dE..eLp..hI, maafkanlah… aku gagal melupakanmu
19 April, 2007 oleh Herianto
Kisah Nyata
(Ini tentang masa lalu)
Aku masih ingat saat perkenalan kita di kota Yogya itu.
Kota yang sedemikian teduh, telah menorehkan kenangan indah saat perkenalan aku dan dirimu. Indah… kuakui sekarang bahwa itu memang indah, walau dulu aku tak mengakuinya di depanmu. Ke ‘ego’ an ku menyatakan,”Jangan perlihatkan kesukaan itu, kau akan terendahkan akibat dari sebuah pengakuan”. Aku tak tau pasti dari mana mendapat ‘teori’ seperti itu. Ah.., betapa bodohnya aku waktu itu.
Begitulah… lalu aku hijrah ke kota Padang. Di kota inilah terjadi pembuktikan, bahwa betapa sebenarnya kita ’seakan’ tak akan terpisahkan… Ah… dELp..hI..
Selanjutnya, dari kesadaran betapa Jakarta membutuhkan aku ( bleggh
), maka kuturutilah untuk pindah (lagi) mengabdi di kota itu. Sampai akhirnya…, oh… ternyata Jakarta lah yang menjauhkan aku dan dirimu…
Sampai kini, kita semakin menjauh. tapi maafkan… karena aku ternyata (tetap) gagal melupakanmu.
Selamat tinggal ‘dunia’ telanjang
Oh, bukan… bukan. Ini bukan kisahku dengan seorang wanita pujaan. Juga bukan kisah-kisah masa lalu pacaranku. Kalaupun harus kuceritakan tentang itu, ceritanya pasti bakal cepat terselesaikan. Gak serukan ? Soalnya satu-satunya kisah ‘pacaran’ dalam perjalanan hidupku, ya cuma dengan yang jadi istriku itu. Ha ?!! Kacian deh masa muda… Apa ? Kasihan ? Enak aja, sungguh bukan kasihan. Bahkan barangkali menurutku, begitulah ‘tangan’ Tuhan berperan, telah menyelamatkan masa2 mudaku…, lho ? Ah…, cerita masalah ‘pacaran’, ntar aja .. ok (tapi benar, memang indah…).
Terus si Delphi itu gimana ? Itukan nama sebuah tool pemrograman.
Delphi adalah tool pemrograman visual yang pertama aku gunakan. Sebelum aku kuliah pasca di Yogya, bahasa pemrograman yang kugunakan paling ya pascal, basic, c, dbase dan apa lagi ya ? Yang lain assembler kali ya, atau mnemoniknya si Zilog itu (hii…ingat yang ini jadi mrinding bulu kukuku, … serem). Biarkan aku meng-istilahkan semua tool itu dengan bahasa pemrograman telanjang. Kenapa telanjang ? (Eh, sudah bapak-bapak masih porno ah …) Betapa tidak ? Ketika kita menggunakan bahasa pemrograman (telanjang) tersebut, sepertinya kita jadi melihat semua isi yang dalam. Isi yang dalam ? Iya… bandingin aja dengan pemrograman visual yang ‘se akan-akan’ memakai baju (objek) visual untuk menyembunyikan yang dalam-dalam itu. Nah, sekarang jadi mengertikan, ada apa aku dengan si Delphi dan bagaimana dunia telanjang itu. (Apa aku ngerjai ya ?? Hore…berhasil, berhasil). Yah begitulah, kalo penyakit sedang kambuh… (Berobat dong kan gratis pake Jamsostek nya …, ah katanya bo ong juga tuh Jamsostek). Ya, sudah sudah … Sekarang tentang bagaimana aku mempropaganda dELphI di kota Padang. Sungguh aku dan si Sufayasa (http://www.sufayasa.com) berhasil mempropaganda ‘anak-anak’ Padang tentang bagaimana Delphi bisa menjadi tool pemrograman yang menjanjikan. Waktu itu yang mereka tahu kan cuma ViBi, ternyata ada banyak keunggulan Delphi dibandingkan ViBi terutama dalam hal ….. titik titik dan titik titik. (Tanya dah dengan paman Google, pasti dapet). OK, langsung aja, ini ada bahan presentasi perkuliahan Delphi yang sudah beberapa kali kugunakan, bahkan barangkali digunakan juga oleh beberapa pengajar lain. Terima kasih STMIK Jayanusa Padang ( http://aimamikjn.itgo.com, hallo.. mana http://www.jayanusa.ac.id dulu ? ), atas kepercayaannya sehingga : presentasi kuliah dan modul praktikum Delphi ini berhasil aku selesaikan. Kangen…. Kapan aku punya motivasi dan kesempatan seperti dulu untuk menyiapkan modul-modul kuliah yang serius.
Delphi…, aku memang gagal melupakanmu tapi sang waktu berhasil memberi jarak di antara kita. Kau nyaris benar-benar tak pernah lagi kupakai. Biarlah dokumen2 ku tentang mu kusumbangkan untuk orang-orang yang nyasar membuka blogku. Download : presentasi-delphi.ppt












:)) ternyata yang naksir ama benda itu bukan saya doangan ..
seharusnya bapak malu kalau jatuh hati ama anaknya Borland .. karena dia cinta pertama saya .. wal hasil … saya malah bingung dan nggak pernah bisa (karena nggak serius kali ya … :)) ) ViBi …
sekarang saya ngajar OOP dan Pemerogram Berbasis Web ( ma kasih buat Basis Data nya ..
)
Herianto :
Kayak cinta segitiga gitu ya …
Wah, ngajar dimana, saya mo juga tuh jadi mahasiswanya …
nampaknya dikemudian hari kita akan bersaudara, sekalipun hanya saudara ipar…,karena beberapa minggu yang lalu calon ayah mertua bapak Rian (UMJ version) … telah melahirkan seorang anak lagi
“DFP” namanya.., skalipun masih bayi, saya sudah dapat melihat efek yang akan diberikan olehnya kelak. Dan itu juga yang membuat saya gagal melupakannya. Saya terus berharap semoga ia cepat besar agar dapat membantu saya untuk segera melihat besarnya honor mengajar bapak :D..,karena sampai saat ini saya baru dapat melihat data kehadiran bapak selama mengajar, juga nilai yang bapak berikan kepada mahasiswa-mahasiswa bapak, tapi jangan khawatir ini smua akan menjadi rahasia yang akan tetap terjaga :p… eniwei terima kasih banyak atas kuliah basis datanya…. sayang saya masih terlalu asik dengan yang lain waktu itu …….
Herianto :
Apa kabar UMJ ?
Saya kok belum nyambung dengan informasi tentang bapak Rian dan data-data rahasia gaji segala, apa itu ya ?
Saya sudah kuper nih dengan UMJ …
=)) kayaknya si iel itu jangan terlalu diperhatiin deh pak heRIANto, dia tuh satu dari lulusan UMJ yang iseng .. :)) apa lagi ngomongin gaji … gak etis ..
baidewei kita di UMJ baik2 aja (dengan Ka.Jur Bu Rully) dan tetapi sekretaris pribadi merangkap wakil, bendahara dan tenaga administrasi tetap, Pak Tatap
Herianto :
O gitu, ya gak papa…
Saya berdoa semoga UMJ sukses selalu…
“Hidup hidupilah Muhammadiyah, tapi jgn mencari hidup di Muhammadiyah…” (KHA Dahlan).
Pesan yang masih relevan, tapi kata ‘Muhammadiyah” kok sekarang rasanya lebih universal kalo saya ganti dengan Islam …
Untuk menghidupi Muhammadiyah (Islam) setelah niat dan semangat, kita juga butuh anggaran untuk kelancaran rencana2 kerja… Trus berkarya
OK selamat bjuang,
Salam bua semua, istimewa buat pak Tatap yang masih rangkap2..