Hiatus Tak Sopan
11 Februari, 2008 oleh Herianto
Ini barangkali istilah yang pantas ditujukan ke pemilik blog ini.
Sudah lebih satu bulan content blog ini tak pernah di update, bahkan beberapa comment pun tak sempat di-respond. Ya… sudahlah.
Inilah saatnya untuk ngeles alias berdalih tentang beberapa kesibukan yang sebenarnya gak gitu2 banget.
Yang pertama tentang kesibukan mengkoreksi hasil UAS. Ah… yang ini sebenarnya “benar-benar” gak gitu-gitu banget, ngasi nilai aja kok repot.
Yang kedua masalah server freebsd yang belum rampung. Setting Sendmail yang rumitnya minta ampun, tentang option change password squirrel yang gak jalan2, manajemen bandwidth atau tepatnya trafik yang belum sempurna, dan seterusnya dan seterusnya. Ini juga gara2 pasukan teknis yang kesempatan self-learning nya lagi macet, dan terpaksa lah kita yang biasanya lebih suka bertapa ini turun gunung. Yang ketiga masalah beberapa website yang harus diselesaikan segera. Untung saja pengalaman ngblog di WP memberikan pencerahan tentang kemampuan CMS nya wordpress. Akhirnya selesai juga beberapa website asal comot itu di sini, sini, sini dan sini. Kayaknya bakal datang lagi beberapa pekerjaan semisal. Gak papa dah, sambil ngasah2 ilmu, ngutak2 freebsd, baca2 html+php lagi, dan rentet2annya gitulah… ya gak papa juga sih.
Yang kelima tentang keasyikan di olah raga senam berbasis pernafasan. Ah yang terakhir ini kayaknya perlu dibuat postingan baru, tentang botol-botol yang berpecahan, besi-besi yang berpatahan… Wah apa ini ? Takhyul kah ? Entah lah… tapi itu benar2 energi diri …. katanya.
Terus apa lagi ya ?
Kayaknya gak ada lagi ya, cuma mo minta ma’af aja atas ketidak-sopanan sang hiatus-er ini.
Sekali lagi… minta ma’af. Ma’af, ma’af… ma’af.
Awas ya kalo gak dima’afin …
Dasar… [hiatus-er] gak sopan !!!











walah, selama hiatus pak heri belajar juga tentang ilmu olah pernapasan. bisa punya ajian seipi angin yang ringan dan gampang melesat ke sana kemari, pak, hehehehe
Ok, deh pak selemat ngeblog kembali, pak, tetap semangat utk tdak bosan menularkan ilmu2nya ke kita, pak heri.
Herianto :
Eh, apa iya pak bisa ringan dan terbang gitu. Wah jangan2 olah raga pernafasan ini nantinya dilarang oleh berbagai maskapal penerbangan komersil, kan bisa mengurangi penumpangnya.
Ok pak, tetap semangat.
KitE maapin pak, tapi jangan dibunuh ya…
Herianto :
Bisa jadi juga, membunuh rasa takut dan kemalasan.
Pantesan, nggak muncul-muncul akh…
Herianto :
Iya nih, sepertinya berlaku hukum kelembaban massa pak De. Kalo sedang diam cendrung diam terus kalo bergerak ya bergerak terus, kayak di senam pernafasan itu lho… Hi hi hi… bikin penasaran.
Pak Her sudah kelar hiatusnya kan… ayo nulis terus…!!!
Salam kenal dari ane Pak…
Herianto :
Gak tau nih kelar atau tidak… jangan2 ntar hiatus lagi.
Salam kenal juga…
ayo tulis olah napasnya…
Herianto :
Kayaknya gak bisa sekedar ditulis mas, harus dipraktekin… Ke ke ke ke ….
Pengalamannya tulis dunk bos…biar kita tahu dan merasakan bagaimana mengolah pernafasan. Apakah sama dengan mengolah keuangan? *hehehehe gak nyambung ya?*
Tapi saya setuju tentang respon cepat pemilik blog atas koment-koment yang masuk. Biar ada rasa dihargai gitu….menurut Sardjono Djatiman (almarhum, guru besar sosiologi UI), sebentuk penghargaan tak harus diwujudkan dalam materi (uang) yang besar…..semangkok mie ayam atau sapaan salam sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kita menghargai eksistensi para blogwalking….kok mie ayam? bahasa Pak Sardjono memang dalem banget maknanya.
Herianto :

Olah raga senam yang dibantu melalui ritme/sinkronisasi pernafasan itu tentu saja tujuannya untuk kesehatan. Kayaknya sekarang lagi menjamur deh penggemarnya di berbagai instansi pemerintahan dan swasta. Sejauh ini menurut saya untuk memulihkan kebugaran orang2 yg mulai me-nua seperti saya cukup efektif, apalagi kalo diselingi dengan pesan2 moral (katakanlah semacam dakwah juga) bagi kebaikan (maslahat) bersama.
Oh ya, saya juga setuju dengan mie ayamnya…
Mie ayam pak Sardjono memang dalam banget maknanya…
Semoga komunikasi dan interaksi ini membuat kita semakin saling menghargai … dan saling memahami
lho iya… saya juga pernah ikut sebangsa MP, SN, Jiu-Jitsu, dll. kalo dari sisi falsafah kan ada kisa Bima yg disuruh cari “susuhing angin” dan ternyata yg dimaksud adalah napas… he he he… ada orang bilang kalo manusia ditutup matanya, mulutnya, dan dua di bawah masih bisa hidup. tapi, kalo hidungnya juga ditutup, modar adanya
sayah percaya Pak Heri kalo hiatus mbaliknya pasti mbawa berkah macem2 *pertapa gitu lho*
*ngumpet nunggu teng kyu pak heri lewat*
*kaburrrrrrr*
belum balik-balik ya om??
*nunggu*