Membongkar “kedok” si UTP dan si RJ-45
13 April, 2007 oleh Herianto
Belajar dari meniru prilaku intel
(Edisi Pemula)
Alkisah :
… Tiba-tiba si mahasiswa menyela,”Kalo begitu mereka ngibuli kita dong pak, beli 8 dapat 4, yang dibeli 8 tapi yang kepake cuma 4. Ada apa sih sebenarnya, kok bapaknya diam aja. Inikan namanya penipuan, protes dong, katanya kita kan harus jadi aktivis moral. Ok, kalo begitu kedok dari penipuan ‘massal’ ini akan kami bongkar sendiri. Jangan-jangan bapak terlibat dalam perkolusian besar..”. Ha…?!!
—
Kronologis
Sebelum si para mahasiswa melakukan ‘gerakan’ pembongkaran ‘kedok’, saya harus menjelaskan kronologisnya pada rekan-rekan blogger sekalian. Anggap aja ini konfrensi pers yang saya lakukan untuk mengklarifikasikan apa yang terjadi sebenarnya, bahwa ‘gosip’ aja kalo saya mereka tuduh terlibat diper-kolusi-an (kayak selebritis aja ya klarifikasi segala ? ) :-)
Lagi ’jenuh’ nih, jadi nemu ide nulisnya ginian ….
Begini, Si mahasiswa-mahasiswa pemula sedang diajarkan cara ‘masang’ kabel LAN ke switch dan terminal komputer. Saudara-saudara para ‘IT blogger’ sekalian kan sudah pada tahu, kalo yang digunakan adalah kabel ‘Twisted pair’ jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) dan konektor tipe RJ-45. Beberapa rekanan ada juga sih yang untuk kabel LAN-nya ‘coba-coba’ pake yang jenis STP (Shielded Twisted Pair) yang katanya sih performance-nya lebih OK dan juga mumpung sudah pada murah. Saya yang pada saat itu lagi men ‘daurah’ mereka, eh maksudnya lagi ngumpulin dan ngajarin mereka tentang masalah kabel LAN, menjelaskan begini :
“Twisted pair adalah jenis kabel yang setiap pasangannya di-saling-pelintir untuk memberikan ‘efek’ redaman terhadap derau. Sebenarnya ada cara lain untuk mereduksi efek derau ini yaitu dengan prinsip yang ada pada kabel jenis coaxial. Tetapi oleh karena coaxial secara ekonomis kurang ‘merakyat’ maka yang lebih dikembang-terapkan saat ini adalah kabel jenis twisted pair. Dari segi harga urutannya adalah : coaxial kemudian STP lalu UTP. Jadi UTP paling murah karena pabriknya tidak perlu menyediakan pelindung seperti pada STP. Maka yang akan kita gunakan selanjutnya adalah jenis UTP ini.Kabel jenis UTP memiliki beberapa jenis lagi yang biasa di-istilahkan dengan kategori. Jadi ada UTP kategori 1, kategori 2, 3, 4, 5 dan 6. Yang digunakan untuk LAN umumnya adalah kategori 3 ke atas. Kenapa ? Karena semakin tinggi sebutan kategori-nya, kualitasnya makin bagus. Jumlah pasangan kabel (pair) untuk kategori 3 ke atas ada 4, jadi kabelnya ada 8 dong (4 x 2 = 8, J). Nah inilah nanti yang jadi bahan permasalahan si mahasiswa seperti fragmen dialog di pengantar tulisan ini (itu dialog benar kagak ya?).
Prinsip komunikasi
Pada jaringan komputer, termasuk LAN, terjadi proses komunikasi. Pada sistem komunikasi dasar dijelaskan bahwa setidaknya harus ada 3 hal yaitu : (1)Pemancar (Tx), (2)Penerima (Rx) dan (3)media transmisi. Menurut cara kerja aliran listrik pada kabel, agar arus dapat mengalir maka setidaknya dibutuhkan dua kabel (anggap aja untuk titik positip dan negatip), sehingga arus listrik (yang merepresentasikan data komputer) dapat mengalir dari positip misalnya ke negatip (sebenarnya gak begini sih, tapi OK lah untuk pemula). Maka agar dapat terlaksana proses komunikasi lengkap (full-duplex), yaitu bisa mengirim (TX) dan menerima data (RX), tentu dibutuhkan 2 pasang (4 kabel), pasangan pertama untuk fungsi pemancaran dan pasangan kedua untuk fungsi penerimaan. Jadi, …dari 8 kabel (4 pasang) yang ada pada UTP kategori ‘LAN’, hanya 4 kabel saja yang akan digunakan (2 pasang). Artinya yang 4 kabel lagi, automatis tidak digunakan. Lho …Kenapa kita gak beli kabel UTP yang kabelnya cuma 4 aja, kan bisa lebih murah, menghemat uang, dan sisanya bisa dibeli-in perangkat lain seperti Access point misalnya, yang memang di tempat kami jumlahnya terbatas (ada yang mau nyumbang ? Curhat nih!). Tapi kalo mau beli kabel UTP dengan spec seperti itu (UTP kualitas LAN dan hanya berisi 2 pasang saja) dimana ya ? Saya gak tau tempatnya (kuper nih kalo beli2). Atau jangan-jangan si orang pabrik memang tidak mengeluarkan kabel UTP dengan spec seperti itu…Kenapa mereka gak keluarkan, kita yang beli kan jadi rada mahal dan terjadi ‘kemubaziran’ (beli 8 dapat 4).
Ada blogger yang tau jawabannya kenapa ? (Ayo tanya kenapa?, kata iklan).
Sekali lagi pertanyaannya :
Kenapa pihak pabrik tetap membuat kabel UTP tersebut isinya 8 buah padahal yang digunakan LAN hanya 4 buah ?
…sekiranya jawaban itu tidak jua ditemukan apakah mungkin mereka tetap menuduh saya terlibat di perkolusian. Ah mahasiswa sekarang ada-ada saja, mereka sangat mudah terhasut sedemikian (apa iya ?) …. Atau saya laporkan aja ke kepolisian, karena telah melakukan pencemaran nama baik. Ha ha ha….
sumber-sumber menarik :
1. http://wss-id.org/blogs/tutang/archive/2007/03/13/kenali-komponen-jaringan-anda.aspx
2. http://www.sony-ak.com/articles/6/pasang_kabel_jaringan_utp.php
3. http://www.technick.net/public/code/cp_dpage.php?aiocp_dp=pinconnet_ethernet_10bt_100bt
(Kecurigaan si mahasiswa berikutnya akhirnya menggerakkan mereka untuk mengusut “kasus” susunan kabel UTP ke RJ-45, apa urutan warnanya memang harus ‘demikian’ ?)
nantikan…akan ada-ada saja kejutan (promosi nih…)


Yap, bagus. Salam buat teman2 semua.
Me :
Terima kasih buanyak mas Tutang…
Kehormatan bagi saya mas Tutang sempat berkunjung di site coba-coba ini…
Dulu saya sering baca-baca ruang khusus kunsul IT nya di Republika…
Buka-buku mas Tutang juga OK, beberapa mahasiswa sering membawanya..
terima kasih, semoga kita saling ter-inspirasi…
Klo ga salah semua kabel di UTP sekarang udah kepake (itu juga debger dari orang) yang dipake oleh teknologi gigabit yang transfer datanya bisa sampe 1 GB lebih, yang ga kaya kable UTP yang cuma dipake 4 line kabel yang cuman nampung data 100 MB.
Klo salah koreksi yah….
gue seneng banget me ni situs. gue baru belajar instalasi jaringan menggunakan kabel utp. gue bingung susunan warna kabel yang benar yang mana, banyak buku yang mengulas tapi banyak yang beda. tolong dong klo ada yang tahu, kirim ke email saya
bagus2 tuh comentnya mhs
bagus tuh mas topiknya mudahan nih blog makin bagus
Seharusnya mereka bersyukur bahwa RJ 45 menggunakan 8 kabel, gak cuman 4 kabel.
Pertimbangan penggunaan 8 kabel kan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi di masa depan ketika itu. dan terbukti sekarang 4 kabel spare tersebut bisa digunakan sebagai jalur untuk POE. Coba kalo dulu cuman 4 aja.. harus di ganti lagi tuh bentuk konektor dan port NIC nya agar sesuai dengan tuntutan jaman.. ciee tuntutan apaan nih.
CMIIW
Wah Pak, kalau cuma td & tx means 4 kabel aja yang kepake klo susunan straight sih iya nah klo mo cross gimana kombinasinya ???
Klo susunan warna kabel sih kayanya cuma buat standarisasi aja Pak, biasa saya pake Type B.
Salam Kenal.
@Buat semua
Saya setuju dengan pendapat Supono dan Mamat bahwa 8 (delapan) kabel itu karena untuk pertimbangan thdp kebutuhan pd sistem lain dan ke depannya.
Tapi susunan kabel tidak bisa sembarangan, sebab ada 4 pasang yg dikonfigurasi twisted sehingga kalo salah pilih secara sembarangan bisa2 karakteristik twisted-nya bisa gak tercapai dan mengganggi kinerja.
2Ferry
Utk Cross 4 kabel juga bisa kok …
Karena dari segi urutan kabel yg dipake itu cuma urutan 1,3, 4 dan 6.
Ma’af ya kepada pembaca postingan ini sekalian, saya sedikit bertanya2 nih, kenapa ya sudah seminggu ini postingan ini cukup banyak peminat yg mengaksesnya tapi gak ada komentar apa2 gitu lho… saya sih mengamatinya di statistik detail yg disediakan oleh wordpress.
BTW, thanks atas perhatiannya semua…
Pak, Herianto. Kalau cross bukannya susunannya. 1×3, 2×6. Maaf kalau salah tolong di koreksi..
Herianto :
Iya ya…
Kabel2 yang terpake : 1. 2, 3 dan 6.
Thanks.
Gitu aja kok repot, itu berguna semua sekarang. kalau masih menggunakan kecepatan 10/100 ya itu bisa dipakai satu kabel untuk 2 kepala RJ45 kok. cuma memang peralatan atau pernikpernik untuk jaringan di indonesia susah didapat.
Herianto :
Tks, informasinya…
Sorry kalo nanti ada kata yg salah ya…. (CMIIW)
1. Konektor rj-45 tidak dirancang hanya untuk aplikasi LAN (komputer networking) lihat : http://www.rj45.ws . Konektor ini dirancang untuk aplikasi umum standar koneksi dg form factor RJ.
2. Lan tidak hanya pake RJ-45, saya pernah ketemu yg pake RJ-25 (NIC type token ring), Lan juga bisa pake RJ-11 (PNA), BNC, DB-9, DB-15, dll
3. Kabel UTP gak cuma 8 kabel, ada yang 2 kabel (1 pair) utk aplikasi telepon biasanya, 2 pair, 3 pair, 4 pair (yang paling sering kita pake dalam membangun LAN). Yang lebih dari 4 pair juga ada contohnya kabel yg dipakai Telkom.
4. Pada Kabel UTP 4 pair yg biasa kita pakai untuk lan, pilinan setiap pasangnya gak sembarangan, coba potong 1meter kabel tsb dan kupas, lalu hitung jumlah lilitannya. Jumlah lilitan itu berhubungan dg frekwensi yg akan dipakai pada kabel tsb dengan induksi listrik yg akan timbul (efek Faraday….kalo gak salah).
5. seperti no 4 diatas, yg kita harus tahu setiap jenis kabel memiliki spesifikasi tertentu. Misal kabel RG-58 (ada beberapa jenis dg tipe yg sama) untuk thinnet, Gak semua jenis kabel dari tipe ini baik untuk lan, masing masing punya peruntukan yg berbeda, “PABRIK GAK BODOH BUAT KABEL YG PERUNTUKANYA SAMA……Logis kan?”
Lihat : http://www.belden.com/03Products/03_Catalogs.cfm. Saya pernah punya pengalamam dengan kabel speaker buatan belden, cannary dan mogami (MIT). Beda tipe dan beda pabrik menghasilkan corak warna suara reproduksi yg berbeda speaker, walau hanya 0,5 meter (saya gak percaya seelumnya, tapi kuping saya gak bohong….hihihihi…
6. Utp 8 kabel, kalo mengikuti ieee 568a dan b hanya pair orange dan hijau yg dipakai pada protokol ethernet 10baseT dan 100baseT. Sementara pada 100baseTX dan 1000baseT ke 4 pair-nya akan dipakai, tanpa kabel biru dan coklat 1000baseT akan autosenssing dan turun ke kecepatan 100baseT. Ingat tidak ada cross kabel untuk 100BaseT.
7. Kabel Biru dan Coklat pada 10BaseT dan 100BaseT bisa dipakai untuk PoE dan atau Remote (misal pada produk Smartbridge)
Semoga dapat menambah pengeahuan kita semua !
Keep Sharing…… Knowledge is belong of Human being (OSS theme)
regard
Darma Yasa - Bali
ralat point 6 “Ingat tidak ada cross kabel untuk 100BaseT” yg benar ‘Ingat tidak ada cross kabel untuk 1000BaseT’
CMIIW
regard
Darma Yasa - Bali
Yoi, benar yg kepake hanya 1,2,3 dan 6 saja pak.
)
Tp sisanya bukannya kepakai untuk lalulintas data seperti voice ? (tp ini kt temen saya loh, saya jg blm tau
mengenai filosofi warna yg digunakan boleh di bahas tuh pak..
sisa kabel yang tidak terpakai saya dengar dapat juga digunakan untuk Voip trus juga bisa digunakan untuk menyalurkan sumner arus misalnya pada kabel antena CMIIW
bisa bahas masalah sniffing di jaringan ga pak?
untuk UTP emang 4 aj yg penting mas..
sisanya yg 4 lagi buat cadangan,
tapi lebih bagus semua urutan kabelnya terpasang.
coba deh pake tester
sisanya bisa buat dialirin arus listrik, yg akhirnya kita kenal istilah PoE (power over ethernet) jd kl kita pasang radio outdoor kita tak perlu tarik kabel listrik ke atas. dengan catatan radionya support PoE, atau kalau nggak PoE nya dimodifikasi sendiri dibikinin splitter lagi.
mdh2an membantu
Jadi kesimpulannya perlu gak kita pakai 4 Pair atau kita hanya pakai 2 pair aja dengan RG-45 ?? , dan ada gak yah manfaat yang tersembunyi ataupun kekuranganya jika kita memaksakan hanya memakai 2 pair (diluar kebiasaan 4 pair) …?
maaf yahh teman2 IT.. saya baru 3 tahun kerja di ISP…
saya setuju dengan commentnya Ferry, supono dan Ansori… juga mas herianto… kenapa..?? karena pengalaman saya.. masang antena wireless outdorr.. semua kabelnya di gunakan.. 2 pasang untuk power supply dengan menggunakan media POE… sedangkan 2 pasangnya lagi untuk data menerima dan mengirim… jadi menurut saya semua kabelnya bermanfaat untuk sekarang. Untuk LANCARD di komputer serta eth di switch juga kan ada power listriknya ngalir ke situ… jadi gak usah permasalahkan deh kabelnya… permasalahkan saja kenapa harganya koq beda2 disetiap toko…..heheehehe
semoga bermanfaat…
To: Rangolawi…
Mass dicoba deng pake 2 pair (2 pasang) trus mas beli anten waireless untuk outdor dengan jarak 20 Mtr-an trus colok dech ke radionya… apa dia nyala ato gak radionya tanpa kita pake kabel listrik ke radionya… saya yakin pasti gak akan nyala.. radionya bisa nyala klo anda beli kabel listrik sepanjang 20mtr lagi.. itu klo biaya cukup…sedangkan klo kita pake 4 pair (4 pasang) maka kita gak perlu beli kabel listriknya, karena dimana-mana klo beli Radio Wireless.. POE nya sudah di ikut sertakan…
semoga membantu…dan klo ada salah.. saya minta untuk di koreksi ato di tambahin klo ada yang kurang…
untuk warnanya ikut aja warna standart international
Straight:
Pin Warna Pin Warna
1 Putih Orange 1 Putih Orange
2 Orange 2 Orange
3 Putih Hijau 3 Putih Hijau
4 Biru 4 Biru
5 Putih Biru 5 Putih Biru
6 Hijau 6 Hijau
7 Putih Coklat 7 Putih Coklat
8 Coklat 8 Coklat
Cross:
Pin Warna Pin Warna
1 Putih Orange 1 Putih Hijau
2 Orange 2 Hijau
3 Putih Hijau 3 Putih Orange
4 Biru 4 Biru
5 Putih Biru 5 Putih Biru
6 Hijau 6 Orange
7 Putih Coklat 7 Putih Coklat
8 Coklat 8 Coklat