Fenomena Karier Para Akademisi Perguruan Tinggi : Kebanggaan Manajerial vs Kebanggaan Akademik
19 Maret, 2008 oleh Herianto
Seperti apa sih kompetisi (perjuangan) karir yg terjadi di perguruan tinggi. Samakah dengan fenomena kompetisi yg terjadi di instansi lain ?
—
… … … … …
… … … … …
… … … … …
… … … … …
—
Mana yang lebih mereka dulu kan ?
Kebanggaan-kebanggaan di prestasi (kedudukan) manejerial atau kebanggaan di prestasi akademik (keilmuan) nya.
—
Berapa banyak para doktor dan profesor di bidang keilmuannya yang waktunya dihabiskan oleh urusan-urusan administrasi manejerial akibat kesibukan jabatan [struktural] yang secara kontinu dijabat dari satu jenjang ke jenjang berikutnya.
Lalu kapan keilmuannya termanfaatkan ?
—
Ayo tanya, kenapa ?
—
Imbalan.
—
Imbalan di status manejerial jauh lebih menggiurkan ketimbang berkecimpung terus di riset-riset bidang keilmuan - nya.
—
Ada-ada saja benarnya.
—
Wajarkan ?
Eh… Wajarkah ?
—
—
—
—
NB :
Istilah ‘imbalan’ dalam tulisan di atas maksudnya adalah : uang.











Benar pak…
Tapi kadang-kadang mereka yang berlomba meraih posisi manajerial bukan hanya karena imbalannya, tapi juga karena minimnya kualitas akademik mereka.
Beberapa sivitas di tempat saya mengajar saya perhatikan bahwa mereka yg berlomba2 ke posisi jabatan adalah karena kualitas akademiknya juga minim.
Jadi karena kualitas akademiknya minim dan mengira enggak mungkin dipoles-ulang maka mereka sepertinya lari ke posisi administrasi manajemen seperti itu.
Wallahu a’lam juga ya…
@Rafida

Itu mungkin kasus saja. Artinya kita gak bisa meng-generalisasi kalo semua sivitas/akademisi PT yg lebih intens bergelut di administrasi/manajerial karena hal di atas, walau secara kasus per kasus ada benarnya juga
Ada saran perbaikan atau apa gitu ?
yang penting orang pinter itu bisa mangajari orang lain! nga cuman pinter buat diri sendiri!
kalo menurut gw siy, yang penting orang pinter mao berbagi & sharing. Gw ga butuh tuk diajarin….. hehehhehe
Sudah bulan April… kemana saja pak Dosen Her???
Saya kangen…
@Wahyu
Maksud kamu yang kayak saya gitu ya wahyu …
Narsis dosa gak ya ?
@nugroz
Apa diajarin dan ngajarin itu bukan salah satu cara untuk berbagi dan sharing mas …
@Ram-ram Muhammad

Iya nih dah bulan April …
Lebih tiga bulan kehilangan kyai…
Kangen itu apa kyai, ada dalilnya gak ?
hehehe.. kayaknya semua tergantung nilai yg dipegang, pak Dosen Heri.
(utk urusan duniawi)
sebagian ada yg mengatakan *termasuk saya kali ya ;))* orientasi sekolah utk nyari kerja, nyari kerja buat nyari duit, jadi apapun yg membuat duit lebih banyak, maka itulah yg diutamakan.
kita g bisa mengelak, posisi di manajerial lebih menjanjikan daripada posisi spesifik/spesialist. Orang yg ahli ilmu mentok2 jadi staf ahli
@Ansori
Apakah ini termasuk fenomena yang membuat kualitas akademik kita kurang bermutu ya ?
Gmana mau bermutu kalo kebanyakan kita (eh saya juga kah ?) lebih mengejar posisi jabatan [manajerial] ketimbang mengejar prestasi [di penemuan2] akademik.
Apa ada yang salah di proporsional distribusi keuangan/kesejahteraan di negeri kita …
Akhirnya pameo ini memang menang :
Kuliah untuk ncari duit, bukan untuk mencari manfaat akademik bagi kemudahan kehidupan bersama.
Eh… apa itu sama aja ya..
Tergantung, mas Herianto,…
kayaknya ngga semua begitu