Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriyah (1427 H ke 1428 H) {update} dan juga [yg lebih dekat] tahun baru masehi (Selamat tinggal 2007 – Selamat datang 2008). Pengennya mau menuliskan sesuatu [juga] sebagai refleksi diri, tetapi kayaknya kekurangan energi nih untuk itu. Dan akhirnya, cuma ingat satu hal, yaitu tentang fenomena negeri ini yang belum juga beranjak maju setelah “digebyar” di tahun reformasi (1998) dulu.
Ah, nafa ya ? Padahal sebagian orang2 yg dulunya begitu kritis meributi masa-masa “represif” orde baru sudah [berhasil] duduk di tampuk kepemimpinan [kekuasaan]. Tapi banyak orang berkata, “Sama saja bung”. ![]()
Lagi-lagi nafa ya. Apa sih gunanya kalian2 duduk di perlemen itu, bahkan sudah sampe di eksekutif segala kan ?
Apa benar seperti kata berita : demi mobil mewah, laptop baru, Maen ke luar negeri, kontrakan rumah yg berlebihan, tunjangan sana-sini… dstnya dstnya, di atas gaji pokok yang sudah sangat alhamdulillah itu.
—
Oh teman2 Parlemen …
Atas nama anda yg kami tancapkan tanggungjawab itu. Dimana, dimana, dimana ?
—
Masih layakkah kita berdoa untuk mereka ? Lho kenapa ? Kenapa bertanya ? Adakah yang salah ?
Begini,
kadangkala segelintir dari kita ada2 saja yang menjadi enggan berdoa.
Ada yang karena rendah diri, atau rendah hati, “katanya”, dan ada juga yang karena tinggi diri atau tinggi hati, “padahalnya”. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau berdoa, sombong karena merasa ketinggian ilmunya, “katanya”, atau karena rendahnya pemahaman dia, “sesungguhnya”. Berdoalah… diriku…, diri kita, fardiyah atau jama’iyah. Tak ada yang salah, bahkan berdo’a itu sepenuhnya adalah ‘Kebenaran’. Suatu pertanda betapa kita senantiasa ‘berprasangka baik’ pada-NYA, bahwa IA akan mengabulkan pinta-pinta kita itu. Ada yang Dia ‘tunda’, demi kebaikan kita, ada yang cepat terkabulkan berdasarkan ilmu-Nya.
Saudara-saudara kami, saudara-saudaraku … di kenyamanan sudut ruangan parlementaria …, ingatlah doa kita di ketika itu :
—
Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia. Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya. Engkau pencipta dan pelindungnya. Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami. Rukunkan antar hati kami Tunjuki kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang. Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua. Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda. Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman. Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar. Wahai yang menyambung segala yang patah. Wahai yang menemani semua yang tersendiri. Wahai pengaman segala yang takut. Wahai penguat segala yang lemah. Mudah bagimu memudahkan segala yang susah. Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran. Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak. Engkau Maha Tahu dan melihatnya. Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu. Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu. Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur. Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus. Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami. Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami. Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara. Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana pada kami. “ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih” Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu. Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu. Berlaku pasti atas kami hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu. Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu. Dengan semua nama yang jadi milik-Mu. Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu. Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu. Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu. Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib. Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung sebagai musim bunga hati kami. Cahaya hati kami. Pelipur sedih dan duka kami. Pencerah mata kami. Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia. Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami. Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri. Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti. Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu. Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab. Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku. Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman. Kepada nenek moyang kami penyembah berhala. Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah. Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran. Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami. Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini. Dengan sikap malas dan enggan berda’wah. Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa.
(Doa – seperti yang dibacakan : [Alm.] K.H. Rahmat Abdullah – untuk kita, ketika itu)
—
Benarkah [di parlemen itu] kalian-kalian tidak bekerja untuk rakyat ?
Benarkah, benarkah ?











Salam,
Benarkah di parlemen itu kalian-kalian tidak bekerja untuk rayat ?? ada benarnya tapi tidak 100%
Lalu…
Bagaimana para kuli parlemen mo bayar utang budi ???
he.he.he.
Saya kira boro-boro mo bayar tapi semaking meng”hutang” sajah…!!!
Wassalam.
semoga akhir tahun 2007 ini menjadi momentum yang tepat bagi para anggota dewan, baik yang di pusat maupun di daerah, untuk melakukan refleksi diri. harus ada kesadaran baru bahwa mereka bisa duduk di kursi parlemen karena dipilih rakyat. konsekuensinya, mereka harus berjuang utk rakyat.
selamat tahun baru 2008, pak heri, semoga sukses selalu mengiringi setiap langkah pak heri.
Wah refleksi yang ckup untuk bisa mengingatkan setidaknya kita yang bukan parlemen Juga.
Pak Heri semoga hasil karya dan kreativitasnya itu berkembang dan bisa bermanfaat untuk sebanyak2 umat… heheh
saya mengamini saja doa2 dari pak Heri..
sebagai orang yang salah memilih jalur karier juga, seperti bapak…
saya hanya bisa ikut mendoakan supaya orang-orang yang benar-benar baik bisa naik ke permukaan. tapi, prosesnya mungkin agak panjang ya… berarti mesti sabar saja. wong katanya sabar itu setengah iman. amin
Met Tahun Baru 2008
Wish You All The Best And Success
Salam Militis
Sekarang, saya manggilnya Kyai Her saja ya!
Karena buat saya, siapapun yang telah menjadi guru saya, saya akan memanggilnya Kyai, terlepas dari ilmu apa yang diajarkannya kepada saya.
Kyai Her… saya juga ikut mengamini doanya. Mudah-mudahan Kyai Her dapat terus berkarya…
SELAMAT TAHUN BARU 2008
SELAMAT TAHUN BARU 1429 HIJRIYAH
Semoga lubang-lubang di jalan yg dilalui ditahun 2007 bisa kita deteksi dan kemudian kita tambal agar langkah di tahun 2008 lebih baik. Alhamdulillah, jika di 2008 langsung bertekad untuk mengaspal beton jalannya
Selamat Tahun baru hijriah 1429 H
Wassalam
Semoga anggota parlemen itu sadar dan kembali ke jalan yg benar… klo tidak sadar semoga cepat kembali ke pangkuan sang khalik
met taon baru, pak
@haniifa
Lalu kalo tidak 100% mungkinkah hati nurani yg 10% saja (sekira ada ?) mungkin mampu mengubah prilaku mereka2 yg lain ?
@Pak Sawali
Benar pak…
Memang ada ketimpangan di mayoritas mereka. kalo saja mereka tidak berubah, rakyat yg muak ini pasti meninggalkannya. Ah, tapi ada yg bilang belum tentu juga, karena rakyat kita sedemikian pema’afnya atas pengkhianatan pemimpinnya.
OK pak selamat tahun baru juga. Tahun baru hijriyah dan masehi juga tentunya.
@kurtubi

Ya pak… mengingatkan kita juga.
Saya pernah berpikir bahwa prilaku parlemen justru mencerminkan prilaku kita2 juga …
Bukankah mereka berasal dari kita …
@sitijenang

Salah memilih jalur ? Kok bisa …
Yang baik semoga naik ke permukaan ? Kayaknya masih lama dah… Soalnya rakyat sendiri juga gak mau memilih mereka …
Lalu kalo mereka yg milih kenapa pula mereka yg menjerit2 sekarang. Sepertinya kita harus membalik sang mayoritas …
@extremusmilitis
Happy new you.
Selamat militis…
Eh… militis itu apa sih ?
@Ram-Ram Muhammad
Aku bukan
pujanggakyai pak… Sure. Pleaze dong ah …Malah arti kyai itu sendiri aku belum tau dengan persis, kalo guru di arab kan dipanggil ustadz pak … Tapi untuk dipanggil ustadz pun sangat tak pantas. Panggil pak Heri aja dah, biar netral
@Fakhrurrozy
Syukron akhi…
Kata2 yg menyejukkan itu sangat terasa saat berkunjung ke sana …
@dobelden
Biarlah (doakan) mereka kembali ke jalan yg benar dulu sebelum kembali ke pangkuan-NYA.
Kita juga kan ?
@Abeayang
Oh ya… jangan KECEPLAK KECEPLOK lagi ya …
Pagi ini saya baru saja baca artikel yang berkaitan dengan topik ini di sini :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/02/time/053234/idnews/873381/idkanal/10
Gmana komentar teman2 ?
he he he… kalo saya di DPR kan sudah sugih tenan… gak perlu lah pake speedy
gonzalesbiasa itu kalo mau pemilu semua kan nggayanya peduli. salahnya mau ditipu
===========================================================
Herianto :
Ya kasihan. Bahkan merekakah cermin diri kita?
Selamat Tahun Baru 2008
===================
Herianto :
Sama-sama. sEMOGA sELAMAT…
Syukurlah diantara gegap gempita merayakan Tahun Baru, masih banyak yang tergerak untuk melakukan dzikir bersama. Di masjid dekat rumah, sejak selepas sholat Isya, bergema dzikir sampai menjlang pergantian tahun.
Semoga kita bisa melewati tahun 2008 dengan selamat, semakin banyak berbuat amal dan kebaikan.
=======================================================================

Herianto :
Seandainya pun dunia ini telah dipenuhi dengan kemaksiatan, selalu saja [pasti] ada segolongan orang2 yang bertahan di jalan yg terang. Siapa mereka ?
Semoga amal dan kebaikan kita senantiasa bertambah ya bu …
Kalo dilihat di tv seh kayaknya emang anggota parlemen sudah mulai “galak2″…
============================================================
Herianto :
Adakah itu buah dari do’a2 kita…
Selamat Tahun Baru, salam kenal Mas Heri.
Memang rakyat sudah sebegitu jijiknya kah sama wakilnya?
===========================================
Herianto :
Selamat menyongsong masa depan juga… Salam kenal.
Kalo saja kita sudah tidak mencintai mereka, tentu kritik dan mengingatkan itu biar jangan pedulikan saja…
Selamat Tahun Baru 2008
buat Bang Herianto & keluarga
serta semua pengunjung blog ini.
Horas
============================
Herianto :
Terima kasih lae, sama-sama..
Hari2 ke depan tampaknya tantangan hidup kita bakal lebih hebat …
Hidup ini tentu menjadi semakin menarik aja …
Selamat bertantangan !
CEPLOKKKK!!!! moga doanya terkabul,
amien……..
===============================================
Herianto :
Semoga setiap kebaikan terkabulkan-NYA …
Amin.
sayah mau berdoa..
tapi kok kadang malu berdoa..
lha wong sayah ndak pernah ngasi apa apa ke yang sayah minta doa..
==============================================================
Herianto :
Kasih aja Dia doa …
terima kasih telah mengunjunghi blog saya.
selamat tahun baru 1429 H
saya punya tulisan menarik tentang tahun baru.
saya tulis dua tahun lalu.
silahkan liat di:
http://asakuratorvald.wordpress.com/2007/12/28/apakah-kita-siap-untuk-bangkit-kembali/
semoga bermanfaat
Herianto :
Terima kasih juga mas atas kunjungan balasannya …
Oh ya atas link nya juga … siap2 meluncur ke sana …