Bagaimana Cara Menentukan Besar Bandwidth Yang Anda Butuhkan ?
24 Oktober, 2007 oleh Herianto
Bagimana ya ?
Setahu saya tidak ada cara2 yg disepakati, beberapa provider lebih sering memberitahu suatu cara [tentu] sesuai dengan kepentingannya. Namanya juga bisnis..
Tapi saya punya corat-coret untuk berbagi tentang ini. Yah, hanya sekedar corat-coret,
dan saya [kebetulan] bukan (belum kali ya) seorang business man. Percaya sajalah… !!!
—
1. Personal
Jika untuk pribadi (sendiri = 1 diri) maka jawaban yg paling praktis adalah tergantung isi kantong yg sudi anda sisihkan untuk kebutuhan ini. Lagi pula kalo untuk pribadi sepertinya pertimbangannya bukan berapa besar bandwidth yg dibutuhkan, tetapi lebih cendrung kepada sesering apa anda konek ke internet ?
Jika jarang2 konek (maksudnya sekali sekali), pake aja model dial up seperti telkomnet@instan. Tapi kalo tnyata mobilitas anda tinggi tentu telkomnet@instan gak cocok lagi, anda butuh HaPe ato PeDeEe ato LeptoP aja sekalian yg koneksi ke internetnya bisa menggunakan jalur gprs ato jalur 3g yg sekarang banyak ditawarkan. Terserah mau berbasis time atau space cara bayarnya. Dan kalo mobilitas anda ternyata lebih tinggi lagi, dimana HaPe, PeDeEe dan LeptoP bukan pemecahannya, maka saran saya, anda pake aja wArNEt. Kalo ini tidak juga pass untuk anda, itu artinya anda belum butuh internet. Tapi oleh karena anda sempat2nya mbaca postingan ini, saya gak percaya kalo anda gak butuh internet untuk selanjutnya.
Terus berapa bandwidth yang dibutuhkan ? Yah, kalo mau bicara bandwidth juga, barangkali untuk kebutuhan pribadi sebenarnya dapet 10kbps aja [menurut saya] sudah bagus (nyaman), asalkan stabil. Perhatikan kriterianya, asalkan stabil. Sure lho…
—
2. Corporate
Tapi kalo untuk kebutuhan corporate (akses rame2) masalahnya lain lagi. Untuk kasus ini dibutuhkan pertimbangan bahkan perhitungan yang [semestinya] matang dalam menentukan besar bandwidth yang akan disewa (leased). Jika ke-gede-an corporate (perusahaan, kampus, etc) anda akan rugi alias kedodoran, sebaliknya jika kekecilan maka sebagai admin siap2lah mendapat sumpah serapah dari pengguna (user) di corporate anda (pengalaman pribadi neh.. )
—
Apa parameter yg dibutuhkan dalam menentukan besar bandwidth yg akan disewa ?
Parameter tersebut [menurut saya aja ya, karena kan belum ada standarnya] bisa begini :
1. Alokasi dana : berapa dana yang bersedia dialokasikan oleh corporate anda. Yah kalo ini mah sama dengan kasus di personal tadi dong…
. Tapi kalo ternyata dananya cukup longgar sebaiknya lakukan analisa (hitungan2) tertentu sebelum membuat keputusan berapa besar bandwidth yg dibutuhkan. Lanjut ke parameter 2 dan 3.
2. Berapa terminal (PC, komputer) yang akan dikonekkan ke internet (yg berkemungkinan besar akan konek bersama-sama) (concurrency).
3. Berapa batas besar bandwidth per user yg menurut anda dapat membuat user merasa nyaman dalam berinternet ria. Saya sarankan (recomended) 10kbps/terminal, dan minimal 1kbps (sesuai standar untuk Asia).
Maka rumus besar bandwidth yg dibutuhkan bisa dengan maen hitung2an begini :
BW yang dibutuhkan = paramater2 x parameter3
Contoh soal : Misal jumlah terminal di corporate anda adalah : 50, maka bandwidth sebesar : 50 x 10kbps = 500kbps akan membuat user anda merasa cukup nyaman. Dalam hal ini anda dapat menyewa bandwidth 512 kbps, sebab angka 500 bukan angka “antik” di dunia IT.
Tetapi jika corporate anda saat ini ternyata lagi “cekak” alias “bokek” tapi sangat2 butuh koneksi, maka gunakan aja hitungan 50 x 1kbps = 50 kbps. Dalam hal ini anda dapat menyewa bandwidth 64kbps karena lagi2 50 bukan angka “antik” di dunia IT. Ingat penggunaan besaran 1 kbps merupakan standar minimal (katakanlah browsing only). Namanya juga minimal…
. Tapi asalkan stabil dan clear, sebenarnya OK juga…
—
Bersih-bersih sebelum diakhiri
Apa yg dimaksud kenyamanan berinternet ? Dalam hal ini maksudnya adalah kecepatan akses atau kecepatan transfer data yang kita lakukan.
Seberapa jauh (signifikan) bandwidth menentukan kenyaman kita dalam berinternet ria ? Atau pertanyaan lebih tepatnya barangkali begini : apakah bandwidth satu2 nya penentu dalam kenyamanan berinternet ? Tentu tidak. Ada faktor lain, misalnya masalah latency, dan ini lebih ditentukan oleh kualitas media. Ada gak faktor lain ? Ada. Apa itu ? Tingkat kemacetan jalur-jalur yg ditempuh data kita di tengah perjalanannya. Ada gak yang lain ? Ada. Wadduh…, ternyata faktornya buanyak banget… jadi [sebaiknya] jangan hanya bertumpu pada bandwidth.
BTW, apa ya yg dimaksud dengan bandwidth ? Dan apa pula yang dimaksud dengan istilah clear dan tidak clear. Kenapa PT. Telkom bisa menjual speedy dengan 384kbps unlimited dengan harga 800an rb aja per bulan, sementara yg lain cuma 256kbps harganya sampe 20 juta-an. Oh, karena PT. Telkom adalah perusahaan yg sangat berbakti dan sangat pro pada rakyat, jadi jualan bandwidth-nya (ke rakyat) yah murah2 aja.
Ah…, gak juga tuh…
Percaya saja lah !












Hallo Pak…apa kabar?
Lamo tak jumpo nich…
Untuk yang memakai jasa 3G sepertinya sejauh ini belum bisa dinikmati secara luas ya Pak. Kalau niat kita memakai 3G krn mobilitas tinggi tapi ternyata mobilitas kita ke kota2 kecil yg belum terjangkau 3G kan repot juga.
Herianto :





Antara percaya dan tidak sambil ngusap2 kedua kelopak mata…
Benerin nih om eh pak De… ?
Mencoba mengamati dari avatar, apakah kakinya menginjak tanah …
Jangan2 arwahnya aja…
Coba dengan
jampi2bacaan ayat kursi, ah dia gak kabur tuh, berarti bukan syetan alias benar2 pak De nih …————–
Iya nih, untuk teknologi 3g memang coverage nya belum OK. Tapi bukan cuma coverage pak, harganya juga sangat gak OK…
Kok pak De bisa tahu ya dari jauh sana tentang situasi infrastruktur 3g di negeri ini…
Jangan2 beneran nih arwahnya…
————–
Dah sukses nih tesisnya… ???
klo dibatesin rasanya benar2 ngga nyaman deh..
saat ini gue sendiri pake gprs xl unlimited, cukup murah 250rb perbulan. tapi sayang bandwidthnya naik turun. maklum pake sinyal… kmrn mendung aja lsg ilang. capedeh… semuanya serba tanggung…
ada info lain ngga, isp murah gitu tapi ok, khusus jakarta?
Herianto :




Gak nyaman juga neh menjawabnya, ntar dikira ada pesan sponsor …
Ada yg bilang [dulu] pake starOne azza, tapi masalah coverage dan kuat/stabil-nya sinyalnya gmana ya ?
Indosat pertama menawarkan 3.5G nya, dan telkomsel kemudian dengan telkomsel flash, tapi menurut saya : MAHAL.
Beberapa hari yg lalu ada info lain lagi tuh di sini : http://gratisgratisgratis.wordpress.com
Saya sendiri masih nunggu2 WIMAX neh…
eh ada gak ya operator seluler yang sudah menggunakan 3,5 G and bisa buat konek juga telp ? perasaan yang ada bisa buat konek tp gak bisa buat telp…
Herianto :
Maksudnya mungkin yg menyediakan service untuk transfer data sekaligus voice. Gitcu ya Fer… ?
Kalo voice hendak dilewatkan melalui protokol (tcp/ip) yg biasa digunakan untuk data, nama/istilahnya kan : VoIP tuh…
Sementara implementasi VoIP di negeri kita kan sudah dibredel (baca:dibatasi) melalui regulasi.
Kalo memanfaatkan fasilitas conference (kan ada voicenya) dari service chat gmana ya ?
@ Ferry
Layanan terbaru dari Telkomsel yang Flash itu memang ndak bisa ya, Fer?
@ Herianto
Wah! Masih berlaku juga regulasi itu ya, Pak?
Saya pikir yang bermain di VoIP udah bisa muncul dari bawah tanah
@alex
Setahu saya transfer voice dan data yg memanfaatkan teknologi selular sampe sekarang (kalo 2G) masih menggunakan jalur yg tidak sama.
Misalkan pada 2G tadi, voice-nya melalui gsm (teknologi tdma/cdma) dan data melalui gprs/edge (2.5G)
Pada 3G : voice, video dan data memang menggunakan teknologi yg sama. Tetapi voice dan video nya kan belum menggunakan teknologi berbasis IP (lewat internet), CMIIW.
Mungkin yg dimaksud Ferry teknologi data (koneksi internet) 3.5 G yg sekaligus memiliki fasulitas voice pake jalur itu juga.
Gitu ya ?
Apa layanan 3.5G itu menutup service voice nya ya ?
Maka, bayangkanlah kehadiran WIMAX. Semuanya berbasis IP, not just selular teknologi. CMIIW. Kalo voice, video dan data melalui jalur broadband yg sama (WIMAX), secara teknologi tentu akan mudah dan murah.
Ntahlah kalo nanti dipandang secara peluang business. Jangan2 jadi mahal juga…
——-
, kapan2 harus ada dong ritual pensuciannya. 
Kalo dah ada regulasi yg mengatur (VoIP) dan kita bermain di bawah tanah, kata mas teguh (guhpraset) bukankah itu semacam penjarahan
@ Pak Her,
Wah bukan Pak, maksud saya via HSDPA, teknologi 3G yang ditawarkan sekarang baru sebatas UMTS, setahu saya indosat sudah menggunakan tp hanya buat data saja klo gak salah 300rb / bulan dengan jatah 1GB plus membeli perangkat konektornya (* klo gak salah merek huauwei *).
Nahhh andai saja bisa dipakai buat telp juga kan bagus tuhhh…
@ alex,
lom lex klo gak salah itu baru 3G aja deh alias wcdma…
Herianto :

Iya nih, saya check ke teman yg baru make memang kayaknya begitu Fer …
Bisa diakalin gak ya ?
Gmana menurut kamu dengan ide konesi gratis melalui cdma itu ? Ada mencoba ?
Wah, jadi gitu hitung2an bandwith-nya ya Pak Heri. Walah lha selama ini aku kok buta sama sekali, ya. Gimana nggak? Berapa lama pun saya ngakses internet, entah untuk download, browsing, ngeblog, dll. bayarnya ya tetap sama, 175 ribu per bulan. Mahal atau murah, ya, Pak? Terus kalau ada yang nawarin ngenet gratis 24 jam yang sempat dibahas beberapa teman blogger di WP ini gimana, Pak Heri? Bener nggak sih?
*
*Maaf gaptek sih soalnya, hehehe
Herianto :

Kalo koneksinya stabil menurut saya [untuk ukuran negeri ini] itu termasuk murah [banget]. Apalagi kalo p Sawali bisa (punya waktu) 24 jam untuk menggunakannya.
Yang gratis itu saya belum coba pak… Gak berani ngasi komentar dulu
Kapasitas bandwidth kadang2 real-nya suka jatuh dibandingkan yang dijanjikan. Memang sih yg menentukan banyak faktornya. Apalagi yang pake signal macam 3.5G, paling banter cepetnya juga 300an kbps. Kalau saya sih segitu udah cukup yg penting kalo ada masalah, technical support-nya cukup tanggap!
Herianto :
Memang masalah mengukur bandwidth yg real sering jadi momok. Ada yang mengukurnya melalui jumlah user yg mengakses serentak lalu dikaitkan dengan waktu kenyamanan akses masing2. Ini pun tidak ada standarnya. Jadi bisa jadi provider bermain di sini.
BTW, 300 kbps itu dah mantef banget menurut saya, kalo real..
Wah, kebutuhan kita bisa dikuantifikasi? Bagaimana bila kebutuhan kita pada hakikatnya bersifat spiritual?
Herianto :
Muatan sistem IT sesungguhnya (pada hakekatnya) bersifat kuantisasi pak… Data/informasi dikuantitasi dalam bentu pola biner dan ini yg diolah oleh perangkat (hardware) komputer lebih lanjut. So, kalo kita bicara tentang bandwidth, yaitu lebar jalan data/informasi yang kita akses,tentu bisa juga [sepatutnya] dikuantisasi.
Kuantisasi kebutuhan spiritual ? Wah ini cukup kompleks pak…
Dalam hal kinerja akses data/informasi melalui internet sebenarnya ada istilah kenyamanan. Nah kenyamanan ini juga sebenarnya sangat relatif kan ?
Ktika saya berpendapat bahwa kenyamanan berinternet itu dapat tercapai dengan minimal memiliki bandwidth 10kbps, ini pun sebenarnya dari perkiraan aja dan sangat mungkin utk bisa diperdebatkan… Terlampau banyak yg mempengaruhi faktor kenyamanan itu, apalagi aspek spiritualnya…
Kenapa cara mengukur bandwith susah?