Perancangan IP address
8 April, 2007 oleh Herianto
Melalui ”penekanan” KONSEP jaringan private dan publik (New)
Pengantar Pedagogis
Metode penyampaian materi ajar bisa bermacam-macam dan yang bermacam-macam itu bisa di ranking sehingga menjadi berlapis-lapis. Untuk satu materi ajar saja bisa jadi kita menemukan beberapa cara penyampaian yang berbeda dalam hal : urutan apa-apa yang akan dijelaskan lebih dulu, penekanan pokok bahasannya, model komunikasinya dan seterusnya.
Kalo saya bisa jadi menyiapkan beberapa jurus untuk menyampaikan materi ajar tertentu. Jurus-jurus tersebut ditemu-kembangkan gara-gara sering ‘banget’ menjelaskan materi itu untuk beberapa kelas paralel misalnya, sehingga kadang-kadang bahannya jadi luar kepala (di luar kepala semua ?
). Tapi bukan hafalan bahan materi ajar itu yang penting di sini, tetapi bagaimana (strategi) cara kita menyampaikannya ke sejumlah ‘kepala’ pembelajar (mahasiswa) sehingga lebih mengena bagi mereka untuk cepat memahaminya. Ini ilmu pedagogis.
Lapisan strategi itu bisa ada beberapa untuk suatu materi. Misalnya materi : “Perancangan IP address ini”, bisa ada 3 lapis strategi tentang bagaimana menyampaikannya. Pemilihan strategi yang digunakan tentu tergantung penilaian kita tentang audience yang akan mendengarkan. Ini contoh strategi lapisan ke-2 dalam menjelaskan masalah penentuan (perancangan) IP Address ke jaringan komputer. Jika mutu audience - nya cukup parah (susah nyambung) gunakan strategi lapisan pertama, tetapi jika mutunya lumayan bagus (cepat nyambung) gunakan strategi lapisan ke 3.
Begitulah kalo ngajarnya ke mahasiswa swasta, kebutuhan adaptasinya tinggi. Di situlah seninya…
Pertanyaan awal :
Gimana sih cara menentukan IP address ke komputer-komputer di jaringan, apa asalan (terserah kita) aja? Ya enggak dong… Begini caranya :
Sebelumnya perhatikan gambar ini dulu … 
Maksud gambar di atas begini, …
Gambar 1 :
Jaringan komputer ada yang jenis private dan ada yang jenis public. Dari namanya saja jelas bahwa jaringan private berarti jaringan yang cakupan aksesnya terbatas (untuk kalangan tertentu) sedangkan jaringan publik cakupannya lebih luas (bahkan bisa dipakai untuk umum) .
Gambar 2 :
Dari Gambar 1 dan 2 jika dikaitkan dapat dijelaskan, bahwa jaringan private umumnya dibangun dengan teknologi LAN, sedangkan jaringan publik menggunakan teknologi WAN. (Apa itu teknologi LAN dan WAN pada kesempatan lain akan dijelaskan)
Gambar 3 :
Dari gambar 1, 2 dan 3 akhirnya dapat dijelaskan bahwa jaringan untuk sebuah perusahaan (atau sebuah instansi, perkantoran atau satu kampus) umumnya dibuat bersifat private (seperti yang telah dijelaskan hanya kalangan perusahaan itu saja yang boleh bergabung) dan menggunakan teknologi LAN. Sedangkan jaringan Internet adalah contoh dari jaringan publik (siapa saja boleh gabung, asal … apa ya?), dan sistemnya dibangun dengan teknologi WAN.
Akhirnya dari keseluruhan gambar di atas kita dapat simpulkan begini :
Komputer-komputer (atau disebut juga host kalau pada jaringan) yang berada pada LAN selalu (dianjurkan) menggunakan IP jenis private sedangkan host yang berada pada WAN (dalam hal ini internet) selalu (bahkan kalo ini tidak sekedar dianjurkan tapi diwajibkan) menggunakan IP jenis publik.
Apa itu IP private dan IP publik ?(Kalau anda bertanya seperti ini bagus, artinya anda mengikuti alur penjelasan di atas)
Begini, IP private adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya tidak perlu diregistrasi sebab oleh router (ini semacam penggiring bola di internet) IP jenis ini tidak akan diteruskan kemana-mana. Sedangkan IP publik adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya harus diregistrasi (ke badan penyalur IP address tentunya, maksudnya supaya tidak bentrok) karena IP ini dapat berkeliaran di lalu lintas jaringan internet melewati router-routernya.
Intinya dapat juga dikatakan begini : Komputer yang menggunakan IP private tidak dikenal di internet sedangkan yang menggunakan IP publik dapat dikenal di internet. Yang termasuk IP private adalah yang masuk dalam kelompok berikut :
10.0.0.1 s/d 10.255.255.254
172.16.0.1 s/d 172.31.255.254
192.168.0.1 s/d 192.168.255.254
Sedangkan yang termasuk IP Publik adalah selain dari range di atas (nanti akan dijelaskan bahwa ada pengecualian yang lain). Makanya, saat anda membangun LAN komputer-komputernya selalu diberi IP jenis private dan saat ada komputer tertentu yang akan dihubungkan langsung ke internet, maka mau tidak mau komputer tersebut harus diberi IP publik. Lalu, apakah komputer yang terlanjur (atau terpaksa kali ya ?) diberi IP private tersebut menjadi tidak dapat terhubung ke internet selamanya ? Untung saja jawabannya : tidak. Maksudnya ada cara tertentu (jurus kali ya?) agar komputer-komputer LAN tersebut dapat terhubung ke internet. Gimana dong caranya ?
Ada teknologi (umumnya berbentuk software) yang disebut NAT, singkatan dari : Network Address Translation. NAT dapat ‘merekonstruksi’ (translasi) IP private tadi menjadi IP publik sebelum dikirim ke internet (melalui router tentunya).
Bagaimana proses translasi (artinya semacam ‘perubahan’) dari IP private menjadi IP publik tadi oleh NAT ?
Ada beberapa metoda, tapi kurang relevan kalau dijelaskan di sini, nanti jadi panjang lebar. Kita fokus dulu ke masalah IP address di LAN tadi.Kenapa IP di LAN ‘harus’ (sebenarnya enggak harus juga sih) menggunakan IP Private ? Jawabannya, pertama agar pemilik LAN tidak perlu repot-repot mengurus pendaftaran (registered) IP yang akan digunakan oleh komputer-komputer LAN. Kasihan sekali kita jika setiap kali mau membuat LAN harus minta-minta IP address dulu ke “depkominfo” misalnya. Kedua dalam rangka menghemat penggunaan IP publik di internet. Sebab jika semua komputer yang terhubung ke internet menggunakan IP publik, bisa cepat habis tuh jatah bagi-bagi IP publik –nya (sekarang aja hampir habis, makanya muncul ‘ide’ IPV6). Perlu diperjelas di sini bahwa IP private untuk masing-masing LAN yang terhubung ke internet, dalam hal ini boleh sama, jadi IP private gak bakalan habis. Lalu apa bedanya komputer yang terhubung ke internet menggunakan IP private dengan yang menggunakan IP Publik? (Kok jadi cerita internet ya ?). Tapi itu pertanyaan bagus dan tentu ada jawabannya… Mau tau jawabannya…? (jadi kayak ngajar di kelas, gaya dia eh aku ya kira-kira begitu)Jawabannya begini : (Wah ini kan tugas ke mahasiswa untuk minggu depan, mudah-mudahan kalian pada gak baca artikel ini ya..).
Komputer yang terhubung ke Internet dengan IP publik dapat mengakses dan diakses dari mana saja oleh komputer lain di internet, sedangkan komputer yang menggunakan IP Private hanya dapat mengakses, tetapi tidak dapat diakses melalui internet secara langsung. Teori dasarnya begitu, tapi sama teknologi yang namanya PAT prinsip ini nanti bisa di “wes ewes ewes” alias dilabraknya (kasihan deh lo teori).
Wah, apalagi tu PAT ? Langsung aja ya, singkatan dari Port Address Translation. Silahkan browse di internet tentang “makhluk” (maksudnya PAT) ini.
Sebagai pelengkap perlu ditambahkan bahwa komputer yang terhubung ke internet dengan IP private akan memberikan efek “imun” ( kebal) terhadap kemungkinan serangan dari pecundang-pecundang (hacker-cracker) atau jelasnya dapat menambah fasilitas sekuriti komputer. Nah untuk yang satu ini ‘enaknya’ kita bahas di kuliah (pembahasan) “Sekuriti komputer” aja ya …
Kesimpulan pembahasan kita kira-kira begini :
Untuk jaringan LAN sebaiknya (dianjurkan) gunakan IP private, terserah mau pakai range yang mana dari 3 kelompok range yang telah disebutkan di atas Untuk terhubung ke internet mau tidak mau komputer harus menggunakan IP publik, atau melalui teknologi NAT atau PAT atau … (apa ada teknologi lain ya?)
Akhirnya : (Capek juga ya…)
Jika perusahaan anda membutuhkan IP publik yang cukup banyak (karena perusahaan anda “kaya” tentunya atau jangan-jangan “provider”), biasanya akan diberi IP dalam 1 blok (maksudnya 1 Network ID). Jika ternyata LAN yang dibutuhkan perusahaan anda banyak (lebih dari 1), tentu “semestinya” anda eh perusahaan anda harus membeli beberapa blok IP address. Wah gak mungkin dong, sekaya-kaya perusahaan emang duitnya untuk beli IP saja. Lalu gimana dong ? Ada metoda yang namanya “subnetting”. Nah yang ini akan lebih seru …Tunggu aja !!


ditunggu tutorial selanjutnya
semangat !!!
Pa blognya keren banget …
Terus terang cara ngajar Bapak juga bagus.
Makasih banyak Pa, untuk semua pengajaran dan materinya.
o ya,…
selamat ya Pa, atas momongannya…
semoga bisa menjadi apa yang Bapak banggakan dan harapkan.
iseng aja pa,
numpang
pa’ blog nya keren …… trus thanks buat modul jarkom 2 nya
oh ya slamet ya buat momongannya ok good luck pa’.
trus SEMANGAT ….. tif ‘05
Makasih pak,
Tulisan ini bisa buat nambah materi persiapan UTS.
Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya
terima kasih pa
atas penjelasan nya yang berkaitan dengan ip.
Saya tunggu tulisan-tulisan yang lain tentang internet, ipv6,
dan bahkan teknologi VOIP…
Ass, wah pas bana, ambo sadang paralu bahan mengenai IP address, tarimokasih yoo. Ditunggu ulasan mengenai SUBNETTING
Pendekatan yang bagus, kebetulan bulan depan saya ada pelatihan jaringan nih, apa boleh saya menggunakan (sebagian) materi ini dalam modul pelatihan yang akan saya buat ??
Thank’s
weleh2 jadi rifres nh………. tp ada yg lebih dasyaaaaat ng boz..??
Herianto :
Terima kasih kalo berguna…
Tapi dasyaaaat itu maksudnya gmana ya ?
Bozzzz, Nanya dunk, koneksiku ke internet via wireless menggunakan mikrotik, dapet 7 ip publik, 1 untuk gateway di isp, 1 untuk router mikrotik. Gimana caranya setting ftp di server ku (windows server) menggunakan ip public tersebut ?
Tolong dunk pencerahanya
Herianto :
Saya kurang pengalamn di mikrotik, cuma pernah mpelajarinya dari kajian dengan skripsi mhs tapi gak sampe mndalam.
Mungkin anda bisa mengacu ke link di sini : http://wordpress.com/tag/mikrotik (sudah pernah coba ya ??)
Tapi setahu saya untuk setting ftp, yg pertama kita aktifkan dulu ftp server di komputer yg dijadikan server (biasanya dari sini skaligus ada penentuan directory ftp tsb)), trus pada dns kita daftarkan url ftp tersebut dengan ip address komputer server (tgantung apakah tempat anda pake dns di lokal atau di lokasi lain), kalo anda punya dns server sendiri (lokal) berarti yg disetting pada PC mikrotik (router) tsb, karena router mikrotik juga punya dns server.
Mengenai IP publik, biasanya kalo lease line memang kita diberi 8 IP publik (3 bit), yg bisa dipake 6 (kenapa, ayo ?). IP publik tsb bisa dimanfaatkan utk menggunakan server yg berbeda bagi service yang brbeda, misalnya web server, email server, ftp server, router/firewall, dsbnya.
Sbenarnya saya kurang jelas dengan pertanyaan ini :
Kalo bingung, mungkin pertanyaannya bisa diperjelas …
wah terima kasih Pak atas penjelasanaya, tetapi memang ternyata kesalahanya bukan disetting ip yang saya lakukan karena hal itu simpel, yang terjadi pihak isp saya dari antena tidak dimasukan langsung ke switch tetapi ke sebuh alat bawaan mereka sehingga saya mesti setting vlan dulu dengan alasan keamanan data.
Thank’s Alot
Sugoi da ne…..
Ii setsumei yo….
Ja, arigatou gozaimasu…
Assalamu’alaikum Pak
Salam kenal
Saya mo bertanya pak saya lagi membangun tiga jaringan network ( yang beda2 ip, tiap jaringan punya rata2 10 client ( star type ) untuk hemat, HUB saya gabungkan pemakaiannya sekarang untuk mengontrol jaringan tersebut saya hanya punya satu computer server yang ip nya saya ganti untuk mau connect ke tiap jaringan
jaringan tersebut adalah :
1. ip server 10.10.10.1——–>> ke 10.10.10.2, 10.10.10,3 , sampai 10.10.10.9
2. ip server 10.0.10.1——–>> ke 10.0.0.2, 10.0.0,3 , sampai 10.10.0.9
3. ip server 192.168.10.1——>> ke 192.168.10.2, 192.168.3 sampai 192.168.10
jadi kalau saya mo connect ke tiap client saya harus ganti dulu ip server nya pertanyaan saya ada cara atau software ngak biar saya bisa connect ke samua network atau computer tampa ganti ip server….
wassalam
Herianto :
Setahu saya saat ini sejumlah OS memberi fasilitas agar satu PC dapat diberi banyak IP address. Coba gunakan cara ini.
Atau barangkali anda butuh 3 NIC dan menjadikan server tsb sekaligus bekerja sebagai router.
wah sekarang jadi lumayan mudeng
maksih bgt…………
selamat siang pak heriyanto …saya mau tanya tentang keamanan komputer…. mengenai cookies dan ip itu sangat rentan kalo surfing di internet…saya mencoba untuk mengamankan memakai proxy di http://www.ninjaproxy.com dan itu terbukti bs menganti ip dan header serta cookies(memalsukan)… Untuk memastikan bahwa saya telah menggunakan proxy server yang benar-benar menyembunyikan identitas saya secara penuh. saya harus mengeceknya sekali lagi di website.Untuk itu saya mengecek ulang data2 tersebut di http://www.showip.net …..dan semua data pribadi saya jadi terganti..
tp pd saat saya buka mozzila new session kenapa kembali lagi ke ip yg sebenarnya…. yg saya mau tanyakan bagaimana cara untuk membuat proxy pada komputer saya abadi tanpa harus buka http://www.ninjaproxy.com agar keamanan komputer saya terjamin..???
saya pelajar baru dalam jaringan komunikasi, dapatkah anda menjelaskan dgn sederhana tentang cara terhubung ke jaringan dengan sistem wireless connection? atas bantuannya , terima kasih.
wah blognya keren amat pa saya jadi ingin tw lebih banyak lagi…………………………….
klo bleh bri saran materinya diperluas lgi tdk hanya mencangkup itu saja,,
g ngerti..
maklum masih pelajar keceng2an(SMP).
wah saya lg kuliah jarkom I,materi bpk berguna sekali.
thanks,,
pak klo ada,tolong kirimi saya artikel mengenai
“voip”.saya kurang begitu paham dari artikel yang saya baca.
Herianto :
wah aku juga gak punya artikel itu, googling aja lagi, atau coba cari di blog…
Sip lah pak. Semangat!!!!!!
Herianto :
Terima kasih pak Tatang, dah berkunjung lagi …
saya mau nanya nih, saya menggunakan internet broadband indosat 3,5G cuma gak dapet ip publik, sedangkan saya butuh ip publik untuk koneksi host2host pulsa, kira2 gimana yah caranya saya bisa dapetin ip publik, bisa nggak beli ip publik, apa kalo saya sewa domain otomatis mendapatkan ip publik
mau nanya dong….gimana cara komp.ku punya alamat di internet?
IQBAL YUNUS
IP publik biasanya (secara teknis) kita peroleh jika kita nyewa bandwidth secara lease line. Untuk koneksi melalui selular setahu saya kita masih diberi akses melalui ip private. Anda mungkin harus terhubung ke internet melalui jalur lain yg disdiakan oleh INDOSAT.
Arif santoso
Punya alamat apa mas Arif. Karena alamat dalam hal ini ada yg berupa IP address atau url. Jika komputer kita sekedar client kita gak perlu alamat yg bersifat publik.
Kalo maksud anda alamat url seperti misalnya alamat situs saya ini : http://herianto.wordpress.com, itu artinya anda butuh server. Server untuk hostingan saat ini banyak yg gratisan, contohnya ya seperti situs ini.
Kalo belom terjawab, mohon pertanyaan anda diperjelas…
mksh yach pak,………!!!
penjelasan bp sangat membantu sy dalam pembuatan laporan PKL tentang jaringan komp yg sedang sy boat.
ditunggu materi selanjutnya !!!
do’ain sy yach biar laporannya dapat nilai yg amat baik!!!
pak saya butuh gambar jaringan internet 2 gedung yang saling berhubungan dengan jarak 300 m , 10 lantai. dengan ruang edp pada lantai 2.
tolong bantuan dari bapak . Saya ucapkan banyak terima kasih
@adlano
Saran saya :
[1] Untuk menghubungkan antar gedung anda bisa menggunakan teknologi wireless saja. Gunakan Access point dengan ekxternal antenna agar jangkauannya lebih baik.
[2] Untuk jaringan di internal masing2 gedung tentu pakai saja kabel (utp)
[3] Untuk akses internet jika corporate anda membuthkan server yg konek ke publik, maka pakailah jasa internet yang leased lined agar anda mendapat sejumlah IP publik
[4] Masalah jenis koneksi internet yg akan dipakai tentu trgantung juga dgn privider yg anda hendak gunakan.
Itu saja dulu, mudah2an membantu.
Strategi pembelajaran yang yang tepat ternyata penting juga ya Pak, termasuk untuk mahasiswa meskipun secara intelektual mereka lebih hebat dibanding siswa SMP atau SMA. Pak Heri selama ini mengajarkan materi tentang Komputer dan Informatika, ya, Pak! Bagus, Pak, itu. Supaya anak-anak bangsa negeri ini nggak “gaptek”. OK, salam hangat.
Herianto :
Saya dulu sempat ngajar di SLTP (SMP) dan SLTA (STM) pak. Yang di STM lama juga lebih dari 4 tahun (di Padang), saya S1 di FPTK IKIP Padang (sekarang UNP), cuma sejak pindah ke Jakarta (setelah tamat S2) saya cuma ngajar di perguruan tinggi aja. Menurut saya anak2 perguruan tinggi tak jauh beda kebutuhan metoda pengajarannya dengan anak2 SLTA pada umumnya. Apalagi untuk anak2 swasta, penguasaan materi harus diiringi juga dengan penguasaan metoda penyampaian di kelas ditambah dengan penguasaan interaksi.
Kalo fasilitas blog ini kita pakai secara optimal untuk sharing knowledge, saya membayangkan luar biasa sekali faedahnya…
Mas Her…. , semoga maanfaatnya orang banyak sampai kebaikannya kepada Mas Her, ilmunya hebring lah….
saya sedang belajar nih…. mau nanya….
kita udah bangun nih jaringan pake 3com, semua udah bisa conect ke internet, tapi saya ingin membatasi IP tertentu saja yang bisa conect ke internet kalau bisa pun ya situs2 tertentu aja biar g terlalu pulgar, khusunya buat anak2, apa ada cara lain, atau apa saja yang diperlukan sebagai tambahan.
terima kasih sebelumnya…. kalau bisa di cc deh ke e-mail
Hatur Tengkiu…Kang
salam
Herianto :
Yang anda butuhkan adalah : firewall.
Firewall memiliki sejumlha fasilitas untuk memfilter traffik berdasarkan IP. port atau aplikasi…
mau nanya nih pak…..kalo misalkan saya punya 5 komputer dan satu 1 pc+1 switch hub untuk router gimana nih pak caranya saya menentukan NAT,Netmask,Ip address nya serta broadcast agar nantinya jaringan kom yang terhubung nanti bisa terkoneksi ke internet.thx tolong juga kirim jawabannya lewat email ya pak.
Herianto :
Prinsipnya sebuah LAN harus memiliki IP yang network ID nya sama, dan biasanya menggunakan IP private, misal : 192.168.1.1 s/d 192.168.1.5. Jika LAN anda akan terhubung ke internet, maka harus ada satu PC yang selain memiliki IP private juga memiliki IP publik, Pc ini nantinya disebut dengan gateway atau router. IP publik ini diperoleh dari provider internet anda, biasanya dinamik.
Oh ya NAT diletakkan di gateway tadi, biasanya nyatu dgn proxy.
semoga bermanfaat.
maksih ya karena teman2 udah bagi2 ilmu ke kami, tapi kalu bisa pembahasanya pake bahasa indonesia yang baku, saya kurang mengerti dengan kata-kata diatas. thanks
Tolong jeleskan kepada kami tentang apa itu NAT /PAT dan DHCP dan cara konfigurasinya serta penerapanya se3cara rinci. Maksih banyak ya……! atas bantuannya. Thhhhhanksssss…..!
Herianto :
Untuk masalah teknis seperti settingan NAT /PAT dan DHCP tergantung jenis perangkat/tool yang digunakan …
wah terima kasih nih penjelasannya!!!
tapi bagiamana kita mengetahui IP publik kita pada jaringan LAN kami ??
trimmss….
Herianto :
Ada beberapa tool scanner IP yang dapat anda gunakan.
Atau kalo anda menggunakan windows coba masuk ke tampilan prompt (run : cmd) dan coba lakukan trace routeke salah satu site, misal : tracert http://www.detik.com, perhatikan IP berikutnya setelah IP privat anda, itulah IP publik yg digunakan (diberi oleh provider).