Jurusan Teknik Informatika, Terbaik, Terfavorit [?]
28 Juni, 2007 oleh Herianto
Benarkah Teknik Informatika merupakan jurusan terbaik saat ini untuk dipilih oleh para calon mahasiswa. Lalu darimana (atas dasar apa) pernyataan ini muncul ? Apakah ini cuma target hendak mendiskreditkan jurusan2 (bidang) lain, lalu mengeliminasinya untuk sekedar duduk di bangku cadangan.
Saya menjawab [versi emosi-subjektional],”YA dan TIDAK”.
Jangan tersinggung dulu dong, begini,
Ide postingan ini bermula dari membaca satu komentar di salah satu situs blogger yang dengan nada bertanya katanya begini,”Saya bingung nih memilih jurusan untuk kuliah nanti, bagus kedokteran atau informatika ya? Yang lebih baik yang mana seh.. tolong kasi pertimbangan dong !”
Jujur aja, saya jadi tertegun, kenapa mesti kedokteran dan informatika saja yang mesti dipertimbangkan. Dulu ketika masa saya kuliah, jurusan favorit (trend) para calon mahasiswa waktu itu adalah : Elektro dan Kedokteran. Lalu saya (S1) memilih elektro[nika]. Dan sekarang, ketika saya berbelok arah peminatan (murtad kali :-( ) ke dunia IT, jurusan ini pun menjadi trend pilihan bagi para calon mahasiswa. Kenapa arah angin selalu mengikuti saya ? Walah, walah…, ngaco aku ini. Ma’af ya, seperti ada error nih …
#Merenung sebentar, lalu minum segelas air putih#
Kayaknya sudah agak normal, diteruskan…
OK, jadi begini …
Ada apa sebenarnya dengan Informatika ?
Yang pertama saya ingin mendefinisikan dulu apa itu informatika, setidaknya ya menurut saya atau menurut apa yang saya ingat.
Informatika adalah ilmu yang mempelajari tentang perangkat (bisa sistem atau alat) yang dapat menghasilkan dan mendistribusikan “informasi”. Jadi kata kunci pertama pada definisi ini adalah kata : informasi, sehingga itulah makanya bidang ini disebut sebagai : informatika. Sedangkan kata kunci kedua adalah pada kata “menghasilkan” dan “mendistribusikan”.
Tahukah anda (tau dong !) bahwa, kata “menghasilkan informasi” itu maksudnya di era ini ya KOMPUTER, sedangkan “mendistribusikan informasi” maksudnya : Jaringan atau TELEKOMUNIKASI. Perhatikanlah bahwa kedua perangkat ini, yaitu komputer dan telekomunkasi saat ini telah mewabah kemana pun ada celah pekerjaan yg nongol di jagad raya ini. Inilah istimewanya bidang informatika.
Lalu bagaimana dengan bidang komputer lain ?
Apa maksud pertanyaan ini ? Maksudnya begini… Ternyata belajar (dalam hal ini maksudnya kuliah) komputer tidak hanya didominasi oleh jurusan informatika. Ada sejumlah juruan lain yg disebut2 sebagai serumpun dengan informatika seperti : Sistem Informasi (dulu bernama Manajemen informatika) dan Sistem Komputer (dulu bernama Teknik Komputer). Apa bedanya dengan informatika ?
Sistem informasi [menurut saya, soalnya ada juga pengertiannya versi lain] adalah lebih mengarah ke penerapan komputer untuk dunia business dan manajemen, sedangkan sistem komputer lebih mengarah ke belajar perangkat keras (hardware) komputer. Yang kedua ini menurut saya lebih mirip2 ke jurusan elektro digital yg tanggung, sedangkan yang pertama tadi kadang-kadang ilmunya mendekati bidang ekonomi setengah hati.
Sebenarnya ada bidang (jurusan) lain yang juga mengarah ke rumpun komputer seperti : Komputer akuntansi, komputer perbankan, dsbnya. Tapi saya pikir itu versi lain aja dari jurusan Sistem Informasi yang lebih dikonsentrasikan ke penerapan lebih khusus.
Berkaitan dengan istilah “Sistem Informasi”, saya ingin berceloteh sedikit begini :
Di bidang komputer, tingkatan orang2 yg menguasai di bidang ini ada jenjangnya yaitu [dengan urutan] : Operator (paling rendah), Programmer (kedua) dan Analyst (tertinggi). Tetapi ini kadang di “pleset” kan dan membuat banyak orang salah faham (kadang disengaja) yg menyatakan bahwa jurusan Sistem Informasi adalah penghasil seorang “analyst”, jurusan informatika penghasil “programmer” dan “Teknisi” untuk jurusan Sistem Komputer. Ini tentu tidak benar.
Penjelasannya begini :
Masalah tingkatan profesi apakah : Operator, Programmer dan Analyst, ini bukan masalah pilihan jurusan di rumpun Komputer, tetapi masalah tingkat penguasaan. Saya kira akan lebih jujur jika dikaitkan dengan jenjang pendidikan seperti : Operator itu D1, Programmer D3 dan Analyst S1. Namun berkaitan dengan gelar “Analyst”, untuk saat ini saya lebih setuju diarahkan untuk yg berjenjang paling rendah S2 dan telah berpengalaman dalam analisis pemrograman (programming analyst) sekaligus perancangan sistem (sistem analyst).
Jadi sebenarnya yang namanya pekerjaan analisis tidak hanya ada di perancangan sistem, di saat kita membuat program juga ada salah satu tahapannya analisis program. Maka seseorang yg telah mahir dalam menganalisis sistem sekaligus pemrograman lah yang layak disebut dengan : Analyst. Masalah di saat penyelesaian proyek dia tidak telibat dalam kegiatan (coding) pemrograman itu masalah waktu dan pembagian kerja, bukan masalah karena ketidak-mampuan.
Ini perlu dijelaskan agar sebagian orang yg telah memilih rumpun komputer sebagai bidangnya, lalu gara2 dia kesulitan dalam mengembangkan kemampuan pemrogramannya serta merta beralih (atau tepatnya “berdalih” kali) ke profesi yang disebut2 “analyst” tadi, dimana analyst didefinisikannya [sendiri] seolah2 tidak perlu memikirkan pemrograman, sehingga dia merasa selamat dari keharusan membuat program.
Contoh kasus, di suatu kebutuhan karyawan saya pernah men-test seorang alumni jurusan salah satu rumpun komputer dengan memintanya membuat sebuah program, lalu dia (yg ditest) berkilah mengatakan bahwa dia bukan seorang programmer tetapi seorang analyst. Aneh bukan ? Ibarat seorang yg mengaku jendral tapi tidak melalui tahapan kopral. Setidaknya dia kan harus memiliki “pengalaman perang” dulu, lalu menjadi punya ”insting” yang bagus di rimba pemrograman, baru bisa matang kalo sang jendaral diminta merancang strategi perang. Lah, kok ke bolak-bolak ?
Jadi Jurusan Sistem Informasi tidak mesti dikaitkan ke : Analyst, dan Informatika tidak mesti dikaitkan ke : Programmer lalu Sistem Komputer tidak mesti dikaitkan ke : Teknisi. Masalah penjenjangan di bidang komputer sebenarnya belum ada yang baku benar, tetapi model jenjang : Operator - Programmer - Analyst telah lama digunakan oleh berbagai kalangan. Saya pikir sehubungan perkembangan pesat di bidang IT, model perjenjangan lama ini pun mesti diperbaharui.
Muncul pertanyaan baru, “Bagaimana kalo saya tidak suka di pemrograman ? Bolehkah saya memilih jurusan di rumpun Komputer ini ?”
Jawaban saya : Boleh.
Walau seperti ada yg ganjil aja. Kenapa ? Nah ini butuh penjelasan juga.
To be continued… (tapi kalo ada yg mau duluan nambahin komentar silahkan aja…)
Baca juga tentang info khususnya DI SINI !


Ingin tahu jawaban nya?
kita tanya galileo
begini pak!kalo menurut saya pribadi lo ya!sekarang ilmu yg sangat di rasa global dan mencakup semua lapangan kerja ya IT
bagaimana tidak? skrg ilmu kedokteran bisa di pelajari dr internet! bahkan mesin bedah pun juga di negara2 maju menggunakan mesin bedah melalui komputer!
begitu juga dengan ilmu yg lain!brati secara garis besar di ambil intinya
bahwa IT itu dewasa ini mencakup semua ilmu yg ada di dunia ( menurut saya lo ya)
lagian kebanyak mahasiswa skrg masuk Informatika karena saya ini masuk informatika pak! jadi pada ngikutin saya
Herianto :
Eh sebenarnya maksud saya di postingan ini sekalian memperkenalkan kepada calon2 mhs ttg Teknik Informatika di Unsada, yg di Pondok Kelapa Jakarta Timur itu lho, yg perangkat IT nya lumayan lengkap, dan tergabung dengan jaringan INHERENT Dikti, yg mhs dan dosen2nya
cakep2OK2 punya, yg gedungnya megah, yg … dstnya baca dong di : http://herianto.wordpress.com/2007/06/26/universitas-darma-persada-teknik-informatika/#Mumpung iklannya masih gratis#
Ikutan lagi ah. Yg fakultas ekonominya OK punya, he he, nimbrung iklannya pak, mumpung gratis..
#Emang ntar bayaran ya pak#
Promosi terselubung..
Lha wong dosennya..
Salam kenal pak!
mmmh.. dari doeloe, pas ikutan SPMB, banyak banget yang bilang, “Informatika ajah.. keren tuh…”..
tapi sekarang saya sadar, memang susah masuk IF (baca: informatika).. soalnya waktu SPMB doeloe neh, emang nggak nyampe score nya.. hehehe.. untung ajah, di formulir nya nggak nulis IF… hahaha..
jadi penulisnya sekaligus dosen yah??
mmhh..
regards,
Kalau saya kok tidak suka ikut2an trend ya? Saya pilih karena saya suka dan saya pilih bidang yang kira2 saya bisa menguasai…
Kalau mengikuti trend malahan kadang apesnya saat kita selesai proses yg bersangkutan (kuliah misalnya) ternyata trend sudah berakhir karena kebanyakan output sehingga akhirnya output tsb menjadi kurang sinarnya
Contoh sederhana seperti ini:
Ketika harga kopi bagus, maka beramai-ramai orang menanam kopi. Tetapi karena semua orang menanam kopi maka stok kopi akhirnya melimpah dan harga kopi menjadi turun drastis.
Ya kayak prinsip dalam dunia perdagangan… supply and demand
Ketersediaan dan permintaan barang sangat berpengaruh terhadap harga barang kan?
Jika stok melimpah maka harga akan turun.
Ya begitu yang saya coba analogikan tentang pengaruh ikut2an trend.
Lain soal jika trend tsb tidak membutuhkan proses yang lama, lha kalau pendidikan kan membutuhkan proses yang lama.
@deking
Nah komen bgini yg saya tunggu2 pak Deking, makanya judulnya saya beri tanda tanya [?]
Saya ingin mperluas diskusi dengan pjelasan bgini :
Kita mlihat ada 2 fakta dalam hal ini :
[1] bahwa jurusan rumpun komputer (informatika cs) sekarang lagi banyak diminati
[2] Banyak peminat (akibat subjektif) ) yg masuk jurusan IT ternyata sbenarnya mereka tidak minat (secara objektif) di bidang IT.
Akibatnya :
Banyak lulusan IT yang setelah lulus ternyata skill IT mereka minim.
Pada akhirnya :
Di lapangan terbukti, banyak lowongan kerja IT yang diisi oleh orang2 non lulusan IT [murni], karena lulusan IT sendiri sering tidak mmuaskan mereka (stakeholder).
Para lulusan non IT murni yg sering mengisi lowongan IT di lapangan sperti : elektro, fisika, matematika dan akuntansi.
Pada postingan ini saya menyorot tentang skill programming lulusan IT yg jeleknya minta ampun. Tapi penyebab ini mungkin ada banyak faktor.
Mereka yg telah masuk IT tetapi tnyata skill programming gak mungkin lagi diasah, ya silahkan saja mengambil peminatan lain di IT yang kbutuhan logik programmingnya kurang …
Iya betul, itu semua adalah profesi. Seorang sarjana (S1) jurusan teknik/rumpun informatika pun pernah cuma dikaryakan sebagai operator hanya gara-gara dia tidak bisa memprogram, apalagi meng-analisis.
Menurut saya, seorang “analyst” adalah sebuah “profesi.” Seperti halnya seorang sarjana (lulusan) kedokteran belum bisa praktek kalau belum menempuh profesi dokter. Baru setelah menempuh profesi dokter, dia baru bisa praktek.
Jadi untuk menjadi “analyst” perlu ditempa dulu dalam teori dan praktek. Semua harus melalui tahapan belajar dan mengalami. Kadang itu semua tidak cukup didapat dari bangku sekolah.
CMIIW.
@dewo
Betuu…l sekali mas Dewo (pake mas aja ya …
Dosen2 IT sendiri banyak yg skill IT nya minim (maaf ya bapak dan bu dosen) sehingga banyak yg menghindar kalo diminta mengajar kuliah ber “nuansa” programming yg aplikatif.
Saya melihat ilmu programming IT kadang2 diperlakukan seperti ilmu sosial atau sastra yg mengandalkan hafalan, padahal yg penting kan pemahaman…
Di suatu tempat, ketika para mahasiswa di minta memilih peminatan apakah : Programming, Networking atau Multimedia, maka 75% mahasiswanya memilih Multimedia, dan paling sedikit memilih : Programming.
Ini gejala apa ?
Apa skedar karena dunia IT lagi trend dengan kebutuhan grafis dan multimedianya …
Saya rasa tidak.
Atau karena menghindar dari keharusan pekerjaan yg dominan mikir…
berarti orang kita malas mikir dong…
tapi gemar merintahLalu kapan kita menjadi produsen software, kalo programming itu dianggap pekerjaan “minder” ?
Wadduh, gmana nih ?
Hoho kebetulan sekali,, saya baru lulus SMA dan mau ngelanjutin ke Perguruan Tinggi….
Awalnya saya bingung sih menentukan jurusan yg akan saya pilih. Temen2 saya sih pengennya T.Informatika, T.Elektro dan Kedokteran. Rata-rata sih mereka memilih itu didasarkan pada gengsi mereka, kan jurusan itu paling banyak peminatnya dan nilai PG SPMB-nya tiap taun paling gede.
Untung gw gak terpengaruh ama emosi… gw merenung dan menyadari bahwa saya sangat tidak cocok di 3 jurusan itu. Saya orangnya kasar, senang dengan pekerjaan keras dan kurang teliti. Kemampuan yang saya miliki pun hanya B.Inggris, Kimia dan Fisika. Yah akhirnya gw mantep milih T.Mesin dan T.Material sebagai jalan hidup gw…..!!!!!
Alhamdulillah dah keterima di T.Material ITB,,,
Saran buat yg milih jurusan,,, kenali diri anda dan cari berbagai peluang yang ada…..
Dunia ini luas bro….!!!
Sebenarnya semua berpulang kembali kepada peluang kerja, sampai saat ini ada mitos bahwa dokter itu lebih mudah cari kerja dan punya income tinggi atau peluang di dunia IT lebih banyak (* coba deh tengok lowongan kerja sabtu - minggu di Kompas *) dari pada bagian lain.
Tetapi kadang mitos ini bisa jadi menyesatkan, kebetulan saya bergelut di dunia IT tetapi dalam ruang lingkup kerja para dokter (* habis dah lebih sepuluh tahun gonta - ganti kerja ya di RS doank he… he… *) dan ternyata banyak sekali dokter (* khususnya dokter umum *) yang kesulitan dapet kerja atawa kalau kerja gaji resminya ga lebih dari 2 jeti (* tetapi tentu ada tambahan lagi dari pot praktek dokter *), kecuali kalau sudah spesialis and dah senior dijamin tajir.
Lebih miris lagi lulusan IT, ada staff bagian informasi di tempat saya lulusan sarjana IT, ada juga cuma bagian administrasi ringan juga lulusan IT jurusan TI, dan setelah saya tanya ternyata jawabannya hampir sama, boro - boro mau jadi “analyst” bikin program aja ga bisa. Bahkan lebih miris lagi membedakan bahasa pemrograman dengan development tools aja bingung.
Apalagi kalau mau jujur sorang programmer yang handalpun belum tentu bisa jadi “analyst”, sebab seorang “analyst” selain menguasai pemmrogramman juga dituntut mengetahui seluk beluk “bussines process” dari suatu sistem informasi yang akan dibangun.
Jadi kenapa mesti 2 itu yang populer…
Salam.
Informatika… analyst… hmm.
Inget dulu tahun 83-an awalnya komp PC *yang masih culun* dan masa jayanya Apple IIE, aku pengin banget jadi analyst.
Masih ribet banget dengan DOS dan Basic. Tapi jaman itu orang yang minat di bidang informatika benar2 punya kesungguhan dan kemampuan. Gak kayak sekarang yang banyak cuma ikut trend atau peluang kerja, tanpa mengukur diri.
Salam Kenal,
WoKay_mania!
http://wokay.wordpress.com
**pencinta komputer yang sampe sekarang belum pernah beli komputer, tapi selalu bisa pake sepuasnya. embel-embel mania aku pake sejak mengenal software “banner mania” jaman kuliah dulu**
Kalau melihat trend sekarang dan menggunakan uang sebagai parameter, ilmu telekomunikasi jelas yang paling OKE.
Bisa di cek dari diskusi-diskusi di http://priandoyo.wordpress.com
IT hanya menghasilkan satu jenis profesi yang lekat dengan image berduit yaitu SAP Consultant.
Saya dulu juga kuliah Ilmu Komputer walaupun kalau menuruti hati kecil saya sebenarnya mau ambil astronomi, astrofisika, fisika teknik atau fisika murni.
Yang penting, jangan pernah menyesali keputusan yang kita ambil
wah aku pengen masuk teknik informatika besok
tapi sebenarnya masih bingung informatika itu sendiri itu apa?
hmm…makasih ya infonya
Menurut saya adalah…..tapi minta izin dulu nich aku sama Pak Ucok Sinaga Bonar…..
Menurut hati nurani saya adalah…….semua salah…
yang paling penting adalah semangat pantang menyerah dalam berusaha dan menciptakan peluang usaha.
Mengapa orang cina selalu menguasai setiap lapangan perdaganagan…?
Karena piloshopi orang cina dalam mendidik anaknya adalah
mengarahkan anaknya yang udah tamat SMU ke dunia usaha,
setelah siap di dunia usaha, baru orang tua mereka meyekolahkan anaknya sesuai bidang usaha yang ditekuni.
Kalau orang kita kan kebalik, anak disekolahkan tinggi-tinggi , akhirnya malah jatuhnya ke pekeraja juga, contoh terdekat adalah saya , kuli pabrik..ya kan Lae?
Herianto :
Ha ha ha… pendapatnya Padang eh minang buangee…t.
Jadi teringat waktu Kuliah Kerja Nyata di daerah bukittinggi dulu…, ukuran Sekolah adalah seberapa mampu dan seberapa cepat ia bisa menghasilkan uang kembali…
Urang awak memang berpemahaman pragmatis dalam hal ekonomi…
Ini yang saya suka, tapi kok gak saya buange…t.
Kalo orang2 minang punya negara sendiri mungkin kita sudah seperti Malsysia kali ya, wah Narsis aku nih… enggak mau nerusin ini ah…
Sekarang di sejumlah jurusan memang sudah ada materi : Pengelolaan usaha atau enterpreneurship tadi (benar gak ya tulisannya), tapi kalo ide jurusan itu adanya di Fakultas ekonomi…
Gmana nih pendapat yang lain, soalnya teman kita yang satu ini berasal dari kalangan praktisi di lapangan.
itu karena trend…
tapi bagaimanapun perkembangan zaman elektro tetap terbaik…
*narsis MODE ON*
Herianto :
Yang “trend” : IT
Yang “perkembangan zaman” : Elektro
Sip… lah saya kan bisa masuk ke ke dua2 nya …
#Cari aman MODE ON#
bener banget tuh, gw aja nyesel juga kenapa dulu gak nyoba tes jurusan informatika. padahal basicnya relatif ada-lah. hehe…
soal karir, di indonesia jarang bana lulusannyo bisa pas bana dapek karajo yang spesifik-sasuai jo basic ilmunyo
btw, salam kenal ya. salamaik bagabuang di ForumAwak Go-ranahminang.
Herianto :
Tarimo kasih dun sanak lah singgah…
BTW, ba a caro supayo blog ambo ko masuak ka daftar nan baru 56 tu…
@All
Kepada semua yg setuju dengan Teknik Informatika adalah terbaik dan terfavorite, Selamat.
Semoga IT atau ICT bisa membantu mengatasi berbagai problem di negeri ini…
sayah cintah leptop sayah.. sayah cintah internet..
Herianto :
Cintai Allah dan Rasul-NYA [saja]…[?]
Kalo cinta leptop dan intrnet knapa blog-nya mau ditutup…he he…
#Baru respon stelah liat2 rumah tika, kok di blogspot sih…#
Karena informatika itu banyak mempunyai bidang yang sangat menarik untuk dtekuni.
Herianto :
Setuju pak
susah tidak mempelajari teknik informatika??apa pelajaran ini di tuntut dalam materi pelajaran yang dalam dan penuh dengan hafalan2 materi pelajaran??
Herianto :
Susah atau tidak, mnurut saya relatif.
Tapi bidang ini membutuhkan kualitas penggunaan logika yang baik.
Hai there..ikutan nimbrung nih..
topiknya “Jurusan Teknik Informatika, Terbaik, Terfavorit [?]”
saya mau mengulas untuk kata terbaiknya aja tuh dan pesan untuk yang mau kuliah:
kalau dilihat dan kalo mo survery mungkin TI jurusan favorit, tapi belum tentu yang terbaik…. Nah terbaik itu yang mana :
menurut saya apa saja jurusan yang akan diambil itu semuanya baik yang penting NIAT, MINAT, BAKAT, TUJUAN dan CITA-CITA masing-masing. Jangan sekali -kali pilih jurusan karena ngikut teman. sebaiknya sebelum ngambil jurusan coba lihat lebih mendalam tentang jurusan tersebut ( peluang sesudah tamat, proses menjalani , matakuliah, prospek kedepan ) apakah cocok dengan karakter kita masing-masing.
Pengalaman saya :
waktu saya mo kuliah ada rumor di tempat saya ( padang ) “Saat ini jurusan informatika sangat dibutuhkan dunia kerja, kalo mo kuliah bagusan ambil yang ada komputernya “.
nah itu rumor yang berjalan saat itu. Dasar saya lugu banget… diikutin tuh saran… nyatanya sesudah saya tamat dan mendalamin jurusan tersebut saya sedikit kecewa, ternyata hasil karya dari anak-anak lulusan informatika kurang dihargai (kurang dihargai dari segi materi ). Kalo ngak percaya tanya pak herianto tuh… dia udah pengalaman bikin program di padang.
Saya sendiri kurang tau tuh siapa yang salah. Apakah pemerintah, masyarakat atau personal.
Saran Terakhir :
Pilih jurusan yang sesuai dengan minat, bakat, tujuan, cita-cita. Dalami dengan serius jangan jadi penyumbang aja. Kalo tamat cari daerah, perusahaan, kantor yang bisa menghargai skill anda. Jangan bertahan seperti saya..hik..hik.. kasihan deh saya
hihihi…. aku masih bingung neh sistem informasi di unsada akreditas nya apa????….
kasih masukan dong… w kan suka ma bahasa inggris, tapi w lulusan D3 Menejemen Informatika, mo nerusin k S1.
Wah, komentarnya keren2 nih
#ngakak#
@windi
Saya gak kasian tuh…
@salma
Jurusan SI tahun ini baru memasuki tahun ke-4 dan insya Allah bakal meluluskan skitar 16 orang. Dokumentasi akreditasi sedang disiapkan, tapi teman2 fakultas berpengalaman kok kalo ngurus yang kayak ginian.
Mau milih jurusan apa yang paling cocok tentu mana yg lebih anda minati. Kalo ditanya saya, saya menganjurkan mmilih yg berbasis komputer dong. He he… lagi2 narsis nih.
@Raiya
Keren itu apa sih ?
Pak lapor…..
bingung nih dg jurusan yang gue ambil…..
sekarang gue ambil jurusan TI tp gue ragu nih…..
mo nanya prospek lulusan kedepan nya apa klo udah tamat….
mo nanya apakah org TI mesti kudu pinter bahasa inggris nih..???
kan berbagai aplikasi menggunakan Bahasa inggris termasuk Codenya…..
gue bth org yang berpengalaman bwt memberikan gue nasihat dan bimbingan d dunia IT karena gue masih Newbie..
kalo sistem informasi tuh pelajaran nya tentang apa dan prospek lulusan gmn????dan Teknik Informatika…?
bagi yg mo ngasih saran E-mailin gue ke alex_graigs@yahoo.co.id
Herianto :
Kalo sudah mmutuskan sebaiknya jangan ragu lagi lex…
Kmampuan bahasa inggris dibutuhkan tapi tidak mutlak. Yang mutlak dibuthkan itu kemampuan dan kemauan menggunakan logika…
#deswandi
Coba juga baca ini http://myfamilyaccounting.wordpress.com/2007/09/13/mengapa-orang-cina-lebih-senang-tinggal-di-ruko/
mungkin bisa menambah wawasan
Herianto :
Terima kasih nih pak link nya.
Di Ahmad Dahlan sendiri gmana strategi mengarahkan mahasiswa ke kmampuan enterprenuership ini pak.
he he …
jadi bingung dgn diri sendiri juga
lulusan S1 dari Tek. Informatika
tp ngajarnya di Sistem Informasi
nah skr malah kuliah S2 di Teknik Elektro
namun senang juga bisa meng-combine software+management +hardware meski rada2 binun …
Herianto :
Gitu ya…
Itu namanya bu iin memang luar biasa… Tapi semuanya saling nyambung dekat kok bu.
Eh, punya rumah baru ya … Maen ke sana dulu ah…
…………….
Wadduh bukan cuma rumah baru, ngomongnya juga baru
bapak herianto saya mahasiswa baru dr Universitas unitomo saya memilih jurusan teknik informatika saya memilih jurusan ini karena saya suka sekali sama komputer tapi ter akredirasi c apakah itu akan menyulitkan saya dalam mencari pekerjaan mendatang
Herianto :
Masalah pekerjaan itu tergantung potensi pribadi anda. Bahkan jika saudara anda punya perusahaan yg berkaitan IT itu dapat mempermudah anda utk mendapat pekerjaan. Beberapa perusahaan memang ada yg melihat akreditasi program studi tempat lulusan pelamar, tapi ada juga yg lebih mengutamakan potensi/ketrampilan si pelamar. Tergantung orang dan tempatnya.
Utk menjadi pegawai negeri memang ada saya dengar syarat minimal dari pogram studi yg terakreditasi. Asah saja kemampuan anda sebaik2 nya, itu akan lebih menentukan masa depan anda nantinya.
saya masih bingung mau ambil elektro atau informatika…
kalau yang peluang gajinya lebih tinggi yang mana ya?
Herianto :
Peluang gaji apa tidak tergantung posisi/jabatan nanti plus kualitas kita sendiri.
Untuk berdikari sih lebih besar peluang informatika menurut saya
Walah!!yang tadinya saya pengen liat perbedaan IT dan SI malah jadi rumit begini…jadi tambah pusing untuk milih jurusuan IT atau SI (abiz di tawarin jalur Prestasi Akademik yang pengumpulan akhirnya akhir bulan ini)…
bedanya itu apa??
butuh skill apa aja kira kira??
pelajarannya apa aja???
prospek ke depan lebih dicari siapa lulusan IT apa SI???
IT ama IS jurusannya hanya IPA atau bisa juga IPS????
btw kata orang orang progamming itu susah??bener ga sih??
tolong dibales,at least kirim email aja ke franskyf@yahoo.com
Thanks..
Herianto :
IT adalah ilmu komputer murni … , tidak mengacu ke penerapan bidang khusus.
Sedang SI terapan komputer untuk kebutuhan di bidang bisnis.
IT umumnya menerima jurusan dari IPA saja, sedang SI dapat diterima dari lulusan IPA mau pun IPS.
Mengenai programming, apakah susah atau tidak, itu relatif ke pribadi dan usaha masing2.
Baik jurusan Si maupun TI butuh kmammpuan programming (logika) yg baik.
Semoga info ini bermanfaat …
Herianto :
“Terima kasih nih pak link nya.
Di Ahmad Dahlan sendiri gmana strategi mengarahkan mahasiswa ke kmampuan enterprenuership ini pak…”
Alhamdulilah tahun depan kita sudah memasukkan mata kuliah IT Entrepreneurship (atau Kewirausahaan TI atau Technopreneurship) menjadi mata kuliah wajib mahasiswa Teknik Informatika UAD.
Herianto :
Informasi yang bagus nih pak. Sepertinya kita juga bakal mengikuti nih …
Saya mw komentar ttg pengelompokan seorang operator, programer, analiys, atau uh lbh tinggi lagi bantak (Misalnya analist Jr, Sr, PM, dsb). saya sependapat dengan bapak, jadi penjurusan ilmu ini memang tidak bisa langsung dikategorikan dengan keahlian yang sudah didapat dengan jabatan yang nantinya akan diduduki. Saya perjelas sedikit, klo mhs ek, informatika (Kebetulan saya sendiri Mhs Tek. IF, memang dikususkan untuk menjadi seorang programer (walaupun skrg sudah berkembang di masing2 Universitasny, seperti yang mengambil peminatan di jaringan, database, dsb). Namun dengan berjalannya waktu dan jam terbang, seorang programer dapat menduduki jabatan yg lbh tinggi (Analist, dsb). Sedangkan utk Lulusan Sistem Informasi memang yang saya tahu tidak mendalami pemrograman sedalam Tek. Informatika, sehingga bila lulus malah banyak yg hanya menjadi operator saja, walauun nantinya bisa naik “pangkat” juga jadi programer, analist, dsb……. Klo salah mohon dikoreksi. Thx
Jika baca dari atas, saya bingung harus menentukan pilihan buat anak saya yg ga tau esok mo jadi apa…
Moral saya berkata, segala sesuatu berawal dari niat kita, jika kerja sungguh-sungguh dan fokus maka akan berhasil…
I’malu ala makana tikum….
Mohon dijelasin dong…maksud Jika parameternya uang, ilmu Telekomunikasi -lah yang paling OK…
Operator, Programmer dan Analyst itu modal untuk berdikari
maksudnya gimana ya….?
Terima kasih,
Liklap
“BACALAH TULISAN SAYA INI, SEBAGI RENUGAN KITA SEMUA”
Menurut saya jurusan terbaik adalah jurusan teknik elektro, kenapa? sebab:
1. Saya orang teknik elektro
2. Semua hal-hal yg menyangkut analog/ digital dalam kehidupan sehari-hari kita, berkaitan dengan bidang elektronika.
3. Inforamatika sendiri merupakan salah satu sepesialisasi di jurusan teknik elektro, selain kontorol(Kendali), dan Isyarat(Telekomunikasi).
4. Elektro yang merupakan dasar dari semua bidang kelistrikan dan permesinan (Menurut saya.. sah-sah saja donx!!)
5. Ga mungkin ditemukan komputer, apa lagi bikin progaram pke java, c++, delphi, pascal atau bahasa2 progaram tk rendah mpe tinggai lainnya, klo sistem kelistrikannya ga pernah dibikin sama orang elektro.
6. Hebat banget kan orang teknik elektro!!!! he..he…
Terakhir:
“SIAPA BILANG ANANLYS PALING HEBAT DARI SEMUA TINGKATAN AHLI, BUKTINYA DI NEGARA KITA (INDONESIA) BANYAK ANALYS NYA TAPI…… BUKTINYA APA?????????
TEKNOLOGI KITA GA PERNAH BERKEMBANG DENGAN BAIK, SOFTWARE2 YG KITA BANGGAKAN EMANG PAILING LENGAKAP TAPI SEMUA ADALAH HASIL DARI MBAJAK PUNYA NEGARA LAIN, INGAT:
Teori takkan pernah menghasilkan apa-apa tanpa aplikasi, tanpa perwujudan di lapangan.”
TAPI SEMUA ITU DEMOKRASI, PILIHANMU MENENTUKAN SIAPA KAMU
- saya hanyalah mahasiswa yg perihatin atas kondisi bangsa kita
- saya ingin suatu hari nanti kita sanggup bangkit dari keterpurukan ini, dari pandangan-pandangan miring bangsa lain
- kita adalah bangsa yg besar yg seharusnya juga mempunyai harga diri yg besar pula
- Kita tunjukan pada bangsa lain bahwa kita juga mampu sepadan dg mereka dalam hal teknologi, bahkan melampauinya.
SALAM: MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO UNSOED DAN ITB
Sangat Serius dan Sangat Mendesak:
Dicari 10-15 Programmer Java dengan berbagai Level Keahlian untuk bekerja di PT Imocha (www.imocha.com.my). Suatu perusahaan Teknologi Informasi Malaysia. Kandidat yang diterima akan bekerja di BOGOR, JAWA BARAT (Tepatnya di Jalan Pajajaran Bogor). Perusahaan Imocha Malaysia membuka cabang unit produknya di BOGOR.
Tanggung Jawab Umum:
Koding dalam Java menjadi tugas sehari-hari. Area Pengembangan mencakup Teknologi Cutting-Edge seperti: JEE5, GlassFish, Struts2, Teknologi JAX, Apache Service MIx (ESB) dll.
Berpartisipasi dalam pendesainan kebutuhan fungsi dan kebutuhan teknis.
Memberikan ide-ide cemerlang pada tim.
Dapat bekerja dalam deadline yang ketat namun tetap memelihara kualitas software.
Tanggung Jawab Programmer Senior (Gaji Rp 6jt+Medical+Jamsostek):
Memimpin satu atau lebih proyek atau produk pengembangan software.
Bekerja dengan Manajer Produk untuk memastikan semua keperluan dan persyaratan pengembangan terpenuhi.
Secara terus menerus melakukan penelitian dan evaluasi terhadap teknologi yang akan membawa perubahan di masa depan pada bidang software.
Membuat keputusan terbaik dengan pendekatan teknik untuk kebutuhan pelanggan/bisnis dengan mempertimbangkan sisi performa, realibilitas dan skalabilitas.
Tanggung Jawab Programmer Intermediate (Gaji Rp 4,5jt+Jamsostek+Medical):
Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
Melakukan diagnosa pada koding dan memberikan bantuan teknis dibidang pemrograman pada tim pendukung pada saat aplikasi harus LIVE.
Tanggung Jawab Programmer FreshGraduate (Gaji Rp 3jt+Jamsostek+Medical):
Dengan modal penguasaan OOP, dapat belajar secara cepat dan mandiri mengenai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
Terus menerus melakukan pembelajaran diri.
Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
Persyaratan(HARUS):
Berbakat dan Memiliki hasrat pada dunia pengembangan perangkat lunak
Fast Learner & Self Starter
Berpengalamn 3-4 tahun dalam pengkodean Java berskala enterprises (posisi senior programmer).
Memahami framework J2EE (khususnya Struts 2), layar persistence (JPA/Hibernate), teknologi SOAP, webservice, GlassFish dan MAVEN.
Bisa berbahasa Inggris minimal pasif.
Nilai Tambah:
Memahami teknologi cutting-edge seperti : JEE5, EJB3, Apache CXF, Service Mix dan Spring.
Paham Oracle.
Peserta yang berminat harap mengirimkan CV via email ke: andriyana.the.mefax@gmail.com sebelum tanggal 13 Maret. Peserta bersedia bekerja di Bogor!!!! atau kontak HP: Andriyana 0859 2052 1972
[...] Informasi lowongan ini diperoleh dari situs di SINI [...]
hmm. seru banget emang klo gobrol masalah TI. emang bner tuh….yang ditulis nugie. tapi skarang malah saya bner-bner bingung. saya mahasiswa….jurusan teknik elektro 07′ program studi T.elekro di Unhas. dan sekarang deket2 ini akan dibuka proram studi baru dijurusan elektro. dan memang proram studi favoritku….(Teknik Informatika).dan katanya sih bisa pindah program studi ke TI .. bagi proram studi teknik elektro angkatan 2007.disini lah letak kebingungan ku…
nanti kalo saya masuk TI : kan walaupun transfer transkip nilai, banyak sks yang hangus (soalnya sebagian mata kul di elektro tidak lagi dipelajari di TI kan), takut nantinya…kan ini program studi baru jd…kurang OK (percobaan), takutnya kurang kesiapan dari jurusan ku (penyediaan dosen pengajar…dll)blaaablaaa.. dan msih banyak hal lain yang saya pikikan..
ya….mungkin bapak sebagai orang yang bergelut langsung dengan hal ini bisa membantu saya…berpikir.
terimakasih sbelumnya….hehe
(keep on fighting till the end !!!)
Pandangan bahwa adanya stratifikasi pekerjaan dalam bidang informatika (analis, desainer, dan programmer) menurut saya salah kaprah.
Salah kaprah ini yang menyebabkan masyarakat awam khususnya perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dan pencari kerja dalam bursa kerja menjadi pelaku kebohongan publik seperti halnya ujian nasional (dalam batas tertentu). pencari kerja mencari kandidat dengan kriteria superman. Pencari kerja menjual merk/produk perkakas yang dikuasai. Yang pada akhirnya hanya jadi korban propaganda produsen teknologi saja.
Marilah kita mulai jujur dan mengembangkan semangat belajar dan berinovasi. Tak usahlah membanding-bandingkan hal-hal yang tidak sebanding. Tidak ada jurusan terbaik, terfavorit, terhebat, dll. yang ada adalah yang paling sesuai dengan minat (untuk tau cocok atau tidak dengan minatnya, jangan diukur dari pekerjaan setelah lulus, tetapi dengan dipelajari lebih dalam bidang ilmu yang sedang dicocokkan).
saya rasa perkembangan Ilmu di dunia kususnya…sangat pesat terutama dalam bidang IT..
bahkan yg saya tahu adanya perubhan ilmu dalam beberapa bidang yg bnyak mnjdi prodi di universitas..
misalkan dari
Akuntansi Ke Sistem Informasi
Arsitektur ke teknik sipil
Teknik Elektro ke Teknik INformatika
Dan msh bnyk lg…
jd dari situ dpt dilihat bhwa iLmu itu akan terus berkembang..
misal akuntnsi mereka mungkin msh pake buku besar sekrng udah di gantikan ke Program Komp..ato gambar teknik arsitek dijalankan oleh autocad pd slh satu mata kuliah di Teknik sipil
dan mata kuliah mikrokontrol T.E jg ada yg dipelajari di
Informatika(di slah satu sekolah tinggi di JOgja)
menurut saya 2 jurusan yg kedepanya diperhitungkan adalah teknik Informatika(ato yg serumpun)dan teknik Lingkungan walaupun yg lain ttp ada prospek kedepan cmn tdk bisa sy jabarkan lb jelas
nah skrng tinggal pilih yang terbaik dari hati nurani tanpa paksaan….dan semua itu mampu berjalan dgn baik apabila ada rsa kemauan….karen semua itu tetap ada kelebihan dan kekurangan…
Bagi yang berminat di TI silahkan lihat di Blog Pemilik Ilmu Komputer..mas ROny
saya lulusan dari T.I dan allhamdulillah berhasil Hidup dgn TI…
SAya tdk ada mksd untuk melecehkan prodi2 yg lain krn ini hnya pendapat…sekian dan mohon maaf
Pak Herianto
saya mau tanya.
Menurut Bapak lebih bagus mana prospek untuk jurusan
T informatika atau T Industri?
Soalnya saya binggung mau ngambil jurusan yang mana untuk kuliah
assalamualaikum,,,
saia tertrk dgn artikel bapak,,
asiklah bacanya…
….
pak saiia mw nanya,,,
pak saia baru aja tamat sma truz saia mw lanjutn kuliahny di jurusn IT,,,alhamdulillah saia udah dtrima skrg,,,
jurusan saia d4 teknik informatika multimedia,,,
…
saia nih masi blum twu apa2 ttg informatika multimedia nih pak,,
…jadi saia mohn bantuannya untuk menjelaskan sejelas2ny
…apa itu informatika multimedia??
…apa2 aja yg mesti saia perkuat pelajrannya(mulai kuliah saia 2 bulan lg)…??? truz buku2 apa ja yg mesti saya baca…
…truz prospek kerjanya bagaimana…
kayknya komentar saia g nyambunglah,,,hahaha
maaf y pak,,,saia g twu mw nanya kemana lg c,,,hehehe
oh y senior2 yg lain saia minta juga donk informasi2nya y,,
kalau ada,,,
smw informasinya dikirimin aja di email saia yah…
nih disini,,
robi_blitzx@yahoo.co.id
tenkyu ya,,,
NUMPANG NIMBRUNG YA!
Menurut saya bercuma kalau cuma mengandalkan gengsi. Hidup tidak membutuhkan gengsi. Bercuma klau ikut informatika kalau hanya ikut-ikutan. Informatika itu sulit. Pada awalnya saya kira informatika hanya memprogram. Tapi, setelah ikut olimpiade informatika. Banyak yag dibutuhkan seperti kemampuan analisis, coding, pemecahan, dll. Jadi INFORMATIKA bukan ajang gengsi.