Hasil [ Quick Count ] Pilkada Gubernur JABAR, kubu HADE menang… KOK BISA ???
14 April, 2008 oleh Herianto
Gak tahan juga nih tangan untuk menuliskan uneg2 atas [berita] kemenangan pasangan Calon Gubernur dari PKS dan PAN yaitu [Ustadz] Ahmad Heriyawan dan [Aktor Laga] Dede Yusuf yang berlomba di Pilkada Gubernur Jawa Barat dengan saingannya yang secara senioritas di perpolitikan Nasional jauh lebih mapan (Yaitu : Gubernur incumbent dan politikus kawakan Agum Gumelar).
Teori kuda hitam untuk kali ini berhasil.
—
Kemenangan ini ternyata masih dibumbui dengan cerita2 kurang sedap yaituterlampau besarnya persentase masyarakat yang tidak ikut berpatisipasi (sekitar 30% GOLPUT dari 27-jt an pemilih aktif), dan adanya sejumlah pemilih yang karena berbagai alasan tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Tetapi sekedar menggunakan fakta2 di atas untuk [sekiranya] tidak menerima kemenangan sang ” 2 anak bawang” ini tentu kelihatan tidak Gentle, apalagi sistem nilai masyarakat terhadap suasana politik nasional kita akhir2 ini memang lebih terprovokasi ke arah apatis dan antipati.
—
Kok bisa ya menang … Aneh [?]
Ada seorang teman yang sempat2nya nyentil bahwa siapa pun yg menang dalam berbagai Pilkada di negeri ini tidak akan begitu signifikan membawa angin perubahan. Meniru ceme’eh orang awak yang sering bilang,”Samo se ha“. Kelihatan boleh juga tuh ceme’eh-an ini (ceme’eh : semacam ejekan eh.. sekaligus tradisi ajakan di Padang
).
Ada alasannya kok. Yaitu fakta kehidupan masyarakat yang tidak berubah dari satu pemimpin ke pemimpin lain, bahkan terkesan cendrung lebih parah dan payah… inilah alasan mendasar kenapa antipati itu semakin menjadi. Ditambah lagi action para mantan pemimpin yang sebelumnya kalah berlomba lalu mati2an meng-kritisi pemimpin yg sedang bekerja saat ini. Belagu lu … Apa dia gak mikir apa waktu memimpin dulu ternyata tidak lebih baik dari rivalnya itu. Lha kok kesannya tulisan ini jadi berpihak ke “sana” gitu ya ?
ya sudah stop, kita kembali ke laptop pembahasan sesuai sub tema.
Kok bisa menang ya kubu HADE ?
—
Sebagai orang bodoh awam di perpolitikan, penulis mencoba berceloteh melalui tulisan ini. Semula sekedar melintas aja di pikiran. Lalu seperti dikabarkan di atas hal ini telah membuat tangan [penulis] gatal. Seperti kata dokter, penyakit jangan ditahan2 dan jangan disimpan. Maka tulislah …
Kenapa mereka bisa menang ?
Begini tulisannya …
[1] Pertama, kita kembali ke fenomena “tangguhnya” kader2 PKS dalam bekerja. Untuk tak membuat ketersinggungan maka kali ini tentu kita ikutkan juga kader2 PAN. Tetapi saya lebih cenderung memasukkan unsur “kemauan” bekerjanya para kader-kader ini di lapangan. Aneh memang (bagi orang awam di keaktivisan) kenapa ya mereka mau2nya bekerja seperti itu.
Secara sebaliknya sebenarnya saya juga ingin menulis (berhipotesa) bahwa kader-kader dari partai lain kurang bekerja dengan energi positip yg sepenuhnya. Mereka cenderung bekerja dengan energi “uang” dan cenderung juga ke strategi “isu” hasutan (pengalaman di Pilkada DKI
)
[2] Kedua, konon juga kabarnya karena kali ini saingan PKS (eh, plus PAN) tidak cuma 1 (satu), tapi ada 2 (dua). Sekali lagi seandainya di Pilkada DKI yang lalu pun ada saingan lain selain Fauzi cs, sepertinya … bisa menang juga tuh. Sabar aja om, coba lagi di Pilkada mendatang ya…:mrgren:.
[3] Ketiga, faktor popularitasnya (plus gantengnya) sang aktor Dede Yusuf. Hal ini entah kenapa sangat di “amini” oleh kalangan para aktor dan artis itu sendiri. Mungkin untuk menaikkan nilai jual mereka kalo nanti2 dah gak laku di entertainmen dan pengen berbelok mencicipi kue politis juga. Ah, saya sendiri sebenarnya gak ingin menulis tentang ini. Karena bila ternyata benar, tentu memperlihatkan betapa rendahnya mutu cara masyarakat menentukan pilihan. Tapi bisa saja ini fakta. Fakta bahwa masyarakat kita cenderung ke yang begituan.
[4] Ke-empat. Para konseptor yang membangun isu bahwa “musuh bersama kita adalah PKS” kali ini kecolongan.
. Mereka mungkin tidak menggunakan “strategi besar” ini karena mengira tidak mungkin calon dari PKS dan PAN yang masih sangat muda2, gak punya uang banyak lagi, pengalaman juga minim, untuk dapat memenangkan pertandingan di Pilkada Jabar. Kacian deh lu …
Siapa ya mereka ?
Cara2 lurus sepertinya hanya memenangkan orang2 lurus. Perhatikan kata2 ini bersayap. :mrgreen:
[5] Kelima, tontonan berkesan bo’ong-bo’ongan melalui hasil survei semacam LSI cs [sebelum Pilkada dilakukan] sebaiknya dikaji-ulang. Mereka ternyata “bermain” di aktivitas survei2 an [awal] ini. Di satu sisi survei tersebut adalah kegiatan ilmiah yg membutuhkan objektivitas tingkat tinggi, di sisi lain mereka secara terang2 an (setelah dan jika menang saja) mengaku konsultan kampanye salah satu kubu [yg menang tentunya]. Wadduh…, efek ilmiahnya hasil prediksi mereka sangat pasti terpengaruh oleh besarnya uang dari kontestan yg mereka dukung. Lagian cukup banyak terbukti hasil survei [awal] mereka itu pada akhirnya menyimpang dan sangat membuat kita tertawa. Ha ha ha ha ha…
[6] Ke-enam, pada intinya saya [sebagai penulis postingan ini] sangat senang sekiranya kabar kemenangan ini benar adanya (gak cuma di quick count). Yang pertama karena salut menyaksikan ke-tetap-solidan kader2 pks dan yg kedua mitranya adalah kader PAN yang secara prinsipil target politik “mereka” tak jauh berbeda.
—
Harapan
Masih bolehkah kita berharap ?
Jangan sempat kehilangan harapan. Jangan sempat kehilangan harapan. Bukankah ini alasan yg masuk akal untuk kita tetap bertahan hidup dan terus bekerja.
Satu. Kepada kubu yang sudah hampir pasti kalah. Terimalah kekalahan tersebut dengan sportif. Kubu PKS telah memperlihatkan bagaimana cara menerima kekalahan sewaktu di Pilkada DKI tahun lalu. Belajarlah dari mereka. Terlampau banyak alasan untuk tidak menerima kekalahan, silahkan karang2 alasan itu. Kecuali tentu kekalahan dengan kebesaran jiwa. Apa kelihatan berat ya ?
Dua. Atas kemenangan kubu HADE yg di depan mata ini, mari kita berharap agar mereka dapat bekerja dengan benar dan mau belajar dari pengalaman. Tentu dari pengalaman orang2 yg benar.
Masyarakat mengharapkan perubahan2 itu, pembaharuan2 itu, sesuai slogan yg dikampanyekan..
Apa kalian benar bisa ???
Ayo !!! ![]()











Assalaamu ‘alaikum. Pertama, sebagai “warga NU Jawa Barat tulen”, tentu saja saya bersyukur atas kemenangan sementara -namun pasti- pasangan HADE yang diusung PKS dan PAN…
NU yes… PKB NO…!
Gus Dur yes… PKB no…!
Ahmad Heryawan yes… PKS yes…!
Dede Yusuf yes… PAN no…!
Pak Her, dari awal saya seudah memprediksi bahwa pasangan HADE akan menang tipis atas pasangan lainnya. Hal ini tidak lain karena basis PKS ada di kota-kota besar dan padat penduduk, sedangkan pasangan lainnya dominan di kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih kecil. Di samping itu, mesin politik PKS memang berjalan dengan efektif.
Semoga saja, “Gubernur” Ahmad Heryawan beserta “wakil gubernur” Dede Yusuf dapat membawa Jawa Barat lebih maju, lebih baik dan lebih sejahtera. Satu hal lagi, kemenangan PKS di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung menjadi barometer pilwalkot Bandung tahun ini. Pak Dada Rosada sekarang sedang panas dingin..
@ Ram-Ram Muhammad
Wa alaikum salam wr wb.
Saya malah tidak menyangka sama sekali kyai. Masalahnya saya termasuk yg sangat terpengaruh dengan hasil survei beberapa lembaga yg menyepelekan kubu hade. Ah ternyata mereka para konsultan kampanye yg dipengaruhi bayaran customernya …
Di antara harapan2 itu bolehkah saya pesimis bahwa mereka akan berhasil membangun Jabar. Semoga kata2 semacam ini dapat menjadi dorongan buat mereka.
Yang muda yang kita harapkan.

Mudah-mudahan ini cerminan Pemilu 2009
@Layudhi
Cermin pemiliu 2009 :
[] Yang Muda
[] Yang Reformatif (Baru)
[] Yang Religius
[] Yang Bermoral
[] …
Yang terbaik memang pembangunan negeri ini harus dimulai lagi dari awal …
Mengikuti garis lama sudah pada ngaco …
Mas Her, saya justru khawatir pada no:3. sepertinya tatanan masyarakat akan political will masih… ??
kejadian ini justru membuat ketar-ketir para “beliau-beliau” ??
Ato sebaliknya masyarakat di Jabar sudah tahu betul, belajar dari pemilu sebelumnya ?? lalu..
Cermin pemilu 2009…
bg saya koalisi pks n pan adalah strategi pks kalo dia [parpol] belum kuat [basis massa] kalo sendirian..alone player. di jakarta [wilayahnya sendiri] dia msh kalah tipis.
@hanifa

Saya setuju untuk mengatakan bahwa tingkat “ke-melek-an” masyarakat terhadap politik di negeri ini belum bagus. Bahkan pnggunaan istilah politik saat perbincangan di masyarakat acap kali kali lari dari makna yg sesungguhnya.
Kubu HADE kalo memang “real” menang, ini luar biasa.
Mereka masih sangat muda untuk menjadi top executive daerah di negeri ini. Muda umur, muda pengalaman dan tentu masih minim terhadap penguasaan lapangan. Wajar kita meragukan. Tapi kalo mereka bekerja dengan benar pasti bisa.
Cermin Pemilu 2009, maksudnya paling tidak ada pelajaran yg bisa diambil dari sini.
@demonzbabtizm
Saya melihat pks acap melakukan expriment atau mungkin test “kekuatan massa” nya di stiap pilkada. Masalah menang kalah di pilkada sepertinya itu juga semacam kberuntungan sekaligus bahan kajian mereka selanjutnya.
Di dki dan kota Medan pks memiliki peluang besar memimpin. Mereka percaya diri di pilkada-nya, lalu berjuang sendiri.
Perkembangan basis massa pks di daerah memang luar biasa majunya. Kader-kader nya mau bekerja seperti yg telah mereka lakukan di dki.
Membangun negeri ini kadang butuh kemandirian sikap dari sekelompok orang, tapi kadang juga butuh kompromistis yang realistik.
Selamat atas kemenangan HADE.
Kepada Kang Dede Yusuf, anda cocoknya sekalian gabung aja ke PKS.
Bapak sepertinya tidak puas menjadi gatal dengan perolehan suara ini yah.. hehe
salah satu di tulisan itu ada paragrap berikut:
Karena bila ternyata benar, tentu memperlihatkan betapa rendahnya mutu cara masyarakat menentukan pilihan. Tapi bisa saja ini fakta. Fakta bahwa masyarakat kita cenderung ke yang begituan.
dengan menyebutkan spt di atas. sepertinya bapak tahu mutu ahmad heryawan & dede yusuf.
Tolong dong ceritakan mutu mereka , biar saya atau orang lain yang membaca tulisan ini bisa membandingkan dengan mutu calon yang ketahuinya.
Terimakasih.
Minggu dan senin kemarin mantengin tivi untuk lihat perkembangan pilkada jabar. Surprise tapi juga khawatir atas kemenangan yang boleh dianggap diluar prediksi pribadi. Sekalipun telah dikatakan DPP Hade akan meraup sedikitnya 35% suara, kekhawatiran akan dicurangi tetap masih mengganjal.
Semoga euforia kemenangan tidak membuat para kader dari kedua partai pendukung Hade terlena.
Kalau mengenai pilkada dki, ambil hikmahnya saja. Bukankah carut marut masalah kemacetan, banjir, dan ‘keanehan’ pemerintahan dki belum bisa diatas oleh pemerintahan yang sekarang menjabat. InsyaAllah ini akan jadi pelajaran yang paling baik untuk kedepannya.
@dimar assidiqi
Yup.
Selamatnya tentu sekalian dengan selamat bekerja keras juga ya kang…
Saya pikir walau fisiknya Kang Dede gak di PKS asal hatinya di PKS ya biar ajalah …
@elut2007
Makanya kita gak usah membesar2kan aspek kepopuleran Dede Yusuf dalam menyikapi fenomena kemenangan ini.
Terlampau banyak variabel yang dapat dilibatkan dan saya lebih suka memperhatikan masalah kesolidan kader (mesin politik) dalam bekerja.
Masalah kualitas kerja dan kemungkinan keberhasilan mereka nanti hanya Allah yg tahu. Satu2nya kelemahan yg nyata adalah pengalaman. Tapi energi kebenaran (mau bekerja dengan benar) jauh lebih penting untuk kita doakan (harapkan) buat mereka.
Menilai bahwa orang lain (yg bakal kalah) lebih buruk dari mereka adalah sikap yg kurang bijak saat ini.
@ Ibn Abd Muis
Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba2 nya yang terbaik…
Saya yang bukan orang sunda hanya bisa berdoa semoga siapa yang telah dipilih akan mampu membawa Jabar lebih baik lagi. Tentang “hal2″ atau “sesuatu” yang timbul dari hasil pilkadal ini saya pikir sesuatu yang wajar. Meskipun saya termasuk kelompok yang tidak setuju dengan ajang Pilkadal di Indonesia.
@Banyuku
Fenomena sosial termasuk dalam hal ini fenomena politik kalo tidak kita sikapi dengan pandangan yg realistis dan kompromistis memang acap mengarah ke sana mas.
Eh, ternyata saya juga bukan orang sunda …
kemenangan HADE itu tak lepas dari program empat mata trans7. Sehari sebelum pilkada Tangerang, Rano Karno jadi guest star talkshownya tukul arwana itu. Dan pasangan Ismet-Rano menang. Sehari sebelum pilkada Jabar,Dede Yusuf
juga jadi bintang tamu empat mata. Sehari berikutnya,Dede dan pasangannya Heryawan menang. Jadi berterimakasihlah pada tukul he..
@didiksuyuthi

Boleh juga nih …
Gmana kalo tukul aja yg sekalian kita jadikan calpres 2009, bakal menang gak ya ?
hahahaaa…. bisa sajo ko si Uda…
Tapi tetap labiah fenomenal Danau Singkarak Da.. Ikan Bilihnyo cuma satu satunyo di dunia hehehe..
saketek fenomenal Da dalam pilgub Jabarko, karena ndak ado pilihan lain, cubo Uda yang maju berpasangan jo Ambo pasti awak manang Da hahahaha……
lawan HADE urang urang nan alah bakarek dan ado embel embel bintang bintang, masyarakat masih jengah maliek sagalo itu walau mungkin kalakuan mereka yang berbintang bintang itu alah mulai barubah.
Ambo masih alun pacayo kekuatan PKS yang lebih kuat, ambo maliek iko hanyo masalah persepsi dan citra yang tertanam di benak masyarakat terhadap calon calon secara pribadi.
Untuk kekuatan mesin partai di Indonesia ambo maliek masih jauh dari sebuah mesin sistem politik yang mengakar. hampir semua pelaksanaan Pemilu baik legislatif ataupun pilkada Gubernur/Bupati/Walikota sosok ketokohan individu masih kuat dibanding kerja partai. Ini terbalik dengan saat zaman kita Orde Baru dulu. Tapi Orba tetap juga bukan mesin partai yang kuat tetapi rezim orangnya.
Tapi kalau bulieh ambo usul :
Sebaiknyo yang maju dan manjadi kapalo pimpinan daerah adalah :
1. Bermoral dan berakhlak tinggi
2. Memiliki kapasitas, kapabiltas, aksestabilitas yang mumpuni.
3. Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang matang tentang seluk beluk birokrasi, administrasi, management, pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
3. Memiliki Kepribadian yang tangguh, tegas, disiplin dan berani untuk menyatakan mundur dan bertanggungjawab jika ketauan/kesangkut/tersangkut baik sengaja/tidak sengaja baik pribadi/keluarga/ataupun anak buah dari yang namanya KKN.
Itu dulu Da… tolong ditambahkan atau diluruskan analisis icak icak ambo hehehe….
Salam dari sepoi angin Singkarak
JB’l09
@JB’lOg




Ndak ado nan bisa ditambahin dari analisa angku di ateh, kecuali masalah bilih, buleh ditambah …
—
BTW, sampe sore ko postingan awak ttg pilkada jabar terus bersaing di Top Posts from around WordPress.com
Sementara punyo angku masih di ateh (memimpin) menurut quick count WP ko … Ha ha ha …
Mudah2 an besok di “real count” post ambo ko bisa menanjak naik …
—
Urang awak memang kepeduliannya terhadap urang lain (Jabar) luar biasa yo…
hahahaa… galax galax sorang awak maliek rating di TopPosts WordPress hariko da… samantaro awak diposisi 2 uda menyusul di nomor 7 (kayak rating Box Pilkada KPUD Jabar sajo Da hahahaa…)… makonyo awak katokan kalau awak bapasangan ndak ado lai nan bisa mangalahkan, aplogai HADE hehehee…….
mmhhh… pasangan pacu makan ikan bilih seh lah Da… labiah sero dan mahoyak…..
Itu kepedulian sabananyo ado ujuang “BAR”-nyo sajo Da, diantaronyo ;
- bar-jabar
- bar-sumbar
- bar-baratiang
- bar-barisu
- bar-bargiloblog
dan bar-bar lainnyo hehehee..
Salam buek keluarga Da (rasonyo lah akrab sajo) dan juo buek dunsanak (Uda dima kiniko di Jabar atau di Sumbar ?)
JB’l09
@JB’lOg


Ambo di Jakarta.
—
Setelah dituka judul post ko saketek langsung naik ke posisi limo. Ado-ado se WP ko …
—
Angku dima ?
Apo lai ado internet di tapi2 singkarak tu ? Mainlah ke tembok, sabuik namo ambo, pasti ndak ado nan tau …
—
Lah ikuik ber-OOT ria lo pemilik blog surang …
Rakyat sudah bosan kali dengan yang itu - itu atau lagi trend, seperti Obama di USA
salut pada HADE….
semoga jabar makin jaya
walaupun kecewa dengan Pilkada DKI, akhirnya terobati dengan pilkada Jabar…
salut dengan kerja keras tim sukses HADE….
ALLAHU AKBAR….
hidup dede yusuf yang artis baik terkenal jadi membuat suara terbnanyak
[...] April, 2008 oleh Herianto Mungkin gara-gara ikut ng-gosip-in hasil pilkada di JABAR minggu ini, eh kok jadinya kualat malah ketagihan juga untuk ikut ngobrolin pilkada di daerah [...]
siapapun yang menang di pilkada jabar,mari kita dukung dengan penuh rasa optimis,dan kalau pada realitanya hade yang menang yang lain berlapang dadalah dan nikmati kekalahannya dengan berlapang dada. buat hade buktikan kita gak salah pilih
siapapun yang menang itu g penting, yg lebih penting adalah yang bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik. yg muda harus bisa nunjukin kemampuan, bagi yang tua2 istirahat aja dirumah, nikmatin sisa hidup.
menang kalah dalam pilkada adalah bukan hal yang luar biasa
pemimpin yang amanahlah yang luaaaaaaar biasa ”’ gooo
Hade emang ……. hade kitu nyak …….?
Hasil Lengkap Pilkada Jabar
Andrian Fauzi - detikBandung
Berikut hasil lengkap perolehan suara pilkada berdasarkan rapat pleno terbuka KPU Jabar, rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilhan umum gubernur dan wakil gubernur Jabar tingkat provinsi.
Kab. Bogor
Dai 360.150
Aman 466.054
Hade 860.845
Total 1.687.049
Tidak sah 87.498
Kab. Sukabumi
Dai 242.095
Aman 312.633
Hade 362.218
Total 916.946
Tidak sah 52.284
Kab.Cianjur
Dai 253.410
Aman 301.395
Hade 316.993
Total 871.798
Tidak sah 58.115
Kab.Bandung
Dai 401.213
Aman 449.953
Hade 594.526
Total 1.445.692
Tidak sah 45.541
Kab.Garut
Dai 255.214
Aman 355.806
Hade 442.876
Total 1.053.896
Tidak sah 46.428
Kab.Tasikmalaya
Dai 160.793
Aman 434.735
Hade 194.657
Total 790.185
Tidak sah 21.129
Kab.Ciamis
Dai 189.280
Aman 326.106
Hade 314.999
Total 830.385
Tidak sah 23.305
Kab.Kuningan
Dai 105.499
Aman 248.475
Hade 138.223
Total 492.197
Tidak sah 26.399
Kab.Cirebon
Dai 160.280
Aman 340.865
Hade 373.968
Total 875.113
Tidak sah 59.995
Kab.Majalengka
Dai 139.638
Aman 227.090
Hade 254.218
Total 620.946
Tidak sah 37.928
Kab.Sumedang
Dai 158.772
Aman 242.006
Hade 191.738
Total 592.516
Tidak sah 29.657
Kab.Indramayu
Dai 430.683
Aman 229.634
Hade 138.881
Total 799.198
Tidak sah 19.691
Kab.Subang
Dai 171.776
Aman 290.270
Hade 281.879
Total 743.925
Tidak sah 31.319
Kab.Purwakarta
Dai 136.833
Aman 91.742
Hade 134.261
Total 362.836
Tidak sah 11.626
Kab.Bekasi
Dai 105.468
Aman 188.347
Hade 408.839
Total 402.654
Tak sah 22.550
Kab.Karawang
Dai 274.213
Aman 361.939
Hade 305.071
Total 941.223
Tak sah 39.494
Kota bogor
Dai 78.846
Aman 107.537
Hade 206.611
Total 392.994
Tak sah 33.622
Kota Sukabumi
Dai 38.524
Aman 47.903
Hade 54.107
Total 140.534
Tidak sah 6.817
Kota Bandung
Dai 260.742
Aman 401.683
Hade 457.923
Total 1.138.348
Tidak sah 45.627
Kota Cirebon
Dai 27.819
Aman 46.730
Hade 51.920
Total 126.469
Tidak sah 7.963
Kota Bekasi
Dai 74.421
Aman 202.686
Hade 363.245
Total 640.352
Tidak sah 22.699
Kota Depok
Dai 86.683
Aman 127.267
Hade 284.143
Total 498.093
Tidak sah 25.375
Kota CImahi
Dai 65.705
Aman 73.244
Hade 103.506
Total 242.455
Tidak sah 9.192
Kota Tasikmalaya
Dai 58.447
Aman 116.098
Hade 133.725
Total 308.270
Tidak sah 18.767
Kota Banjar
Dai 58.872
Aman 22.122
Hade 13.795
Total 94.789
Tidak sah 2.757
Kab.Bandung Barat
Dai 195.525
Aman 205.237
Hade 286.480
Total 687.242
Tidak sah 20.782
Hasil akhir:
Dai 4.490.901 = 24,95 %
Aman 6.217.557 = 34,55 %
Hade 7.287.647 = 40,50 %
Total keseluruhan 17.996.105
Total tidak sah keseluruhan 806.560
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 18.802.665
Jumlah pemilih terdaftar terkoreksi 27.933.259
Tingkat partisipasi 67,313 %
Assalamu’alaikum..
Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar!!! Kini kemenangan dakwah sudah di depan mata kita…
Islam pasti akan menang..!!!
Hidup HADE…!!!
Hidup PKS…!!!