<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Haruskah kita seperti Ibrahim as ?</title>
	<atom:link href="http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/</link>
	<description>Hanya sekedar corat-coret</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 00:54:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Oleh: iing</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-2095</link>
		<dc:creator>iing</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 13:34:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-2095</guid>
		<description>Tapi saya ngga begitu setuju ama yang melaksanakan apa yang ada dalam keyakinan atau pikirannya doang tanpa perlu meributkan ama orang lain. Biasanya yang kayak gitu banyak yang mengaplikasikan sikap taklid dalam kehidupannya. "Ah, menurut saya sih kayak gini, setau saya sih gini", dll. Ujung2nya zuhud. Saya lebih senang ketika bertemu orang yang sedang dalam proses mencari namun punya argumen tersendiri. Misal, rukun iman, jujur saja, bagi saya rukun iman yang saya yakini dan tidak terbantahkan cuman 1 doang, yaitu hari akhir. sisanya saya masih nyari nyari. Dan saya ga berani berkata bahwa diri saya beriman. Namun, bagi beberapa orang ada yang menganggap dirinya beriman dan menilai saya seorang yang 'sesat'. Ah, what the F! lah. hehehehe. males nulis lagi. sekian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi saya ngga begitu setuju ama yang melaksanakan apa yang ada dalam keyakinan atau pikirannya doang tanpa perlu meributkan ama orang lain. Biasanya yang kayak gitu banyak yang mengaplikasikan sikap taklid dalam kehidupannya. &#8220;Ah, menurut saya sih kayak gini, setau saya sih gini&#8221;, dll. Ujung2nya zuhud. Saya lebih senang ketika bertemu orang yang sedang dalam proses mencari namun punya argumen tersendiri. Misal, rukun iman, jujur saja, bagi saya rukun iman yang saya yakini dan tidak terbantahkan cuman 1 doang, yaitu hari akhir. sisanya saya masih nyari nyari. Dan saya ga berani berkata bahwa diri saya beriman. Namun, bagi beberapa orang ada yang menganggap dirinya beriman dan menilai saya seorang yang &#8217;sesat&#8217;. Ah, what the F! lah. hehehehe. males nulis lagi. sekian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurma</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-1983</link>
		<dc:creator>nurma</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 13:55:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-1983</guid>
		<description>Sekedar nimbrung pak,
&lt;blockquote&gt;Man arofah nafsah, faqod arofa Robbahu&lt;/blockquote&gt;
itu kata2 Ali bin Abi thalib Radhiyallahu anhu.

&lt;blockquote&gt;Sami’na wa atho’na, pada Tuhan dan Utusan-NYA&lt;/blockquote&gt;
Berarti "taklid" dong??! :(

Gimana kalo selaras, sambil mencari ya sambil ibadah. Bisa gak ya??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar nimbrung pak,</p>
<blockquote><p>Man arofah nafsah, faqod arofa Robbahu</p></blockquote>
<p>itu kata2 Ali bin Abi thalib Radhiyallahu anhu.</p>
<blockquote><p>Sami’na wa atho’na, pada Tuhan dan Utusan-NYA</p></blockquote>
<p>Berarti &#8220;taklid&#8221; dong??! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gimana kalo selaras, sambil mencari ya sambil ibadah. Bisa gak ya??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: haniifa</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-1975</link>
		<dc:creator>haniifa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 07:50:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-1975</guid>
		<description>Salam,
Setiap kali membaca postingan mas Her, sepertinya saya tidak mampu berkomentar banyak kecuali membaca dan merenungi apa yang mas paparkan.
Misalnya kategori Optimalisasi (perangkat berkecukupan) kesan yang saya peroleh nuansanya tidak berbeda jauh dengan "...&lt;i&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang &lt;b&gt;siapa terpaksa&lt;/b&gt; karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/i&gt;"
Kembali pada point Nabi Ibrahim a.s, bukankah beliau melakukan "kebohongan" dengan mengatakan bahwa istrinya adalah saudara perempuannya, seperti yang kita ketahui pada jaman saat itu para penguasa berhak membunuh "suami" dari perempuan yang dikehendakinya. Nampak jelas Allah mengajarkan toleransi, namun sekali lagi seperti yang mas paparkan kebanyakan orang malahan berusaha &lt;b&gt;meminimalis&lt;/b&gt; atau bahkan &lt;b&gt;memaksimalis&lt;/b&gt; toleransi yang Allah ajarkan lewat para Rasul-rasulNya.
Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Setiap kali membaca postingan mas Her, sepertinya saya tidak mampu berkomentar banyak kecuali membaca dan merenungi apa yang mas paparkan.<br />
Misalnya kategori Optimalisasi (perangkat berkecukupan) kesan yang saya peroleh nuansanya tidak berbeda jauh dengan &#8220;&#8230;<i>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang <b>siapa terpaksa</b> karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</i>&#8221;<br />
Kembali pada point Nabi Ibrahim a.s, bukankah beliau melakukan &#8220;kebohongan&#8221; dengan mengatakan bahwa istrinya adalah saudara perempuannya, seperti yang kita ketahui pada jaman saat itu para penguasa berhak membunuh &#8220;suami&#8221; dari perempuan yang dikehendakinya. Nampak jelas Allah mengajarkan toleransi, namun sekali lagi seperti yang mas paparkan kebanyakan orang malahan berusaha <b>meminimalis</b> atau bahkan <b>memaksimalis</b> toleransi yang Allah ajarkan lewat para Rasul-rasulNya.<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ayruel chana</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-1961</link>
		<dc:creator>Ayruel chana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 15:53:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-1961</guid>
		<description>Assalamu alaikum wr wb..
Lupa kepastiannya ,,udah lama dihafal sejak dahulunya.
kalo nggak salah perkataan seorang ulama sufi(lupa namanya)biasanya buku2 tasawuf banyak membahas itu,seperti 4m dan permata hati,ihya ulumuddin dll
wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum wr wb..<br />
Lupa kepastiannya ,,udah lama dihafal sejak dahulunya.<br />
kalo nggak salah perkataan seorang ulama sufi(lupa namanya)biasanya buku2 tasawuf banyak membahas itu,seperti 4m dan permata hati,ihya ulumuddin dll<br />
wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Herianto</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-1959</link>
		<dc:creator>Herianto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 09:27:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-1959</guid>
		<description>&lt;b&gt;@sawali tuhusetya&lt;/b&gt;
Ketika keyakinan kita tidak mengusik (ngutak-ngutak) keyakinan orang lain, pasti aman pak. :)
Negeri Madani, Baldatun toyyibatun, kan gitu ya ? :D 

&lt;b&gt;@Ayruel chana&lt;/b&gt;
Ya..., benar. 
Itu hadist atau pribahasa arab ya ? Siapa yg mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya.
---
Dalam hal proses pencarian sebaiknya kita ngikut hasil riset nabi Ibrahim saja ya ...
Mosok harus menjalani proses riset seperti itu lagi, ngabisi waktu dan umur, yg belum tentu ketemu yg benarnya... terus kapan ibadahnya ? :)
Sami'na wa atho'na, pada Tuhan dan Utusan-NYA, dan ...

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@sawali tuhusetya</b><br />
Ketika keyakinan kita tidak mengusik (ngutak-ngutak) keyakinan orang lain, pasti aman pak. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Negeri Madani, Baldatun toyyibatun, kan gitu ya ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>@Ayruel chana</b><br />
Ya&#8230;, benar.<br />
Itu hadist atau pribahasa arab ya ? Siapa yg mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya.<br />
&#8212;<br />
Dalam hal proses pencarian sebaiknya kita ngikut hasil riset nabi Ibrahim saja ya &#8230;<br />
Mosok harus menjalani proses riset seperti itu lagi, ngabisi waktu dan umur, yg belum tentu ketemu yg benarnya&#8230; terus kapan ibadahnya ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Sami&#8217;na wa atho&#8217;na, pada Tuhan dan Utusan-NYA, dan &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ayruel chana</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-1958</link>
		<dc:creator>Ayruel chana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 09:21:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-1958</guid>
		<description>Assalamu alaikum
MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU
Siapa yang kenal akan dirinya maka dia sudah kenal akan pengasuhnya(pendidik)
Yach.....kalo nggak mampu kayak Nabi IBRAHIM...Kenali diri dulu aja dech......
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum<br />
MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU<br />
Siapa yang kenal akan dirinya maka dia sudah kenal akan pengasuhnya(pendidik)<br />
Yach&#8230;..kalo nggak mampu kayak Nabi IBRAHIM&#8230;Kenali diri dulu aja dech&#8230;&#8230;<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/04/20/haruskah-kita-seperti-ibrahim-as/#comment-1957</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 08:01:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=265#comment-1957</guid>
		<description>setuju banget, pak herry. keyakinan kita laksanakan, tanpa harus meributkan keyakinan orang lain. nah, paham yang begini  ini sepertinya lebih cocok kalau diterapkan di negeri kita yang multiagama. sebaiknya memang perlu dimulai dari diri kita masing2.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju banget, pak herry. keyakinan kita laksanakan, tanpa harus meributkan keyakinan orang lain. nah, paham yang begini  ini sepertinya lebih cocok kalau diterapkan di negeri kita yang multiagama. sebaiknya memang perlu dimulai dari diri kita masing2.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
