<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Saat Dirimu Bermaksiat, Apa Yang Kau Derita ?</title>
	<atom:link href="http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/</link>
	<description>Cuma sekedar corat-coret</description>
	<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 15:13:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Politik Yang Malang &#171; HERIANTO &#8217;s blog</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-1625</link>
		<dc:creator>Politik Yang Malang &#171; HERIANTO &#8217;s blog</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 03:17:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-1625</guid>
		<description>[...] tidak ada celah untuk kebaikan LALU kenapa dipertahankan ? Mungkinkah setitik kemaksiatan untuk yg lain tidak mengapa asalkan diri sendiri tak tersentuhkan ? Egoiskah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tidak ada celah untuk kebaikan LALU kenapa dipertahankan ? Mungkinkah setitik kemaksiatan untuk yg lain tidak mengapa asalkan diri sendiri tak tersentuhkan ? Egoiskah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aliemz</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-1160</link>
		<dc:creator>aliemz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 07:20:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-1160</guid>
		<description>Sangat "nyentuh" buat aq yang masih sering terlena oleh maksiat-maksiat,., bahasanya puitis tapi akrab.,.
syukron ustadz...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat &#8220;nyentuh&#8221; buat aq yang masih sering terlena oleh maksiat-maksiat,., bahasanya puitis tapi akrab.,.<br />
syukron ustadz&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Saiful Adi</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-572</link>
		<dc:creator>Saiful Adi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 02:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-572</guid>
		<description>Tunjuki kami jalan yang benar, bimbing kami, Beri jalan kelaur dari kesulitan dan permasalahan hidup kami Ya Rab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tunjuki kami jalan yang benar, bimbing kami, Beri jalan kelaur dari kesulitan dan permasalahan hidup kami Ya Rab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Inilah Top Indonesian Spiritual Posts (3) &#171; M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-425</link>
		<dc:creator>Inilah Top Indonesian Spiritual Posts (3) &#171; M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2007 17:41:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-425</guid>
		<description>[...] Reformative Post May-June 2007: 100% Halal Top Indonesian Low-Profiled Post May-June 2007: Saat Dirimu Melakukan Maksiat Kepada mereka yang terpilih menjadi pemenang, saya ucapkan: “Selamat, ya! Semoga prestasi ini [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Reformative Post May-June 2007: 100% Halal Top Indonesian Low-Profiled Post May-June 2007: Saat Dirimu Melakukan Maksiat Kepada mereka yang terpilih menjadi pemenang, saya ucapkan: “Selamat, ya! Semoga prestasi ini [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pemilihan Top-Posts Mei-Juni 2007 &#171; M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-356</link>
		<dc:creator>Pemilihan Top-Posts Mei-Juni 2007 &#171; M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jul 2007 23:00:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-356</guid>
		<description>[...] d. Saat Dirimu Melakukan Maksiat [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] d. Saat Dirimu Melakukan Maksiat [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-324</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 07:36:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-324</guid>
		<description>Pendaftaran Top Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Postingan Anda yang tertayang pada Mei-Juni 2007 bisa Anda daftarkan di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendaftaran Top Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Postingan Anda yang tertayang pada Mei-Juni 2007 bisa Anda daftarkan di <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/" rel="nofollow">http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lukman</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-233</link>
		<dc:creator>lukman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 23:28:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-233</guid>
		<description>cukup menerangkan hati yg lagi dan sering bebuat dosa ini, thanks .............


&lt;strong&gt;Herianto :&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Allahummaghfirlana...  Amin.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cukup menerangkan hati yg lagi dan sering bebuat dosa ini, thanks &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><strong>Herianto :</strong><br />
<em>Allahummaghfirlana&#8230;  Amin.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arul</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-232</link>
		<dc:creator>arul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 13:00:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-232</guid>
		<description>Syukron :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukron <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Herianto</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-227</link>
		<dc:creator>Herianto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 04:33:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-227</guid>
		<description>&lt;strong&gt;@Rizma&lt;/strong&gt;
Saya dulu pernah "tersinggung" dengan ceritera tentang seseorang yg berada dalam gua. Saya mengira kisah itu diperuntukkan untuk saya "semata" . Kisahnya begini :
Seseorang sedang berada dalam gua yang sangat gelap tanpa sinar sedikit pun masuk ke gua tersebut. Di dinding dan di atas gua itu dipenuhi oleh kelelawar yang selalu saja mengeluarkan kotorannya sehingga seseorang yang berada dalam gua itu dipenuhi oleh kotoran sang kelelawar. Oleh karena gelapnya suasana, ia tidak sadar betapa kotor tubuhnya saat itu, dia mengira biasa2 saja. Tetapi suatu ketika ada sinar yg berhasil menggiringnya keluar melalui pintu gua. Dan di luar gua yang suasananya terang benderang dia mendapati betapa sebenarnya tubuhnya itu telah dipenuhi kotoran kelelawar. Di dalam gelap gulita, kita sering tidak menyadari siapa diri kita, seberapa menyimpang kita dari-NYA. Kita baru menyadari betapa 'jahil' kita dalam berpikir, bertindak-tanduk dan bermaksiat selama ini setelah kita berhasil menggapai sinar, yg mengeluarkan diri kita dari kegelapan yang menutup diri ke terang benderang yg membuka cakrawala sesungguhnya. Kita tak mungkin berpikir dengan jernih, menatap "Kebenaran" dan menelanjangi diri sendiri dengan sepatutnya dalam suasana kegelapan (kemaksiatan) diri kita. Jangan mengambil kesimpulan &lt;strong&gt;Haqiqi&lt;/strong&gt; pada situasi seperti ini. Biarkan sedikit demi sedikit [jika tak mampu drastis] sinar2 kecil itu membantu, menggiring diri, mencapai pintu gua, pintu terang benderang milik-NYA. Raih dan perbaiki dengan shalat dan doa. Memikirkan manfaat shalat dan doa secara rasional [semata] memang [kadang] tak ditemukan dengan segera. Karena itu memang bukan untuk dipikirkan, tetapi dilaksanakan. Laksanakan, baru pikirkan ! Kami dengar dan kami ta'at !
Wallahu a'lam, semoga bermanfaat !
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>@Rizma</strong><br />
Saya dulu pernah &#8220;tersinggung&#8221; dengan ceritera tentang seseorang yg berada dalam gua. Saya mengira kisah itu diperuntukkan untuk saya &#8220;semata&#8221; . Kisahnya begini :<br />
Seseorang sedang berada dalam gua yang sangat gelap tanpa sinar sedikit pun masuk ke gua tersebut. Di dinding dan di atas gua itu dipenuhi oleh kelelawar yang selalu saja mengeluarkan kotorannya sehingga seseorang yang berada dalam gua itu dipenuhi oleh kotoran sang kelelawar. Oleh karena gelapnya suasana, ia tidak sadar betapa kotor tubuhnya saat itu, dia mengira biasa2 saja. Tetapi suatu ketika ada sinar yg berhasil menggiringnya keluar melalui pintu gua. Dan di luar gua yang suasananya terang benderang dia mendapati betapa sebenarnya tubuhnya itu telah dipenuhi kotoran kelelawar. Di dalam gelap gulita, kita sering tidak menyadari siapa diri kita, seberapa menyimpang kita dari-NYA. Kita baru menyadari betapa &#8216;jahil&#8217; kita dalam berpikir, bertindak-tanduk dan bermaksiat selama ini setelah kita berhasil menggapai sinar, yg mengeluarkan diri kita dari kegelapan yang menutup diri ke terang benderang yg membuka cakrawala sesungguhnya. Kita tak mungkin berpikir dengan jernih, menatap &#8220;Kebenaran&#8221; dan menelanjangi diri sendiri dengan sepatutnya dalam suasana kegelapan (kemaksiatan) diri kita. Jangan mengambil kesimpulan <strong>Haqiqi</strong> pada situasi seperti ini. Biarkan sedikit demi sedikit [jika tak mampu drastis] sinar2 kecil itu membantu, menggiring diri, mencapai pintu gua, pintu terang benderang milik-NYA. Raih dan perbaiki dengan shalat dan doa. Memikirkan manfaat shalat dan doa secara rasional [semata] memang [kadang] tak ditemukan dengan segera. Karena itu memang bukan untuk dipikirkan, tetapi dilaksanakan. Laksanakan, baru pikirkan ! Kami dengar dan kami ta&#8217;at !<br />
Wallahu a&#8217;lam, semoga bermanfaat !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rizma</title>
		<link>http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-224</link>
		<dc:creator>Rizma</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 05:42:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://herianto.wordpress.com/2007/06/17/saat-dirimu-melakukan-maksiat/#comment-224</guid>
		<description>kalo menurut Ma,, kalo kita sering ngulangin buat ngelakuin hal yang ga baik, kita jadi kebal,, mungkin itu kali ya maksudnya "salah satu dosa besar itu mengulangi dosa dosa kecil,,"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurut Ma,, kalo kita sering ngulangin buat ngelakuin hal yang ga baik, kita jadi kebal,, mungkin itu kali ya maksudnya &#8220;salah satu dosa besar itu mengulangi dosa dosa kecil,,&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
