Kami Kecelakaan … AstaghfiruLlah – AlhamduliLlah
4 Desember, 2007 oleh Herianto
Bermaksud menyalip sebuah truk melalui bahu kiri jalan tol, tiba-tiba travel itu tergelincir dan meluncur tak terkendali ke pinggiran jurang yang biasa ada di sepanjang tol. Sempat terhuyung-huyung dan terguncang beberapa kali lalu menubruk keras sebuah tembok pabrik, terbalik dan terhenti seketika. Ketika tersadar posisi badanku sudah tidak seperti biasa. Dan… Ya Allah, dimana istri dan anak2ku ? Setengah sadar aku mencoba berdiri dan melihat di sekitarnya sudah berantakan … Allahu Akbar – AstaghfiruLlah. Ada yang menjerit ada yang menangis…
—
Kronologis
Sabtu itu (1 Desember 2007), aku, istri dan 3 (tiga) anak2 [kecil] lucu kami berencana ke Bandung dengan niat kopdar melihat adik [ipar] yang baru saja 2 (dua) hari melahirkan anaknya yg ke empat. Semula rencananya sore aja, tapi kebetulan pagi itu ada ikhwan yg datang dari Padang minta ditemani mencari opel blazer keluaran 1999 atau 2000. Melalui info dari Harian Pos Kota akhirnya sebelum tengah malam (jam 21 an) ketemu juga apa yang dia cari. (Ketemu yang lumayan OK dengan harga 53 juta rupiah. Ah, apa ini info gak penting ya…)
.
Sebelumnya, sekitar maghrib istriku mlalui selular mengkhabarkan bahwa travel Baraya Jurusan Jakarta-bandung untuk sore dan malam itu (malam Minggu) sudah pada penuh dan akhirnya (atas anjuranku) istri memesan yang minggu pagi dengan jadwal keberangkatan pukul 6.30 dengan harapan kami bisa pulang hari itu juga (Minggu) ke Jakarta. Oleh petugas travel kami diminta sudah hadir pukul 6.15 pagi.
Keesokan paginya (Minggu) karena badan masih sedikit letih akibat keluyuran hampir seharian, aku bangun agak kesiangan (sekitar jam 5 an pagi kurang sedikit ). Mengingat harus berangkat dari rumah menuju lokasi travel sebelum pukul 6, aku langsung shalat subuh dengan terburu-buru, kemudian membangunkan anak2 yang sebenarnya masih asyik terlelap dan segera memandikan mereka. Istri setelah subuh tadi rupanya masih sempat2nya menyetrika beberapa pakaian yg akan dikenakan. Hampir pukul 6 setelah beres2 selesai kami langsung ke luar rumah dan memesan bajai minta diantar ke daerah Cikini dimana travel Baraya biasa mangkal. Ah… pamit2an (bersalaman) segala dengan ibu mertua sampai kelupaan…
—
Sesampai di lokasi tampak mobil travelnya sudah menunggu, tapi penumpang belum satu pun kecuali ya kami aja berlima. Aku sebenarnya baru kali ini naik travel ke Bandung dan tahu travel Baraya dari adik dan mertua yang katanya memiliki 3 (tiga) aspek dalam hal daya tarik bisnis travel, yaitu : [1] Cepat – [2] Banyak – [3] Murah :~ . Memang penumpang travel ini di hari2 biasa apalagi masa2 liburan cukup banyak (terbukti kalo terlambat mesan sering kepenuhan), menurutku ini terutama karena daya tarik yg terakhir itu… yaitu : Murah.
Tapi entah kenapa hari itu penumpangnya belum ada yg datang kecuali kami. Mungkin karena untuk keberangkatan minggu pagi dari Jakarta ke Bandung memang sudah drastis turun karena yg lain “numpuk” berangkat pada hari Sabtu. Lalu pukul 6.30 mobil tersebut membawa kami ke Sarinah dan kata sopirnya bayar di sana (Sarinah) saja. Kami berlima (aku, istri , 3 anak) mulanya duduk tepat di 3 (tiga) deret bangku persis di belakang supir. Sesampainya di Sarinah rupanya sudah ada tiga penumpang lain dan bersama2 kami melakukan pembayaran. Aku sekeluarga sebenarnya bisa saja memesan cuma 3 tiket, karena yang dewasa cuma aku dan istri sedangkan 3 orang lagi anak2 kami masing2 berumur : 5.5 tahun, 4 tahun dan 8 bulan bisa didudukkan di 3 (tiga) deret bangku no. 3, 4 dan 5 tepat di belakang supir tadi (yang bayi tentu dipangku istri). Tapi sebelumnya istri sempat2nya membaca ketentuan pembayaran di travel ini bahwa anak di atas 2 tahun harus bayar penuh. Sempat juga “syetan” ku berpikiran, “Ah beli saja 3 tiket, toh penumpangnya tidak penuh dan kami bisa duduk di 3 deret bangku depan itu“. Tapi entah gimana secara spontan waktu ditanya berapa orang [oleh penjual tiket] langsung kujawab : 2 orang dewasa dan 2 anak. Alhasil aku jadinya membeli [secara jujur] 4 tiket. Dan oleh karena deretan bangku yg persis di belakang supir tersebut hanya ada 3 kursi maka aku memindahkan posisi duduk kami sekeluarga mundur satu baris ke belakang, tepatnya di posisi tengah kursi no. 7, 8 dan 10, 11. jadi posisi kami tepat di tengah2 mobil itu.
—
Tepat pukul 6.45 mobil meninggalkan Sarinah dan meluncur menuju kota Bandung. Di awal2 perjalanan biasa2 saja dan seperti halnya kebanyakan travel, mobil tersebut memang sedikit ngebut dan selalu berusaha menyalip setiap ada kesempatan.
—
Anak kami yg terbesar (5.5 thn) tepat duduk di sebelahku dan baru beberapa menit perjalanan sudah terlelap. Aku maklum karena pagi tadi memang dibangunkan lebih cepat. Aku juga hampir saja tertidur di mobil, tapi teringat dengan HP cdma istri yang Telkomflexi combo harus disetting agar bisa digunakan di kota yg berbeda (Bandung), maka Aku coba2 men-set nya. Tapi… ya ampun, aku lupa kode apa yang harus kukirimkan melalui sms. Aku mencoba membuka backup folder sent di hp itu karena sebelum2nya waktu ke Padang dulu sudah pernah men-set untuk tujuan yg sama. Tapi isi di folder itu juga sudah gak ada. Yah, akhirnya di detik2 sebelum kejadian kerjaanku cuma sibuk mengingat2 kode permintaan pindah kota untuk flexi combo tersebut.
Kira2 di saat2 itulah kejadiannya.
Sebelumnya aku masih sempat menyaksikan mobil travel Baraya yang disopiri oleh anak muda itu beberapa kali berhasil menyalip mobil lain melalui bahu kiri tol. Aku tahu menurut peraturannya hal ini semestinya tidak boleh, tapi kok sering ya ketidak-bolehan ini dilanggar oleh banyak pengemudi. Saat berada di sekitar km 57 sebelum pom bensin (atau beberapa ratus meter dari simpang Purwakarta) mobil itu kembali bermaksud menyalip sebuah truk melalui bahu kiri jalan tol, tiba-tiba travel itu tergelincir dan meluncur tak terkendali ke pinggiran jurang tol tersebut. Sempat terhuyung-huyung dan terguncang beberapa kali lalu menubruk sesuatu dengan keras, terjungkal dan terhenti. Ketika tersadar posisi kepalaku sudah tidak seperti biasa. Dan… Ya Allah, dimana anakku yang semula berada di sebelah kursiku ? Setengah sadar aku mencoba berdiri. meraba2 dan melihat segalanya sangat berantakan … Allahu Akbar – AstaghfiruLlah.
Reflek aku cuma mengucapkan 2 kata itu saja berulang2 : Allahu Akbar – AstaghfiruLlah
—
Segera kembali teringat dengan keluarga (anak – istri) yang turut dalam perjalanan tersebut, satu persatu aku dapat melihat keberadaan mereka. Oh, alhamdulillah. Aku mendengar anak2 menangis, dan istri kelihatan juga begitu. Pertama aku mencoba menenangkan kecemasan di antara kami dan mencari2 celah untuk keluar dari mobil yang terjungkil 90 derajat tersebut. Dari pintu normal sudah gak mungkin karena sudah berada tepat di atas kepala kami. Entah siapa yang mndahului akhirnya aku melihat bagian kaca belakang (atas pintu barang) sudah terlepas dan penumpang bagian belakang berhasil keluar duluan. Dengan bergegas satu persatu anak2 dan istri aku keluarkan dari celah tersebut. Setiba di luar aku minta mereka menjauh dari lokasi kejadian dan aku kembali ke mobil untuk mengambil barang2. Sepertinya waktu itu sudah rame saja sejumlah anak2 muda yang entah dari mana datangnya menyaksikan dan beberapa ikut membantu. Barang2 terpenting berhasil aku keluarkan, tinggal satu lagi : HP istri yang tadi aku otak-atik. Seperti yang tampak pada screen shoot, aku kembali ke mobil yang malang tersebut, mondar-mondar di antara bangku2 nya yang berrantakan, dan aku tidak menemukan HP istri tadi.

Akhirnya aku keluar dan menuju depan mobil, aku pikir mungkin HP tersebut terlempar ke sana karena sebagian barang kami tadi aku temukan di daerah tempat duduk supir. Aku melihat kepala si supir banyak mengeluarkan darah, rupanya sebelumnya dia dibantu oleh beberapa anak muda tadi untuk keluar dari mobil tersebut. Melihat aku celingak-celinguk beberapa anak muda tersebut bertanya,“Cari apa pak ?“. Aku menjawab,“Oh cuma cari HP Nokia saya yang belum ketemu“. Si anak muda langsung menjawab,“Oh ya itu tadi pak sudah saya serahkan ke sopir“. Si sopir yang masih terbaring sambil memegang lumuran darah di kepalanya merogoh saku celana dan mengeluarkan beberapa HP yang katanya ditemukan oleh anak2 muda tersebut. Aku mengambil HP nokia milik istri dan beberapa barang lain diserahkan ke penumpang lain. Padahal sebelumnya sempat terbersit juga kalo anak2 muda yang cepat berdatangan itu mau cari kesempatan melarikan barang2 penumpang yang berceceran, dan ternyata… ah dugaanku salah.
—
Aku segera kembali ke lokasi istri dan anak2 yang pada menangis, anak2 mungkin kurang mengerti dengan apa yg terjadi. Aku melihat istri ternyata kepalanya sedikit benjol dan dari pelipis ke sekitar pipi wajahnya mengalir darah. Sementara anak2 alhamdulillah karena bisa berjalan seperti biasa maka dalam pikiranku mudah2an mereka baik2 saja.
Ku lihat posisi dan kondisi mobil yang berantakan, lalu ku lihat lagi keadaan istri dan anak2, oh… alhamdulillah ya Allah, seperti ajaib saja melihat keadaan kami [sekeluarga] tidak sedemikian parah.
—
Selanjutnya polisi mulai berdatangan, aku sempat ditanya bagaimana kejadiannya. Sepertinya setelah mengetahui bahwa yang kecelakaan adalah mobil angkutan umum (travel) si polisi respeknya kelihatan biasa2 saja.
—
Ketika ambulans datang, aku dan keluarga beserta penumpang termasuk supir langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Belakangan aku baru tahu ternyata rumah sakit tempat kami pertama sekali di rawat tersebut bukan rumah sakit terdekat. Entah kenapa sopir ambulans membawa kami ke RS tersebut.
Alhamdulillah, istri sempat di rontgen kepalanya dan anak2 diperiksa juga, semua baik2 saja. Si kecil (bayi kami) juga semula mau dirontgen, tapi berhubung baru seminggu lalu ia di CT-scan, kata dokter gak apa2 gak perlu dirontgen, kelihatan dia lincah2 aja kok.
—
Beberapa jam kemudian perwakilan perusahaan dari travel Baraya datang. Kami lega juga dengan ucapannya begini,“Pertama kami mohon ma’af atas kejadian ini, yg jelas semua biaya pengobatan atas kejadian ini akan kami tanggung semua, …“. Terserah apakah perlakuan perusahaan tersebut atas pertimbangan bisnis atau apalah namanya, tapi kelihatan mereka bertanggungjawab. Setelah ke luar dari rumah sakit [hari itu juga], kami (semua penumpang yg selamat) sempat dibawa makan siang ke salah satu RM Padang di sana, dan diantar ke Bandung oleh mereka sampai di tujuan masing2.
—
Hikmah
Ketika di setiap musibah kita diminta sabar, seringkali di sana selalu saja ada hikmah yg juga patut disyukuri, atau kelalaian yg smestinya di-insafi.
Ada beberapa hal yg kami ingat : Shalat subuh yang bergegasan, ke luar rumah yang lupa pamitan (salaman) dengan ibu [mertua] dan juga [lagi2] kelupaan berdoa di awal perjalanan. Padahal biasanya istri selalu mengajari anak2 yang sudah pada TK [Islam] itu untuk memulai doa saat atau sebelum kendaraan berangkat. Setiap musibah pasti kehendak-NYA juga.
Beberapa orang yang menyaksikan berkata, ajaib juga anak2 bapak selamat tanpa cedera yang berarti. Aku berujar,“AlhamduliLlah”.
AstaghfiruLlah – AlhamduliLlah. Allah pasti sedang menegur kami, aku dan keluargaku yang masih saja berlalai-lalai dan sering lupa pada-NYA.
Allahu Akbar - AstaghfiruLlah – AlhamduliLlah.


Aku Turut prihatin Bang Herianto atas musibah yang terjadi. Syukurlah Abang dan keluarga selamat semuanya.
Ikut prihatin atas kejadian tersebut. Syukurlah semuanya selamat. Dan yang terpenting adalah pada situasi sulit, Heri bisa dzikir. Tak kapok naik travel kan?
Alhamdulillah Bang. Itulah mahalnya sebuah peringatan bagi kita. Saya pernah juga mengalaminya di tol Porong-Gempol (yang sekarang terendam lumpur), tahun 2000 silam. Bukan travel, tapi kendaraan teman. Allah masih sayang kepada kita, selalu mengirimkan peringatan saat kita membutuhkan.
Innalillahi…Syukur alhamdulillah Mas Herianto sekeluarga selamat, terlebih masih sempat mengucap kalimat dzikir saat kejadian dan bukannya mengutuk..Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua..
Semoga Mas Heri senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT dimanapun dan kapanpun..
Wassalam
Alhamdulillah, Pak Heri dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Jujur saja saya sudah deg-degan, Pak, Meski mendapatkan musibah, Allah masih berkenan mengulurkan tangan gaib-Nya sehingga atas kuasa-Nya Pak Heri, istri, dan anak-anak tidak terjadi apa-apa. Mudah2an ada “blessing ini disguise”-nya di balik musibah ini, Pak, amiin.
Salam hangat.
Syukurlah masih di beri kesempatan pak.
alhamdulillah om masih dikasih kesempatan. memang kalau sebelum bepergian, kita harus minta doa restu dulu dari yang di atas dan dari keluarga. tapi yang terpenting om dan sekeluarga selamat dan sehat walafiat.
alhamdulillah masih diberi kesempatan nge-blog lagi
Alhamdulillah, sekeluarga selamat.
Wahh jadi deg2an juga, anak bungsuku suka naik Baraya dengan teman-temannya, murah, dekat dari tempat kuliahnya
Guess what? Your blog is amazing! I can’t remember when was the last time i’ve overcome such a good blog that almost all articles/posts were interesting and wouldn’t regret spending my time reading it. I hope you will keep up the great work you are doing here and i can enjoy my everyday read at your blog.
@tobadreams
Yah, begitulah…
Muliate lae…
@myunuss
Si Laili kapok katanya…
Makanya kami pulang balik ke Jakarta naik kereta [api] jadinya…
@Dee
Allah memang Maha Pemberi Peringatan ya pak Dee…
Kita aja kadang yang gak tau diri …
Semoga segalanya membuat kita menjadi lebih baik …
@Fakhrurrozy
Amin. Terima kasih mas…
@Pak Sawali
Pertolongan Allah memang sering tak diduga2 ya pak…
Terima kasih pak.
@danalingga
Iya … termasuk kesempatan nonton jenar-nya dana …
@cK
Terima kasih ananda…
Jadi mikir panjang nih untuk kopdar di Bandung … trauma kali ya ?
#Siapa lagi yang janjian… ya..
@Nur Aini Rakhmawati
Iya bu… ngblog ternyata banyak manfaat juga ya …
Dah kerasan nih di negeri China sana …
@edratna
Terima kasih bu … alhamduliLlah..
Musibah memang bisa terjadi darimana saja…
@health facts

Are u sure ?
Maaf baru sempat mampir…
Alhamdulillah Pak Heri beserta keluarga dalam keadaan baik2 …
Iya ya Pak, bagaimanapun juga dibalik musibah (atau cobaan ya sebenarnya?) selalu tersimpan hikmah …
alhamdulillah tidak terjadi apa apa…
ya, alhamdulillah semua baik-baik saja
@deKing van de hiatus
Alhamdulillahir Rabbil ‘alamin.
Benar pak, ada kejadian, ada hikmah, lalu ada ibrah …
@anang
Maha Benar Allah Yang Maha Berkehendak atas setiap kejadian…
fedy
Terima kasih pak …
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk lebih dekat padaNYA.
Subhanallah… mahasuci Allah yang ditangan-Nya segala keajaiban berada, Allah tidak akan menimpakan cobaan kepada kita diluar kemampuan kita, Alhamdulillah semua sehat dan selamat. “Allah Senang pada orang2 yang senantiasa dalam kesabaran, semoga Allah selalu melindungi bang eri dan keluarga, dan kita semua”… Aminn
komentar pribadi : saya agak takut juga naik travel Jakarta - Bandung karena saya sering mendengar bahwa sopirnya sering balap balapan apalagi lewat tol, sehingga kemaring tanggal 21 - 23 Nopember saya naik prima jasa utk jakarta - Bandung p/p
Kondisi Pak Heri dan keluarga gimana sekarang, Pak? Apakah sudah bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya? Saya hanya bisa ikut berdoa dari jauh, Pak, semoga Pak Heri sekeluarga kembali berada dalam keadaan sehat walafiat. OK, salam.
Alhamdulillah semua baik-baik saja…. semoga sekeluarga selalu dalam lindungan Alloh. Btw pemantauan pada ananda yang penting dalam seminggu setelah kejadian, gejala yg perlu dipantau: muntah berulang, kesadaran menurun, rasa sakit di kepala. Bila ada tanda tanda tersebut sebaiknya diperiksakan kembali ke dokter. Insya Alloh sekeluaarga selalu sehat dan tidak kekurangan apapun. Amin
insya allah hikmah yang ada bisa bermanfaat…
btw, kok sempatnya sih moto dulu….
@kakanda
Alhamdulillah, insya Allah kanda… Amien.
@Busran
Semoga kita termasuk orang2 yang sabar itu …
@P Sawali
Alhamdulillah pak, sampai saat ini masih dapat beraktivitas seperti biasa…
@dokterarekcilik
Terima kasih pak dokter atas petunjuknya…
Alhamdulillah sudah hampir seminggu gejala2 tersebut di atas gak ada… Semoga benar2 gak ada.. Amien.
@alief
Insya Allah, Amien.
Photo di atas dari salah seorang penumpang yg pertama sekali keluar dari mobil itu. Saya cuma mem-blue tooth doang. Dia berangkat sendiri (tanpa keluarga) jadi ya syukur aja sempat2nya mem-photo. Kalo saya mana sempat, ya ngurus keluarga dulu…
waduh.. sayah kok terlambat

syukur alhamdulillah pak heri selamat
*ga bisa berkata2 lagi*
@almascatie


Ah kagak juga tuh… belum ada postingan baru kan… Masih puyeng dikit nih …
Tapi pas almas berkunjung, kok kayaknya kepuyengan itu jadi rada2 berkurang ya…
Oh… apa mungkin karena avatar barunya itu ya …
subhanallah 33x
alhamdulillah 33x
allahuakbar 33x
duuh dzikiran itu juga malah seringan lupa pak … semoga hikmah dibalik peristiwa itu menyadarkan saya juga pak. Beruntung sekali diberi kesampatan, beruntung sekali diberi kenikmatan, beruntung sekali diberi hadiah untuk bisa menunaikan kebaikan pada sisa2 umur kita ya pak….
Alhamdulilah semuanya selamat yah Mas. Semoga kejadian itu tidak terjadi lagi
Subhanallah walhamdulillah, Allah menegur dan menguji hamba2 yang dicintaiNya. Semoga membawa hikmah, bukankah kesusahan diapit oleh dua kemudahan2, dan jadikanlah shalat, shabar dan syukur sbg perisai dan senjata dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
@kurtubi
Bicara tentang keberuntungan, saya jadi teringat surat al-ashr pak.. eh kyai…
Bukankah kbanyakan kita orang2 yg merugi ?
Kecuali …. wadduh…
@bangbadi
Terima kasih mas…
Semoga setiap yg terjadi adalah tarikan penyadaran kita akan-NYA
@nuanne
Insya Allah ustadz, syukron.
Sudah di Padang nih… Ketauan dari IP nya..
Kami menyampaikan bahwa semua kejadian akan memberi hikmah. Pasti akan menemukan semua hikmah di balik semua kejadian. Mari kita menelusuri hikmat tersebut
@ Heriyanto
Yang penting Selamat semua, sekeluarga sehat selalu. Makanya selain berdoa ada hal lain yang patut diperhitungkan
(kalkulasi rute dan waktu tempuh juga mesti tepat)
Intinya sampeyan sekeluarga selamat, karena itulah yang paling penting. ya nggak!
Safty first bro!
@Imam Mawardi
Iya pak… hikmah kan milik [terbaik] kita yg “tercecer” dimana saja …
@RETORIKA
Setuju…
Substansi tawakkal kan memang gitu …
Usaha (ikhtiar) dulu baru pasrah pada NYA..
“BismiLlahi tawakkaltu alaLlahu”
Pak. maaf baru baca ….. saya atas nama angkatan 2004 mengucapkan turut prihatin atas kejadian yag menimpa bapak sekeluarga….tapi Alhamdulillah bapak sekeluarga selamat dan tidak terluka parah…..semoga hal ini menjadi pelajaran buat kita semua…AMIN
@Rendra
Terima kasih ya…
TRAVEL BANDUNG JAKARTA BANDARA SH
KANGAROO TRAVEL (RESERVASI 24 JAM)
HOTLINE : 0813 8800 8678
EMAIL : kangaroo_bandung@yahoo.com
kangaroo_gading@yahoo.com
Diantar dan dijemput dengan Nissan Grand Livina ( door to door ) dengan sistem feeder
sehingga penumpang sampai di tempat tujuan dengan lebih cepat dan lebih nyaman
sopir yang ramah dan berseragam serta adanya SOP ( Standart Operation Procedur ) sehingga penumpang
lebih terjamin, aman, serta nyaman.
sekarang lagi ada harga promosi Rp. 50.000,- untuk pool to pool
paket juga lagi ada promosi Rp. 20.000,- untuk pool to pool ( 2,5 jam sampai )
Alamatnya :
Jakarta Utara
Komplek Ruko Inkopal Blok F 22
Kelapa Gading ( depan Hypermart )
Telp. 021 - 4585 1575
Jakarta Selatan
(Arja Tours) Jl. Tebet Raya No. 58 C
021 - 3210 7775 / 3238 7755
Apartement Mediterania Tahap II Tower Flamboyan Tj.Duren,& Jl.Dr. Muwardi 1 No.31 Grogol Telp.(021) 9224 2555 - 7100 7555
Bandung
Jl. Dr Junjunan ( terusan Pasteur ) No. 24
022 - 203 9494 / 204 0505
NB: cukup hafalkan saja nomor teleponnya, anda akan diantar dan dijemput naik nissan grand livina
TOLONG FOWARD KE TEMAN- TEMAN ANDA SEMUANYA.
SEMOGA INFORMASI INI BISA BERMANFAAT. TERIMA KASIH
Tak sneaja nyari jadwal travel di internet..eh dapet link mas herianto..
Insya Allah hari sabtu-minggu ini saya sekuarga mau ke bandung dan berencana pakai baraya travel. Insya Allah mudah2n lancar ya.