<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Kritik dan Alat Vital</title>
	<atom:link href="http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/</link>
	<description>Hanya sekedar corat-coret</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 01:04:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Oleh: haniifa</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1874</link>
		<dc:creator>haniifa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 10:26:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1874</guid>
		<description>"mengomentari kritik dan mengkritik komentar adalah 2 hal yg berbeda…"
Oohhh....
Pantasan Om Roy Suryo nggak punya blog ..he.he.he. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;mengomentari kritik dan mengkritik komentar adalah 2 hal yg berbeda…&#8221;<br />
Oohhh&#8230;.<br />
Pantasan Om Roy Suryo nggak punya blog ..he.he.he. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rohadi Wicaksono</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1860</link>
		<dc:creator>Rohadi Wicaksono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 02:31:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1860</guid>
		<description>Mungkin kita harus jujur, mengerti dunia dunia blog atau tidak, yang pasti Roy Suryo itu namanya sudah sangat terkenal dan diakui banyak pihak kepakarannya di bidang IT. Dengan dia memberi kritik kepada dunia blog akan membuat dunia ini tambah banyak di kenal orang. Mungkin orang yang selama ini acuh dengan dunia ini akan meliriknya. 
Jadi, kritik Roy Suryo itu bisa berarti mempromosikan dunia blog di negeri ini.

&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Selalu ada celah positip untuk berwiraswasta eh berprasangka ya mas...
BTW, saya yakin mas Suryo kurang sreg untuk disebut pakar IT mas, beliau kan pakar komunikasi. ;)
&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kita harus jujur, mengerti dunia dunia blog atau tidak, yang pasti Roy Suryo itu namanya sudah sangat terkenal dan diakui banyak pihak kepakarannya di bidang IT. Dengan dia memberi kritik kepada dunia blog akan membuat dunia ini tambah banyak di kenal orang. Mungkin orang yang selama ini acuh dengan dunia ini akan meliriknya.<br />
Jadi, kritik Roy Suryo itu bisa berarti mempromosikan dunia blog di negeri ini.</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Selalu ada celah positip untuk berwiraswasta eh berprasangka ya mas&#8230;<br />
BTW, saya yakin mas Suryo kurang sreg untuk disebut pakar IT mas, beliau kan pakar komunikasi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Cabe Rawit</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1857</link>
		<dc:creator>Cabe Rawit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 01:35:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1857</guid>
		<description>Bang Her ini kalo nulis sangat runtut... dimulai dengan penjabaran mengenai judul, maksud tulisan, deskripsi dan isi, tidak lupa diakhiri dengan pertanyaan untuk para komentator (pembaca). Tema yang sepintas seperti biasa-biasa saja, menjadi menarik untuk diperbincangkan. Mungkin karena bang Her ini punya basic IT dan seorang akademisi... Beda dengan Roy Suryo :mrgreen:

Itulah kritikan saya... :mrgreen:
*difalu*

&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Ah... bisa-bisa saja.
Tapi saya gak merasa se-hebat itu kok.
Tapi...
merasa,
lebih hebat lagi...  :mrgreen:&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Her ini kalo nulis sangat runtut&#8230; dimulai dengan penjabaran mengenai judul, maksud tulisan, deskripsi dan isi, tidak lupa diakhiri dengan pertanyaan untuk para komentator (pembaca). Tema yang sepintas seperti biasa-biasa saja, menjadi menarik untuk diperbincangkan. Mungkin karena bang Her ini punya basic IT dan seorang akademisi&#8230; Beda dengan Roy Suryo <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itulah kritikan saya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
*difalu*</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Ah&#8230; bisa-bisa saja.<br />
Tapi saya gak merasa se-hebat itu kok.<br />
Tapi&#8230;<br />
merasa,<br />
lebih hebat lagi&#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: haniifa</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1856</link>
		<dc:creator>haniifa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 16:47:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1856</guid>
		<description>Kritik ya... dimata saya sama dengan komentar.
Kasus mas Roy ...nggak usah memberikan komentar klo nggak siap di komentarin :D


&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Oh gitu ya...
Kalo menurut saya setiap kritik adalah komentar dan setiap komentar belum tentu kritik, sehingga mengomentari kritik dan mengkritik komentar adalah 2 hal yg berbeda... :D
&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kritik ya&#8230; dimata saya sama dengan komentar.<br />
Kasus mas Roy &#8230;nggak usah memberikan komentar klo nggak siap di komentarin <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Oh gitu ya&#8230;<br />
Kalo menurut saya setiap kritik adalah komentar dan setiap komentar belum tentu kritik, sehingga mengomentari kritik dan mengkritik komentar adalah 2 hal yg berbeda&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Disitu Team</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1851</link>
		<dc:creator>Disitu Team</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 14:18:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1851</guid>
		<description>Hubungan Roy Suryo dengan para Blogger Indonesia sejak dulu memang kurang harmonis, entah sejarahnya bagaimana, Banyak para Blogger Indonesia yang mengkritik dan meragukan kepakaran Roy Suryo, sementara itu sering kali Roy Suryo berbicara ke media pers untuk tidak mengambil bahan berita dari para blogger, karena statement yang diajukan oleh para Blogger tidak bisa dimintai pertanggung-jawabannya. Berkali-kali Roy Suryo mengulang bahwa Blog adalah trend sesaat, dan kali ini Pakar Telematika kita mengatakan bahwa Blogger itu Tukang Tipu.

Apakah anda memiliki Blog ? Apakah anda penipu ? tapi pertanyaan yang paling penting adalah
Apakah Roy Suryo seorang Pakar Telematika ?

Baca disitu
http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=2483&#38;Itemid=27


&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Sebagai pakar komunikasi (saya lebih suka julukan ini), mas Roy tentu [semestinya] dapat merasakan betapa dahsyatnya pengaruh blog sebagai alternatif sarana komunikasi terkini.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hubungan Roy Suryo dengan para Blogger Indonesia sejak dulu memang kurang harmonis, entah sejarahnya bagaimana, Banyak para Blogger Indonesia yang mengkritik dan meragukan kepakaran Roy Suryo, sementara itu sering kali Roy Suryo berbicara ke media pers untuk tidak mengambil bahan berita dari para blogger, karena statement yang diajukan oleh para Blogger tidak bisa dimintai pertanggung-jawabannya. Berkali-kali Roy Suryo mengulang bahwa Blog adalah trend sesaat, dan kali ini Pakar Telematika kita mengatakan bahwa Blogger itu Tukang Tipu.</p>
<p>Apakah anda memiliki Blog ? Apakah anda penipu ? tapi pertanyaan yang paling penting adalah<br />
Apakah Roy Suryo seorang Pakar Telematika ?</p>
<p>Baca disitu<br />
<a href="http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2483&amp;Itemid=27" rel="nofollow">http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2483&amp;Itemid=27</a></p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Sebagai pakar komunikasi (saya lebih suka julukan ini), mas Roy tentu [semestinya] dapat merasakan betapa dahsyatnya pengaruh blog sebagai alternatif sarana komunikasi terkini.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: cK</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1850</link>
		<dc:creator>cK</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 03:28:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1850</guid>
		<description>hmmm...terus terang saya jarang mengkritik. karena saya bukan ahli dalam mengkritik. saya berani mengkritik apabila saya 'ahli' dalam bidang yang saya kritik, sehingga kritikan saya tidak hanya 'tong kosong'.

tapi kalau masukan/saran, itu beda lagi. makanya saya lebih suka memberikan saran ketimbang kritik. karena saran itu bisa dari sudut pandang masing-masing orang, tanpa perlu melihat latar belakang.

maaf kalau bahasa saya ribet.. :mrgreen:


&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Sepertinya kita sepakat chik ... :lol:&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230;terus terang saya jarang mengkritik. karena saya bukan ahli dalam mengkritik. saya berani mengkritik apabila saya &#8216;ahli&#8217; dalam bidang yang saya kritik, sehingga kritikan saya tidak hanya &#8216;tong kosong&#8217;.</p>
<p>tapi kalau masukan/saran, itu beda lagi. makanya saya lebih suka memberikan saran ketimbang kritik. karena saran itu bisa dari sudut pandang masing-masing orang, tanpa perlu melihat latar belakang.</p>
<p>maaf kalau bahasa saya ribet.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Sepertinya kita sepakat chik &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2008/03/02/kritik-dan-alat-vital/#comment-1849</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 15:43:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/?p=254#comment-1849</guid>
		<description>kalo saya memandang kritik itu seperti jamu, pak heri, hehehehe :lol: terasa pahit memang, tapi besar khasiatnya *halah* apa pun kritik yang disampaikan oleh pihak lain itu bisa jadi bukti perhatian dari sang pengkritik kepada pihak yang dikritik. sang pengkritik ndak ingin pihak kyang dikritik itu jatuh ke dalam kesesatan atau kesalahan fatal. sayangnya banyak pihak yang masih alergi kritik, sehingga menganggap pengkritik seolah2 sbg musuh yang mesti dijauhi.

&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Dalam hal manfaat memang jamu luar biasa khasiatnya pak Sawali. :) Tetapi gmana ya cara menghadapi kritik yg menyimpang dari prosedur sehingga tidak lagi bernama kritik. Maksudnya, sebagai alat istilah kritik sering bersinggungan dengan istilah : nyampah, provokasi, dendam, hasut, .... ( apa ini pendekatan bahasa ya... ?  :lol:  )
Cukup ampuh gak ya jika dihadapi dengan jurus : "emang gue pikirin..." saja. 
Apa perlu dibantai saja itu orang   :mrgreen:  :)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo saya memandang kritik itu seperti jamu, pak heri, hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> terasa pahit memang, tapi besar khasiatnya *halah* apa pun kritik yang disampaikan oleh pihak lain itu bisa jadi bukti perhatian dari sang pengkritik kepada pihak yang dikritik. sang pengkritik ndak ingin pihak kyang dikritik itu jatuh ke dalam kesesatan atau kesalahan fatal. sayangnya banyak pihak yang masih alergi kritik, sehingga menganggap pengkritik seolah2 sbg musuh yang mesti dijauhi.</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Dalam hal manfaat memang jamu luar biasa khasiatnya pak Sawali. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Tetapi gmana ya cara menghadapi kritik yg menyimpang dari prosedur sehingga tidak lagi bernama kritik. Maksudnya, sebagai alat istilah kritik sering bersinggungan dengan istilah : nyampah, provokasi, dendam, hasut, &#8230;. ( apa ini pendekatan bahasa ya&#8230; ?  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  )<br />
Cukup ampuh gak ya jika dihadapi dengan jurus : &#8220;emang gue pikirin&#8230;&#8221; saja.<br />
Apa perlu dibantai saja itu orang   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
