Dalam beberapa jam ke depan adalah saat-saat yang penuh penantian, (barangkali) menegangkan, (sekaligus, juga) membahagiakan. Si kecil baruku bakal datang (insya Allah). Menghitung waktu adalah ‘tema’ terbaru yang memenuhi benak pikiranku saat ini.
Kemaren sore istriku menelpon saat aku masih ngantor, “Pi.. eh bi.., kata dokter Sabtu pagi besok operasinya akan dilakukan”. Sudah beberapa kali istriku melahirkan memang melalui operasi ’sesar’, ada faktor-faktor masalah kesehatan sehingga kami (saran dokter) memilih jalur itu.
Inilah waktu babak penantian .. menunggu si kecilku datang (lagi).
Sepertinya semua sudah dipersiapkan. Sepertinya sih… Tapi selalu ada-ada saja yang kurang. Biar aku sebutin satu persatu (mudah-mudahan gak ada yang salah) : Popok, celana, kain panjang, … yah gagal dah. Kayaknya aku gak berhasil nyebutin semua (dasar bapak-bapak jaman sekarang..). Tapi intinya ya begitu, kata istriku tadi pagi, siang ini dia mau beli-beli (lagi), itu artinya kan masih ada yang kurang (..ngless lagi dah).
Terus terang sebagai bapaknya aku kalah persiapan dari ibunya. Contoh, semestinya kan aku sudah nyiapin nama (terbaik) untuk sang anak yang bakalan datang. Aku sih cuma mikir-mikir sepintas aja, siapa ya. Pernah terpikir Hanif aja ah, atau Latif aja, atau … Lha kok calon namanya laki semua ? Ya jangan ‘gaptek’ gitu dong.., gimana sih, aku kan dapat bocoran dari dokternya, ss..sst.. katanya sih … cowok.
Sungguh, sebenarnya sama saja, tapi dua anak terdahulu kami kan pada cewek semua, jadi (boleh dong) senang kalo hasil ramalan si dokter memang demikian (emang dukun) .
Kami mesti mensyukuri limpahan ‘rezki’ ini. Bahkan (insya Allah) sangat mensyukuri. Betapa tidak. Mulanya selama 6 tahun setelah menikah, kami belum juga dapat momongan. Menunggu.. dan menunggu.
Fenomena menunggu, antara waktu itu tentu (jujur aja secara fitrah manusiawi) lebih terasa ‘gak sabarannya’ ketimbang menunggu saat ini, bahkan bisa jadi suasananya ‘kontra’. Ikhtiar dan pasrah pada-NYA adalah Hidayah yang dianugrahkan-NYA pada kami. SubhanaLlah…luar biasa. Di titik kepasrahan itu lah Allah menarik ‘garis batas’ penantian kami dengan kehamilan pertama, (adalah) buah dari penantian (panjang ?). Sungguh, sangat terasa pesan dan dorongan ’spritual’ yang terjadi dan menjadi kami miliki atas hikmah yang direncanakan-NYA tersebut.
Kepada beberapa teman, ikhwan maupun bukan, yang belum juga (semakin lama menanti) dapat momongan, ini adalah kisah yang pantas aku papar-ulang. Betapa Allah bagaimanapun selalu menyayangi kita, diberi-NYA kita hikmah, diberi-NYA kita kekuatan, dan itu menjadi ada di mana-mana, ketika kita menyadar-yakini, bahwa segala sesuatu itu adalah menjadi hak-NYA. Allahu Akbar…, sungguh adalah benar, bahwa, Kebesaran-NYA juga merupakan rencana terbaik-NYA, untuk kita.
Walah walah, kok jadi kayak ceramah, serius nih …
OK, sudahlah sudah. maksudnya aku akan sudahi ‘curhat’ kali ini …
Oh ya, (sebelumnya) ‘rasa’ terakhir ini harus aku sampaikan kepada para blogger, browser, searcher, reader, hacker, cracker, teacher, broker (yang ini apa ya?) … atau yang cuma iseng-isenger, nyeser (nyasar maksudnya) ke (go ?) blog ku ini, bahwa : Ng-Blog, ‘ternyata‘ bisa membuat hati jadi ’plong’ (lapang gitu lho). Ketegangan yang tadi terasa (seperti ‘nyolong’) mo datang, sungguh kok kayaknya jadi berkurang setelah iseng-iseng nulis yang ‘ginian’. Dari buku adikku yang kuliah di psikologi (nyolong juga nih,
) pernah kubaca, kata buku itu, begini : “Jika anda sanggup mengungkapkan (menceritakan) kegundahan hati pada orang-orang yang anda percaya, itu akan menolong (dapat) melapangkan keresahan hati”.
Sungguh anda-anda semua ternyata layak menjadi orang yang kupercayai (buktinya hatiku plong, sederhanakan ? He he bangga dong).
Temanku ikhwan mengatakan,”Mengisi waktu dengan mbaca kitab-NYA, kan juga dapat membuat hatimu ‘plong’ …”. Wadduh… aku diceramahi.. sudah dulu ya.. Oh ya (lagi), do’akan, do’akan do’akan.
Assalamualaikum … (awwalu wa akhiru).
Note :
kepada para pembaca yang telah memberi komentar pada sejumlah tulisan saya di blog ini, mohon ma’af jika saya belum (sempat) mbalas komentar atau pun pertanyaan anda semua. Sungguh…, sedikit pun tidak ada maksud saya mempermainkan atau menganggap sepele anda-anda semua. Rasa penghargaan justru saya rasakan atas komentar2 anda tersebut, bahkan walau pun anda meng-kritik (pedas) sekali pun. (Ayo…siapa?).
Beberapa kesibukan dan pekerjaan telah lebih menguasai ‘lintasan-lintasan’ pikiran saya, sehingga kalau pun saya sempat menambah isi blog ini, ya isinya cuma lintasan pikiran itu (sementara).
Barangkali dari aktivitas ngblog ini saya jadi menyadari, ternyata management ‘lintasan’ pikiran saya harus dilengkapi semacam ‘firewall’ supaya ada efek ‘filtering’ dalam proses aliran lintasan itu. (Apa iya ya, ah ini just kidding aja).
Sekali lagi, ternyata di alam virtual ini pun, kita harus bisa saling percaya. Percayalah… semakin lama (sepertinya) saya semakin menyukai model komunikasi melalui fasilitas ini. Artinya, saya tak akan menutup pintu ‘ilmu’ dari apa yang saya tahu. Kalo ada materi-materi serius yang harus saya tulis untuk blog, yang saya pikirkan adalah bagaimana materi itu bisa tersampaikan dengan ‘gamblang’ (gamblang menurut saya aja tentunya). Itu makanya proses penemuan ’gagasan’ tulisan itu terkadang terkesan lamban. Saya seperti sastrawan (kali ya, iih ngaku aja). Terutama untuk materi : Sistem Pakar, yang ternyata cukup mendapat perhatian pembaca. (Pada kesempatan ini saya harus katakan bahwa saya bukan ‘pakar’ dari “Sistem pakar’ atau ‘AI’, belum lengkap keluasan ilmu dan pengalaman, kebetulan aja saya lagi memikirkan (sepertinya mbaca ulang) sistem dan filosofis-nya).
Ok…
Mudah-mudahan di rumah sakit nanti (biasanya ronda ‘malam’ di tempat istri melahirkan), ada fasilitas untuk konek ke alam virtual ini. Percayailah kebersamaan, bahkan teguran anda melalui blog ini, itu juga bagian dari kebersamaan kita…. Sapa aja dia !
(Kecuali masalah nilai-nilai anda, kalo ada (bekas) para mahasiswa saya, yang sepertinya ada ikutan, apa saya kelihatan ’serem’ di nilai2 itu,
. saya kira pemahaman tentang itu butuh karakter akademik bersama) :-)
OK dulu …











