Quick Count [Hasil sementara] Pilkada Gubernur Sumut : 16 April 2008
16 April, 2008 oleh Herianto
Mungkin gara-gara ikut gosip-in hasil pilkada di JABAR minggu ini, eh kok jadinya kualat malah ketagihan juga untuk ikut ngobrolin pilkada di daerah kelahiran sendiri yaitu : Sumatera Utara (SUMUT), yang baru diadakan tanggal 16 April 2008 tadi (Hari ini).
Yah mampung, anak2 (mhs) lagi UTS, ada waktu kosong, lumayan buat… Ng-go-Blog ah …
Waktu kosong kok malah ngobrolin politik om, haram tau’
—
Baik, lupakan dulu tentang peng-haram2an masalah keterlibatan politik ini, lha ini kan masalah masa depan bangsa …
—
Ok, cerita selanjutnya begini :
Sekitar jam 2 siang tadi saya meng-sms adik di dua kota yg berbeda di daerah Sumut sana. Mmm, hampir seluruh keluarga saya saat ini masih tinggal di negeri batak itu lho
. Yang pertama adik yg tinggal di sekitar pematang siantar (tepatnya Kelurahan/desa Serbalawan Kec. Dolok batu Nanggar Simalungun)
Bunyi SMS saya begini : Efi, di TPS desa kita tadi (yah jadi ketauan nih aku orang desa
) siapa yang menang pilkada tadi ?
Jawabnya dgn sms pula : Syampurno Donk. Apalagi Syampurno Kamis semalam singgah ke pasar bawah silaturrahmi dan dia gak banyak bicara cuma menyalami masyarakat. Gatotnya juga sempat jadi Imam masjid di mesjid lama. Dah dulu ya …
“Ooo..”, gumamku.
—
Kemudian adik kedua, yg tinggal di sekitar Medan tepatnya di kota Binjai :
Pertanyaan yg sama saya ajukan : Rul, siapa yg menang di TPS mu tadi ?
Jawab dia : Yang menang Sampurno.
Gitu aja sih jawabanya.
—
Terus gmana ?
Tentu saja saya sudah tau kalo Cagub SUMUT dgn inisial Syampurno ini merupakan calon gabungan dari beberapa Partai Islam dan tentu saja termasuk PKS di dalamnya.
Eh, kabarnya calon wakil gubernurnya itu dari PKS yaitu pak Gatot yg juga merupakan Ketua DPW PKS di Sumatera Utara saat ini.
Terus kenapa ?
Ya gak papa…
Mau bangga2an ya karena pks kayaknya bakal menang lagi
—
Akhirnya tertarik juga untuk menyusuri lebih jauh siapa sih sebenarnya calon yang diberi inisial Syampurno ini. Dan Syamsul itu siapa ya, kok berani2 nya orang PKS mencalonkan dia jadi calon Gubernur sementara orang dalamnya sendiri cuma jadi wakil doang.
—
Eits tunggu dulu…
Ini dia hasil sementara yg dicaplok dari : http://metrotvnews.com
—
Ayo siapa yg mau meng-analisa tentang hasil sementara ini dan kemungkinan masa depan Sumatera Utara di tangan mereka2.
—
Dengan hasil ini,
adakah perjalanan selanjutnya bagi negeri ini membersitkan titik terang ?
Ayo, siapa yang percaya ?












bantuaknyo kito samo samo pengangguran Da, ndak ada kerja apa….!, kok senangnya liat orang bertarung hehehee….
Oke Da kita lanjutkan perjalanan dari Jabar ke Sumut… kita tunggu di WP apa rakyatnya juga pada antusias ??? hehehe….
@JB’lOg



Sumatera Utara adalah tanah kelahiran - ku.
Sumatera Barat adalah tanah leluhur - ku.
Jawa
baratadalah tanah eh asal nama - ku.Jakarta sekarang adalah tanah tempat tinggalku.
—
Sejak keberhasilan “mereka” (kelompok pengaku nasionalis itu) mengeroyok pks di DKI dan menyebarkan isu (fitnah) macam2 ke masyarakat waktu itu , lalu mengira itu [sedikit] berhasil. Mereka merasa pks dan kader2 nya telah terbungkam saja. Sepertinya mereka terjebak sendiri…
Di banyak belahan lain bahkan telah tumbuh apa yang direncana (makar) itu hendak dihentikan.
—
Bangsa ini harus dibangun oleh orang2 yang benar.
Dari awal - diproses - sampai akhir.
Ini yang harus kita harapkan dari teman2 pks.
—
Jangan lagi sepelekan kebenaran.
PKS menang lagi… lagi… lagi..


Lampung kita sukseskan juga…
Kampanye hitam malah membuat PKS makin diterima, sama seperti halnya kampanye hitam terhadap Islam di Belanda, Denmark dan Amerika… efeknya berbalik positif…
@Ram-Ram Muhammad

Saya rasa mereka akan kesulitan untuk meredam semangat yg benar, bahkan seperti gak mungkin.
Kecuali yg mampu meredamnya tentu hanya melalui ketidak-benaran sendiri.
Kita berharap kebenaran mereka (teman2 pks) adalah kebenaran pada realita, bukan kebenaran nyantai (kebenaran yg berujung pada ngoceh, nggrutu, sibuk ngritik dan debat… doang), jangan seperti pujangga di menara gading.
Ayo turun gunung !!! Hus…. hus kerja.
Yah, semoga saja PKS tidak mabuk kekuasaan. Kabar-kabarnya Syamsul Arifin itu banyak masalah juga.
Coba lihat disini
http://ksemar.wordpress.com/2008/02/16/untuk-kepentingan-politik-%e2%80%9custad%e2%80%9d-jadi-munafik/
Berikut cuplikannya
Saya termenung, fikiran saya menerawang mengingat kejadian 3 tahun lalu tepatnya tanggal 1 April 2005. Pada hari tersebut saya bertemu dengan 3 orang anggota DPRD Langkat dari PKS di ruang kerjanya. Ketiga orang tersebut adalah Supriadi, S.Ag, Khairul Anwar, ST, dan Agus Salim Sunarto .Saat itu saya meminta kesediaan salah seorang dari mereka untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 47 unit microfon meja ruang rapat kantor DPRD Langkat yang ternyata piktif. “Kenapa musti seorang, ajukan saja kami semua” kata Khairul Anwar ST yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris DPD PKS Langkat. Bahkan saat itu terjadi perbicangan bahwa yang diduga melalukan korupsi anggaran sebesar Rp. 375 juta tersebut adalah H. Syamsul Arifin,SE. “Jangan takut Bang, kami akan bersaksi bahwa sampai saat ini microfon tersebut tidak pernah dibeli” kata mereka memberi motivasi pada saya.
Mendapat respon positif dan dukungan yang begitu besar, akhirnya tanggal 6 April 2005 laporan dugaan korupsi ini saya sampaikan ke penyidik Polres Langkat dan tidak lama berselang Khairul Anwar, ST mendapat panggilan penyidik Polres Langkat untuk memberikan keterangan. Saat itu Kader PKS ini komit, kepada penyidik dia terangkan bahwa sampai saat itu 47 microfon meja tersebut memang tidak ada di gedung DPRD Langkat. Sialnya, kasus tersebut “stagnan” di Polres Langkat.
Sejak itu hubungan saya dengan pengurus PKS Langkat begitu harmonis, bahkan ketika saya bermaksud membedah APBD Langkat Tahun anggaran 2004 namun tidak memiliki bukunya, PKS langsung menyediakannya.
Awal bulan Mei 2005 saya utarakan kepada Khairul ST niat saya melaporkan dugaan ijazah palsu H.Syamsul Arifin ke Mabes Polri. Kembali kades PKS ini memberikan dukungan moral dan sekembalinya dari Mabes Polri saya ceritakan semuanya apa yang telah saya laporkan. Dan ketika ada nada pesimis keluar dari mulut saya, Khairul ST kembali memberikan semangat.
Dukungan dari pengurus PKS Langkat ini membuat saya kembali optimis, timbul rasa kebanggaan terhadap partai islam ini. Kepada seluruh pengurus dan anggota Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut yang saya pimpin saya instruksikan agar pada pemilu 2009 yang akan datang memberikan suaranya kepada PKS. Bukan itu saja, bahkan kepada sejumlah masyarakat khususnya yang membutuhkan advokasi kami selalu saya sarankan agar memilih PKS. Segala bentuk kebaikan dan komitmen PKS dalam membela dan memperjuangkan rakyat selalu saya paparkan. Saya terangkan secara detail bagaimana anggota DPRD Sumut dari PKS menyoroti dugaan korupsi dana bantuan bencana alam Rp.25 milyar di Bukit Lawang dan keberanian PKS Langkat mengembalikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh H. Syamsul Arifin,SE.
Ironis, kader-kader PKS yang identik dengan sebutan “Ustad-ustad” ini sekarang malah mengelu-ngelukan H. Syamsul Arifin sebagai sosok yang pantas dan layak memimpin ummat. Mereka seakan mabuk untuk meraih kekuasaan sehingga tidak lagi dapat melihat dan menilai secara objektif sosok dan figur yang pantas untuk didukung. Wajarlah jika salah seorang politikus di Sumatera Utara mengirimkan pesan singkat (SMS) ke handphone Gatot Pujo Nugroho dengan kalimat : “Terima kasih adinda Gatot, namun Ijtihat saya merupakan suatu kewajiban untuk menyampaikan kepada ummat bahwa PKS telah salah berkoalisi dengan calon yang diduga koruptur dan calon yang lebih banyak tidak sholatnya daripada sholatnya. Adinda, yang kita mau pilih ini bukan calon Mertua atau Besan, tapi pemimipin ummat…. Trims adinda dan maaf…”. *
@ Fadli



Itu belum seberapa, sebenarnya ada info yang lebih seru dari itu Fad … saya dah baca sebelumnya beberapa…
Biasalah… politik primitive …
Dan info semacam itu sebelumnya TENTU sudah dipertimbangkan dan digodok jauh2 hari sebagai bahan IJTIHAD teman2 di sana.
—
Akhirnya justru kisah dan isu semacam itu dapat mendongkrak [simpati] buat Syampurno, apalagi membandingkan kebiasaan [baik] pak Syamsul yang jauh2 sebelum pilgub memang terbiasa [terbukti] membantu langsung masyarakatnya.
Kalau tidak mungkin memilih malaikat, apa mungkin ada bandit yang masih mau berniat baik dan mau bekerjasama mencapai kebaikan itu. Seperti kesalehan sosial yg diharapkan mendorong kualitas kesalehan ritual kita ?
Kelemahan dan cacat pasti ada. Semakin dikorek khawatirnya semakin mirip dengan diri kita sendiri.
—
Benar, saya juga khawatir teman2 akan mabuk kekuasaan .. Semoga Allah menjaga hati-hati yg mudah terlalai ini…
Ya, semoga saja ambisi untuk menang tidak membelokkan kita dari tujuan mulia semula. Tujuan partai ini didirikan. Gini-gini saya masih simpatisan Partai Keadilan, saya berharap moga-moga setelah menjadi Partai Keadilan Sejahtera tidak lupa dengan cita-cita dahulu.
Pak heri, ssuatu yg luar biasa kalo seandainya kita bisa mem-pks-kan orang2 sperti pak Syamsul, pak Adang, Dede Yusuf, dstnya nanti. Itu lebih baik dari hujat dan gunjing2 an.
@Fadli
Benar.
Selain dibutuhkan kontrol internal (tarbiyah, dewan syuro, dsbnya), kontrol eksternal dari orang2 seperti kita (yg tidak terlibat langsung tapi mencintai) pun harus ada mekanisme -nya.
Pernah dibahas sekilas di link ini :
http://smsplus.blogspot.com/2008/04/renungan-buat-kader-pks.html
(Ada gunanya juga untuk dibaca simpatisan)
@Riyaldi
Boleh juga harapannya.
Tapi kalau pun baju mereka tidak pks, asal hatinya pks tentu baik-baik aja. Menurut saya, kalo sekiranya partai2 lain bisa memperlihatkan kinerja yg membaik bahkan lebih baik dari pks, maka itulah waktunya pks undur diri dan kembali berfokus ke dakwah non parlemen. Tapi belum waktunya kan ?
—
Konsep teman2 pks adalah bahwa [saat ini] dakwah butuh kekuatan. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan [apalagi pakai malu-malu] untuk menyebut bahwa kekuatan itu adalah termasuk kekuasaan, dana dan pengalaman real. Cara merealitakan kebenaran tentu harus terjun ke realita itu, sampai kita benar-benar tahu permasalahan yg sesungguhnya apa. Khawatirnya kalo kita [juga] cuma meng-kritik dari pinggir lapangan tanpa tahu suasana yg sesungguhnya maka kritik itu jadi tidak berbeda dengan kesalahan2 mereka juga.
Bukankah harakah adalah terjun langsung dan nyata.
yang “tua” dan “mogok” harus dimuseumkan itu
http://rezco.wordpress.com/2008/04/18/tank-mogok-mobil-bekas/
@rezko

Wah… bisa saja kamu.
Tapi harus dimanfaatkan juga lho…
@Fadli
Aku menemukan hujatan terhadap Syamsul Arifin dari KSEMAR berupa stiker ukuran A4 sehari sebelum Pilgubsu sewaktu aku bertamu ke kantor PPP Kab. Batu Bara di Lima Puluh.
Gak tau apakah yang menerbitkan memang KSEMAR (ksemar.wordpress.com). Kalau memang KSEMAR yang nerbitin, apa untungnya sih bagi dia? Nyetak stiker itu kan butuh dana? Atau ada yang sengaja mendanai KSEMAR?
Kalau kita lihat blognya sepertinya KSEMAR punya dendam kesumat dengan Syamsul Arifin.
Ass. Wr. Wb.
Saya Togar Lubis, Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut. Kami tidak pernah nge-print isi blog ksemar apalagi sampai mencetak sticker. saya berharap agar saudara2 yang menemui sticker tersebut bisa mengirimkan hasil scannya ke email ksemar_sumut@yahoo.com atau diposkan ke sekreatariat Jl. Proklamasi No.17 A, Stabat kode pos 20814.
Atas bantuannya kami ucapkan terimakasih. salam
Semoga tetap istiqomah dalam berjuang! Walaupun kadang krikil-krikil dan batu tajam menghadang bahkan tidak sengaja merasakan sakit menginjaknya. Kita akan terus berjuang
“Siapa pun takkan pernah bisa bertahan, mengarungi jalan dakwah ini, mengarungi jalan perjuangan, kecuali dengan kesabaran” (Izis)
Sukses selalu ustad
Wassalam
pak syamsul yang terhormat,
smoga amanat rakyat yang diberikan kepadamu menjadi pemicu agar sumatera utara lebih maju lagi terutama dalam hal pendidikan.
smoga bapak tetap istiqomah ya!!!!!!!!!
saya menantikan kabar dari sumut tuk truzz maju dalam segala hal..Perhatikanlah kepentingan rakyat kecil ya pak!
masih banyak rakyatmu di pedalaman sana di pelosok-pelosok bukit barisan yang rindu uluran tangan para penguasa.
yang penting
pendidikan…..pendidikan…..pendidikan dan pendidikan
InsyaAllah bapak dalam lindungan Allah SWT