- - -
Postingan ini saya buat gara2 di jalur darat ada sjumlah bisik2 yang mempertanyakan pemahaman saya di postingan sebelumnya yg seakan2 menafikan kpentingan konsep (teori). Saya khawatir juga jangan2 mahasiswa yg mbaca postingan tersebut mengkaitkannya dengan model perkuliahan, dimana kalo yang namanya konsep itu kan diberi pada kuliah teori, sedangkan operasional (contoh penerapannya) diberi pada kuliah praktikum. Bukankah saya lebih lihai banyak mengajar kuliah teori ktimbang kuliah praktikum? Trus, kenapa saya seakan2 menafikan konsep ? Wadduh bisa krepotan sendiri nih…
Baik, simaklah konfrensi pers-nya berikut ini :
- - -
Kuliah Teori dan Kuliah Praktikum di Teknik Informatika, Penting Mana ?
Secara normatif kita2 pasti sudah tau jawabannya. Apa ya ? Jawaban normatif untuk pertanyaan di atas adalah : “Sama pentingnya antara teori dan praktikum”.
Tapi jangan anda kira semua orang setuju dengan jawaban itu. Para pemula IT atau orang2 yang awam di bidang IT kebanyakan akan berpendapat,”Wah…, lebih penting prakteknya dong, untuk apa tuh teori2 yang membuat pusing kepala”.
Tapi bagi para pengajar, guru, dosen, bahkan sebagian intsruktur praktis sekali pun, akan berkata,”Pahami konsepnya dulu, jangan pegang2 keyboard kalo anda belum paham maksudnya”.
Lha…, terus gmana dong ?












Tergantung “cara” belajar seseorang .. ada yang lebih mudah belajar secara visual, ada yang lebih suka belajar dengan cara verbal. (benar ga ya istilahnya?) .. Ga semua orang mempunyai kemampuan yang sama dalam menangkap pelajaran.
Ada seorang teman yang jago banget kalo menghafal teori2 .. sedangkan teman yang lain .. sudah dibaca bolak balik .. ga mudeng2 .. tapi ketika ditunjukan secara visual .. dia lebih cepat mengerti.
Jadi .. menurut saya, tergantung impulse yang bekerja di otaknya. Apakah otak kanan atau otak kiri. Kira2 gitu Pak. Oya, terima kasih sudah meninggalkan kata di blog saya.
@erander
Boleh juga tuh dengan cara pandang seperti mas erander di atas.
Tapi [mnurut saya] tidak semua praktikum mengandung unsur yg disebut dengan cara visual tadi lho…
Di ilmu pendidikan saya pernah dengar istilah kognitif dan psikomotorik, dan yg praktikum termasuk unsur psikomotorik tadi. Tapi kalo di komputer yg namanya psikomotorik (anggap aja artinya sementara bekerja dengan mengandalkan otot) sepertinya kurang, karena pekerjaan psikomotorik di bidang yg berbasis IT justru lebih mengedepankan unsur kognitif (intelektual) tadi ktimbang psikomotor-nya.
BTW, ntah knapa lho [sekarang] kbanyakan para pengajar yg saya tahu lebih suka menghindar mengajar praktikum dan lebih mmilih mengajar di kelas. Sudahlah mereka bukan praktisi, ngerjain proyek langsung juga jarang, trus ilmunya ya dari buku2 doang. Lha ilmu buku dengan ilmu terapan langsungnya kan bisa gak nyambung tuh…
Ssssst… ini isu baru lagi nih..
#Tanya, kenapa ?#
Tanya kenapa?? .. ikut prihatin dengan kondisi yang demikian. Saya yakin, pasti banyak jawabannya .. bisa jadi karena waktu mereka dididik sebagai guru/dosen, mereka tidak pernah praktikum .. bisa juga karena keterbatasan pengetahuan mereka dll ..
Cukup menarik untuk ditelusuri .. dulu waktu saya masih jadi mahasiswa, saya sempat jadi asisten dosen untuk praktikum .. dosennya menyerahkan sepenuhnya pada kita. Dosennya ogah buat ngajar praktikum .. entah mengapa. Tapi saya suka .. karena saya jadi belajar.
Herianto :
Tanya kenapa??
Akhirnya saya terinspirasi utk mbahasnya di sini mas eby : http://herianto.wordpress.com/2007/08/28/kenapa-dosenmu-ogah-ngajar-di-lab
Trims ya
menurut saya untuk Teknik Informatika seharusnya lebih banyak di praktek ketimbang di teori. dari pengalaman yang saya peroleh sebagai seorang mahasiswa jurusan Sistem Informasi atau boleh dibilang Manajeman Informatika, hampir 75% ilmu yang saya dapatkan adalah otodidak, sedangkan sisanya dari kampus.
Kurikulum perguruan tinggi dan universitas seharusnya diubah, khususnya untuk jurusan IT? Bagaimana kita dapat bersaing dengan negara lain, kalau kita hanya diajarkan menghapal. India, contohnya, mahasiswa IT yang telah lulus banyak tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Betul juga, untuk menghayati suatu pelajaran harus banyak praktek. Termasuk komputer, lebih banyak bertanya, mencoba dan bisa. Belajar membuat suatu project akan membuat kita lebih cepat mahir, karena kita akan menemui beberapa kesulitan, dengan kesulitan itu kita akan semakin menemukan ilmu yang baru.