<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Perfectionist</title>
	<atom:link href="http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/</link>
	<description>Cuma sekedar corat-coret</description>
	<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 15:19:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: haniifa</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1671</link>
		<dc:creator>haniifa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 12:02:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1671</guid>
		<description>Salam,
Ada sisi positifnya dari orang perfectionist :
1. Loyalitas tinggi.
2. Cenderung konsisten.
3. Kejujurannya dapat di harapkan.
Wassalam.

&lt;strong&gt;
Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Setuju mas... tentu untuk jenis NORMAL perfectionist seperti definisi dari wikipedia itu ...
Tapi apa jabaran yang di wiki itu dah cukup ya ? :D&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Ada sisi positifnya dari orang perfectionist :<br />
1. Loyalitas tinggi.<br />
2. Cenderung konsisten.<br />
3. Kejujurannya dapat di harapkan.<br />
Wassalam.</p>
<p><strong><br />
Herianto :</strong><br />
<em>Setuju mas&#8230; tentu untuk jenis NORMAL perfectionist seperti definisi dari wikipedia itu &#8230;<br />
Tapi apa jabaran yang di wiki itu dah cukup ya ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agorsiloku</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1569</link>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 17:05:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1569</guid>
		<description>Lama saya merenung-renungkan kata ini :
Haruskah segala sesuatunya itu matang terlebih dahulu baru kita bergerak dan bertindak ? Bagi seorang perfectionist, jawabannya : ya.

saya merasa tidak pas lho... tapi sulit menjawabnya...

kemudian terpikir... seorang perfeksionis berusaha menyelesaikan masalahnya dengan sebaik-baiknya dan sesempurna mungkin.  Segalanya diperhitungkan dengan baik dan tidak mau resiko terjadi tanpa bisa diprediksi....

Kalau profesinya tukang pahat atau pelukis... wah kayaknya cocok.  Jadi artis deh... tapi kalau profesinya marketer... unsur spekulasinya banyak... tidak cocok.

Perfeksionis bukan peragu, tapi hati-hati... (lihat sisi positifnya)... :D




                  
                      



  

&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Dalam hal ini pertama sekali saya pinjam dulu komen pak Sawali di atas  :


&lt;blockquote&gt;Sosok perfeksionis menurut hemat saya lebih banyak kekurangannya ketimbang kelebihannya. :mrgreen: Selalu menghendaki sesuatu secara sempurna, tanpa cacat.&lt;/blockquote&gt;



Lalu konsep perfectionist pada wikipedia sbb :


&lt;blockquote&gt;Perfectionism, in psychology, is a belief that perfection can and should be attained. In its pathological form, it is a belief that anything less than perfect is unacceptable. At pathological levels, this is considered an unhealthy belief.


&lt;/blockquote&gt;


&lt;blockquote&gt;...Normal perfectionists "derive a very real sense of pleasure from the labours of a painstaking effort" while neurotic perfectionists are "unable to feel satisfaction because in their own eyes they never seem to do things good enough to warrant that feeling".&lt;/blockquote&gt;



Serta seruan kbanyakan pemotivator : 


&lt;blockquote&gt;"Jangan Takut Gagal"&lt;/blockquote&gt;



Saya sendiri (tentu menurut saya juga) pada satu titik [persimpangan] ternyata termasuk pelaku perfectionist [menyimpang] ini. :lol:

Tentu benar, ada aspek2 positip di perfectionist, yaitu dalam hal Optimalisasi. :)
Tapi saya mengingatkan ke diri sendiri : Jangan sempat "kenikmatan" perfectionist ini menjadi tanpa action karena kelamaan kontemplasi. Dari action ada evaluasi, action lagi, evaluasi lagi... dstnya. Itu yg ada dalam benak wacana kontemporer saya. :D
&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lama saya merenung-renungkan kata ini :<br />
Haruskah segala sesuatunya itu matang terlebih dahulu baru kita bergerak dan bertindak ? Bagi seorang perfectionist, jawabannya : ya.</p>
<p>saya merasa tidak pas lho&#8230; tapi sulit menjawabnya&#8230;</p>
<p>kemudian terpikir&#8230; seorang perfeksionis berusaha menyelesaikan masalahnya dengan sebaik-baiknya dan sesempurna mungkin.  Segalanya diperhitungkan dengan baik dan tidak mau resiko terjadi tanpa bisa diprediksi&#8230;.</p>
<p>Kalau profesinya tukang pahat atau pelukis&#8230; wah kayaknya cocok.  Jadi artis deh&#8230; tapi kalau profesinya marketer&#8230; unsur spekulasinya banyak&#8230; tidak cocok.</p>
<p>Perfeksionis bukan peragu, tapi hati-hati&#8230; (lihat sisi positifnya)&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Dalam hal ini pertama sekali saya pinjam dulu komen pak Sawali di atas  :</p>
<blockquote><p>Sosok perfeksionis menurut hemat saya lebih banyak kekurangannya ketimbang kelebihannya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> Selalu menghendaki sesuatu secara sempurna, tanpa cacat.</p></blockquote>
<p>Lalu konsep perfectionist pada wikipedia sbb :</p>
<blockquote><p>Perfectionism, in psychology, is a belief that perfection can and should be attained. In its pathological form, it is a belief that anything less than perfect is unacceptable. At pathological levels, this is considered an unhealthy belief.</p>
</blockquote>
<blockquote><p>&#8230;Normal perfectionists &#8220;derive a very real sense of pleasure from the labours of a painstaking effort&#8221; while neurotic perfectionists are &#8220;unable to feel satisfaction because in their own eyes they never seem to do things good enough to warrant that feeling&#8221;.</p></blockquote>
<p>Serta seruan kbanyakan pemotivator : </p>
<blockquote><p>&#8220;Jangan Takut Gagal&#8221;</p></blockquote>
<p>Saya sendiri (tentu menurut saya juga) pada satu titik [persimpangan] ternyata termasuk pelaku perfectionist [menyimpang] ini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tentu benar, ada aspek2 positip di perfectionist, yaitu dalam hal Optimalisasi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Tapi saya mengingatkan ke diri sendiri : Jangan sempat &#8220;kenikmatan&#8221; perfectionist ini menjadi tanpa action karena kelamaan kontemplasi. Dari action ada evaluasi, action lagi, evaluasi lagi&#8230; dstnya. Itu yg ada dalam benak wacana kontemporer saya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fadli</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1476</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 04:09:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1476</guid>
		<description>Wah ini postingan provokatif bin diskriminatif lagi mendiskreditkan orang-orang berkepribadian melankolis.
Saya perfectionist, so what?
[perfect emotion mode :D ]



&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
Iya ya ? :lol:
Baru tau nih ...
Maksudnya perfectionist si Fadli : Di masa perkuliahan-nya, perjodohannya, pemahaman agamanya, atau semuanya. :lol:
Kalo gitu... Waspadalah... waspadalah ...  ini postingan provokatif bin diskriminatif..  :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah ini postingan provokatif bin diskriminatif lagi mendiskreditkan orang-orang berkepribadian melankolis.<br />
Saya perfectionist, so what?<br />
[perfect emotion mode <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ]</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
Iya ya ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Baru tau nih &#8230;<br />
Maksudnya perfectionist si Fadli : Di masa perkuliahan-nya, perjodohannya, pemahaman agamanya, atau semuanya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Kalo gitu&#8230; Waspadalah&#8230; waspadalah &#8230;  ini postingan provokatif bin diskriminatif..  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kurt</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1436</link>
		<dc:creator>Kurt</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 09:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1436</guid>
		<description>Menyimak saja postingan dan komentarnya ... 
dan diperkaya oleh @cahaya 

tanya: 
kalau ada kyai yang pengen dihormati  sama muridnya itu masuk perfectionist gak yaa pak ?


&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Jangan2 pak Kyai ini mas Cahya itu ya ? Wadduh, aku kok jadi prasangka &lt;del datetime="2007-12-23T06:41:21+00:00"&gt;buruk&lt;/del&gt; baik gitu ... :lol:
Kalau ada kyai yang pengen dihormati  sama muridnya itu fitrah kali pak ... :)
Asal jangan pengen di-upeti i ...  :lol:  :)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menyimak saja postingan dan komentarnya &#8230;<br />
dan diperkaya oleh @cahaya </p>
<p>tanya:<br />
kalau ada kyai yang pengen dihormati  sama muridnya itu masuk perfectionist gak yaa pak ?</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Jangan2 pak Kyai ini mas Cahya itu ya ? Wadduh, aku kok jadi prasangka <del datetime="2007-12-23T06:41:21+00:00">buruk</del> baik gitu &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Kalau ada kyai yang pengen dihormati  sama muridnya itu fitrah kali pak &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Asal jangan pengen di-upeti i &#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ram-Ram Muhammad</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1432</link>
		<dc:creator>Ram-Ram Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 03:52:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1432</guid>
		<description>Saya juga tertarik mengkajinya dari sudut pandang komunikasi dakwah. Karena benturan, kontroversi dan friksi dengan kelompok islam kultural di Indonesia makin menguat. Ada apa ini? Tanya Kenapa?


&lt;strong&gt;
Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Nah ini dia, masalah metoda dakwah bisa saja mereka belum adaptasi...
Tapi asalkan saling konsisten saya kira kita mungkin untuk mencapai titik bersama...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga tertarik mengkajinya dari sudut pandang komunikasi dakwah. Karena benturan, kontroversi dan friksi dengan kelompok islam kultural di Indonesia makin menguat. Ada apa ini? Tanya Kenapa?</p>
<p><strong><br />
Herianto :</strong><br />
<em>Nah ini dia, masalah metoda dakwah bisa saja mereka belum adaptasi&#8230;<br />
Tapi asalkan saling konsisten saya kira kita mungkin untuk mencapai titik bersama&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ram-Ram Muhammad</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1431</link>
		<dc:creator>Ram-Ram Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 03:45:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1431</guid>
		<description>Pak Dosen Her ini pandangannya asyik ya? Saya sendiri sedikit melihat kalau Pak Dosen Her ini agak "malu-malu" katika ingin mengekspresikan diri, sama kaya saya ya pak Her... hehehe

Mengenai fenomena teman-teman Salafy, hubungannya dengan kajian perfectionis, saya kira cukup menarik untuk dibahas. Tentu dengan niat bukan untuk membenturkan atau menyudutkan. Toh boleh jadi, kesimpulannya malah bagus buat Salafy sendiri, tul gak?

Wah menarik ini, tapi kalau bisa jangan cuma Salafy, entar mereka merasa sedang dighibah lagi 8)...


&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Malu2 itu apa ya pak ? Bukankah itu sebagian dari iman ... :lol:
Saya mungkin bukan malu2, tapi hati2 kali ya pak maksudnya ... :)
Berkaitan dengan teman2 salafy, tidak sepantasnya kita membenci semua dari mereka, seperti halnya tidak semestinya kita menerima begitu saja... Sebagian apa yg saya pahami tentang Islam adalah seperti halnya teman2 Salafy memahami, tetapi tidak semuanya, terutama dalam hal wasilah dan pemahaman kontemporer...
Tapi kalo ditanya kecendrungan, saya lebih suka untuk cenderung ke mereka ... ;)&lt;/em&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Dosen Her ini pandangannya asyik ya? Saya sendiri sedikit melihat kalau Pak Dosen Her ini agak &#8220;malu-malu&#8221; katika ingin mengekspresikan diri, sama kaya saya ya pak Her&#8230; hehehe</p>
<p>Mengenai fenomena teman-teman Salafy, hubungannya dengan kajian perfectionis, saya kira cukup menarik untuk dibahas. Tentu dengan niat bukan untuk membenturkan atau menyudutkan. Toh boleh jadi, kesimpulannya malah bagus buat Salafy sendiri, tul gak?</p>
<p>Wah menarik ini, tapi kalau bisa jangan cuma Salafy, entar mereka merasa sedang dighibah lagi 8)&#8230;</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Malu2 itu apa ya pak ? Bukankah itu sebagian dari iman &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Saya mungkin bukan malu2, tapi hati2 kali ya pak maksudnya &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Berkaitan dengan teman2 salafy, tidak sepantasnya kita membenci semua dari mereka, seperti halnya tidak semestinya kita menerima begitu saja&#8230; Sebagian apa yg saya pahami tentang Islam adalah seperti halnya teman2 Salafy memahami, tetapi tidak semuanya, terutama dalam hal wasilah dan pemahaman kontemporer&#8230;<br />
Tapi kalo ditanya kecendrungan, saya lebih suka untuk cenderung ke mereka &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sekali-Sekali Narsis&#8230; &#171; cK stuff</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1426</link>
		<dc:creator>Sekali-Sekali Narsis&#8230; &#171; cK stuff</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 09:10:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1426</guid>
		<description>[...] Saya ingin berterima kasih kepada seluruh fans-fans saya yang telah mendukung saya, baik support maupun doa. Kepada teman-teman saya, tanpa kalian, saya bukan apa-apa. Terima kasih juga untuk semua yang sudah mampir, komen, menorehkan kenang-kenangan berupa pertamax, hetrix, top skor dan lain-lain di blog ini. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Saya ingin berterima kasih kepada seluruh fans-fans saya yang telah mendukung saya, baik support maupun doa. Kepada teman-teman saya, tanpa kalian, saya bukan apa-apa. Terima kasih juga untuk semua yang sudah mampir, komen, menorehkan kenang-kenangan berupa pertamax, hetrix, top skor dan lain-lain di blog ini. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Herianto</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1425</link>
		<dc:creator>Herianto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 02:05:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1425</guid>
		<description>&lt;b&gt;@Pak Sawali&lt;/b&gt;
Membaca komen pak Sawali di atas jadi teringat dengan pesan ini juga pak : "Melakukan sesuatu lalu gagal, sebenarnya jauh lebih baik dari tidak melakukan sama sekali". 
Ini sepertinya juga pesan agar kita jangan takut gagal atau jangan menghukum diri akibat kegagalan.
Kata seorang motivator : Kalo saja saya diberi sekali lagi kesempatan hidup maka saya bukannya akan menghindari kegagalan2 yg pernah saya lakukan di kehidupan sebelumnya, tetapi saya justru akan melakukan lagi kegagalan2 itu lebih awal.   :)

&lt;b&gt;@Phyrro&lt;/b&gt;
Ilmu psikologis ternyata mumet pak ya.. :) Dulu adik kami suruh ambil aja jurusan psikologis karena dia agak lemah di berpikir eksak, eh ternyata "eksak" nya bidang ini lain lagi ...   :D

Eh, di lapangan saya juga menangkap beberapa fenomena lain, seperti ketidak-utuhan memahami sesuatu juga dapat membuat kita janggal dan terlihat  seakan2 idealis atau perfectionist...

--------------------
Nah, jadi ketauan nih bang Fertob belum ada yg punya... ;)
Saya ngusulkan kalo lagi cari2 gadis carilah yang memiliki kepribadian. &lt;strike&gt;Rumah pribadi, pekerjaan pribadi, mobil pribadi ... :mrgreen: &lt;/strike&gt; 


&lt;b&gt;@deKing van de bia sa saja&lt;/b&gt;   ;)
Kayaknya pak deKing mulai memahami maksud postingan saya ini ... 
http://herianto.wordpress.com/2007/05/16/fuzzy-1-logika-sang-kompromis/ 
;)
Saya pernah mikir, apakah "fenomena" teman2 salafy kita itu dapat dibahas melalui "fenomena" perfectionist ini ya pak.. 
------------
BTW, istilah "van de" itu apa sih artinya di nama2 orang belanda pak ... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@Pak Sawali</b><br />
Membaca komen pak Sawali di atas jadi teringat dengan pesan ini juga pak : &#8220;Melakukan sesuatu lalu gagal, sebenarnya jauh lebih baik dari tidak melakukan sama sekali&#8221;.<br />
Ini sepertinya juga pesan agar kita jangan takut gagal atau jangan menghukum diri akibat kegagalan.<br />
Kata seorang motivator : Kalo saja saya diberi sekali lagi kesempatan hidup maka saya bukannya akan menghindari kegagalan2 yg pernah saya lakukan di kehidupan sebelumnya, tetapi saya justru akan melakukan lagi kegagalan2 itu lebih awal.   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>@Phyrro</b><br />
Ilmu psikologis ternyata mumet pak ya.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Dulu adik kami suruh ambil aja jurusan psikologis karena dia agak lemah di berpikir eksak, eh ternyata &#8220;eksak&#8221; nya bidang ini lain lagi &#8230;   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Eh, di lapangan saya juga menangkap beberapa fenomena lain, seperti ketidak-utuhan memahami sesuatu juga dapat membuat kita janggal dan terlihat  seakan2 idealis atau perfectionist&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Nah, jadi ketauan nih bang Fertob belum ada yg punya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Saya ngusulkan kalo lagi cari2 gadis carilah yang memiliki kepribadian. <strike>Rumah pribadi, pekerjaan pribadi, mobil pribadi &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </strike> </p>
<p><b>@deKing van de bia sa saja</b>   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Kayaknya pak deKing mulai memahami maksud postingan saya ini &#8230;<br />
<a href="http://herianto.wordpress.com/2007/05/16/fuzzy-1-logika-sang-kompromis/" rel="nofollow">http://herianto.wordpress.com/2007/05/16/fuzzy-1-logika-sang-kompromis/</a><br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Saya pernah mikir, apakah &#8220;fenomena&#8221; teman2 salafy kita itu dapat dibahas melalui &#8220;fenomena&#8221; perfectionist ini ya pak..<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
BTW, istilah &#8220;van de&#8221; itu apa sih artinya di nama2 orang belanda pak &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deKing yang biasa2 saja</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1424</link>
		<dc:creator>deKing yang biasa2 saja</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 19:52:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1424</guid>
		<description>Sepertinya perfeksionis berkaitan dengan idealis ya Pak. Seseorang yang memiliki idealisme terlalu tinggi tanpa diiringi kesadaran untuk menatap realitas yang ada mungkin cenderung berakhir pada perfeksionis. Tapi itu mungkin lho ya Pak ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya perfeksionis berkaitan dengan idealis ya Pak. Seseorang yang memiliki idealisme terlalu tinggi tanpa diiringi kesadaran untuk menatap realitas yang ada mungkin cenderung berakhir pada perfeksionis. Tapi itu mungkin lho ya Pak &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pyrrho</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1423</link>
		<dc:creator>Pyrrho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 18:10:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/12/12/perfectionist/#comment-1423</guid>
		<description>saya nggak ahlinya Pak.... karena bukan disitu spesialisasi saya. :)

Apa yg pak Herianto sebutkan dlm contoh ttg perfeksionis dlm agama memang "tendensi"-nya kearah sana. Itu contoh ttg kompulsivitas (compulsive), yang memang sering terjadi pada orang-orang yang perfeksionis.

Perfeksionis sendiri memang konsep yg cukup "blur" dlm psikologi. Banyak yg mengatakan itu adalah gangguan psikologi, tp dlm "Kitab Suci" Psikolog (DSM), perfeksionis sama sekali tidak dikenal. Dia cuma dikenal lewat deskripsi Cattel ttg  16 Personality Factor (di link wikipedia jg sptnya ada) :)

Perfeksionis itu adalah suatu fenomena [menurut saya] dimana Konsep Diri seseorang Sangat Tinggi. Penilaian thdp dirinya sangat tinggi (high self esteem) sehingga terkadang tidak bisa lagi menilai "harga" yg sebenarnya dari dirinya. 

Kalau di agama, spt contoh Pak Herianto diatas, bisa jadi itu trait perfeksionis. Tapi memang agak kabur, karena kita bisa mengkaitkannya dgn pemahaman kepercayaan yang kaku dan tidak toleran.

Sedikit cerita : dulu waktu saya bikin thesis di psikologi, dosen pembimbing saya juga [menurut saya] terkesan perfeksionis. Beliau mem-push saya melebihi batas kemampuan yg saya capai. Thesis disamakan dengan disertasi, sementara lingkupnya saja sudah beda. Prinsipnya, semua mahasiswa yg dibimbingnya harus mencapai "nilai sempurna" dlm sidang ujian nantinya.

Kecurigaan awal saya, itu tidak berhubungan dgn sifat perfeksionis dirinya. Tetapi lebih kepada "penilaian" kepada dirinya sendiri yang melebihi batas. Sehingga dia mendorong orang lain menjadi sama seperti dirinya. Yang terkadang jadi tidak toleran dan tidak bisa melihat perbedaan kemampuan antara dirinya sendiri dgn orang lain.

Kalau di pernikahan.... no comment lah.... :) terkadang banyak pertimbangan disamakan dengan perfeksionis. 

*karena belum menikah* :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya nggak ahlinya Pak&#8230;. karena bukan disitu spesialisasi saya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa yg pak Herianto sebutkan dlm contoh ttg perfeksionis dlm agama memang &#8220;tendensi&#8221;-nya kearah sana. Itu contoh ttg kompulsivitas (compulsive), yang memang sering terjadi pada orang-orang yang perfeksionis.</p>
<p>Perfeksionis sendiri memang konsep yg cukup &#8220;blur&#8221; dlm psikologi. Banyak yg mengatakan itu adalah gangguan psikologi, tp dlm &#8220;Kitab Suci&#8221; Psikolog (DSM), perfeksionis sama sekali tidak dikenal. Dia cuma dikenal lewat deskripsi Cattel ttg  16 Personality Factor (di link wikipedia jg sptnya ada) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perfeksionis itu adalah suatu fenomena [menurut saya] dimana Konsep Diri seseorang Sangat Tinggi. Penilaian thdp dirinya sangat tinggi (high self esteem) sehingga terkadang tidak bisa lagi menilai &#8220;harga&#8221; yg sebenarnya dari dirinya. </p>
<p>Kalau di agama, spt contoh Pak Herianto diatas, bisa jadi itu trait perfeksionis. Tapi memang agak kabur, karena kita bisa mengkaitkannya dgn pemahaman kepercayaan yang kaku dan tidak toleran.</p>
<p>Sedikit cerita : dulu waktu saya bikin thesis di psikologi, dosen pembimbing saya juga [menurut saya] terkesan perfeksionis. Beliau mem-push saya melebihi batas kemampuan yg saya capai. Thesis disamakan dengan disertasi, sementara lingkupnya saja sudah beda. Prinsipnya, semua mahasiswa yg dibimbingnya harus mencapai &#8220;nilai sempurna&#8221; dlm sidang ujian nantinya.</p>
<p>Kecurigaan awal saya, itu tidak berhubungan dgn sifat perfeksionis dirinya. Tetapi lebih kepada &#8220;penilaian&#8221; kepada dirinya sendiri yang melebihi batas. Sehingga dia mendorong orang lain menjadi sama seperti dirinya. Yang terkadang jadi tidak toleran dan tidak bisa melihat perbedaan kemampuan antara dirinya sendiri dgn orang lain.</p>
<p>Kalau di pernikahan&#8230;. no comment lah&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> terkadang banyak pertimbangan disamakan dengan perfeksionis. </p>
<p>*karena belum menikah* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
