru dimulai dengan keyakinan tanpa membutuhkan pembuktian ilmu pengetahuan, Islam semata mata menyandarkan keyakinan pada kebenaran Al-Quran sebagai kalamullah.
Jadi bila beragama ( Islam ) dengan sandaran Ilmu pengetahuan mungkin baru 14 abad kemudian kita bersyahadat…
Wallaahu a’alam
Terima kasih kepada Saudara sendiri
Isra’ Mi’raj := Mukjizat. (hanya Rasulullah Nabi Muhammad s.a.w yang mengalami, merasakan, mencicipi… dll)
Mukjizat tidak berlaku untuk manusia biasa sehingga tidak bisa di ilmiah-ilmiahkeun atawa di tafsir-tafsirkeun atawa di modelkeun oleh aqal dan fikiran manusia biasa titik.
Mukjizat hanya boleh di Haqqul Yaqin saja (ini menurut pemahaman saya pribadi, jika ada yang sama maka syukur Alhamdulillah…)
Nb:Kenyataanya setiap mukjizat yang tertulis di dalam Al Qur’an sampai detik ini tidak bisa dibuktikan secara ‘ainul yaqin… bukan begitu Bosss !!!
Wassalam, Haniifa.
Apakah Rasulullah Nabi Muhammad s.a.w berbicara langsung dengan Allah Subhanahu wa ta’ala….
Mohon maaf dengan tegas saya tidak tahu, karena :
http://haniifa.wordpress.com/2008/04/10/bagaimana-membayangkan-keberadaannya/
Wassalam, Haniifa.
Mohon maaf kepada saudara sendiri…. eh… belon
Ha.ha.ha. pak